Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.
Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.
Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desakan nikah dari Dominic
Apa kau sudah menemukan di mana dia sekarang?" tanya Grey pada Peter.
"Sudah, Tuan! Nona Alice sedang berada di kampusnya," ucap Peter.
Grey langsung menutup dokumen yang telah dia tandatangani, lalu memberikannya kepada Peter. Dia tidak habis pikir bisa-bisanya wanita itu kabur dan membuang black card yang dia kasih, apakah Nicholas memberinya lebih daripada kartu miliknya?
"Jam berapa selesai mata kuliahnya? Bagaimana dengan Nicholas?" tanya Grey yang menopang dagu dengan kedua tangannya sembari jemarinya merekat satu sama lain.
"Tiga puluh menit lagi, Nona Alice selesai dari jam mata kuliahnya," ucap Peter.
Grey pun melihat jam di tangannya, kemudian bergegas merapikan dokumen-dokumen yang berserakan di atas meja dan langsung pergi dari sana melewati Peter yang masih berdiri menunggunya.
"Siapkan mobil!" Perintah Grey pada Peter.
"Tapi, Tuan! Nicholas pasti ada di sana," ucap Peter yang berhasil menghentikan langkah Grey.
Grey langsung mendekat ke arah Peter dan menahan tengkuk leher sekretaris sekaligus asisten pribadinya tersebut dengan tangan kekarnya dan berkata, "Aku tidak peduli, dia wanitaku sekarang!"
Ucapan Grey begitu meyakinkan seorang diri bila Alice adalah wanitanya, tetapi Peter tidak yakin dengan Alice yang dia temui itu di kampus sama dengan Alice yang disekap kemarin oleh Grey. Pasalnya dia mendapati bila Alice yang ada di kampus berjalan dengan sehat tanpa ada rasa nyeri yang dirasakan wanita itu.
Sementara Alice yang kemarin bersama dengan atasannya cara berjalannya seperti orang menahan rasa sakit, itu sudah pasti bila wanita yang semalam bersama atasannya itu telah menghabiskan satu malam penuh hingga membuatnya sulit berjalan.
Akan tetapi, Peter kembali lagi mengingat bagaimana wanita itu berhasil kabur dari pengawasannya saat dia pun kesulitan berjalan. Itu semua membuat asisten pribadi Grey merasa bingung, hingga dia terus membututi atasannya itu dari belakang menuju lobi utama.
Pada saat Grey berada di lobby utama menuju area mobil, tiba-tiba pria yang sangat berpengaruh dalam perusahaan Mega Z berpapasan dengan dia. Ya, dia adalah Dominic Elmer. Pria tua itu langsung mendekat ke arahnya.
"Ada yang mesti Papa bicarakan padamu!" Dominic memegang bahu sang anak lalu meninggalkan pemuda itu yang masih mematung.
Grey mengepalkan tangannya menahan kesal karena rencananya ingin merebut Alice kembali, ternyata gagal oleh kedatangan pria tua itu, dia sama sekali tidak suka bila sang ayah datang ke perusahaannya pasti hanya untuk membahas masalah pernikahan.
Sudah berapa kali Grey bilang kepada Dominic bahwa dirinya masih belum bisa bersiap untuk menikah, apalagi sang ayah selalu menjodohkan dengan wanita yang menurutnya aneh-aneh semua.
"Pah, sudah Grey katakan ... Grey masih ingin sendiri, belum mau menikah!" ucap Grey saat mereka kini kembali berada di ruang milik Grey.
"Mau sampai kapan kamu sendiri? Papa sudah tua, papa ingin memiliki cucu dari kamu!"Dominic yang duduk di sofa merasa kecewa mendengar ucapan dari anaknya tersayang, dia mengeluarkan beberapa foto lalu berkata, "Sekarang kamu tinggal pilih sendiri, sesuai dengan kriteria kamu! Papa mau minggu besok kamu menghadiri kencan buta dengan wanita pilihanmu yang ini!"
Grey tidak habis pikir dengan apa yang Dominic lakukan, hampir sebulan penuh sang ayah menyuruhnya untuk menemui wanita untuk melakukan kencan buta tersebut sebanyak 20 kali dalam waktu yang berbeda-beda.
"Terserah Papa deh, nanti lama-lama semua wanita yang ada di foto itu Grey nikahi semua, biar papa puas!" ucap Grey dengan nada yang kesal.
"Oke kalau begitu, Reno ... atur jadwal kencan Grey dengan Cecilia minggu depan!" Dominic langsung bangun dari duduknya dan keluar dari ruangan tersebut yang diikuti oleh asisten pribadinya yaitu Reno.
Grey langsung membanting semua yang ada di meja kerjanya, hatinya begitu kesal ketika sang ayah terus memaksanya untuk menikah. Dia pun berpikir bagaimana caranya untuk menghindari acara kencan buta tersebut yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.
Dia melihat jam pada tangannya yang menunjukkan bahwa Alice telah keluar dari mata pelajarannya sejam yang lalu, itu berarti wanita itu sedang bersama Nicholas. Dirinya pun berteriak kencang hampir putus asa, mengingat akan wanita yang pernah disentuh disentuh oleh musuhnya.
"Aaaaakkkhhh!" teriak Grey yang menggebrak mejanya dengan sangat kencang.
***
Suasana di malam hari begitu sunyi bagi seorang Alicia yang baru saja selesai bekerja di cafeteria, saat melewati jalanan setapak menuju halte bus. Kakinya melangkah dengan pelan dan sangat terasa berat bagaikan dirantai oleh besi, tetapi dia tetap saja menikmati hidup yang sudah dia lalui meski terasa pilu.
Begitu langkah kakinya sampai di tempat halte bus, dia pun duduk seorang diri di sana. Begitu sunyi hanya ada suara jangkrik yang menemani kesunyian yang ada serta hembusan angin yang menyapa kulit halusnya.
Di saat seperti ini, Alicia teringat akan Marvel tapi entah mengapa sampai detik itu juga lelaki itu pun tak jua mengirimnya kabar begitu juga dengan sahabat yang menghilang bagaikan ditelan bumi. Mereka seakan sudah merencanakan sejak lama, agar bisa bersama selamanya.
tidak mungkin bagi seorang Alicia yang menanyakan kabar lebih dulu kepada mereka, seharusnya mereka yang meminta maaf kepada dirinya walaupun itu hanya pesan singkat. Alicia yang tidak mau terus-terusan berlarut dalam kesedihan yang sudah mereka toreh di hatinya, hanya membiarkan apa yang mereka mau.
Bila memang Marvel lebih memilih sahabatnya, Alicia akan menerima keputusan itu dan pergi dari kehidupan orang yang dia cintai. Tanpa dia rasa air matanya pun menetes, segera dia mengusapnya dengan kasar dan menghirup udara dalam-dalam.
"Kamu benar-benar tidak memberiku kabar? Apakah selama ini memang sudah rencana kamu untuk meninggalkanku?" Batin Alicia berkata saat dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Ok, Alicia kamu harus fokus mencari uang! Fokus, fokus, fokus, fokus!" Alicia pun berdiri dan menghentakan kaki pada bumi untuk memberikan semangat pada dirinya sendiri. Akan tetapi, dia teringat sesuatu sehingga membuat dia berucap, "Kok lama ya? Apa habisnya sudah tidak ada?"
Alicia pun melihat jam di ponselnya, telah menunjukkan pukul 10.00 malam. Seharusnya mobil itu masih ada, tetapi karena dirinya ingin segera sampai pada rumah dia pun menunggu bis sembari berjalan menuju halte berikutnya.
Namun, siapa sangka kalau dirinya melihat suatu kejadian di persimpangan jalan sebuah mobil menabrak tiang listrik, Alicia pun terkejut lantas melihat ke arah kiri kanan yang ternyata memang sepi oleh kendaraan lalu lalang. Langkahnya bergegas menghampiri mobil tersebut yang sepertinya baru saja menabrak.
"Ya Tuhan! Tolong, tolong, tolong!" Alicia terus berteriak akan tetapi karena jalanan begitu sepi sehingga tidak ada satupun orang yang mendengar permintaan tolongnya.
Alicia pun terpaksa melihat ke arah jendela mobil dan ternyata seorang sopir pingsan di tempat sedangkan orang yang masih tersadar sedang merintih kesakitan saat kakinya terhenti. dia pun mulai membantu membukakan pintu tetapi sayangnya pintu itu terkunci, Pria tua yang kakinya terjepit itu menyuruh dirinya untuk memecahkan kaca agar bisa membuka pintu mobil dari dalam.
Gerakan isyarat dari pria paruh baya tersebut membuat Alicia mengerti dia pun segera mengambil batu dan memecahkan kaca tersebut, berkali-kali tangannya menimpuk kaca itu agar pecah akhirnya dia pun bisa mengeluarkan pria paruh baya dari dalam mobil dengan susah payah.
"Ya, Tuhan! Tungga sebentar, Tuan ... Saya akan panggilkan taksi!" Ucap Alicia.
Alicia pun langsung membawa pria asing tersebut untuk pergi ke rumah sakit setelah memesankan taksi online, karena tidak ada satupun mobil yang lewat. Tempat itu memang terkenal akan jarang sekali orang yang berlalu lalang sehingga bisa sangat kemungkinan bila terjadinya hal-hal termasuk kriminal.
"Terima kasih sudah membawa saya ke rumah sakit, siapa namamu?" Tanya pria paruh baya yang kini dia mendapatkan perawatan pertama di ruang UGD.
"Sama-sama tuan, Alicia!" Alicia pun memperkenalkan dirinya sendiri kepada pria yang baru dia kenal.
Sementara, dokter pun langsung memanggil nama pasien yang baru saja masuk ke ruang tersebut. "Tuan Dominic, periksa tekanan darah dulu ya!"
To be continued...
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord