NovelToon NovelToon
RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / One Night Stand / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:638.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Mahira Amalia Hamarung, tak menyangka Teddy akan meninggalkan dia saat Mahira justru telah menyerahkan kesuciannya pada pria itu. Dalam ketakutannya perbuatan mereka itu akan membuat Mahira hamil, Putri sahabat baiknya menghubungi Edmond Moreno. Pria yang dulu sangat mencintai Mahira. Edmond akhirnya bersedia menikahi Mahira sekalipun Mahira nantinya hamil. Pernikahan itu pun terjadi. Saat telah resmi menjadi istri Edmond, Mahira pun tahu masa lalu Edmond yang membuatnya terguncang. Ketika Mahira hampir menyerah, Teddy justru hadir kembali untuk mendapatkan kembali cinta Mahira. Bagaimana pernikahan itu akhirnya mendapatkan kebahagiaannya?
Ini sebuah cerita sederhana tentang memahami cinta yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjelang Pernikahan

Edmond datang kembali ke Manado pada hari rabu malam. Sebelumnya, pada sore hari, Edmond sudah meminta salah satu pelayan hotel untuk menjemput Mahira bersama dengan omanya. Sudah ada perawat yang akan menjaga oma di sana.

Mereka sekarang berada di Hotel Moreno's. Salah satu hotel bintang tujuh yang ada di pinggir kota. Hotel milik keluarga Edmond.

Om dan tantenya akan menyusul mereka pada hari Jumat nanti. Demikian juga dengan kedua sepupunya.

Mahira dan oma ada di kamar yang sama. Salah satu kamar terbaik yang ada di lantai 5. Sebenarnya Mahira mendapatkan kamar sendiri namun ia ingin bersama oma.

Sedangkan Edmond ada di pavilium. Kamar khusus yang ada di lantai 7.

Setelah Mahira dan Oma selesai makan malam di kamar mereka, oma langsung pamit tidur. Meninggalkan Mahira yang nampak masih bingung juga dengan apa yang akan terjadi. Ia menghubungi Putri namun Putri juga bekum bisa datang ke hotel karena cutinya nanti hari Jumat.

Pintu kamar tempat Mahira menginap di ketuk. Ternyata itu adalah Edmond. Ia terlihat tampan dengan celana jeans dan kemeja berwarna putih yang sangat pas membungkus tubuh atletis Edmond.

"Hai.....!" Sapa Edmond lalu perlahan masuk.

Kamar ini memang ruang tamu dan tempat tidurnya terpisah.

"Hai...!" Sapa Mahira sedikit kaku. Entah mengapa perasaanya menjadi galau.

"Oma di mana?"

"Oma sudah tidur."

Edmond menatap jam tangannya. "Kamu sudah makan?"

"Sudah tadi bersama Oma."

"Ini baru jam setengah delapan malam. Pasti tadi kamu makannya sedikit. Mau menemani aku makan malam? Aku baru saja tiba setengah jam yang lalu."

"Baiklah. Aku...., ganti baju dulu ya?" Mahira sebenarnya malas untuk keluar. Namun ia tak mau mengecewakan Edmond. Cowok itu nampak lelah dan juga lapar.

"Tak ganti pakaian pun, kamu terlihat cantik."

Langkah Mahira terhenti mendengar perkataan Edmond. Ia hanya tersenyum tipis dan segera menuju ke kamar tidur. Edmond masih seperti itu. Sangat pintar merayu dengan kata-kata manisnya. Sangat berbeda dengan Teddy yang jarang berkata manis namun selalu ditunjukan dengan tindakan.

Mahira menggelengkan kepalanya. Ia tak boleh memikirkan Teddy lagi walaupun pada kenyataannya, ia merindukan Teddy.

Secara perlahan Mahira membuka lemari pakaian. Ia menggunakan celana jeans juga dan kemeja berwarna merah muda. Rambut panjangnya dibiarkan saja tergerai. Ia memoles bedak dan sedikit lipstick berwarna pink di bibir tipisnya. Setelah itu, ia keluar dan menemui Edmond di ruang tamu.

"A...aku siap." Kata Mahira membuat Edmond yang sedang berdiri di dekat jendela segera memalingkan wajahnya. Wajah tampan itu tersenyum melihat Mahira. "Kamu cantik." Lalu ia mendekat dan meraih tangan kanan Mahira dalam genggamannya. Mahira terkejut dan spontan ingin menarik tangannya namun Edmond menahan tangan Mahira.

"Satu hotel ini sudah tahu kalau kita akan menikah. Aku nggak mau kesannya kita begitu kaku dan tak nampak seperti pasangan bahagia yang akan menikah." kata Edmond sangat dekat di telinga Mahira membuat buku kuduk gadis itu berdiri karena sensasi napas Edmond yang panas menyentuh telinganya.

"Baiklah." Mahira mengalah. Membiarkan tangannya ada dalam genggaman Edmond. Lalu keduanya pun melangkah bersama keluar dari kamar.

Edmond sama sekali tak melepaskan genggamannya dari tangan Mahira sekalipun mereka sudah berada dalam lift.

Beberapa pasang mata dari pelayan hotel langsung tertuju kepada Edmond dan Mahira saat keduanya keluar dari lift. Mereka bahkan saling berbisik.

Edmond melepaskan tangannya dari tangan Mahira dan tangannya kini melingkar di bahu Mahira. Menarik tubuh gadis itu agar lebih dekat kepadanya. Walaupun Mahira terlihat agak malu namun ia tak berani menjauh.

Mereka memasuki restoran hotel dan menuju ke bagian luar yang berhadapan dengan laut. Ternyata Edmond telah memesan meja khusus karena begitu mereka tiba, meja sudah terisi dengan beberapa jenis makanan dan minuman.

Begitu mereka berada tepat di samping meja bulat itu, Edmond menarik kursi untuk Mahira duduki lalu ia sendiri mengambil tempat tepat di depan Mahira.

Salah satu pelayan datang mendekat dan menanyakan apakah masih ada yang mereka butuhkan namun Edmond mengatakan sudah cukup. Mereka pun ditinggalkan berdua.

"Aku menelepon Putri dan menanyakan apakah makanan kesukaanmu. Putri mengatakan kalau kamu suka cumi goreng dengan saos yang agak pedas asam. Kamu juga katanya suka sate ayam dengan bumbu kacang yang pedas juga. Aku meminta koki restoran untuk membuatnya dan ternyata mereka bisa. Semoga kamu suka ya?"'

Mahira menatap menu di depannya yang memang sangat menggugah selera. Walaupun Mahira sendiri tak merasa lapar karena hati dan pikirannya justru sangat galau memikirkan pernikahannya nanti.

"Bagaimana dengan perawatnya? Apakah oma suka?" tanya Edmond saat keduanya mulai menikmati makan malam.

"Iya. Perawatnya sangat ramah dan sabar. Oma juga menyukainya walaupun awalnya ia menolak karena menurutnya ia tak membutuhkan perawat."

Edmond hanya tersenyum mendengar perkataan Mahira.

'Orang tuaku akan datang hari jumat. Sebenarnya aku sudah mengatakan agar papa saja yang datang karena kondisi kesehatan mama yang belum pulih benar. Namun mama bertekad ingin datang. Yang tak bisa hadir hanya adik kedua ku."

"Eduardo?"

"Kau masih mengingat namanya?"

"Dia kan kakak kelasku di fakultas ekonomi."

"Eduardo sedang mengambil S2 nya di Perancis. Yang akan datang bersama papa dan mama adalah adik bungsuku Edina. Usia Edina sekarang 20 tahun."

"Edina? Bukankah kamu punya kakak perempuan?"

"Edewina. Dia sudah meninggal."

"Oh, maafkan aku."

"Nggak masalah."

"Edina pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik."

"Ya. Edina memang sangat cantik. Seperti juga kamu."

Mahira menjadi tersedak mendengar perkataan Edmond. Ia langsung mengambil gelas dan meminum isinya sampai habis.

Edmond agak terkekeh melihat Mahira yang nampak malu. "Aku bukan merayu kamu, Ra. Aku mengatakan yang sebenarnya. Sejak pertama melihatmu di gerbang kampus itu, aku sudah jatuh hati padamu."

Hati perempuan mana yang tak akan meleleh mendengar rayuan manis pria tampan yang kehadirannya memang menarik perhatian semua mata perempuan yang ada di restoran ini.

Tapi, Mahira tak ingin larut dalam kata manis Edmond. Ia mengenal Edmond sebagai salah satu playboy di kampus dulu. Katanya, banyak perempuan yang patah hati karenanya. Walaupun Edmond selalu mengatakan. Bahwa tak ada satu pun diantara mereka yang pernah menjadi pacarnya, namun tetap saja imejnya sebagai Flamboyan kampus tak pernah bilang sampai ia melanjutkan S2 nya di luar negeri.

"Mahira, sudah makannya?" tanya Edmond membuat Mahira kembali dari lamunannya.

"Eh...ya." Mahira melepaskan sendok dan garpu yang masih dipegangnya.

"Kita jalan-jalan sebentar, yuk!"

"Eh aku...."

"Jangan khawatirkan oma. Kan ada perawatnya. Kita akan menikah hari sabtu karena itu kita harus saling mengenal lebih baik lagi." Edmond keluar dari tempat duduknya. Ia mendekati tempat duduk Mahira, memegang kursinya, dan saat Mahira berdiri, ia langsung menarik kursinya. Sifat Edmond yang romantis ini tentu sangat jauh berbeda dengan Teddy. Teddy tak pernah menarik kursi saat mereka makan bersama. Teddy juga jarang membukakan pintu mobil saat Mahira akan turun dari mobil.

Mereka pun berjalan menyusuri pantai di malam hari. Tangan Edmond terus memegang tangan Mahira. Keduanya berhenti di salah satu bagian pantai yang ada bangku betonnya.

"Kamu kedinginan?" tanya Edmond pada Mahira.

"Sedikit." Jawab Mahira sambil memeluk dirinya sendiri. Edmond melingkarkan tangannya di bahu Mahira, menarik gadis itu agar mendekat kepadanya, agar boleh mentransfer panas tubuhnya kepada Mahira. Spontan Mahira akan menarik dirinya namun Edmond menggeleng. "Apakah salah calon suami memeluk istrinya? Aku kan tidak melakukan sesuatu yang kelewat batas."

Mahira diam. Ia bingung harus bersikap bagaimana. Jujur, jantungnya bagaikan berhenti berdetak menerima perlakuan manis nan romantis dari Edmond.

"Ed, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Boleh."

"Apakah....., apakah ada gadis lain dalam hidupmu sebelum Putri menelepon mu di hari itu? Aku takut jika pernikahan kita akan melukai hati wanita lain. Kamu nggak mungkin kan nggak ada pacar?"

Edmond terkekeh. "Kamu masih percaya kalau aku ini seorang playboy?"

"Memang itu kesan yang aku dapat tentang kamu." jujur Mahira.

Edmond melepaskan tangannya yang melingkar di bahu Mahira. Keduanya kini saling berhadapan. Di bawah sinar rembulan, Edmond menatap manik coklat milik Mahira.

"Sebelum aku mengenalmu, aku memang pernah memiliki pacar. Namun setelah mengenalmu, tak ada satupun diantara gadis-gadis itu yang menjadi pacarku."

"Ta...tapi, saat kau kuliah di luar negeri..."

Tangan Edmond terangkat dan menyentuh wajah Mahira. "Jangan pernah membicarakan masa lalu. Seperti aku juga yang tak akan pernah mengungkit masa lalu mu. Kita akan sama-sama melangkah di masa depan. Tak ada yang tersakiti dengan pernikahan ini karena memang aku belum pernah membangun komitmen dengan wanita lain." Edmond mengecup dahi Mahira dan langsung menarik gadis itu dalam pelukannya.

"Aku tahu tak mudah bagimu melupakan Teddy. 4 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dilupakan begitu saja. Tapi aku janji, Ra. Aku akan membuatmu melupakan dia."

Mahira tak membalas pelukan Edmond. Ia hanya memejamkan matanya. Mencoba meyakini bahwa keputusannya untuk bersama Edmond bukankah keputusan yang salah.

************

Sesi foto prewedding dilaksanakan keesokan harinya. Semuanya berjalan dengan baik dan Edmond nampak puas dengan hasilnya. Pria itu terlihat begitu antusias dan tak sabar menunggu hari pernikahan mereka. Sementara Mahira masih diliputi kegalauan. Hatinya terus bertanya. Segampang itukah Teddy melupakannya?

************

Hallo, bagaimana dengan kisah ini....

semoga kalian suka ya?

jangan lupa like, komen dan vote ya

1
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
definisi orang yang sudah di tolong, membalas dengan menghancurkan keluarga Ed Ed ....ckckck👻
emang ratu setan si muna.....😤👻
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
pipi gemoy
ini karakter cwo nya kuat banget
good Ed 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Edmond paket komplit 🌹👻
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
pipi gemoy: bukan suka lagi Thor tapi fans 🤩
total 2 replies
Novi
semuanya Novel emak the best pokokx
Gia Gigin
Mahira beruntung karena Ed nggak berubah
Gia Gigin
Edmund 😍😍😘
Gia Gigin
Edmond benar"tulus ke Maira
Gia Gigin
Wow Mahira jadi icaran cewok famous
Gia Gigin
Untuk yg ke dua kalinya 😍
Enny Olivia: terima kasih ya
total 1 replies
dream
salah paham mulu...
dream
Ra.... masa gak ada maaf, biar gitu, dia yg nolong kamu dr aib n hidup terhina
dream
kalo loe tau yg bunuh edwina si ica, matiin ya perempuan itu psikopat gila si monalisa
dream
ibu penulis, sedikit masukkan, kl pasien keguguran bukan di anorsi, tapi di kuret, agar bersih tidak ada jaringan yg tertinggal, walau dunia halu, tetep harus seimbang dgn realita🙏
Enny Olivia: iya. terima kasih
total 1 replies
Shifa Burhan
keegoisan2 wanita dalam berfikir dan dalam berkarya
1*istri tidak percaya suami, suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
*suami tidak percaya istri, suami tetap salah karena hubungan harus dilandasi kepercayaan

2*PEBINOR, lelaki lain yang menyukai istri, cintanya tulus, tidak boleh dihukum apapun kesalahannya, harus berakhir bahagia
*PELAKOR, wanita lain yang menyukai suami, cinta obsesi, jalang, harus dibinasakan

3*istri buat salah, jangan dibesarkan, harus langsung dimaafkan
*suami buat salah, tidak boleh langsung dimaafkan, suami harus dibuat mengemis dan berjuang dulu

4*intraksi istri dengan lelaki lain, tidak masalah, itu hanya intraksi biasa
*intraksi suami dengan wanita lain, menjijikan, laknat

5*istri tidak Terima masa lalu suami, itu wajar, suami harus membuktikan diri
*suami tidak Terima masa lalu istri, kesalahan besar, hubungan harus saling menerima keadaan masing2

6*istri berbohong pada suami, biasa saja jangan terlalu dimasalahkan
*suami berbohong pada istri, kesalahan besar, hubungan harus saling jujur

dan ini semua ada dinovel ini dan mirisnya author selalu membela mahira dan selalu membiarkan kesalahan mahira dan selalu membiarkan kesalahan teddy (PEBINOR) tapi author membesar2kan kesalahan edmond dan edmond selalu salah dan dibuat menebus kesalahannya, mengemis cinta dan berjuang, dan pelakor dilalnat dan dibinasakan

dimana keadilan kalau sudah begini????? miris
Enny Olivia: terima kasih atas kritikannya
total 1 replies
sri uniarti sri uniartati
suka dengan karyamu thor 😍
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!