NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:417.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Edgar memperbaiki posisi duduknya. Sorot matanya yang tajam mengunci pergerakan Rena, membuat udara di sekitar meja kantin itu makin terasa menghimpit.

"Katakan padaku... di mana Aruni sekarang?" tanya Edgar langsung pada intinya, suaranya berat dan menuntut.

Jantung Rena berdegup kencang bak ditabuh genderang perang. Keringat dingin kian membasahi telapak tangannya. Namun, teringat akan pesan Kak Rama untuk tetap tenang dan bersikap wajar, Rena menarik napas dalam-dalam. Dalam hitungan detik, ia memaksa dirinya untuk membuang jauh-jauh rasa gugup tersebut.

"A... Aruni... saya... saya tidak bisa menghubunginya karena ponselnya sudah tidak aktif!" ujar Rena ragu di awal, namun berusaha terdengar semenjanjikan mungkin untuk mencari alasan yang logis.

Edgar memicingkan matanya, menganalisis raut wajah gadis di hadapannya. "Baiklah kalau begitu, boleh saya meminta nomor ponselnya?" tanya Edgar, masih dengan nada dingin yang kaku.

Rena memberanikan diri menatap Edgar, pura-pura tidak tahu demi menutupi keterlibatannya agar pria berkuasa ini tidak menaruh curiga.

"Maaf Tuan, tapi untuk apa Tuan meminta nomor ponselnya Aruni?" tanya Rena memicing heran.

Edgar menghela napas panjang. Wajah kaku dan dinginnya perlahan luntur, berganti dengan kilat kelelahan yang terpancar dari matanya.

"Setahuku kau adalah sahabat dekatnya, bukan?" bisik Edgar pelan. "Apakah... Aruni pernah bercerita sesuatu padamu soal kejadian malam itu?"

Melihat celah tersebut, Rena akhirnya buka suara untuk memancing niat pria di hadapannya. "Iya... Aruni pernah menceritakan malam naas itu. Malam di mana ia menjadi korban pemerkosaan oleh seseorang yang tidak ia kenal!"

Kata pemerkosaan yang keluar dari bibirnya Rena seketika menghantam dadanya Edgar dengan telak. Pria itu menunduk penuh penyesalan.

"Akulah pria itu..." aku Edgar dengan suara parau. Ia menatap Rena dengan binar mata yang memohon. "...dan sekarang Aruni telah hamil darah dagingku. Ku mohon... berikan aku nomor ponselnya!"

Sikap Edgar yang tadi teramat menakutkan dan mengintimidasi lenyap begitu saja, berganti menjadi sosok pria frustrasi yang begitu memprihatinkan.

Rena terdiam sejenak. Di dalam hatinya, ia menimbang-nimbang situasi. Ia tahu betul ponsel Aruni yang lama sudah hancur dibuang oleh para penjahat suruhan Paman David. Di sisi lain, Rena tidak mau mengambil risiko mempertemukan Aruni dengan Edgar, ia belum tahu pasti apakah pria konglomerat ini benar-benar aman atau justru membawa bahaya bagi sahabatnya.

Demi melindungi Aruni dan sang bayi, Rena memutuskan memberikan nomor lama Aruni yang sudah mati.

"Ini nomornya, Tuan," ujar Rena seraya membacakan deretan angka ponsel lama Aruni. "Mungkin nanti Aruni akan mengaktifkan nomor ini lagi, karena cuma nomor ponsel ini yang saya punya."

Dengan antusias yang membuncah, Edgar bergegas mencatat nomor tersebut ke dalam ponsel mewahnya. Binar harapan kembali menyala di wajah kaku sang konglomerat.

"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas waktunya. Maaf pagi-pagi sudah merepotkan mu," ujar Edgar tipis, menyunggingkan senyum samar penuh rasa syukur sebelum akhirnya berbalik dan bergegas pergi meninggalkan kantin bersama Harry.

Begitu bayangan Edgar dan asistennya benar-benar menghilang dari area kampus, Rena seketika bersandar ke kursi. Ia menyandarkan kepalanya dan menghembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan.

"Fiuh... Akhirnya! Mampus gue hampir serangan jantung!" gumam Rena lega, mengusap dadanya yang kini berdetak normal kembali setelah lolos dari tekanan sang pengusaha berkuasa.

*

*

Hari demi hari berlalu di Desa Sukamakmur. Aruni perlahan-lahan mulai terbiasa menjalani kehidupannya yang baru sebagai Seruni. Udara pegunungan yang sejuk serta keramahan warga lokal perlahan memulihkan luka hatinya. Larasati, putri Bik Sumi yang sebaya dengannya, kini telah menjadi teman dekat yang selalu menemani dan menghiburnya.

Pagi itu, aroma wangi mentega dan pisang memanggang memenuhi dapur sederhana rumah Bik Sumi. Jemari terampil Aruni dengan cekatan mengemas kue-kue yang baru matang.

"Wah, Mbak Aruni ini... eh, maksudku Mbak Seruni, pandai juga membuat kue! Mana kelihatan kayak kue mahal begini!" puji Laras dengan mata berbinar-binar menatap deretan bolen pisang yang mengilap cantik.

Aruni tersenyum manis, sebuah senyuman tulus yang sudah lama hilang dari wajahnya. "Terima kasih atas pujiannya, Laras. Dulu aku pernah bekerja paruh waktu di salah satu toko kue. Kebetulan kue yang mereka jual selalu fresh. Enam bulan bekerja di sana, lumayanlah dapat ilmu yang bisa menghasilkan uang," ujar Aruni seraya memasukkan kue bolen pisang tersebut ke dalam mika plastik satu per satu. "Ya sudah, setelah ini kita bawa kue-kue ini ke pasar. Mudah-mudahan saja laku."

"Pasti laku, Mbak! Aku yakin langsung ludes!" sahut Laras penuh percaya diri sambil mengepalkan tangannya di udara.

Aruni dan Laras pun bergegas berjalan menuju pasar desa. Di sana, Bik Sumi sudah lebih dulu berada di lokasi untuk membantu menjaga lapak milik adiknya, Bik Atun.

Kehadiran bolen pisang buatan Aruni di lapak Bik Atun ternyata langsung menarik perhatian para pembeli di pasar. Aromanya yang menggugah selera serta rasanya yang lezat membuat kue-kue tersebut habis terjual dalam waktu singkat.

"Tuh, kan! Bener apa kataku, Mbak Seruni! Ludes tanpa sisa!" seru Laras kegirangan seraya mengacungkan kedua jempolnya. "Ternyata pisang dari kebun belakang bisa dirubah jadi kue seenak ini!"

Aruni, Bik Sumi, dan Bik Atun tertawa bersama melihat kelakuan Laras, mengucap syukur atas rezeki yang mereka dapatkan hari itu.

*

*

Sementara itu, ratusan kilometer jauhnya di Jakarta, Kompol Rama Nugraha harus menahan geram di dadanya. Penyelidikan kasus penculikan Aruni membentur tembok besar kekuasaan.

Paman David yang amat licik berhasil meloloskan diri dari jerat hukum. Dengan bantuan pengaruh serta koneksi pejabat tinggi yang dilindunginya, David menyiapkan skenario kambing hitam. Ia melemparkan seluruh kesalahan kepada kelompok preman sewaan dan berdalih bahwa namanya dicatut oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan reputasinya.

"Saya ini korban fitnah, Pak Polisi! Kejadian pencatutan nama seperti ini sudah sering terjadi untuk mencemarkan nama baik saya dan menjatuhkan posisi saya di Ganendra Group!" dalih David dengan raut penuh akting di hadapan penyidik tinggi.

Alasan yang dirancang begitu rapi dan tampak logis itu memaksa penanganan kasus penculikan secara resmi dihentikan dan ditutup.

Di dalam ruang kerjanya di Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rama berdiri menatap pemandangan kota dari balik jendela kaca. Tangan perwira polisi itu mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

‘Baiklah, untuk saat ini kau bisa bernapas lega dan menghirup udara bebas, David... Tapi ingat, aku tidak akan pernah berhenti. Suatu saat nanti, tanganku sendiri yang akan menyeretmu dan menjebloskanmu ke dalam penjara!’ ancam Rama tegas dalam hati, bertekad terus mengumpulkan bukti-bukti kebusukan David Ganendra secara diam-diam.

Bersambung...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama, Rena dan Aruni punya kehidupan dan masalah yang mirip sebelum pak Marwan berubah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kayaknya Aruni hamil, tapi jangan sampe tindakan Camelia dan Edgar bikin salah paham Aruni dan orang².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cihuuuyyyy... ada yang sudah jadian... bentar lagi undangan datang Edgar, Aruni./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
B9ar Rama belajar romantis sekalian lah Ren, masa kaku terus jadi orang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Moga saja rencana Rena dan si kembar berhasil terus Rama gengsinya di buang di simpan dulu di lemari tar kalau sudah berani utarakan is9 hati sama Laras baru boleh di pake lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor suara ketuk palunya kok beda, bukan TOK TOK TOK atau TUK TUK TUK... lah Aku salfok di kirain suara buka atau nutup pintu BRAK.🤭🤭✌️
Jangan marah ya Thor.✌️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Halal juga setelah terpisah sekian tahun, bu Amanda juga bijak mau lapang dada tanpa dendam karna suami dan anaknya di penjara karna emang salah.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending Lamaran dan nikahannya ga usah nunggu berhari², berminggu² atau berbulan²... cukup beberapa jam saja, Lamaran siang hari terus besok paginya langsung akad nikah./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal ada 2 pernikahan nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Indah dan Cerah banget Ed./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wdgar ini mwlewatkan dan lengah pengawasan dan menyelidiki segala kemungkinan kecil pelaku yang menjadi ancaman besar untuk Keluarga mu padahal biarpun menurut kamu itu ga mungkin harusnya di selidiki.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangankan cuma bahu Rama, kalau kamu butuh hatinya Laras pasti dia juga bersedia.🤭🤭🤭

Tangkap si Aldo, Edgar jangan kasih kesempatan untuk kabur dan jangan jadi lemah dan membebaskannya hanya karna kasihan pada bibi mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau bisa mah kasih saja hukuman mati si Tua David karna kalau hukuman seumur hidup pasti dia bisa lolos dengan menyuap atau kabur dan jadi ancaman lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah dalah ternyata si tua David cuma mantu tah, hadeuuhh... ga tau malu karna sifat serakah, iri, siriknya sampe ingin nguasain harta yang bukan haknya 😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penempatan yang benar² di posisinya, Aruni dan si kembar di rumah Edgar karna pasti bakal bersatu jadi keluarga dan bi Sumi serta Larasati di rumah Rama yang pastinya Laras bakal jadi jodohnya Rama./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harus siapkan bodygard bayangan untuk melindungi Aruni, si Kembar dan bi Sumi, Edgar karena bi Sumi juga saksi penculikan 7 tahun lalu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semangat cari buktinya Edgar, harus gercep karna David sudah bau² mendekati adanya keberadaan Aruni dan si Kembar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar sudah tau pertemuan kamu dan keberadaan Aruni serta si Kembar harus di jaga tapi malah mau pasang foto di ruang kerja .. sama saja bohong, ruang kerja biarpun area pribadi mu tapi itu berada di lingkup orang luar juga terutama David, Aldo pasti bakal masuk kan dengan alasan keluarga atau ada perlu di tambah para antek² dan karyawan pasti rawan ke sebar.

Kalau mau pasang foto mending di kamar pribadi mu saja itu jauh lebih aman ketimbang di kantor
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah si Dona mau'an saja jadi penampungan h4sr4tnya si Aldo sampe fat4l... nunggu di tinggalin dan kena p3nyakit kelamin baru tau rasa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangan ya Rama, Jangaannn... sampe punya niat buat si kembar sedih karna harus jauh dari Ayahnya... kebahagian mereka bukan seberapa lama kamu kenal dan seberapa peran kamu sama mereka karna posisinya beda.

Mereka butuh kasih sayang Ayah kandungnya seperti yang mereka harapkan dan impikan selama ini, jadi mau kamu gantikan posisinya Edgarpun ga bakal bisa sama rasanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!