Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Enam
Naura terbangun ketika siang harinya. Tangannya sudah dibalut perban. Ia melihat ayahnya yang duduk di sofa dekat jendela kamarnya.
Tanpa Naura bisa menahan, air matanya tumpah. Ia merasakan pergelangan tangannya perih.
Reno yang mendengar suara isakan tangis memandang ke arah asal suara.
Ia melihat Naura yang menangis, Reno berdiri dan mendekat ke tempat tidur Naura. Ia duduk ditepi ranjang.
"Kenapa kamu lakukan itu," ujar Reno
"Mengapa tak ayah biarkan aku mati," lirih Naura
Naura menjawab ucapan ayahnya dengan pertanyaan juga.
"Apa kamu tak lagi memikirkan perasaan ayahmu ini."
"Apa ayah juga pernah memikirkan perasaan Naura," gumamnya
"Ayah selalu memikirkan kamu, jika ayah tak memikirkan kamu tak mungkin ayah pindah ke rumah ini lagi."
"Aku lebih baik hidup sendiri."
"Naura, kenapa sulit bagimu menerima Santi. Jangan timpakan semua kesalahan padanya. Yang pantas kamu salahkan ayah. Ayah yang pertama menggoda dan merayunya. Jika kamu ingin marah, lampiaskan pada ayah. "
"Ayah dan wanita itu sama sama bersalah. "
"Perlu kamu tahu, hubungan ayah dan ibu sudah mulai retak sebelum ayah memutuskan menikahi Santi."
"Itu alasan ayah saja. "
"Ayah pengin memiliki anak lagi selain kamu. Tapi ibumu tak mungkin bisa memberikan keturunan lagi, karena rahimnya telah diangkat saat melahirkan kamu."
"Apakah penting memiliki keturunan lagi."
"Tentu saja, untuk penerus usaha ayah nantinya. "
"Aku bisa menjadi penerus, dan saat aku bersuami. Suamiku juga bisa. "
"Kamu tak akan mengerti."
Naura bangun dari tidurnya, ia duduk bersandar di ranjang, memandangi ayahnya dengan intens.
"Aku memang tak akan pernah bisa mengerti keputusan ayah, jadi aku mohon jangan pernah paksa aku buat mengerti. Sekarang aku minta ayah keluar."
"Kamu mengusir ayah."
Naura berdiri dari tidurnya dan mengambil jaket . Setelah itu ia berjalan keluar dari kamarnya.
Reno memegang tangan putrinya, membuat langkah Naura terhenti.
Ia membawa Naura ke dalam pelukannya dan mengusap kepala Naura. Kembali tangis Naura pecah dalam dekapan dada ayahnya.
Lama ayah dan anak itu saling berpelukan dan menumpahkan tangis.
"Aku rindu ibu," ucap Naura di sela tangisannya
"Ayah akan mengantarkan kamu ke makam ibu."
Santi yang baru pulang dari belanja di supermarket tersenyum ke arah Reno.
"Kamu baru pulang" ucap Reno dan melepaskan pelukannya dengan Naura
"Iya, maaf jika aku mengganggu. Aku mau masukan ini dulu ke kulkas," ucap Santi
"Setelah itu kamu ikut dengan kami, ya."
"Kemana .... "tanya Santi
"Kita ke makam ibunya Naura."
"Istri ayah .... " ucap Naura mendengar ucapan ayahnya yang hanya mengatakan makam ibunya.
"Iya .... " ujar Reno
"Apa aku boleh ikut."
"Tentu saja, apa ada yang melarang." ujar Reno
"Aku, aku yang melarang wanita itu ke makam ibu. Aku tak mengizinkan ia pergi." ujar Naura tampak emosi
"Naura, jangan memulai lagi. Santi hanya ingin nyekar."
"Aku tak pernah rela jika ia menyentuh makam ibuku."
Setelah mengucapkan itu Naura berlari menuju pintu rumah.
"Naura ... tunggu ," teriak ayahnya
"Mas, kejarlah Naura. Aku nggak apa. Mas, pergi saja berdua Naura."
"Maafkan, Naura" ucap Reno
Ia lalu berjalan dengan tergesa menuju pintu keluar. Saat ia sampai di halaman rumah, Reno tak melihat lagi Naura.
Reno menghampiri satpam, menanyakan keberadaan putrinya.
"Naura mana, apa bapak melihat ia keluar."
"Iya, Tuan. Baru saja non Naura keluar. Ia naik taksi."
Reno menarik nafasnya. Ia mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi Naura.
"Kamu kemana" ucap Reno begitu tersambung
"Nggak perlu ayah tau"
"Naura, kita harus bicara. Apa kamu ke makam ibu. Tunggu ayah disana"
"Aku nggak ke makam ibu"
"Jangan bohong. Tunggu hingga ayah sampai. Kita tak mungkin terus begini. Kamu harus mendengar ucapan ayah"
Reno mematikan sambungan ponselnya dan masuk kembali ke rumah.
Ia mengambil kunci mobil dan menemui Santi sebelum berangkat.
"Maaf, aku harus pergi. Aku akan menyusul Naura ke makam ibunya."
"Pergilah, Naura juga belum makan sejak pagi. Ia juga baru sadar, tak baik pergi sendirian. Jika terjadi sesuatu mas juga yang akan menyesal."
"Terima kasih karena selalu mengerti aku," ucap Reno mengecup kepala Santi. Ia lalu mengecup pipi Santi.
"Aku pamit, hati hati di rumah."
"Iya, mas juga hati hati."
Reno mengendarai mobilnya menuju ke makam istrinya. Sampai di sana ia tak melihat keberadaan Naura.
Reno bertanya dengan penjaga makam, pria paruh baya itu mengatakan tak melihat ada wanita muda yang datang ke makam istrinya itu.
Reno berjongkok di makam istrinya itu. Ia memegang nisannya.
Intan... maafkan aku. Aku nggak bisa menjaga amanatmu untuk tidak menyakiti Naura. Aku bukan ingin memaksa Naura menerima Santi sebagai ibunya, aku hanya meminta sedikit pengertiannya. Aku hanya ingin ia bisa menghargai Santi sebagai istriku. Naura mengatakan, sebulan sebelum kamu meninggal, setiap malam kamu selalu menangis di kamar. Apa kamu memang menangis karena aku. Bukankah kamu telah memilih untuk mengakhiri hubungan kita. Kamu yang meminta kita berpisah. Apakah aku harus mengatakan pada Naura jika saat kamu meninggal, kita bukanlah suami istri lagi. Pengadilan telah memutuskan perceraian kita. Bukankah ini atas kemauanmu, kamu nggak mau jika aku menikah lagi dan memilih bercerai. Maafkan aku, Intan. Naura harus tau semua ini.
Tanpa Reno sadari, Naura melihat dari kejauhan ayahnya yang mendatangi makam ibunya.
Ayah, ingin rasanya aku membenci ayah. Tapi rasa sayangku lebih besar sehingga aku tidak bisa benar benar membencimu. Aku hanya merasa kecewa. Saat ibu menghembuskan nafas terakhirnya ayah tak ada menemani. Saat pemakaman ibupun, ayah tak juga bisa hadir. Kemana sebenarnya ayah saat itu. Kenapa ayah memblokir nomorku dan ibu. Sekarang saat aku ingin melupakan jika aku masih memiliki ayah, kamu datang dengan wanita yang kamu kenalkan sebagai ibu tiriku. Apakah aku salah jika aku membencinya dan tak bisa menerima kehadirannya. Aku yakin wanita itulah penyebab ibuku sakit dan meninggal.
Naura menghubungi Raffa menanyakan keberadaan dirinya.
Raffa mengatakan jika ia masih ada dibengkel miliknya. Dan saat ini Alesha juga berada di dekatnya.
Naura meminta alamat Raffa dan ia meminta supir taksi membawanya menuju ke bengkel itu.
Naura mengamati sebuah bengkel motor yang cukup kecil itu. Walau bengkelnya hanya kecil berupa sebuah ruko, tapi bengkel itu tampak dikunjungi banyak pelanggan.
Naura melangkahkan kakinya, ia bertanya dengan seorang pria yang sedang mengerjakan sebuah motor.
"Maaf, apa ini bengkel milik Raffa, " ucap Naura pada pria muda itu.
"Betul, mbak. Apa ada yang bisa saya bantu."
"Apa Raffa nya ada."
"Oh, ada di dalam. Mari aku antarkan," ucap pria muda itu.
Seorang pria muda lain yang sedang mengerjakan motor yang lain, menyapa pria itu yang ternyata bernama Kevin.
"Cantik benar pacar kamu, Kevin. "ucapnya
"Bukan pacarku, ia tamu bos Raffa ."
"Oh pacar bos," ucap pria itu
Pria yang lain tampak memperhatikan Naura mendengar ucapannya. Ada total lima orang pria yang sedang mengerjakan motor.
Kevin mengantar Naura menuju salah satu kamar yang tertutup.
"Silakan aja ketuk pintunya. Bos Raffa ada didalam "
"Terima kasih " ucap Naura.
Pria itu berjalan kembali menuju motor yang tadi sedang ia kerjakan.
Bersambung
Bonus Visual.
************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo