Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Peluru Qi dan Sistem yang Tertindas
Kenzo kembali ke kursi malasnya, membuka buku kusam berjudul Napas Siput. Bagi orang awam, teknik ini dianggap sampah karena aliran energinya yang sangat lambat. Namun, di mata Kenzo yang merupakan seorang ahli efisiensi, kelambatan itu hanyalah masalah struktur jalur meridian yang tidak efisien.
"Jadi begini cara kerja energi di dunia ini. Sederhana, tapi terlalu banyak langkah yang tidak perlu." gumamnya.
Kenzo memejamkan mata. Ia tidak mengikuti instruksi buku itu secara buta. Alih-alih membiarkan Qi mengalir perlahan seperti siput, ia menggunakan kontrol mentalnya yang tajam—warisan dari konsentrasi tingkat tinggi sebagai pembunuh—untuk memaksa Qi bergerak melalui jalur terpendek menuju Dantian.
Hanya dalam hitungan menit, pusaran energi mulai terbentuk di perut bawahnya. Hawa hangat merambat ke seluruh saraf, memperkuat otot dan mempertajam inderanya.
[Ding!]
[Terdeteksi Anomali: Kreator menembus Ranah Pembentukan Dasar Tahap Awal dalam waktu rekor menggunakan teknik sampah!]
[Fitur Baru Terbuka: Poin Kreator & Toko Dimensi.]
Kenzo membuka panel toko yang muncul. Matanya langsung tertuju pada kategori senjata api. "Aku ingin pistol. Bertarung jarak dekat terlalu banyak membuang tenaga."
[Memproses... Pistol Semi-Otomatis tersedia. Harga: 1.000 Poin. Saldo Anda: 5 Poin. Maaf, Kreator terlalu miskin.]
Wajah Kenzo seketika menggelap. Ia tidak berteriak, namun auranya menjadi begitu dingin hingga embun di sekitarnya membeku. Ia mengulurkan tangannya ke udara, seolah mencekik leher virtual sang Sistem.
"Dengar, sampah!" desis Kenzo. "Aku yang menulis takdirmu. Jika kau tidak memberikan harga yang masuk akal, aku akan mencari cara untuk menghapus baris kode kesadaranmu sekarang juga. Mau mencoba?"
[...! Logika Sistem mengalami kegagalan... Menurunkan harga demi keselamatan... Harga baru: 1 Poin. Selamat, Anda menang...]
Sebuah pistol hitam metalik jatuh ke tangan Kenzo. Namun, saat ia memeriksa magasinnya, benda itu kosong melompong. "Mana pelurunya?"
[Peluru tidak tersedia untuk level Anda saat ini. Silakan beli di tingkat Kaisar,] jawab Sistem dengan nada sedikit dendam.
Kenzo mendengus. "Aku tidak butuh pelurumu."
Ia mengeluarkan alat-alat sederhana dan mulai membongkar pistol tersebut. Dengan presisi seorang ahli senjata, ia mengukir sirkuit energi kecil pada bagian chamber dan mengganti pemantuknya agar bisa memicu ledakan Qi. Satu jam kemudian, pistol itu telah bermodifikasi.
"Sekarang, Qi adalah amunisiku." ucapnya puas.
Tiba-tiba, suara derap langkah kaki yang berat menghancurkan ketenangan hutan. Lima orang pria berjubah biru tua—seragam Sekte Awan Biru—muncul dengan wajah bengis. Pemimpin mereka, seorang pria tua dengan kumis panjang, menunjuk Kenzo dengan pedangnya.
"Rakyat jelata! Kau yang membunuh tiga muridku tempo hari?! Beraninya kau! Aku, Ketua Cabang Sekte Awan Biru, akan membunu—"
DOOR!
Tanpa menunggu pidato itu selesai, Kenzo menarik pelatuknya. Semburan energi biru pucat melesat lebih cepat dari suara, melubangi dahi pria tua itu hingga meledak di bagian belakang. Jasadnya ambruk seperti tumpukan kayu kering.
Kenzo tetap duduk di kursinya, wajahnya sedatar air di sumur tua. "Wow. Kekuatannya lebih bagus dari perkiraanku."
Murid-murid yang tersisa terpaku. "K-Ketua?! Hanya dengan satu serangan tanpa mantra?" salah satu dari mereka berteriak histeris. "Ini sihir hitam! Ini trik licik! Ayo serang bersama, dia tidak mungkin bisa menembak lagi!"
DOOR! DOOR! DOOR!
Tiga tembakan beruntun. Masing-masing tepat bersarang di antara mata mereka. Mereka bahkan tidak sempat mengeluarkan senjata sebelum nyawa mereka tercabut.
"Berisik sekali. Aku hanya ingin menikmati jus anggur." gumam Kenzo dingin.
[Ding!]
[Kreator telah membantai Kultivator Ranah Inti Qi Awal.]
[Hadiah: 10 Poin dan 1 Gelas Jus Anggur Biasa.]
Kenzo menatap panel sistem dengan tatapan yang bisa membunuh. "Hanya sepuluh poin untuk kepala ketua sekte? Dan satu gelas jus? Kau benar-benar ingin aku merobek modulmu, ya?"
[P-Peringatan! Terdeteksi ancaman tingkat tinggi!]
[Kompensasi darurat: 100 Poin diberikan! Stok Jus Anggur Premium untuk tiga hari ditambahkan ke inventori!]
[T__T Kreator sungguh tiran yang kejam...]
Kenzo mengambil gelas jus yang muncul di meja samping kursinya, menyesapnya perlahan sambil menatap mayat-mayat di depannya dengan bosan. "Nah, begini lebih baik."
sebentar😅😅