NovelToon NovelToon
Ayah Dari Anakku 2

Ayah Dari Anakku 2

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Nikah Kontrak / Obsesi / Identitas Tersembunyi / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:370.3k
Nilai: 5
Nama Author: elara-murako

"Kamu jadilah ayah dari anakku," ucap Dinia pada stafnya Taran.

🍁🍁🍁

Dinia Kenan, Direktur dari DW Fashion menolak untuk menikah. Hingga dia tanpa sengaja menemukan bayi lelaki yang terbuang. Dinia putuskan membesarkan bayi lelaki itu yang dia beri nama Ditrian.

Dinia mengakui kalau Ditrian adalah anak kandungnya karena tak ingin terpisah dengan anak itu. Hingga waktu berlalu, orang-orang mulai curiga dengan status Dinia yang seorang wanita lajang.

Saingan bisnisnya pun memanfaatkan masalah itu sebagai skandal untuk menghancurkan bisnis Dinia. Untuk menjawab rasa penasaran itu, Dinia meminta salah satu staf kepercayaannya menjadi ayah dari anaknya, Ditrian. Pria bernama Taran yang masa lalunya menjadi misteri.

Meski demi itu semua, Dinia harus pura-pura menikah dengan Taran. Terlebih Taran sangat menyayangi Ditrian seperti anak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elara-murako, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Pria yang tabah

"Kamu udah coba beri ayah kamu kotoran?" Seorang pria kembali melontarkan kata-kata kasar di depan Taran Calisto Green. Kalimat yang sudah ke sekian kalinya hingga membuat emosi Taran mendidih.

"Katakan sekali lagi!" Taran tarik kerah kemeja pria itu. Tatapan mereka saling bertabrakan.

"Keberadaan kamu saja di rumah ini sudah seperti kotoran. Anak haram yang entah dibawa ayahku dari mana?"

Selama ini Taran sudah bersabar menghadapi mulut pedas pria di depannya. Bukan karena dia lemah. Taran menghormati ayahnya, lelaki yang membesarkan dia kini. Meski tidak tahu asal-usul Taran dari mana.

"Mana yang lebih kotor? Anak tidak jelas yang bekerja siang dan malam demi biaya pengobatan ayahnya, atau anak sah yang hanya buang-buang uang untuk membeli minuman?" Taran sudah mengepalkan tangan.

"Itu tugasmu, Bodoh! Kamu harus bayar uang yang ayahku keluarkan untuk membesarkanmu!"

Taran meninju pipi kakak angkatnya untuk pertama kali. "Aku sudah tak tahan. Kalau memang kamu merasa terganggu dengan kotoran ini, maka kotoran ini akan pergi!" Taran bergegas masuk ke kamarnya yang ada samping dapur. Dia kemasi barang.

Begitu keluar dari pintu, Taran malah bertemu dengan ayahnya. "Kamu mau ke mana?"

"Maafkan aku, Pa. Sudah bukan waktunya lagi aku di sini." Taran memcium punggung tangan ayahnya lalu berjalan pergi.

"Taran! Maafkan kakakmu kali ini saja?"

Taran menutup mata sejenak, dia yakinkan diri untuk pergi. Berlari Taran dengan kencang hingga tidak ada yang bisa menyusul.

"Anak sialan itu kabur begitu saja! Sudah dikuliahkan, bukannya cari uang malah melarikan diri!" Kakak angkat Taran meludah.

"Ini semua karena kamu! Kalau sampai anakku tidak kembali, aku akan usir kamu dari sini!" Ayahnya Taran mendorong putra pertama.

"Aku ini anakmu, Pa!"

"Anak? Bahkan dia yang menjagaku siang dan malam! Aku bahkan lebih merasa beruntung membesarkan dia!" Lelaki tua yang rambut dan janggutnya sudah memutihkan itu menepuk dada. Matanya meneteskan air mata. Bayi yang dia besarkan dengan penuh kasih, kini pergi entah ke mana.

"Taranku! Kembali!" pintanya sambil berlutut di jalan, berharap Taran bisa mendengar dan lekas berbalik ke rumah. Namun, selama hampir satu jam meratap di sana, Taran tak ada jua.

Justru anak lelaki itu tengah duduk di atas mobil bak terbuka yang mengangkut jerami. Padang rumput di desa kecil ini memang luas. Tidak heran menjadi pusat pengiriman pakan ternak ke Redbay, kota penghasil daging dan produk peternakan lain.

Gunung yang menjulang, dataran yang terbentang ditumbuhi rerumputan hijau yang tinggi. Jalan seakan diapit dua karpet hijau rakasasa di sisi kanan dan kiri.

Taran masih membaca buku. "Pa, aku akan kembali. Aku janji akan membawamu ke kota besar agar bisa berobat di sana." Lelaki itu mengeluarkan selembaran dari bukunya dengan jemari yang panjang dan telapak yang lebar.

"Penerimaan staf Kenan Group. Aku harap bisa diterima di perusahaan ini. Katanya gaji di sana cukup besar." Taran melihat ke langit yang membiru. "Apa aku bisa mengubah nasibku dengan Papa. Aku ingin lepas dari Kakak berengsek dan sialan itu!"

Taran memang salah satu mahasiswa berprestasi. Dia mendapatkan beasiswa di salah satu kampus terkemuka di New Green. Nama belakang Taran, Green berasal dari nama kota ini. Lelaki itu dibuang di tengah padang rumput setelah dilahirkan. Karena itu ayah angkatnya memberikan nama belakang itu padanya.

"Heren! Tunggu aku di sana!" Taran merebah. Dia rentangkan tangan dan melipat ke belakang kepala untuk dijadikan bantal, tak peduli jerami menempel di pakaiannya.

🍁🍁🍁

1
Salsabila Hanifa
Berarti disini dustin belum menikah ya... Soalnya cucu 4 ernesto dari daren sama dira😁😁
Dyah Oktina
😁😁😁😁😁😁😁..iya itu pengalaman orang tua..anak yg harus dapat pelajaran dari itu..
Dyah Oktina
iya...maksutnya gemana nih thor?????
Dyah Oktina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kok jd anjing laut sih nak...
Dyah Oktina
sok....iya...ian...gemes ih...jd pingin culik kamu kla ada d dunia nyata...tp.d.mana ya..???🤣🤣🤣
Dyah Oktina
dasar ian....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
udah ngak usah d bangunin...biar aja mereka membuat adik buat ian...🤭😁😁
Dyah Oktina
ahhhhhhhhh co...cuwiiitttttt gitu dong..jd sama2 tahu isi.hatinya...😍😍😍
Dyah Oktina
aduh...rasanya buluk ya...🤭🤭😁😁😁
Dyah Oktina
aduh kacian...nangis ya perut ian...😁😁😁🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun pablo...percaya diri kali kau.. 🤦🏻‍♀️jangan sakit hati kla nnt d buat malu...😁
Dyah Oktina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣segitu gantengnya kah taran...sampai ada yg kejungkel sofa...😁😁😁
Dyah Oktina
cieeeeeee dah mulai cemburu ya...tanda cinta.. ❤️
Dyah Oktina
saling terbuka aja & membuka hati...siapa tahu jodoh...jd ngak usah cari kemana..lanjut pernikahan kalian dgn benar..😍
Dyah Oktina
sancez apa itu trik atau kamu berkianat?
Dyah Oktina
ya ampuun..ditrian...kamu sayang mama...tp omongannya pedes bener...dasar anak mama...lagian udah kasih barang d ambil lagi..😁😁😁🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun....berarti taran adiknya pablo...ditrian ponakan mu berarti taran anak dari pablo...wah pantes cepet deket..masih sedarah..🤭
Dyah Oktina
apa hubungannya dgn sen motor emak2 thor.... 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun dinia..kasihan taran....salah mulu ya... d marah mulu...pdhal dia yg minta/ngomong dia juga yg sewot kla d kerjakan..🤭😁😁
Dyah Oktina
itu mah sama aja atuh kakak davin
. d luar galak d dalamnya keras... wah... takut ngajak debatnya juga..🤭😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!