Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 6 ~ Di Tuduh Menculik
🌻🌻🌻🌻🌻
Selesai berganti pakaian di dalam kamar mandi, Qiara menghampiri putra sahabatnya di atas ranjang yang lumayan besar dan pas untuk dua sampai tiga orang tempati.
Rasa bahagia yang tiba-tiba menyelimuti hati Qiara tidak dapat di utarakan dengan kata-kata, yang jelas malam ini dia ingin bersama bocah tampan itu.
"Tadi belum jawab loh pertanyaan dari Mommy," ucap Qiara sudah duduk manis di dekat Erzhan.
Bocah tampan itu tertawa kecil sampai memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tertata sangat rapih dan bersih.
"Abang kabur dari Daddy, Mom." Jawab Erzhan malu-malu tidak lupa wajah tampannya di tutup menggunakan kedua tangan
Qiara tentu kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut Erzhan.
"Haa, kok kabur sih sayang? Nanti kalau Abang di cari Daddy gimana, bisa gawat nanti." Khawatir Qiara mulai gelisah
Yang dia tahu hotel tempat di mana dia menginap sekarang, merupakan hotel besar yang berada di pusat kota.
Qiara bisa menebak mungkin saat ini semua orang yang berada di hotel di buat sibuk mencari sang putra dari pemilik hotel.
Sebelum menginap Qiara memang sudah mencari tahu terlebih dahulu siapa pemilik hotel tersebut, itu sebabnya melihat Erzhan yang tiba-tiba masuk dalam kamar sewaaannya, sudah pasti ayah dari anak itu juga ada di sana.
"Kesini cuma bareng Daddy atau mama Sandra juga ikut?" tanya Qiara hati-hati berharap sahabatnya berada di hotel yang sama.
Erzhan menggeleng pelan tandanya sang Mama tidak ikut bersama mereka ke hotel.
"Daddy kemari hanya karena mau menemui paman Tara, sebelum kesini Abang dan Daddy pergi ke perusahaan dulu." Jelas sang Tuan muda kecil
Qiara hanya bisa diam menanggapi tanpa berniat untuk memperpanjang percakapan mereka.
Tidak mau mengambil resiko, Qiara mencoba merayu berharap putra dari sahabatnya itu mau kembali menemui ayahnya.
"Abang maunya sama Mommy, bukan Daddy apalagi paman Tara." Keukeh Erzhan sangat keras kepala menolak mentah-mentah permintaan dari Qiara
"Kan bisa ketemu lagi sayang, nanti Abang bilang ke Daddy kalau mau tidur dengan Mommy." Rayu Qiara lagi berharap kali ini bocah tampan itu mau menurut
Benar saja. Erzhan langsung menganggukkan kepala pertanda iya, kesempatan itu tentu saja di gunakan Qiara untuk membawa keluar putra dari pria dingin dan angkuh yang sudah membuat dunianya jungkir balik dalam waktu singkat.
Beberapa pegawai yang mengenal dekat Qiara langsung menunduk hormat, ada rasa lega tergambar jelas di wajah lelah campur takut mereka ketika mengetahui putra pemilik hotel ternyata bukan hilang, melainkan ada bersama si cantik yang sangat terkenal di manapun dia berada.
Langkah kaki panjang milik Qiara mengayun dengan anggun keluar dari lift, semua yang berada di depan resepsionis termasuk Faraz dan Tara sampai di buat terkejut dengan kedatangan gadis cantik itu sambil membawa seorang anak kecil.
Dalam gendongan Qiara ada Erzhan yang begitu nyaman memeluk erat lehernya, banyak pasang mata yang menatap heran dan bingung ke arah dua orang tersebut.
"Daddy kelihatannya lagi marah sayang, gimana dong Mommy takut nih." Bisik Qiara pelan sambil terus melangkah ke depan
"Mommy ngga usah takut, ada Abang yang akan melindungi Mommy." Sahut Bocah tampan itu dengan penuh percaya diri
"OK, pokoknya Abang harus jagain Mommy ya?" kekeh Qiara sebenarnya tidak yakin anak tampan itu akan melindunginya dari amukan seorang pria tampan yang merupakan sang Daddy.
"Beres Mommy." Seru Erhzan
Saat sudah dekat dengan tempat dimana Faraz berada, kaki Qiara tiba-tiba saja lemas seakan tidak mampu lagi melangkah lebih dekat.
Erzhan dapat merasakan kegelisahan yang di alami Qiara, mungkin karena ada ikatan kuat di antara mereka.
"Abang sayang, Mommy. Kalau Mommy takut, Mommy tinggal peluk erat Abang dan cium kepala Abang, pasti gugupnya hilang." Hibur sang Tuan muda kecil sebenarnya berbicara asal
"Emang kalau peluk dan cium Abang, rasa takut Mommy bisa hilang?" tanya Qiara setengah menggoda anak sahabatnya tersebut.
"Kalau Mommy tidak percaya coba saja!" tantang Erzhan begitu yakin pada Qiara.
"Awas ya kalau sampai Abang bohong, Mommy kasih hukuman loh." Kekeh Qiara yang akhirnya mengikuti apa yang di katakan bocah tampan itu
Benar saja, usai mencium dan menghirup aroma wangi buah-buahan yang menempel di tubuh Erzhan, seketika rasa takut dan gelisah yang tadi di alaminya hilang begitu saja.
"Abang hebat, Mommy jadi makin tambah sayang sama Abang." Sorak Qiara bahagia tanpa sadar di dengar semua orang termasuk pria tampan berwajah masam yang duduk di sofa single depan resepsionis
Interaksi antara sang putra dengan seorang gadis yang sangat jelas Faraz ingat siapa gadis cantik itu terus berlangsung hampir setengah jam lamanya.
Baik si tampan nakal dan si cantik Qiara melupakan apa sebenarnya tujuan awal mereka keluar dari kamar hotel.
Tara yang kebetulan mulai merasakan akan ada perang yang mungkin bisa saja terjadi, cepat-cepat mendekati dua orang tersebut agar mereka bisa berhenti.
Erzhan sampai terkejut ketika sadar tubuh mungilnya tiba-tiba saja sudah berada dalam gendongan seorang pria yang sering di panggilnya paman.
Bocah tampan itu segera sadar setelah melihat tatapan tajam dari sang Daddy, sorot mata tajam bak elang milik Faraz tertuju pada Qiara tanpa berkedip sama sekali.
"Aduh gawat, Abang lupa tujuan awal kesini sama Mommy." Panik Erzhan, matanya terus saja melirik ke arah Qiara berharap sang Daddy tidak berulah
"Mom, Mommy." Panggilnya dengan suara pelan takut terdengar oleh Faraz
Tara yang paham dengan situasi di hadapannya, mau tidak mau ikut membantu sang keponakan meski ia sendiri sebenarnya bingung sebab tidak mengenali sosok cantik yang barusan ia dengar di panggil Mommy oleh putra sahabatnya itu.
Lengan kekar Tara menyenggol sedikit lengan Qiara yang belum juga menyadari suasana sekarang.
"Hey nona cantik," bisik Tara pelan tidak lupa di ikuti Erzhan yang menyentuh bagian pipi kanan Qiara.
Perlahan gadis cantik itu mulai tersadar dari kegilaannya barusan yang entah kenapa malah asik berbicara sembarangan.
Qiara seakan lupa segalanya saking senangnya menggoda putra dari sahabatnya tersebut.
Saat hendak mengangkat wajah, tatapan matanya tanpa sengaja langsung bertemu dengan manik mata elang milik Faraz.
Pria tampan itu sudah bangkit dari tempat duduk, ia melangkah pelan menuju posisi di mana Qiara berdiri kaku tidak jauh dengan Tara yang memeluk Erzhan.
Si tampan kecil nakal itu rupanya ikut merasakan suasana mencekam yang di perlihatkan sang Daddy.
.
.
Tak tak tak tak.
Langkah kaki panjang Faraz berhenti tepat di hadapan Qiara, aura menakutkan yang keluar dari tatapan Faraz sukses membuat Qiara mati kutu.
"Oh, jadi ini gadis yang sudah berani menculik putra ku." Tuduh Faraz berbicara lumayan keras
Mata Qiara rasanya ingin keluar dari tempatnya mendengar pria tampan namun dingin dan angkuh itu malah menuduhnya sebagai penculik.
Apa wajah cantiknya tidak kelihatan sampai di tuduh menculik anak kecil.
🍃🍃🍃🍃🍃
Jangan lupa tinggalkan like & komen yang sopan ya.
Semoga kalian suka😁