NovelToon NovelToon
Sahara In Love

Sahara In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:597.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Sequel 'Daddy, I Love you!'

"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara

"Kamu"

"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara

Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detiknya dia kembali menjawab.

"Senyum kamu"

Ya, bagi Arjuna segala hal tentang diri Sahara adalah hal yang paling dia sukai.

Sahara gadis kecilnya yang pada akhirnya berhasil dia miliki.

Sahara istri tercintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 : Dia selalu datang

Selama acara berlangsung Sahara sama sekali tidak bisa menikmatinya bahkan ketika banyak orang yang memuji karyanya dia hanya menanggapi dengan sebuah senyuman, entahlah mendadak Sahara jadi tidak bersemangat. Melihat betapa akrabnya Arjuna dengan Arabella membuat Sahara jadi merasa aneh dan kesal di waktu yang bersamaan, dia tidak suka Arjuna dekat dengan wanita lain.

Saat acara sudah selesai Sahara menyempatkan diri untuk bertemu Arabella dan kembali mengucapkan terima kasih, meskipun dia harus menahan rasa kesalnya karena Arjuna masih tetap disana.

"Terima kasih ya karena sudah membantuku." Kata Sahara sambil tersenyum manis

"Hmm berhentilah mengucapkan terima kasih." Kata Arabella

"Aku akan pulang, kamu dijemput atau bagaimana?" Tanya Sahara

Menoleh ke arah Arjuna dia mengatakan hal yang membuat tangan Sahara kembali terkepal erat, Sahara jadi semakin kesal mendengarnya.

"Sama Juna tadi juga dia yang antar." Katanya

Mengangguk singkat Sahara lalu kembali berpamitan dan segera pergi bahkan dia sama sekali tidak mau menatap Arjuna, catat ya dia sudah sangat kesal. Memasuki mobilnya Sahara mendapati Diandra yang sudah duduk didalam, dia memang akan mengantar asistennya itu terlebih dulu.

Selama perjalanan raut wajah Sahara tidak seperti biasanya Diandra menyadari hal itu dan dia bisa menyimpulkan jika ini semua karena Arjuna. Terkadang Diandra sendiri heran dengan atasannya yang seolah menghindar dan menolak Arjuna, tapi setiap kali pria itu menjauh atau dekat dengan wanita lain dia akan terus menggerutu dan merasa kesal.

"Diandra"

"Iya Kak?"

"Arabella itu cantik ya?" Kata Sahara tiba-tiba

"Hmm aku yakin banyak pria yang suka sama dia." Kata Diandra yang juga disetujui olehnya

Tapi, tidak boleh semua pria Arjuna harus masuk daftar pengecualian.

"Kelihatannya dia cocok sama Kak Juna." Kata Sahara

Bukan dengan senyuman, tapi Sahara mengatakannya dengan raut wajah tanpa ekspresi.

Entah kenapa Diandra jadi ingin menggodanya.

Ayolah kapan lagi dia bisa melihat atasannya itu cemburu.

"Iya Kak Juna tampan dan temannya itu juga sangat cantik pasti kalau mereka memiliki hubungan banyak yang mendukungnya." Kata Diandra

'Iya! Dan aku orang pertama yang akan menolaknya!' Batin Sahara

Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit Sahara berhenti di salah satu rumah yang cukup sederhana. Sebelum turun dari mobil atasannya Diandra menawarkan wanita itu agar tidak pulang sendirian dan menunggu dirumahnya sampai ada yang menjemput.

"Kakak minta jemput aja tunggu di rumah aku dulu udah terlalu malam." Kata Diandra

Melirik jam ditangannya ternyata sekarang sudah jam sebelas, tapi tidak masalah hanya sekali ini saja dia akan pulang sendirian. Selain itu dia juga akan sampai sebelum tengah malam jadi tidak masalah.

"Tidak usah Ra nanti malah terlalu malam." Kata Sahara

Mengangguk faham Diandra membuka pintu mobil untuk keluar, tapi sebelum benar-benar pergi dia meminta Sahara agar berhati-hati karena kalau malam malah semakin banyak pengendara yang ceroboh.

"Hati-hati ya Kak"

Tersenyum manis Sahara mengangguk pasti lalu setelah melihat asistennya itu masuk ke dalam rumah dia berbalik arah dan melajukan mobilnya ke rumah. Selama perjalanan sesekali ponselnya berbunyi, tapi Sahara tidak berniat mengangkatnya dia tidak mau kehilangan fokusnya dari jalan.

Saat hampir setengah perjalanan tiba-tiba saja mobil Sahara berhenti membuat dia merasa begitu cemas padahal bahan bakarnya masih banyak, tapi kenapa bisa mati. Melirik jam ditangannya sekarang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam dan jalanan pun sudah mulai sepi.

Saat ponselnya kembali berbunyi Sahara segera mengambilnya, tapi melihat nama Arjuna disana tanpa fikir panjang Sahara memutuskan panggilannya dan beralih menelpon orang tuanya. Dia hanya tidak mau merepotkan Arjuna karena mungkin saja sekarang pria itu baru saja sampai di rumahnya.

'Halo Ara kamu dimana sayang?! Mommy cemas sekali sudah jam segini kenapa belum pulang? Apa terjadi sesuatu?'

Belum sempat mengatakan sesuatu suara Fahisa dengan penuh kecemasan di sebrang sana sudah menyambutnya.

"Mommy mobil Ara mogok." Kata Sahara

'Mogok? Dimana sayang? Kamu dimana? Jangan keluar-keluar dari mobil ya? Mas Daffaaa....'

Mendengar seruan Fahisa membuat Sahara tersenyum dia merasa begitu bahagia karena Fahisa begitu mencemaskan keadaannya bahkan masih belum tidur sebelum dia pulang. Sesaat setelahnya Sahara mendengar suara Daffa yang sekarang sedang memegang telpon Fahisa.

'Ara kamu dimana? Biar Daddy sama Pak Hadi jemput'

Mengedarkan pandangannya Sahara merasa beruntung karena mobilnya mogok di jalan ini dan bukan gang yang sepi tadi.

"Ara kirim lokasinya saja ya Daddy? Ara tidak tau ini jalan apa pokoknya tadi Ara habis mengantar Diandra pulang." Kata Sahara

'Kirimkan sekarang dan Ara jangan keluar-keluar dari dalam mobil, apa disana sangat sepi?'

"Emm lumayan, tapi masih ada yang berlalu-lalang." Kata Sahara membuat Daffa menghela nafasnya lega

'Yasudah Daddy akan kesana'

"Daddy biar pak Hadi saja ini sudah malam lebih baik Daddy tidur dan katakan juga pada Mommy supaya tidak khawatir." Kata Sahara

'Jangan keluar-keluar!'

"Iya Daddy"

Setelah panggilannya dimatikan Sahara beralih membuka chat dari Arjuna yang ternyata cukup banyak dan dari tadi ketika ponselnya berbunyi ternyata dia yang menelpon. Membaca satu persatu pesan itu Sahara menyunggingkan senyumannya, Arjuna memang spesial.

Ra

Kamu sudah sampai rumah?

Sudah tidur ya Ra?

Maaf ya tadi tidak bisa mengantar kamu pulang

Good night Ra

Mimpi indah

Menggelengkan kepalanya pelan Sahara merasa begitu bahagia ketika membacanya, Arjuna dan segala sikap manisnya memang benar-benar membuatnya terbuai. Menyenderkan kepalanya ke jok mobil Sahara menghela nafasnya pelan padahal ketika pulang nanti dia berniat untuk menyelesaikan sketsanya, tapi sekarang itu tidak mungkin karena di tengah malam begini saja dia masih belum pulang.

Entah kenapa Sahara merasa sedikit bosan dan memilih untuk keluar dari mobilnya posisi mobilnya yang memang berada dipinggir tidak akan menghalangi kendaraan lain untuk lewat. Menyunggingkan senyumnya Sahara dapat merasakan terpaan angin malam yang ternyata begitu dingin, tapi dia tetap pada posisinya.

Bersandar di badan depan mobil sambil memperhatikan jalanan yang sudah terlihat lengang. Dress nya yang hanya sebatas lutut membuat kakinya terasa begitu dingin.

Sudah sekitar lima belas menit dia disini dan Sahara semakin merasa bosan selain itu dia juga sudah mulai mengantuk. Saat akan kembali masuk kedalam mobilnya Sahara yang baru saja memutar tubuhnya terpaku ketika melihat Arjuna yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

Pria itu tersenyum dan membuat Sahara semakin merasa bingung, kenapa dia bisa disana?

Arjuna mulai melangkahkan kakinya mendekat dan di tempatnya Sahara hanya diam, dia masih sangat bingung.

"Kenapa keluar Ra? Di luar dingin dan bahaya juga." Kata Arjuna ketika sudah berdiri dihadapannya

Mengerjapkan matanya berkali-kali Sahara mengangkat tangannya lalu menyentuh lengan pria itu dengan telunjuknya membuat Arjuna tertawa ketika melihatnya.

"Kenapa Kakak bisa disini?" Tanya Sahara sambil mendongak dan menatap Arjuna dengan penasaran

"Tadi dapat telpon dari Daddy kamu katanya mobil kamu mogok." Kata Arjuna

"Kenapa Daddy telpon Kakak?" Tanya Sahara penasaran

Sebenarnya Sahara bisa menyimpulkan sendiri mungkin Daddy nya meminta Arjuna untuk kesini, selain itu Daddy nya juga sangat mempercayai Arjuna.

"Kenapa tidak angkat telpon dan balas chat dari aku?" Kata Arjuna yang malah balik bertanya

"Tadi lagi bawa mobil aku gak mau angkat telpon kalau lagi berkendara." Kata Sahara membuat Arjuna mengangguk faham

"Kenapa tidak telpon aku waktu mobilnya mogok?" Tanya Arjuna lagi

"Takut ngerepotin Kakak makanya tadi nelpon Mommy." Kata Sahara sambil menatap pria itu dengan wajah polosnya

"Aku takut kamu belum pulang makanya aku telpon ke Mami kamu, tapi tidak diangkat dan gak lama Daddy kamu telpon dan bilang kalau mobil kamu mogok lalu aku bilang bahwa aku akan datang kesini." Kata Arjuna

Mengangguk faham Sahara memilih untuk diam dan tidak memberikan tanggapan.

"Ayo kita pulang aku akan antar kamu." Kata Arjuna

"Tapi, tadi aku sudah telpon Mommy dan sekarang Pak Hadi lagi dijalan kesini." Kata Sahara

"Aku sudah telpon orang tua kamu dan bilang kalau aku akan antar kamu pulang, ayo?" Kata Arjuna sambil mengulurkan tangannya

Menatap uluran tangan itu dengan senyum yang terlihat jelas Sahara menyambut uluran tangan Arjuna membuat pria itu ikut tersenyum.

"Aku ambil tas dulu." Kata Sahara sambil membuka mobilnya dan mengambil tas serta ponselnya

"Sudah?" Tanya Arjuna

Menggelengkan kepalanya pelan Sahara masuk kedalam mobilnya dan mengambil satu lagi tas yang berisi sketsa serta alat-alat kerjanya.

"Sudah"

Mengikuti langkah kaki Arjuna dia memasuki mobil setelah Arjuna membukakan pintu untuknya, tapi ketika keduanya sudah berada di dalam Arjuna tidak langsung melajukan mobilnya.

Melepaskan jas yang dikenakannya Arjuna menggunakannya untuk menutupi kedua kaki Sahara membuat wanita itu tersenyum sambil menatapnya.

"Terima kasih ya Kak"

Mengangguk singkat Arjuna mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik ke arah Sahara yang sedang memperhatikan jalan.

Saat sedang sibuk menatap keluar tiba-tiba saja Sahara teringat sesuatu membuat dia langsung mengalihkan pandangannya ke Arjuna.

"Kak tadi waktu Daddy telpon Kakak sudah di rumah ya?" Tanya Sahara penasaran

Kalau iya dia akan merasa sangat bersalah karena mengganggu waktu pria itu untuk beristirahat.

"Belum masih di jalan." Kata Arjuna

Menghela nafasnya lega Sahara kembali mengalihkan pandangannya ke luar sambil tersenyum kecil.

Saat mendapat perlakuan seperti ini perasaan kesalnya mendadak hilang begitu saja.

"Maaf ya Kak karena aku ngerepotin Kakak terus." Kata Sahara

Entah kenapa tiba-tiba Sahara merasa seperti orang yang tidak tau diri dia sering menerima kebaikan Arjuna, tapi bukannya berterima kasih dia malah sering bersikap menyebalkan.

"Merepotkan apanya? Aku tidak menganggap begitu." Kata Arjuna

"Kakak sering antar dan jemput aku, mencemaskan aku, mengingatkan untuk makan dan jangan tidur larut malam terus Kakak juga sering bantuin aku." Kata Sahara sambil menatap pria itu dengan wajah sedihnya

"Aku tidak merasa direpotkan Ara." Kata Arjuna

Memilih untuk menanggapi Sahara hanya diam sampai akhirnya keduanya sampai di rumah, tapi sebelum turun Sahara menawarkan sesuatu yang membuat Arjuna terdiam.

"Kakak menginap saja ya? Sudah terlalu malam kalau mau pulang." Kata Sahara

"Tidak papa Ra aku pulang saja." Kata Arjuna membuat wajah Sahara jadi sedih

"Sudah terlalu malam Kak tuh lihat sudah jam dua belas lewat." Kata Sahara sambil melirik jam tangannya

Menghela nafasnya pelan Arjuna akhirnya mengangguk singkat membuat senyum Sahara mengembang ketika mobil Arjuna memasuki halaman depan rumahnya menuju garasi. Setelah turun dari mobil Sahara mengajak Arjuna untuk masuk ke dalam rumah dan ketika dia membuka pintu utama rumah Fahisa langsung bergegas menghampirinya.

"Mommy kenapa belum tidur?" Tanya Sahara sambil membalas pelukan Fahisa

"Mommy tidak bisa tidur kalau kamu belum pulang." Kata Fahisa

Setelah pelukannya terlepas Fahisa berjalan menghampiri Arjuna.

"Juna terima kasih sudah mengantar Ara pulang dan karena ini sudah sangat malam kamu menginap saja ya?" Kata Fahisa

"Sesuai permintaan Mami mertua Juna akan menurut." Kata Arjuna membuat Fahisa tertawa dan Sahara menatapnya sebal

Setelah itu Sahara mengantarkan Arjuna ke kamar tamu dan langsung menyuruh pria itu untuk istirahat. Memperhatikan Sahara yang sedang mengatakan banyak hal membuat Arjuna tersenyum lalu secara refleks memeluknya.

"Baiklah aku akan istirahat dan sekarang kamu ke kamar kamu saja Ra karena kamu juga harus istirahat." Kata Arjuna

Sahara yang mendapat perlakuan tiba-tiba itu hanya bisa diam dengan jantung yang berdetak semakin cepat.

"Selamat malam ya Ra? Jangan lupa mimpiin aku." Kata Arjuna sambil tertawa kecil

Belum sempat menjawab suara dehaman Daffa membuat Arjuna langsung melepaskan pelukannya.

"Ekhemm"

"Ara.. eemm.. Ara mau tidur." Kata Sahara

Dengan wajah memerah Sahara berlari ke kamarnya.

1
ione
Luar biasa
maylinda
Sahara or Dafa ??
maylinda
arjuna
maylinda
bukannya psiko lebih tepatnya sosiopat karena kalau psiko dia tidak bisa merasakan kasih sayang dan cinta tapi kalau sosiopat masih bisa merasakan rasa salah. kenapa pikir kayak pintu masih masuk dalam golongan sosiopat
Sisca Afrianty
suka bgt...aq malahan baca crta gibran dluan
Sarah
Aku mau komen2 ceritanya tpi udah lambat banget, jdi tinggal like2 ada dehh😅
Sarah
Aku lambat bangattt baca ceritanya, yg ketemu duluan malah ceritanya Vina ama Ziko. Emang penasaran bnget harap2 ada ceritanya Ara, tau2nya emang ada ceritanya...

Suka bnget pokoknya Thorr😇
Semangat terus 💪
Che han
next KK... msh kangen ma happy family...🤭🤭
Che han
tapi Q suka..🤭🤭✌️
Che han
deg_ degan bacanya 🤭🤭
Che han
so sweet...🥰
Che han
S'7...,🥰
Zeni Destia Ningsih
aku baru tau ada cerita ara😏ketinggalan baca kan, padahal aku udah baca yang twinss, kan jadi ngga seru masa baca twinss dewasa dulu baru baca kakanya😭sebelum cerita ara ini ada cerita apa Thor yang berhubungan sama keluarga manja ini
Yani Sugondo
aku bacanya excited bnget thoooor
Felisha Almaira
ada rencana apa ne Kevin?awas aja macam macam😡😡😡
Felisha Almaira
akuhhhhh....setuju Juna ma Ara...
Felisha Almaira
wanita manapun kalo dapt perhatian dan perlakuan Kya gitu lama lama jg bakal luluh...wlu td nya gak ada cinta...tp brjalan nya wktu malah sangat sangat cinta nanti nya
Felisha Almaira
cie..cie ...ara neh malu malu mau .. kalo jauh kangen kalo dket sebel...😊😊😊 tar kalo pergi nyariiin...
Felisha Almaira
dr temen jdi demen kyak Vina ziko....👍👍👍
Felisha Almaira
aku mmpir k cerita si twin dulu Thor...dr situ penasaran ma crta dr Ara ma Daddy Daffa...mkya mmpir deh..next bca obsession 😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!