NovelToon NovelToon
Cinta Kita Melukiskan Sejarah

Cinta Kita Melukiskan Sejarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:649
Nilai: 5
Nama Author: Bintang star_nrl22

"Dia hanya orang asing di zebra cross."

Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."

Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!

Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.

Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?

Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.

pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama yang Ku Nantikan

Hari yang aku tunggu-tunggu, hari ini aku masuk universitas kedokteran.

Aku bangun jam 5 pagi, lalu langsung duduk dan mengisi nyawa sebentar sambil melamun.

Setelah itu aku berdiri membuka tirai dan membawa handuk lalu mandi.

Setelah mandi aku memakai jas putih seragam baru, aku sangat cocok dengan ini, aku sangat cantik.

Hati ku deg deg an seakan-akan mau ada kejadian.

Aku langsung terdiam, ada rasa takut dan penasaran.

Setelah itu aku langsung menyemprotkan parfum ke baju ku, setelah itu aku mengambil buku dan memasukkan nya ke dalam tas.

Cincin ku yang di jari tengah aku tutup dengan plester, dan supaya tidak ketahuan, jika cincin di lepas aku takut cincin ini hilang, jadi aku akalin saja.

Jam 16.17 ketikan pintu yang keras, lalu aku langsung membuka nya, dan ternyata Mateo lagi.

"Wah dokter muda yang cantik! " Ucapnya, lalu aku tersenyum "iya dong, aku kan cantik, masa jelek! " ucapku, lalu ia tertawa.

Dia menawarkan ku untuk berangkat sekarang tetapi kampus di mulai jam 07.00 pagi, lalu aku berfikir, "sudah berangkat saja, disana kan bisa menunggu! " ucapnya, benar juga kata dia, lalu aku menurut dan dia memimpin jalan menuju mobil.

Di mobil aku memikirkan gimana nanti jika di suruh perkenalan diri dan di tanya-tanya, Mateo yang melihat ku gugup langsung berdeham dan aku langsung menoleh dengan kaget "jangan tegang, biasa saja, anggap aja seperti kamu masa SMA...benarkan kamu kemarin sekolah SMA? " ucapnya, lalu aku mengangguk pelan, pikiran ku kacau dan gugup.

-----

Saat sampai di depan kampus di depan pagar, aku langsung turun dan melihat kampus itu serasa melihat monster, aku ketakutan dan gugup, lalu mateo memegang pundak ku "jangan tegang aku bilang! " ucapnya dengan tegas, lalu aku mengangguk.

Dia pun mengelus kepala ku lalu tersenyum, dan aku juga tersenyum, "pergilah sanah kejar impian kamu, nanti masalah pulang aku jemput lagi! " ucapnya, lalu aku mengangguk "okeyyy, terimakasih ya, sampai jumpa! " ucapku sambil berjalan masuk. Dan dia memperhatikan ku sampai aku benar-benar menghilang dari pandangan nya.

Aku jalan ke gerbang kampus dengan langkah panjang, gedung-gedung terlihat tinggi sekali, jas putih ku berasa berat akibat aku tegang.

"Gedung A... Aula utama... " gumam ku sambil lihat palan. Tapi aku malah nyasar ke gedung B, aku muter-muter di sepanjang jalan.

"Bintang.... Jangan buat malu, kamu bisa! " bisikku kepada diriku sendiri. Tiba-tiba ada 2 cewek mendekati ku, mukanya ramah-ramah, memakai seragam putih juga, ia bertanya "kamu tersesat ya? " tanya nya, lalu aku kaget dan malu "i-iya aku tersesat banget nih, gedung A dimana? " tanya ku, "yasudah ayuk ikut kita, kita juga mau kesana kok! " ucap mereka, lalu mereka menarik tangan ku sambil berlari-lari.

Di jalan mereka memperkenalkan nama, yang di kuncir 1 bernama rara, yang di gerai bernama adinda, lalu aku memperkenalkan nama ku juga kepada mereka, dan mereka pun tersenyum.

Saat sampai di aula udah ramai sekali banyak orang-orang asing, mereka duduk rapih sekali, aku dan dinda serta rara langsung duduk di barisan tengah paling belakang.

Dan kamu mengobrol, dinda bertanya "kamu tinggal dimana dan mau jadi dokter apa? " aku jawab dengan tenang dan seadanya.

Tiba-tiba MC ospek manggil dan berkata "untuk perkenalan ke depan kita acak ya! Yang namanya di sebut boleh maju ke depan, ini untuk perkenalkan nama biar kalian tau! " ucap dia, lalu jantungku berasa ingin copot.

Plester ku terbuka dan yasudahlah aku buka saja dan terlihat cincin ku, dinda yang melihatnya langsung bertanya "kamu sudah tunangan?! " ucapnya, lalu aku kebingungan "tidak... Aku tidak tunangan! " ucapku, lalu dia melirik lagi, rara berkata "jika orang ada cincin di jari tengah itu berarti lamaran! " ucapnya, lalu aku menggeleng kepala "tidak begitu juga kali... " ucapku.

Nama-nama di sebut satu-satu dan mereka yang di sebut memperkenalkan nama, dan ketika selesai dan nama ku di panggil, lalu aku maju ke depan, mikrofon di sodorin di depan mulutku, lalu aku memegangnya dan berbicara dengan gugup "hallo.. " ucapku, lalu semua pada menjawab, aku senang lalu aku berkata "perkenalkan nama saya bintang, dan saya ingin menjadi dokter spesialis anak! " ucapku, lalu semuanya tepuk tangan, dan aku tersenyum.

Dosen langsung berdiri di samping ku dan menepuk tangan juga, cincin ku terlihat cerah sekali sampai-sampai dosen melihat cincin ku dengan silau.

> "Dosen: 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘤𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘵𝘢 30 𝘫𝘶𝘵𝘢 𝘬𝘦 𝘢𝘵𝘢𝘴... " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘥𝘰𝘴𝘦𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢.

Aku pun tersenyum lalu mengasih mic ke dosen dan aku langsung duduk kembali.

Dinda dan rara menepuk tangan, dan rara berkata "cincin kamu silau bagus banget, harganya berapa? " tanya nya, lalu aku berfikir "ini bukan aku yang beli, aku di belikan oleh.... " ucapku gugup, lalu mereka mengangguk paham tapi penasaran.

Setelah jam pulang, aku melihat Mateo dengan mobil nya di depan pagar, lalu aku berlari-lari, dia menatap ku dan berkata "awas jatuh! " ucapnya, lalu aku langsung berhenti di depannya, dan berkata "ih tau tidak? Aku tadi perkenalkan nama lho, malu banget di liatin banyak banget orang-orang ! " ucapku, lalu dia tersenyum "baguslah, berani! " ucapnya, lalu langsung membuka kan pintu mobil, dan aku langsung masuk.

------

Saat perjalanan pulang aku bertanya "kamu yang kasih cincin ini kan? Kenapa kamu taruh di jari tengah? Pada ngira aku tunangan! " ucapku lalu ia tersenyum "lalu? Bagus! " ucapnya singkat sambil tersenyum miring, menyebalkan sekali dia ketika tersenyum seperti itu.

Lalu aku langsung menghadap jendela tidak mau meliriknya, lalu ia melihat ku dan tertawa pelan, lalu tangannya meraih tangan ku, tetapi aku lepas, lalu lampu merah mobil berhenti dan ia menatapku, "mengapa buang muka seperti itu? Kan bagus semua orang menyangka gitu.. " ucapnya dengan santai, lalu aku menatapnya "tapi kan... Aku masih kuliah masalahnya masa udah jelek gitu! " ucapku, lalu Mateo menjawab "tinggal kamu jawab " itu dari ibuku" apa susahnya sayang? " ucapnya, lalu aku terdiam.

"Iya juga... Tapi... " ucapku, lalu ia tersenyum miring lagi, dan aku langsung menutup mulutnya dengan tangan ku, "jangan tersenyum begitu kamu menyebalkan aku tidak suka!", ucapku, lalu ia tertawa pelan dan memegang tangan ku lalu mengusap nya.

Aku cemberut, dia makin tersenyum seperti itu, dan aku mencari cara buat dia juga tidak suka, lalu aku tau dan aku langsung " tau tidak? Laki-laki yang di kampus aku tampan lho! " ucapku, lalu dia berhenti tersenyum begitu lalu langsung marah "apa katamu?!, menyebalkan sekali! " ucapnya dengan nada tajam, lalu aku tertawa "nah kan kamu juga gak mau kan, sama aku juga tidak ingin kamu tersenyum begitu! " ucapku, lalu ia cemberut dan melepaskan tangan ku.

"Seorang duke seperti bayi? " ucapku, lalu ia menatapku dan langsung menyandarkan kepalanya pada pundak ku lalu menenggelamkan mukanya di pundak ku, sambil berkata "jangan gitu! " ucapnya sambil memegang tangan ku dengan kuat, lalu aku tertawa "iya bercanda sayang" ucapku.

Lampu hijau tiba, lalu ia kembali normal dan menyetir lagi, lalu aku menyandarkan kepala ku pada pundaknya. Lalu ia menyandarkan kepala nya di atas kepala aku, "hei nyetir yang bener! " ucapku, lalu ia tertawa pelan dan kembali posisi menyetir lagi

1
Al Dede
ngakak banget🤣mateo ingatlah gelar mu
Al Dede
kalo gue jadi bintang, udh jungkir balik d depan ortuny/Kiss/
Al Dede
GILAAAA BINTANGGGG/Angry//Gosh/
Al Dede
GANTIIN GUA PLS,GUA PNGEN JADI SI BINTANG/Grimace/
Bintang star_nurul22: /Sob/boleh-boleh kak, tapi dalam mimpi
total 1 replies
Al Dede
SALTING BANGET GUA BACANYA/Sob/GILA
Bintang star_nurul22: apalagi saya yang buat kak, makin gila/Hey/
total 1 replies
Al Dede
mau nangis bacanya/Frown/,btw semangat kak/Angry/
Al Dede
gak kuat baca nya,aku ssmpr nangis ka/Frown/
Al Dede
tukeran sini bintang😄
Dede
😍👍lanjouttt
Dede
AKU SALTING,SINI AKU MAU TUKER SAMA BINTANG/Drool/
Al Dede
bagus banget kak,lanjut/Angry/
Bintang star_nurul22: 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒑𝒑𝒑😘💞
total 1 replies
Al Dede
lanjut kak jangan hiatus/Drool/
Bintang star_nurul22: 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒑𝒑⭐
total 1 replies
Al Dede
lanjut kak jangan hiatus
Dede
bagus banget,suka sama novel nya,lanjut kan kak no no hiatus😍👍
Al Dede: yapz bener tuh
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!