NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Rojali

Laila dan santriwati lainnya sudah sampai di kebun, para santri laki-laki sesekali melirik Laila yang benar-benar masih belia. Istri ustadz Yusuf, masih belia. Laila hanya diam tidak menoleh sekilas pun padahal dia mendengar banyak santri yang berbisik-bisik entah seperti apa penilaian mereka atas dirinya, Laila sudah di wanti-wanti oleh ibunya untuk sabar karena menjadi istri kedua tidaklah mudah. Laila bangkit dari berjongkok dan tidak sengaja perutnya tertabrak keranjang berisi labu Siam.

” Aduh, teh punten gak sengaja” ucap Rojali panik dan Laila lekas menundukkan wajahnya saat Rojali menatapnya.” Teh punten pisan nya, hampunten" Rojali terus meminta maaf dan memunguti labu Siam yang terjatuh ke dekat kaki Laila. Laila mundur menjauh lalu Aam menghalanginya.

” Rojali, ini umi Laila. Habis kamu kalau Aa tahu" kata Aam dan malah Laila yang ketakutan, apa benar suaminya galak sampai Aam berbicara seperti itu.

Rojali menggaruk tengkuknya, mana dia tahu itu adalah istri kedua Yusuf dan Yusuf meminta semua santri dan santriwati menghormati Laila dan menyebut Laila "umi" supaya kedudukan Laila dan Maryam sama.

” Hampunten nya umi Laila” kata Rojali kembali meminta maaf dan Laila mengangguk. Rojali di usir pergi oleh Wawat dan Laila merasa lega, jangan sampai Rojali teman SD nya itu mengenalinya.

" Assalamualaikum" seru seorang pemuda yaitu Rizky dan Laila melirik kakaknya itu.

" Waalaikumsalam" jawab semuanya.

” Aku mau pinjam umi Laila nya sebentar, ada hal yang penting" kata Rizky dan Laila mengangguk.

" Umi Laila mau kamu temani?" Husna takut ada fitnah yang datang jika Rizky dan Laila berduaan.

” Enggak usah, A Rizky ini saudara aku" kata Laila dan semuanya terkejut, Yusuf menikahi adik dari Rizky. Rizky dan Laila pergi untuk berbicara dan keempat gadis yang pergi bersama Laila terus memperhatikan.

” Ciye, Husna ada kesempatan nih. Kamu kan cinta sama kang Rizky deketin aja umi Laila biar dapet jalan deketin kang Rizky" goda Aam dan kedua pipi Husna bersemu merah.

” Ih apaan sih, entong kutu gak baik. Ayo kita kerja lagi" Husna yang malu lebih memilih menghindar tapi Aam dan yang lain tidak berhenti menggodanya.

Rizky ingin berbicara dengan Laila untuk mengingatkan adiknya itu.

” Aa ngapain?” Laila ketus, keduanya sama seperti adik kakak kebiasaan selalu bertengkar ketika bertemu.

” Kamu jangan macam-macam Laila, besok ibu sama bapak mau datang. Kamu juga harus bisa jaga sikap di pesantren jangan bikin nama Aa malu, dan aku Aa kamu juga bakal malu kalau kamu buat salah Laila" tegas Rizky dan Laila menundukkan kepalanya.

” Iya a” walaupun selalu tidak akur Laila lah yang sering mengalah.

” Kira-kira seperti apa wajah umi Laila menurut kamu?" tanya seorang santriwati kepada temannya.

” Dari matanya, dan sorot matanya umi Laila pasti sangat cantik” menimpali.

” Lebih cantik dari ibu Maryam, darimana kamu tahu kalau umi Laila cantik? hanya Aa yang tahu seperti apa umi Laila” timpal santriwati yang lain." Gak baik membicarakan orang lain, apalagi umi Laila dan ustadz Yusuf, kalau kalian cuma ingat bergosip pergilah lebih baik kalian mengaji setidaknya bibir kalian lebih bermanfaat" tambahnya ketus, dia adalah Yanti santriwati senior.

” Maaf ustadzah" lirih santri yang tadi lalu diam tidak mau membicarakan Laila dan Yusuf kembali.

Rizky pergi setelah mengingatkan Laila, dan Laila kembali kepada 4 kawannya. Husna, Aam, Asila dan Wawat.

” Umi gak apa-apa kan?" Wawat bertanya karena melihat sorot mata sedih Laila, setelah dia bertanya kedua mata Laila cerah kembali.

” Iya, aku gak apa-apa." Laila tersenyum.

Setelah Laila dan kawan-kawannya selesai, kelimanya melangkah untuk pulang. Tiba-tiba Rojali mencegah kelimanya.

” Rojali, awas" usir Asila.

” Laila, ini kamu Laila adiknya kang Rizky?” Rojali begitu antusias dan teman-teman Laila kebingungan. Rojali mengenali Laila setelah melihat Laila bersama Rizky.

” Rojali, kamu harus sopan atuh kalau bicara sama Umi Laila" tatapan Wawat begitu sinis.

” Ini teman aku, iya kan Laila? kamu masih ingat kan sama aku. Kita temenan waktu SD" kata Rojali antusias dan Laila tidak berani menimpali ataupun membantahnya.” Aku gak nyangka kamu jadi pelakor ya Laila" cibir Rojali.

” Astaghfirullah Rojali, eling sia teh teu sopan pisan” Aam kesal.

” Maneh tong sok ikut-ikutan Aam, aku sama Laila saling kenal." Rojali marah.

Laila semakin menundukkan wajahnya dan hampir menangis karena disebut pelakor oleh Rojali yang memang ucapannya tidak pernah disaring dari dulu juga.

” Pergi sana, jangan gangguin umi” usir Asila dan melindungi Laila.

” Pergi sana” usir Aam.

” Yey biasa weh atuh Aam mukanya jangan di gituin, serem tahu" cibir Rojali dan terus menatap Laila.

” Emang maneh ngarasa ganteng Rojali?" Aam tidak terima.” Wajah kamu tuh yang serem mah”

” Enya nya atuh aku mah dan rumasa kasep" Rojali tidak mau kalah.

” Kasepak munding, ayo pergi sana” Aam terus berusaha mengusir Rojali.

” Nya biasa we atuh kamu teh aam, dasar dugong pelabuhan ratu" cibir Rojali dan Aam semakin marah.

” Aam udah ayo pulang" ajak Laila.

” Umi Laila aja pulang duluan” kata Aam masih ingin bertengkar dengan Rojali.

” Laila kamu mau kemana? kadieu heula aku teh belum selesai ngomong" Rojali mengadang Laila dan Laila mendorongnya lalu berlari untuk segera pulang, Laila menangis dan dia menjadi bahan tontonan banyak santri dan santriwati.

Laila terus berlari dan Aam dan yang lainnya menahan Rojali, Rojali pernah ditolak oleh Laila itu sebabnya Rojali merasa senang untuk memaki Laila setelah tiga tahun tidak pernah berjumpa.

Bug... Laila menabrak dada seorang santri laki-laki dan cadar Laila tidak sengaja tertarik oleh laki-laki itu yang juga kaget karena ditabrak Laila sangat kencang.

” Itu bukannya umi Laila?” para santri berkerumun dan Laila yang melihat cadarnya terlepas menutupi pipi kirinya semampu yang dia bisa.

” Teteh kenapa lari segala, jadi jatuh kan?” seru Imron dan Laila terus menundukkan wajahnya agar tidak ada yang melihat wajahnya, cadarnya terjatuh sangat jauh.

” Umi Laila kenapa pipinya?” salah seorang santri melihat pipi Laila yang sudah tidak memakai perban itu.

” Umi Laila wajahnya serem" kata santriwati kecil dengan polosnya, tangis Laila semakin menjadi sampai Yusuf datang dan melepaskan sorbannya. Dua tutupi kepala dan wajah Laila lalu membantu Laila berdiri.

” Aa?" Imron terkejut melihat ustadz Yusuf yang menyentuh Laila tanpa ragu, raut wajah Imron langsung merah saat ingat ustadz Yusuf sudah menikah kembali dengan seorang gadis belia berumur 16 tahun.

” Minta para santri untuk kembali dan bubar Imron" pinta Yusuf dan Imron mengangguk.

” Ayo umi Laila" ajak Yusuf seraya merangkul bahu Laila, kepala serta wajah Laila tidak terlihat, Yusuf berulang kali menatap wajah Laila yang tertutup kau. sorbannya. Laila menangis terisak-isak pelan karena banyak yang melihat wajah buruk rupanya.

Laila terus menangis sampai Yusuf mengajaknya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rapat-rapat.

” Salamah apa yang terjadi?" Maryam benar-benar bingung melihat para santri memperhatikan rumah Laila.

” Cadar umi Laila terlepas" lirih Salamah dan Maryam terkejut, wajah Laila apa ada yang melihat wajah Laila? Maryam panik tapi tidak berani masuk ke rumah Laila sebelum ada izin dari Yusuf.

Di dalam rumah, Laila terus menangis di tepi ranjang bersebelahan dengan suaminya Yusuf. Laila tidak mau melepaskan kain sorban dari kepala dan wajahnya, dia benar-benar malu dan ingin pulang saja. Banyak yang mengolok-olok nya disini, banyak yang sudah melihat wajah cacatnya. Laila malu dan merasa tidak akan sanggup berlama-lama tinggal dilingkungan pesantren.

” Laila" panggil Yusuf lirih dan Laila tetap tidak mau memperlihatkan wajahnya.

” Aku ingin meminta tapi bukan kepada abi Yusuf, aku akan meminta kepada ustadz Yusuf untuk memulangkan ku ke rumah orang tuaku” pinta Laila dan Yusuf terkejut mendengarnya." Antar aku pulang ustadz Yusuf" Laila terus menangis.

" Di sebelah kamu ini adalah orang yang sama, aku meminta maaf sebesar-besarnya jika ada perlakuan para santri yang membuat Umi Laila sakit hati. Tapi, umi Laila tidak bisa pulang karena suami kamu ini tidak mau kamu pulang" Yusuf menolak dan tangisan Laila semakin menjadi.

” Abi tega sama aku, kenapa aku tidak boleh pulang Abi?”

” Umi Laila sudah menjadi tanggung jawab ku”

” Abi bisa berdua saja dengan ibu Maryam, dan bisa melihat ku jika Abi ingat” Laila semakin sadar akan posisinya.

” Istighfar umi, tenang dan jangan berbicara lagi. Umi sedang marah dan tidak bisa mengontrol emosi, lebih baik diam dari pada berbicara yang tidak-tidak” pinta Yusuf lalu bergeser dan menekan kepala Laila sampai bersandar di bahunya.

Tangisan Laila mulai berhenti, perlahan dan Laila sendiri yang membuka sorban Yusuf dari kepalanya.

” Luka di wajah aku tidak akan hilang Abi, Abi akan malu. Seharusnya...”

” Shut!" Yusuf menekan punggung tangan Laila dengan jari telunjuk nya agar berhenti bicara yang tidak-tidak.

” Sebaiknya umi diam dan beristirahat, kalau umi sudah tenang aku izinkan untuk umi berbicara lagi. Untuk sekarang aku mohon diam” pinta Yusuf yang juga seorang manusia dan ucapan-ucapan asal Laila takut memancing emosi dan menjadi doa, Laila masih kecil dan dia paham itu sebabnya Yusuf meminta Laila untuk diam.

Laila diam sambil memangku kain sorban yang sangat wangi itu, seperti tubuh Yusuf yang selalu wangi dan terasa segar.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!