Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.
Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi Malam Kelabu
Sekarang, Adam dan Zifa sudah sampai di apartemen David.
Adam menyuruh asistennya itu menekan tombol lift supaya terbuka dan Nazifah pun tidak tau caranya.
"Maaf, Tuan. Tapi... Zifa enggak tau caranya," lirih Nazifah yang berdiri di depan Adam. Nazifah sedikit menengok kebelakang.
"Memangnya di kampung mu enggak ada lift?" tanya Adam seraya menyingkirkan Nazifah yang tepat di depannya itu.
"Enggak ada, adanya sawah,Tuan," jawab Nazifah.
Dan Adam tidak menjawabnya, ia memerintahkan Zifa untuk memperhatikan.
"Perhatikan! Ini tombol buka!" kata Adam seraya menekan tombol lift dan setelah terbuka Adam mengajak Nazifah untuk masuk.
Setelah itu, Adam pun mengajari langkah selanjutnya dan Nazifah pun langsung mengerti.
Adam menekan tombol ke lantai 20 di mana David sudah menunggu.
Tidak lama kemudian, David yang sedang bermain judi online itu harus bangun dari duduk untuk membukakan pintu.
David merasa senang karena Adam benar-benar membawa gadis itu. Walau penampilannya sederhana, menggunakan jeans panjang dan kaos berwarna pink lengan pendek, tetapi, kecantikan natural Nazifah membuat David ingin buru-buru mencicipinya.
Adam pun sedikit mendorong bahu Nazifah supaya masuk ke apartemen.
Sementara Nazifah bertanya dalam hati, "Kenapa Tuan main ke rumah teman bawa aku? Memangnya dia tetap butuh asisten?"
"Ambilkan minum!" kata Adam pada Nazifah dan David pun bangun, ia yang akan menyiapkan minuman dan cemilan.
"Biar gue aja!"
Tentu saja yang David siapkan adalah minuman beralkohol, sementara Nazifah yang berdiri di belakang Adam itu bertanya-tanya, es teh merek apa itu, sosro bukan, teh kotak juga bukan apalagi teh pucuk.
"Ah sudahlah, mungkin itu teh minuman orang kaya!"
David pun memberikan satu gelas untuk Zifa, tetapi, Adam menahan tangan itu, ia tau betul maksud David.
"Gue perlu ngomong!" kata Adam seraya menarik David keluar dari apartemen.
"Jangan sentuh apapun!" kata Adam dan Nazifah pun menganggukkan kepala.
"Gue mau semua dalam keadaan sadar!"
David pun mengiyakan lalu membuka pintu itu lagi, tetapi, Adam kembali menahan David.
"Biar adil, gue mau kita suit!"
Dan keduanya pun bermain batu gunting, kertas dan Adam lah pemenangnya.
"Gue duluan! Siapin Lamborghini lo!" Adam sangat yakin kalau Nazifah benar-benar sangat polos dan ia tidak ingin David menjadi yang pertama.
Adam pun menyuruh David untuk menunggu di luar dan tunggu gilirannya.
"Sial, kaya kambing conge dong gue!" gerutu David.
Adam masuk dan Nazifah melihat Adam seorang diri, terlihat, Adam juga mengunci pintu itu.
"Kenapa dikunci, Tuan?" tanya Nazifah seraya berjalan mendekat ke arah Adam.
Entah mengapa, melihat tatapan Adam, Nazifah merasakan adanya sesuatu yang direncanakan oleh majikannya.
Demi lamborghini, tepatnya, demi menang taruhan, bahwa ucapannya adalah benar, tega kah Adam akan melecehkan seorang gadis? Apakah ini akan menjadi awal penyesalan Adam?
Adam menahan pinggang Nazifah yang mencoba mendekati pintu.
Deg! Nazifah merasa jantung dan hatinya seolah berhenti berdetak.
Otaknya berpikir kalau Adam akan melakukan yang tidak-tidak.
"Maaf, Tuan. Saya harus keluar!" kata Nazifah seraya berusaha melepaskan tangan Adam, sementara Adam, ia tanpa ekspresi.
Sekarang, Adam membopong Nazifah dengan cara dipanggul. Lelaki bertubuh kekar itu membawanya ke kamar.
Dan Nazifah, sudah pasti ia panik, sangat panik, berteriak meminta pada Adam untuk menurunkannya.
Sesampainya di kamar, Adam melepaskan jasnya dan tersisa kaosnya yang berwarna krem.
Nazifah memperhatikan itu dan mengerti apa yang akan Adam lakukan.
"Tuan, tolong jangan berbuat jahat! Kasihani saya, Tuan!! rengek Nazifah seraya berjongkok di depan Adam, mengatupkan dua telapak tangannya. Berusaha memohon belas kasihan dari seorang Adam Raymond.
Tetapi, Adam tidak menghiraukan Nazifah yang mengiba.
Sekarang, Adam melepaskan celana jeansnya yang berwarna hitam dan benar-benar sekarang Adam sudah polos, benda tegak yang tersembunyi di balik celana itu sekarang Nazifah dapat melihatnya dengan jelas.
Nazifah pun mencoba mencari cara untuk keluar, ia ingin melewati Adam yang masih berdiri itu, tetapi, seolah mengantarkan tubuhnya sendiri pada singa yang sedang kelaparan, Adam langsung membawa Nazifah berada di kungkungannya.
"Jangan takut, rasakan dulu, saya yakin kamu akan ketagihan!" kata Adam, dan belum sempat Nazifah memohon kembali, Adam sudah melahap habis bibir tipis Nazifah.
Nazifah berusaha mendorong dada Adam supaya menjauh, tetapi usahanya sia-sia, tenaganya bukanlah lawan Adam yang berbadan tinggi, tegap dan kelar, bahunya saja sangat lebar.
Adam terus melakukan itu dan tentunya tangannya sudah bergerilya ke sana ke mari, pria yang sudah dipenuhi nafsu itu tak menghiraukan Nazifah yang sudah berlinang air mata.
Nazifah mengigit bibir Adam dan membuat ciuman panas itu terlepas.
Nazifah mencoba keluar dari kamar, berlari ke pintu utama, tapi ia sama sekali tak mengerti caranya membuka pintu itu, Adam sedang mengusap bibirnya yang berdarah itu sudah berdiri di belakang Nazifah.
"Tolong!" teriak Nazifah dan percuma saja, tidak akan ada yang mendengar.
Adam pun menghimpit Nazifah dari belakang, ia berbisik, "Semakin meronta, saya semakin tertarik!"
Kini, Nazifah sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, tenggorokannya tercekat, dadanya, hatinya dan perasaannya, semua sakit.
Pengalaman bekerja untuk pertama kali, ia mendapatkan pelecehan seksual dari majikannya sendiri.
Sekarang, Nazifah sudah polos dan Adam membawanya ke sofa panjang, perlawanan dari Nazifah yang bertubuh kurus itu tidak ada artinya bagi Adam dan Adam melakukannya di sana.
Jeritan dan ibaan dari Nazifah seolah menjadi pengiring permainan bagi Adam yang sangat menikmatinya. Setelah beberapa tahun tidak masuk ke sarang, junior Adam pun merasa terpuaskan.
Selesai dengan itu, Adam melihat darah dari bawah Nazifah.
Ia sudah membuktikan sendiri dan merasa senang karena bukan David yang pertama.
Tetapi, setelah itu, Adam menjadi tidak tega saat melihat Nazifah yang terdiam, pandangannya kosong.
"Sial, seharusnya dia menikmati juga, tapi kenapa kaya kesambet gitu!" gerutu Adam yang panik mendapati Nazifah terdiam seribu bahasa.
Nazifah tak merespon apapun, ia tetap menatap langit-langit ruang tengah dengan keadaan sangat lemas. Bahkan sudah tak memperdulikan lagi keadaannya yang tanpa busana. Hanya air mata yang terus mengalir dan bibir yang bergetar.
Adam pun meminta Nazifah untuk bangun dan kembali memakai pakaiannya, Adam tidak akan tega melihat Nazifah yang sudah terpukul seperti itu dan akan kembali dinodai oleh sahabatnya sendiri.
Adam masuk ke kamar untuk mengambil pakaiannya dan saat itu juga terdengar kalau Nazifah memecahkan gelas yang ada di meja.
Lalu, Nazifah menyayat nadinya sampai berdarah, Seolah tak merasakan sakitnya luka itu, bagi Nazifah luka hatinya lebih dari sakit.
Adam yang sudah berpakaian rapi segera keluar setelah mendengar suara berisik itu, ia terkejut melihat Nazifah yang sudah berdarah. Dengan posisi Nazifah terbaring di sofa
"Zifa!" teriak Adam.
Adam pun segera memakaikan jasnya untuk menutupi tubuh polos Nazifah, Adam membopongnya keluar dari apartemen dan David menanyakan apa yang terjadi, tetapi, Adam tidak menjawabnya, ia segera berjalan cepat, tidak ingin terlambat membawa Nazifah ke rumah sakit.
Bagaimana nasib Nazifah setelah ini?
Like dan komen ya all.
Jangan lupa untuk vote gratisnya, dukungan kalian adalah semangat ku🥰.
lagian..nazifah jg hamil...
sukses
semangat
mksh
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰
Semangat mbk Mal😍😍