NovelToon NovelToon
Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Murid Genius / Chicklit / Tamat
Popularitas:769.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara memiliki kisah masa bayi nan kelam. Kelam karena ia dibuang ke laut luas dan kelam karena belum diketahui ia anak siapa. Anak manusia atau anak ikan.

Setelah menuntaskan masa bergurunya di bawah asuhan Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit, Alma Fatara memulai perjalanan keduanya, yaitu pergi mencari orangtua kandungnya dengan hanya bermodal sebuah gelang emas.

Pusaka legenda Bola Hitam yang menjadi miliknya, justru memancing kedatangan orang-orang sakti untuk merebutnya, menciptakan ancaman kematian berkali-kali di dalam perjalanannya.

Kali ini, Alma yang dijuluki Dewi Dua Gigi, didampingi oleh lima sahabatnya yang setia dan kocak. Meski perjalanan mereka penuh bahaya dan maut, tetapi tawa dan bahagia melimpah dalam hidup mereka.

Kejutan besar menanti Alma saat ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya. Siapkan diri Anda untuk terkejut dan tertawa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pete Emas 1: Siluman Ikan

*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*

Gelap telah membungkus Telaga Emas. Airnya yang kuning terlihat hitam. Tidak jauh dari tepi utaranya, terdapat sebuah desa yang cukup ramai, satu-satunya desa di kawasan telaga itu. Dian-dian kecil meghiasi tiap rumah.

Tidak seperti malam biasanya, malam itu tampak terang di tepian telaga yang berpasir seperti pantai kecil. Puluhan suluh tergenggam di tangan penduduk, terang-menerangi daerah itu. Suara kasak-kusuk penduduk tidak bisa menandingi teriakan-teriakan histeris seorang gadis dan dua orangtuanya.

Di antara telaga dan para penduduk Desa Rangitan, terdapat sebuah tonggak kayu besar. Di tonggak setinggi dua kali orang dewasa itu terikat kuat seorang gadis cantik yang terus berteriak minta dilepaskan dari ikatannya.

Tidak jauh dari gadis terikat itu terdapat sebuah kerangkeng dari balok kayu. Di dalamnya ada sepasang suami istri yang juga selalu menangis dan berteriak-teriak meminta anak gadisnya dibebaskan.

“Aku tidak mau dikorbankan! Ayaaah …! Aku tidak mau mati, Ayah!” teriak si gadis yang diikat. Entah itu teriakan yang keberapa kali. Suaranya sudah serak.

“Ki Jolos! Lepaskan anakku!” teriak ayah si gadis di dalam kerangkeng, sambil mencoba untuk membongkar jeruji balok kayu yang kuat.

“Jangan korbankan anakku!” teriak sang ibu pula.

Namun sayang, penduduk tidak menanggapi setiap teriakan anak, ayah dan ibu itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak mau berbuat seperti itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. mereka terpaksa, terpaksa mengikat gadis itu dan terpaksa mengurung kedua orangtua gadis itu yang juga termasuk warga di desa tersebut.

Mereka lebih cocok dikatakan sedang menunggu. Pandangan mereka tertuju ke tengah telaga.

“Mudah-mudahan siluman-siluman itu tidak muncul,” harap pemuda yang menggenggam sarung goloknya di tangan kiri. Pemuda tampan itu bernama Ragas, jawara desa itu.

“Tidak mungkin siluman-siluman itu tidak datang,” kata lelaki bertotopong warna merah terang. Ia memelihara kumis tebal. Ia berdiri di sisi Ragas. Ia adalah Ki Jolos, Ketua Desa.

Blaar!

Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari tengah telaga bersama berhamburannya air ke atas. Semua orang yang berada di pinggir telaga terdiam dan tegang. Mereka serius memandang ke tengah telaga yang gelap gulita.

Suasana kian menegang setelah mereka melihat tiga cahaya redup muncul di tengan telaga. Tiga cahaya redup itu bersumber dari tiga sosok yang berjalan di atas permukaan air telaga. Ketiga sosok tersebut berjalan menuju tepi telaga, tempat para warga berdiri menunggu.

“Tolong lepaskan aku, Ayah! Tolong aku! Aku tidak mau matiii!” teriak si gadis yang terikat semakin panik. Ia meronta sekuat dirinya agar bisa lepas dari ikatan.

“Ki Jolos, lepaskan anakku! Aku akan membunuhmu jika siluman itu membawa anakku!” teriak sang ayah yang begitu murka dari dalam kurungan.

Lagi-lagi sia-sia teriakan itu. Ki Jolos dan penduduk lainnya tidak menanggapi.

“Ki Jolooos!” teriak ayah gadis itu begitu kencang.

Tetap tidak digubris. Si gadis hanya menangis saja akhirnya, begitu pun orangtuanya.

Tiga sosok yang muncul di Telaga Emas kian mendekat. Kian dekat mereka dengan cahaya, kian jelaslah wujud mereka dan kian pudar cahaya redup yang bersumber dari kulit mereka. Ketiga sosok itu adalah makhluk mengerikan.

Ketiga makhluk dari dalam telaga itu bertubuh seperti manusia, tapi seluruh tubuhnya ditutupi dengan sisik-sisik tebal berwarna putih perak. Mereka hanya mengenakan cawat yang terbuat dari tumbuhan air. Wajah mereka lebih mirip dengan kepala ikan raksasa, tanpa rambut. Kedua telapak kakinya berselaput seperti kaki bebek. Jari-jari tangannya pun berselaput. Di kedua lengan mereka terdapat sebuah sirip. Sirip besar dan panjang terdapat di punggung. Bau amis menyebar dari tubuh mereka.

Dan akhirnya, ketiga makhluk mengerikan yang bernama Siluman Ikan itu menginjak pasir pantai telaga. Mereka langsung menghampiri gadis yang terikat tidak berdaya.

Melihat ketiga makhluk seram bau amis itu, si gadis menjerit tinggi lalu kepalanya terkulai. Ia tidak sadarkan diri. Ibu si gadis pun terkulai pingsan. Tinggal sang ayah yang terus berteriak-teriak.

Ketiga Siluman Ikan berhenti lima tindak dari gadis yang diikat.

“Ki Jolos!” sebut Siluman Ikan,

“Hamba, Gusti!” sahut Ki Jolos sambil menjura penuh hormat.

“Tiga purnama nanti, kau harus menyerahkan tiga orang gadis. Paduka Raja ingin menyempurnakan ilmunya,” kata Siluman Ikan yang posisinya di tengah.

“Ta-tapi, Gusti …,” ucap Ki Jolos berat dan bingung.

“Atau kau ingin seluruh penduduk ini mati?!” bentak Siluman Ikan tiba-tiba.

“Ba-baik, Gusti,” ucap Ki Jolos ketakutan.

“Siapa lelaki di dalam kurungan itu?” tanya Siluman Ikan.

“Ayah gadis itu, Gusti,” jawab Ki Jolos dengan firasat yang buruk.

Seet! Bluar!

Tiba-tiba dari sepasang mata Siluman Ikan yang posisinya di tengah, melesat dua sinar merah yang selanjutnya meledakkan kerangkeng balok kayu. Dua orang yang ada di dalamnya juga ikut meledak menjadi serpihan-serpihan daging dan tulang dengan darah ke mana-mana.

Semua warga desa terkejut dan semakin ketakutan. Ancaman bahwa mereka akan dibunuh semua, mungkin saja terjadi jika permintaan makhluk buruk rupa dan kelakuan itu tidak dipenuhi.

Satu Siluman Ikan bergerak memutuskan tali pengikat tubuh si gadis, lalu memanggulnya seperti memanggul beras karungan. Ketiga Siluman Ikan berbalik dan melangkah kembali ke arah air telaga.

Para penduduk hanya bisa memandang dan membiarkan semua itu terjadi. Setelahnya, mereka segera membubarkan diri. Setidaknya mereka akan aman selama tiga bulan ke depan. Tinggal Ki Jolos yang masih berdiri seorang diri, memandang jauh lepas ke dalam kegelapan telaga.

“Ini tidak bisa terus dibiarkan,” ucapnya pelan. (RH)

1
MARQUES
temennya gagap malah di ketawain dsr temen lucknut🤣
Umar Muhdhar
1
asta guna
sejauh ini. ini yg paling jauh dan seimbang jika berperang dg sanggana kecil. bahkan bisa mengalahkan pasukan sanggana meskipun ada 8 Dewi bunga, karena Alma selalu ngasih senjata2 level pro kepada abdi2nya yg nota benenya jg udah sakti
asta guna
ha-ha-ha bar bar sekali kau om rudi
asta guna
ha-ha-ha setan kau om author, pake menjelaskan lubang hidung segala. rusak dong imaginasiku
Om Rudi: jiahahahaha sabar Kang Mas
total 1 replies
asta guna
visualisasine koyok Hulk
Om Rudi: hulk nenek nenek
total 1 replies
asta guna
wuih sadis coek... lanjutkan kesadisanmu om rud
asta guna
ha-ha-ha lowbat, anjay
Om Rudi: jiahahahaha
total 1 replies
Dida Madu Pati
/Facepalm/
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
anjengan itu ya lucu udah tau kalah Mulu pke ngajak berantem
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
kedua saudara kalau bertengkar itu hal biasa tp kalau udah adu fisik ngeri juga
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, alma. klu mau main yg bener, jangan kayak orang ngajk berkelahi. kasihan juling jitu, namanya jd melekat gitu sbb matanya mmg juling
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kalo ngikutin ceritanya seru banget... kocak parah... 😅😅
total 1 replies
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamet lara, merupakan nama berdasarkan kisah hidupnya. namanya ortu, pasti berharap anaknya selamat ketika hadir diduni, namun krn sering sakit jd loro, alias lara
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma seperti ketua geng deh, berkomando segala🤭🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kelak jd seorang Ratu tanpa istana 😅😅😅
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma ada2 aja tingkahnya
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
ah kok bisa ada bayi, ibunya tega sekali
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
alma buat nama nya wkwkwk, sungguh terlalu
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
repot denger orang gagap
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wehh keren ini pendekat desa iwakleket
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
😂😂🤣😂🤣terimakasih om sudah menghibur kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!