Beverly gadis yatim piatu yang karena kepintarannya mendapat beasiswa di salah satu sekolah ternama khusus anak orang kaya.
Beverly memiliki dua orang sahabat Catherine dan Dimas.
Suatu hari sekolah mereka kedatangan murid baru yang bernama Keenan, anak pemilik sekolah.
Seiring berjalan waktu Keenan dan Beverly menjadi sepasang kekasih. Tanpa Beverly sadari Catherine sahabatnya juga mencintai Keenan.
Beverly yang mengetahui Catherine juga mencintai Keenan akhirnya mundur dan meminta Keenan menerima cinta Catherine.
Hingga malam perpisahan sekolah tiba, Keenan yang diberi obat perangsang oleh musuhnya, melakukan hubungan yang tak seharusnya dilakukan. Keenan merampas kesucian Beverly.
Sebulan setelah kejadian itu Beverly dinyatakan hamil. Saat ia akan mengatakan kebenaran pada Keenan, ia mendengar jika Catherine dan Keenan akan bertunangan karena perjodohan kedua orang tua mereka yang ternyata rekan bisnis.
Beverly akhirnya membatalkan niatnya untuk mengatakan kehamilannya pada Keenan.
Apakah yang terjadi selanjutnya?
Jangan lupa tekan favorit sebelum memulai membacanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Persahabatan
Minggu sore Dimas mengajak sahabatnya Bie dan Catherine jalan-jalan. Tak lupa juga mengajak Keenan.
Catherine yang ada pertemuan keluarga meminta mereka bertiga pergi terlebih dahulu.
Keenan dan Dimas, sama-sama berkeinginan menjemput Beverly. Akhirnya disepakati mereka menggunakan mobil Keenan saja.
Keenan menjemput Beverly sebelum Dimas. Sepanjang perjalanan menuju rumah Dimas, senyum terus terkembang dari bibir Keenan.
"Bie, aku senang banget pada akhirnya bisa menjadi kekasihmu. Aku tak pernah menyangka jika kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku."
"Kenapa?"
"Aku dulu berpikir kamu itu sukanya dengan Dimas. Kalian selalu saja berdua. Aku pikir pacaran. Akhirnya aku tanyakan langsung pada Dimas. Hatiku lega saat Dimas mengatakan kalian hanya bersahabat. Sejak saat itu aku mulai ingin memiliki kamu."
"Aku dan Dimas itu memang sudah sangat dekat. Bahkan Dimas juga dekat dengan Bunda dan adik-adikku di panti. Banyak juga yang mengatakan kami pacaran."
Tak terasa mereka telah sampai di rumah Dimas. Ternyata cowok itu telah menunggu di teras rumahnya.
Keenan membuka kaca mobilnya meminta Dimas masuk. Dimas berlari dan langsung masuk.
"Lo duduk di depan bareng Keen. Biar gue tag dibelakang," ucap Beverly.
"Udah, gue belakang aja."
Setelah Dimas masuk, Keenan mengendarai mobilnya menuju salah satu pusat keramaian, mal.
Keenan mengajak Beverly dan Dimas menuju lantai paling atas tempat pusat permainan. Mereka mencoba berbagai permainan yang ada.
Ketika ada box buat foto mereka mencobanya dan berfoto bertiga.
"Pamali loh kalau foto bertiga. Kata Bunda nanti salah satu dari kita akan pergi jauh," ucap Beverly.
"Itu mitos. Masa kamu masih percaya hal seperti itu." Keenan tetap mengajak buat foto bertiga.
Saat keluar dari bok foto itu, tanpa sengaja Keenan menggenggam tangan Beverly. Dimas yang berjalan dibelakang mereka terus saja memperhatikan semua tingkah Keen dan Bie.
Keenan mengajak Beverly dan Dimas masuk ke salah satu butik langganan keluarganya. Keenan meminta Beverly dan Dimas membeli satu pakaian buat mereka, Keenan yang akan membayarnya.
Setelah memilih pakaian, dan membayarnya Keenan mengajak ke salah satu restoran sambil menunggu kedatangan Catherine.
Keenan memesan makanan yang Beverly suka. Dimas terus saja memperhatikan semua yang Keenan lakukan.
Saat pesanan telah datang, mereka segera menyantapnya. Keenan yang duduk di samping Beverly mengambilkan gadis itu makanannya.
"Kalian pacaran," gumam Dimas.
Mendengar pertanyaan Dimas, Beverly menjadi tersedak. Dimas dan Keenan serempak memberikan minumnya. Beverly memandangi wajah Keenan dan Dimas bergantian.
"Terima kasih, gue ada minum sendiri." Beverly meminum air dari gelapnya.
"Lo tanya apa, Dim. Gue dan Keen pacaran. Menurut kamu?"
"Aku lihat semuanya. Saat Keen memeluk kamu di dapur. Saat tangan Keen menggenggam tanganmu. Perubahan sikap Keen padamu jelas terlihat. Pasti kalian menyembunyikan sesuatu?"
"Aku dan Bie emang pacaran," ujar Keenan.
"Tapi Lo jangan katakan Catherine dulu," ucap Beverly.
"Kenapa?"
"Apa Lo lupa, Dim. Cath pernah mengatakan jika ia tak mau salah satu kita pacaran agar persahabatan tetap utuh. Jika nanti pacaran dan putus, Cath kuatir akan memengaruhi persahabatan. Tapi Lo jangan kuatir. Gue tidak akan mencampuri masalah pribadi dan persahabatan. Apapun nantinya terjadi dengan hubungan gue dan Keen, gue tetap akan menjadi sahabat kalian."
"Bagaimana dengan Keen?" ucap Dimas.
"Terus terang gue tak bisa seperti Bie. Gue orangnya agak sedikit pendendam. Mungkin jika hubungan kami berakhir, aku tak akan bisa akrab seperti dulu lagi. Tapi Lo jangan kuatir. Gue dan Bie tak akan pernah putus. Di depan Lo sebagai saksinya, Gue janji tak akan pernah tinggalin Bie kecuali jika Bie sendiri yang meminta."
Beverly memandangi wajah Keenan dengan tersenyum. Saat ia ingin mengatakan sesuatu, Catherine muncul.
"Maaf gue telat banget datangnya. Keluarga gue reseh. Pada nahan gue saat akan pamit." Catherine mengecup pipi Beverly.
"Lo mau makan apa. Gue pesan ya," ujar Bie.
"Gue minum aja. Masih kenyang."
"Oke ...." Beverly memanggil pelayan dan pesan minuman kesukaan Catherine. Ia sudah hafal benar apa yang di suka dan tak di suka temannya.
Setelah makan mereka kembali ke lantai paling atas dan bermain lagi.
Saat main bom-bom Car, Keenan ingin berdua dengan Beverly. Catherine tak setuju.
"Gue berdua bie. Lo berdua Dimas."
"Nggak bisa, gue berdua Bie. Lo berdua Dimas."
"Mana asyik, Cath. Cewek dan cowok satu mobil baru asyik." Protes Keenan.
"Kalau gitu gue bareng Lo. Dimas bareng Bie. Nggak ada bantahan. Sana Lo Bie berdua Dimas," ucap Cath.
Ia menarik tangan Keenan buat naik ke mobil yang sama. Bie dan Dimas ikut saja.
Tampak Catherine sangat bahagia. Ia menabrak mobil Bie dan Dimas terus.
Setelah puas bermain, barulah mereka pulang. Saat Beverly akan masuk ke mobil Keenan, Catherine menarik tangannya.
"Maaf ya. Gue ada perlu sama Bie. Gue culik Bie dari kalian."
"Mau kemana, sih." Keenan kembali protes.
"Urusan cewek. Tak perlu Lo tau. Udah kalian pulang aja. Gue yang antar Bie. Gue bawa mobil sendiri."
Catherine mengajak Beverly masuk ke mobil sebelum Keenan protes lagi. Keenan akhirnya pulang berdua Dimas.
"Kita mau kemana, Cath."
"Gue ingin ngomong berdua Lo aja. Kita ke kafe sebentar."
"Ini udah sore banget, Bie. Gue belum buat kue."
"Gue udah izin sama Bunda. Jangan kuatir. Gue ganti semua penghasilan Lo satu hari besok."
Catherine menghentikan mobilnya di halaman sebuah kafe. Ia membawa Beverly ke kafe yang biasa dikunjungi anak-anak muda.
Begitu mereka duduk, Catherine memesan minuman dan cemilan.
"Bie, sebenarnya gue ajak Lo ke sini ingin menanyakan sesuatu. Gue malu kalau ada Dimas."
"Lo mau tanya apa."
"Menurut Lo, Keenan itu cowok baik, nggak."
"Selama kita berteman yang gue lihat tak ada Keen melakukan hal jelek. Dia baik ... kenapa?"
"Gue lihat Lo dan Keen tampak akrab, makanya gue pengin tanya tentang Keen sama Lo."
"Nggak dekat-dekat amat, kok"
"Bie, Lo masih ingat jika Gue pernah berkata jika kita jangan pacaran dengan sahabat,takut nantinya berimbas dengan persahabatan kita."
"Gue ingat," ucap Bie pelan.
Apa Catherine tau jika aku dan Keen pacaran.
"Tapi kayaknya kita ada yang melanggar itu."
"Maksud Lo apa?"
"Bie, Lo dan Keenan tak ada hubungan apa-apa selain sahabat,kan?"
"Nggak, kenapa?" ucap Bie lirih.
"Syukurlah. Aku takut nanti salah."
"Sebenarnya ada apa,sih. Aku tak mengerti arah omongan kamu, Cath." Tampak Beverly berpikir, sebenarnya apa maksud omongan Catherine. Apakah ia telah mengetahui hubungannya dna Keenan.
"Bie ... sejujurnya dari awal Keen masuk sekolah kita, aku telah menyukainya. Tapi aku tak berani mengungkapkan itu semua karena takut akan mengganggu persahabatan kita. Tapi aku tak bisa lagi menyembunyikan ini, Bie. Makin aku mencoba melupakan semuanya, perasaan sukaku pada Keen makin mendalam."
Beverly kaget mendengar ucapan Catherine, tubuhnya terasa lemas. Dadanya terasa sesak.
Bersambung.
*****************
Apa yang akan Bie lakukan?. Apakah akhirnya Bie akan jujur?. Nantikan terus kelanjutan novel ini. Terima kasih.
sesuai dg temanya "teen", kisah ini bener2 cerita tentang cinta remaja yg beranjak dewasa..
jadi ingat masa2 SMA dulu, wkwkwk..
ternyata dugaanku bener kalo benernya Cath itu cinta ma Dimas..
tapi sejak kemunculan Bie, perhatian Dimas teralihkan..
Akhirnya Cath cemburu dan gelap mata..
saat tahu Keen san Bie saling suka, Cath jadi memanfaatkan keadaan..
tapi syukurlah, semua bisa berakhir bahagia..
semua tokoh finally happy ending..
makasih ya mam buat ceritanya yg keren, walopun bonchap pernikahan Cath dan Dimas tidak terwujud, it's okay..
semoga sehat selalu dan tetap semangat untuk berkarya..
semoga sukses selalu baik di dunia nyata maupun di dunia halu ya mam..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
nyesek banget