NovelToon NovelToon
Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:20.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: sery

Cerita bawang disisipi comedy

Kisah gadis muda dengan cinta pertama

Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.

Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.

Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.

Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"

Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6 Rumah Sakit

Jangan lupa, like vote n coment di cerita ini. friends.

Cerita ini, untuk hiburan semata. Tidak ada hubungan dengan seseorang dan tempat.

 

happy reading🤗🤗

🌟🌟

"Ingat Radit, kau harus terlihat keren. Aku tidak mau menjadi pembicaraan khalayak ramai, karena membawa teman kencan. Seperti orang yang tidak ingin hidup lagi..!" seru gadis tersebut, sebelum benar-benar hilang dari pandangan mata Raditya.

"Kau cari pria yang bisa kau bawa kemana kau suka..!" seru Raditya dengan kesal, dan kemudian. Melemparkan gelas minuman yang berada dihadapannya dengan marah.

"Sial..! tidak bisa melihat orang tenang..!"

*

*

 

Anaya dan Bik Sum, masih terus menunggu di depan ruang ICU. Keduanya tidak beranjak, hampir dua jam. Berada didepan ruang ICU.

Anaya mengarahkan pandangan matanya, ke sekeliling ruang tunggu ICU. Dilihatnya, wajah kusut para keluarga pasien. Yang menunggu kabar keluarganya yang berada di dalam ruang ICU, seperti dia dan Bik Sum saat ini. Menunggu kabar tentang kondisi papanya.

"Non, sudah kasih kabar pada Den Raditya...?" tanya Bik Sum pada Anaya.

" Oh...iya Bik, Anaya lupa..." Anaya mengeluarkan handphonenya, dari saku celana jens yang dipakainya.

Anaya menekan nomor Raditya, tapi nomor itu masih tidak bisa tersambung. Seperti, saat dia menghubungi Raditya. Saat Anaya berada di rumah papanya.

"Tidak tersambung Bik, di luar jangkauan terus sedari tadi," ucap Anaya kepada Bik Sum.

"Den Raditya kemana ya Non...?" tanya Bik Sum.

" Prancis Bik, sudah tiga hari,” jawab Anaya, sembari menekan tombol handphone Raditya.

Pintu ruang ICU terbuka, dan muncul suster memanggil keluarga pasien untuk masuk ke ruang ICU.

Anaya melihat keluarga pasien yang masuk kedalam ruang ICU, Anaya mengharapkan agar dia juga di panggil. Karena dia ingin melihat kondisi sang papa.

" Non mau minum. Biar Bibik beli di kantin..?" tanya Bik Sum, saat melihat. Wajah Anaya yang pucat.

"Tidak usah Bik, Anaya juga lupa bawa tas..." karena terburu-buru membawa papanya ke rumah sakit tadi, Anaya sampai lupa membawa dompet berisi uangnya.

"Bibik bawa uang Non,"" kata Bik Sum.

"Tidak usah Bik, Anaya tidak ada mood untuk makan apapun juga..."

Pintu ruang ICU terbuka lagi dan keluar suster.

"Keluarganya bapak Martin Purnama..." panggil suster tersebut.

Mendengar nama papanya disebut, Anaya bangkit dari duduknya. Dan mendekati suster tersebut.

" Ibu bisa masuk," kata suster tersebut kepada Anaya.

"Bisa dua orang yang masuk sus..?" tanya Anaya, karena Anaya ingin. Bik Sum juga ikut masuk ke ruang ICU menemaninya.

"Bisa bu," jawab suster tersebut.

Anaya dan Bik Sum melangkahkan, mengikuti suster tersebut. Di mana sang Papa terbaring.

Langkah Anaya dan Bik Sum terhenti, ke satu ranjang yang di atasnya terbaring sosok yang di tubuhnya terpaksa alat alat medis.

Melihat sosok tersebut, Anaya dan Bik Sum menangis. Mereka tak dapat lagi menahan tangisnya, agar tidak keluar. Melihat tubuh papanya dipenuhi peralatan medis, perasaan Anaya sakit. Papanya yang dulu gagah, kini terbaring. Dengan tubuh dipenuhi alat-alat medis, untuk memantau kondisi tubuh. Sang Papa.

Anaya melihat dokter Burhan sedang berada di sisi papanya.

"Bagaimana dokter, keadaan papa saya...?" tanya Anaya, dengan harap-harap cemas. Apa yang akan dikatakan oleh dokter.

"Besok kita akan adakan Ct Scan lagi, kita harapkan tidak ada pendarahan kembali..." terang dokter Burhan.

"Apa papa saya akan sadar dokter kembali Dok.?" tanya Anaya sambil mengelus-elus lengan papanya.

"kita harus optimis, papa kamu pasti sembuh. kamu harus ajak papa kamu terus berbicara, walaupun dia dalam keadaan koma. Tetapi, dia bisa mendengar suara kita. Sabar ya," kata dokter Burhan kepada Anaya.

Kemudian dokter Burhan meninggalkan Anaya, untuk mengunjungi pasiennya yang lain.

"Papa harus kuat ya. Bik, bilang sama Papa Bik. Jangan tinggalkan Anaya sendiri," ucap Anaya, dengan suara yang lirih dan bergetar.

"Tuan harus cepat bangun ya. Non Anaya nangis terus ini," ucap Bik Sum, sembari menatap majikannya yang terbaring tak berdaya di atas tempat tidur pasien.

Selama 15 menit, Anaya dan Bik Sum mengajak papanya berbicara. Walaupun yang di ajak bicara tidak ada respon, tapi Anaya tetap semangat. Dia mengharapkan akan ada mukjizat menghampiri papanya.

"Maaf bu, jam besuk sudah selesai," ujar suster yang bertugas di ruang ICU.

"Ya suster, Papa. Anaya keluar dulu ya, Papa istirahat dulu di sini. Jangan pikirkan apa-apa. Papa harus cepat sehat ya," ucap Anaya sembari mencium kening papanya.

"Tuan lekas sadar ya, Bibik akan jaga Non Anaya," kata Bik Sum.

Setelah berada di luar ruang ICU, Anaya menyuruh agar Bik Sum pulang ke rumah.

"Bibik pulang aja, biar Anaya jaga papa disini," kata Anaya pada Bik Sum.

"Bibik sini saja nemani Non Anaya, di rumah juga. Bibik ngga tenang Non, biar Bibik nemani Non Anaya..." Bik Sum menolak untuk disuruh pulang oleh Anaya.

"Kalau begitu, Bibik pulang. Ambilkan dompet dan baju ganti Anaya, kunci semua pintu dan jendela. Pasti tadi, jendela belum terkunci," kata Anaya.

"Ya Non, Bibik lupa nutup pintu belakang dan jendela," kata Bik Sum.

" Bibik pulang dulu, nanti kembali lagi ke rumah sakit.." saran Anaya pada Bik Sum.

"Ya Non, Bibik masak untuk makan malam kita juga. Pasti disini mahal," ujar Bik Sum.

"Iya Bik," sahut Anaya.

Sepeninggal Bik Sum, Anaya kembali menghubungi ponsel sang suami. Raditya, tetapi. Kekecewaan yang dialaminya, ponsel Raditya hanya operator yang menjawab.

"Kemana kamu mas? kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi? apa yang terjadi padamu? semoga mas tidak mengalami apapun juga." gumam Anaya.

Anaya memasukkan ponselnya kedalam saku bajunya, kemudian. Dia menyandarkan kepalanya, yang tiba-tiba terasa pusing.

"Hoek..!" Anaya menutup mulutnya, karena. Tiba-tiba, perasaan mual ingin mengeluarkan isi perutnya.

Dengan cepat Anaya berdiri, dan menuju toilet umum yang ada didepan ruang ICU.

Sampai di dalam toilet, Anaya mengeluarkan isi perutnya.

"Kenapa maag ku harus kumat hari ini, aku tidak boleh sakit." gumam Anaya.

"Kenapa Mbak?" tanya seorang wanita pada Anaya, saat melihat Anaya bersandar lemas didinding toilet.

"Maag saya kumat," sahut Anaya.

"Mari saya antar ke UGD mbak." wanita tersebut menawarkan diri, saat melihat Anaya yang lemah.

"Tidak usah mbak, istirahat sebentar di sini saja."

"Ini Mbak, usapkan ke badan mbak. Biar hangat," ujar wanita tersebut, dan memberikan minyak gosok kepada Anaya.

Anaya menerimanya, dan mengusap kepalanya dan dadanya.

"Terima kasih mbak," ucap Anaya, dan mengembalikan minyak tersebut kepada wanita tersebut.

"Sudah, untuk mbak saja. Mungkin, mbak butuh lagi, saya juga tidak membutuhkannya."

"Terima kasih mbak," ucap Anaya.

"Sama-sama," ucap wanita tersebut, lalu kemudian. Wanita tersebut keluar dari dalam kamar mandi.

 

🌻next dulu🌻

 

1
3sna
maaf othor kita bcnya sampe sini,mungkin aku doang yg feel nya gk dapet
3sna
kira2 umur 4 tahon
3sna
critanya bagus tp knp harus ada emot,jd pas bc gk ikut menjiwai eeee
juwita
mampir
Jaya Purba
Luar biasa
Christo Orno
nay tinggalkan saja si radit itu, biar sadar dia.
Atika
ngakak ngerumpi ambil nyari kutu😂
Mudji Ati
terima kasih, ceritanya bikin pembaca puas, happy ending 👍👍
Mudji Ati
author tega ya...bikin Raditya seperti itu 😀😀😀😀
Siti Khasanah
wow
Nur Farida
Luar biasa
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Togar dan Zul pdhal orang lain buat Anaya tapi rasanya seperti kakak sendiri ya 😘
Rina Yulianti
ga suka ah terlalau baik anayanya
Rina Yulianti
😭😭😭😭sedih aku
Mesri Sihaloho
bingung thor
Sari
kirain novel bagus buang waktu saya setan
Sari
ini novel bikin emosi dasar setan harus dihapus
Sery: Setan nyebut setan 😈🤣
total 1 replies
Sari
gablog perempuan anjing bodoh tinggalin aja laki seperti itu
Sery: kalau ada masalah dengan kejiwaan, nggak usah baca .
daripada semakin stres..
total 1 replies
antha mom
makasih ya thor ceritanya bagus banget dan happy ending
antha mom
Naya yang sabar ya akan ada pelangi 🌈 sehabis hujan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!