Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketus
" Ray mas tunggu kamu sejak tadi di pabrik, tapi kamu tidak datang, bahkan ponsel mu tidak aktif!!" pria berkacamata dengan postur tubuh yang tinggi dan berkharisma itu menghampiri Rayhan yang baru saja memasuki rumahnya
Pria tampan itu adalah Dastant Kaka kandung Rayhan yang saat ini tengah mencemaskan keadaan adiknya.
Rayhan berjalan acuh tak acuh dan memilih duduk santai melewati sang Kaka yang masih berdiri di ambang pintu
Dastant menghela nafasnya, selalu seperti itu, sang adik yang keras kepala itu akan mengabaikan pertanyaan darinya.
Dari arah dalam wanita paruh baya menatap putra pertamanya
" Bagaimana mas, apa sudah ada kabar dari adik mu??" tanyanya cemas.
Dastant menunjuk kearah sofa yang saat ini ada Rayhan yang sedang duduk nyaman
" Ray!!" wanita Paruh baya yang tak lain adalah Mama dari kedua pria itu menghampiri anak keduanya
Sedangkan Rayhan yang melihat sang Mama menghampiri nya hanya acuh
Dastant turut melangkahkan kakinya menuju sofa dimana sang adik berada
" Kamu Darimana tak biasanya ponselmu mati Ray??'
Belum sempat menjawab, pria yang tak lain adalah Papa Rayhan turut bergabung
"Rayhan!!" tegur sang Papa, yang melihat putranya tak menjawab pertanyaan Kakanya.
Rayhan menghembuskan nafasnya jengah
" Aku mau cek jonder- jonder kita yang katanya rusak di blok jalan sulung, tapi tidak jadi, karena tadi tolongin Wawan yang dimintain pertanggung jawaban karena telah menabrak gerbang rumah yang baru dikontrak seorang wanita.
HP ku dimobil, dan aku sibuk bantuin wanita itu Baikin engsel gerbangnya karena Wawan ada urusan penting."
Oalah.....
mereka semua mendesah lega
" Apa wanita itu cantik??" tanya si Papa, ingin tau respon putra nya
Ray mendengus
" Bocah!!" jawab nya mendengus tak suka
Membuat pria paruh baya itu mendesah
" Ray tadi pagi saat kamu keluar, keluarga Intan datang, mereka menanyakan perihal hubungan masmu dan putrinya, niatnya Minggu depan mas mu dan Intan akan tunangan , bisakah kamu dirumah hari itu??" tanya sang Mama hati-hati
" Intan pacar mas Dastant, bukan pacar aku, yang mau tunangan mas Ant, yang harusnya ada kan mas Ant kenapa harus aku??"
" Ray tapi biar bagaimanapun juga kamu adiknya, masak di acara penting mas mu kamu tidak hadir??" sang Papa turut bicara
" Terserah!!" jawab Rayhan malas
" Ray!!" tegur sang Kaka
Rayhan berdecak
" IYa, IYa aku akan dirumah, puas kalian!!"
Meski ketus, jawaban Rayhan bikin mereka semua lega
" Ray , adik mu sudah mau SMA, itu berarti 4 atau 5 tahun lagi Damian akan meresmikan hubungan mereka, mas mu pun juga akan melangkah dengan Intan, apa kamu.......
" Aku belum memikirkan hal itu!!" potong Rayhan cepat, Rayhan tau apa yang akan ditanyakan padanya dan itu membuatnya muak.
Bagi Rayhan wanita itu adalah parasit, suka nempel kesana-kemari membuat kebebasannya terenggut, belum lagi sifat manja wanita yang terlalu lebay menurut Rayhan, Rayhan tidak tertarik sama sekali untuk menjalin hubungan yang disebut pacaran, apalagi menikah, itu belum sama sekali Rayhan fikirkan.
" Aku capek mau tidur!!" Rayhan meninggalkan sang Kaka dan kedua orangtuanya begitu saja.
Kepergian Rayhan membuat ketiganya menatap nanar punggung Rayhan yang kian menjauh, di dalam hati mereka semua hanya mampu berdoa semoga suatu hari ada orang gadis yang mampu membuat Rayhan mengenal cinta dan mau menjalin komitmen untuk bersama