Apa salah jika memiliki kakak yang super posesif, ini tidak boleh itu tidak boleh?
Bahkan Papa dan Mama juga tidak pernah membatasi apa yang kulakukan. Hampir semua laki-laki yang mendekatiku akan mundur secara perlahan karena kakak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Blerina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Possessive Brother| 6
Pagi yang cerah dengan kicauan burung yang bernyanyi riang diatas pohon, membangunkan semangat pagi orang-orang agar segera pergi beraktifitas. Begitu pula dengan gadis yang sudah rapi dengan seragam putih abu-abu, tampak sangat cocok dengan tubuhnya. Tetapi wajahnya murung, aura yang suram begitu terasa jika berdekatan dengan gadis berambut panjang itu.
"Aletha, kamu masih diamin Kakak mu?", tanya wanita paruh baya itu membuat laki-laki yang duduk disampingnya menoleh dengan terkejut, tentu dia bukan Elang.
"Loh, Aletha sama Elang masih marahan ya ma?" Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu mengangguk pelan, lalu pergi dengan nampan berisi makanan sarapan untuk Andre suaminya. Geandra, menghela napas panjang lalu menoleh kepada saudara kembarnya yang terlihat begitu menikmati sarapannya.
"Apa masalah kalian ini begitu serius? sudah lebih dari satu minggu kalian saling diam. Apa diantara kalian tidak ada yang mau berniat baikan?".
Elang pergi meninggalkan sarapannya yang sudah habis dan berpindah ke lambungnya, tanpa menjawab pertanyaan Gean. Jujur saja Elang begitu bingung dengan permintaan Aletha, dia harus merelakan yang mana? Kehilangan salah satunya sama saja sebagian dari dirinya ikut menghilang, pertanyaan Aletha mengenai apa Elang menyukai Anna atau tidak? Dan apa dia tidak menyayangi Aletha lagi?
Apa yang harus Elang putuskan, dia benar-benar bimbang dan tidak tahu harus bagaimana. Pada akhirnya laki-laki itu hanya diam, sampai ia bisa memutuskan.
Berbeda dengan gadis yang masih termenung menatap kepergian kakaknya, raut wajahnya terlihat begitu sedih. Gean penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua saudaranya?
"Aletha? kamu mau bercerita dengan kakak apa yang terjadi dengan kalian berdua?".
Gadis itu menggelengkan kepalanya, tetapi mulutnya tidak selaras dengan kepalanya. Hatinya ingin berbicara tetapi otaknya seperti menekan agar dia tetap diam, akhirnya gadis yang satu jam lagi akan mengerjakan ujian Nasional itu menyerah dan mengatakan yang terjadi.
"Apa Aletha salah kak? Aletha nggak suka sama Kak Anna, dan Aletha minta agar Kak Elang menjauhinya seperti Kak Elang yang meminta Aletha menjauhi Arka. Sudah seminggu ini Kak Elang jadi diam, dan dingin sama Aletha. Aletha juga nggak berani ngomong duluan, takut dibentak lagi sama kakak", Aletha kembali menundukkan kepalanya dan hanya mencampur-adukkan makanan dalam piringnya yang masih utuh.
"Gini deh, Aletha sayang nggak sama Kak Elang?" Gadis itu mengangguk, masih belum minat mengangkat kepalanya melihat Gean yang sedang berbicara.
"Kak Elang juga sayang banget sama Aletha, dia minta kamu jauhin Arka itu pasti buat kebaikan kamu juga. Memangnya kenapa kamu tidak suka dengan Anna?".
"Ada alasannya, dikasih tau kakak juga nggak akan percaya. Udah kak Aletha berangkat dulu takut telat, doain Letha ya kak hari ini pertama ujian". Gean mengangguk singkat.
Dia curiga dengan Aletha yang menyembunyikan sesuatu yang serius, dilihat dari tatapan matanya seperti ingin mengatakan sesuatu. Setelah selesai sarapan baru ingin pergi, wanita paruh baya itu datang dengan terburu-buru. Hingga tak sengaja gelas yang diatas nampan yang ia bawa terjatuh dan pecah diatas lantai yang terbuat dari batu pualam itu.
"Loh, mama kenapa?"
"Gean, cepat kamu panggil dokter! Mama mau ambil minum untuk papa", Renata wanita itu berjalan dengan cepat menghilang didapur, tanpa pikir panjang Gean juga langsung menghubungi dokter keluarga yang sudah sering merawat papanya.
_______________________________________
"Eh tuan putri kenapa cemberut?".
"Aku lagi males Ka, sudah sana belajar yang rajin biar nilai kamu diatas rata-rata semua!", Entah mendapatkan keberanian dari mana, tetapi Aletha yang masih kesal dan terlihat galau itu memarahi Arka. Bukannya tersinggung Arka justru tersenyum tipis, baru pertama kali Aletha terlihat begitu kusut dan tidak bersemangat seperti biasanya. Padahal hari ini, hari pertama ujian kelulusan sekolahnya, apa dia belajar terlalu berat.
"Tuan putri kenapa? Kamu bisa bercerita dengan pelayan rendah seperti ku".
"Arka! Berhentilah mengejekku, nanti sepulang sekolah anterin Letha ke rumah Kak Gaga aja ya?", Arka mengangguk antusias. Menemani Aletha pergi ke rumah kakak sulungnya adalah sebuah hadiah tersembunyi, selain rumahnya jauh itu berarti juga adalah sebuah kesempatan untuk berdua dengannya dengan lama tanpa ada gangguan dari bodyguard yang galak.
Mereka akhirnya sampai dikelas yang masih terkunci rapat, teman-temannya yang lainnya juga sudah banyak yang berdiri didekat kelas yang akan dijadikan sebagai tempat ujian. Kebanyakan dari mereka sedang belajar, mungkin karena mereka ingin nilai ujian kelulusan ini memuaskan. Ditengah-tengah gerombolan anak-anak kelasnya, sebuah tangan kekar mengulurkan setangkai bunga mawar putih yang masih segar.
Aletha mendongak melihat siapa yang memberinya bunga pagi-pagi, laki-laki tinggi rambutnya pirang dan mata yang sangat indah. Warnanya biru terang, seperti langit disiang hari. Bukannya senang, gadis itu justru marah-marah melampiaskan amarah dan rasa frustasinya.
"Bisa tidak sih jangan ada yang menggangguku? Pergilah aku tidak suka mawar putih!".
"Tapi Aletha, aku sudah bersabar merawat mawar ini sendiri. Spesial hanya untukmu , yang aku suka!", Karena Aletha kesal ia merebut mawar putih yang masih segar itu dan membuangnya ditempat sampah yang ada didekat pintu kelas yang masih tertutup. Laki-laki itu menatap mawar yang berakhir ditempat kotor itu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan, sorot matanya yang terang itu memancarkan kesedihan, kekecewaan dan amarah yang bercampur jadi satu.
"Kenapa di buang, Al?"
"Kamu kan ngasih buat aku, ya udah aku terima.Tapi aku nggak suka jadinya aku buang, tidak apa bukan?". Setelah mengatakannya gadis itu pergi begitu saja tanpa mempedulikan teman-temannya yang bingung dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba,Aletha yang biasanya dikenal sebagai gadis lembut hari ini sangatlah berbeda.
*** 🙏😔 maaf cuma sedikit
jangan ada pelakor lah....
tak masuk di akal????
ini aku yg bodoh apa thoor nya yg ngelantur????