NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama Baru, Wajah Lama

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Ide untuk menciptakan identitas baru terus berputar di benak Xiao Bai selama beberapa hari berikutnya. Ia menyadari bahwa selama nama "Xiao Bai" masih melekat pada dirinya, setiap pintu di Kota Qingyun akan terus tertutup, tak peduli sebaik apa pun kualitas pil yang ia hasilkan.

"Aku butuh sesuatu yang menutupi wajahku, sekaligus menyembunyikan siapa aku sebenarnya," gumamnya suatu sore, memeriksa sisa-sisa kain yang bisa ia temukan di sudut gudang. "Tapi bagaimana caranya, tanpa uang untuk membeli topeng atau jubah baru?"

> **[Host, aku memiliki sebuah saran. Selama masa latihanmu beberapa hari terakhir, aku memperhatikan bahwa proses ekstraksi mineral dari batu-batu kecil di sekitar gudang menghasilkan sisa berupa serbuk halus dengan sifat unik: ketika dicampur dengan air, serbuk ini dapat membentuk lapisan tipis menyerupai kulit palsu, cukup untuk mengubah sedikit corak wajah dan warna kulit tanpa merusak penampilan asli secara permanen.]**

Xiao Bai mengangkat alis, tertarik. "Semacam penyamaran menggunakan hasil ekstraksi mineral?"

> **[Tepat sekali, Host. Ini bukan solusi permanen, namun cukup untuk mengaburkan pengenalan orang-orang yang belum terlalu mengenal wajahmu secara mendalam—terutama jika dikombinasikan dengan perubahan gaya rambut dan pakaian.]**

Selama dua hari berikutnya, Xiao Bai bereksperimen dengan saran itu, mencampur serbuk hasil ekstraksi dengan air dari sungai kecil dekat gudang, mengoleskannya perlahan ke wajah dan tangannya. Hasilnya mengejutkan—kulitnya tampak sedikit lebih gelap, dengan semburat kemerahan di bagian pipi yang mengubah kesan wajahnya secara halus namun signifikan. Ditambah dengan rambut yang ia ikat berbeda dari biasanya dan jubah sederhana berwarna cokelat tua yang ia temukan di tumpukan kain bekas, penampilannya kini cukup berbeda untuk tidak langsung dikenali sebagai "murid buangan Sekte Awan Sembilan" oleh orang-orang yang hanya mengenalnya sekilas dari gosip pasar.

"Aku butuh nama baru juga," gumamnya, menatap pantulan wajahnya yang samar di permukaan air sungai. "Sesuatu yang sederhana, mudah diingat, tapi tidak terhubung dengan Xiao Bai sama sekali."

Setelah berpikir sejenak, ia teringat nama kecil yang dulu sering dipanggil ibunya sebagai panggilan sayang, sebelum ia dikenal sebagai "Xiao Bai" oleh Sekte Awan Sembilan. "Ah Chen," gumamnya pelan, mencoba nama itu di lidahnya. "Mulai sekarang, di depan orang-orang kota, aku akan dikenal sebagai Ah Chen—seorang pengembara alkemis dari luar kota."

---

Dengan penyamaran barunya, Xiao Bai—kini dikenal sebagai Ah Chen—memberanikan diri kembali ke pasar Kota Qingyun, membawa beberapa pil terbaik hasil latihannya selama seminggu terakhir. Kali ini, ia menghindari kios sang tabib yang sebelumnya mencurigainya, memilih mendatangi sebuah toko obat kecil yang baru buka di sudut pasar, dikelola oleh seorang wanita muda bernama Xu Mei yang belum lama menggantikan usaha keluarganya.

"Aku memiliki beberapa pil pemulih tenaga," kata Xiao Bai—atau Ah Chen, sebagaimana kini ia perkenalkan dirinya—menunjukkan tiga pil sempurna hasil ekstraksinya. "Kualitas tinggi, kemurnian di atas sembilan puluh persen."

Xu Mei mengambil salah satu pil, memeriksanya dengan teliti seperti yang biasa dilakukan para pedagang herbal berpengalaman. Matanya membelalak sedikit terkejut melihat kualitas yang jarang ia temui dari pedagang lepas biasa.

"Ini kualitas yang luar biasa," gumamnya, mengangguk kagum. "Dari mana kau berasal, Tuan Ah Chen? Jarang sekali aku melihat alkemis pengembara dengan kemampuan seperti ini."

"Aku belajar sendiri di berbagai kota," jawab Xiao Bai, mengarang kisah sederhana yang sudah ia siapkan sebelumnya. "Aku baru saja tiba di Qingyun beberapa hari lalu, mencari kesempatan untuk menjual hasil kerjaku sambil melanjutkan perjalanan."

Xu Mei mengangguk, tanpa kecurigaan berlebihan seperti yang ditunjukkan sang tabib sebelumnya—mungkin karena ia belum lama mengenal seluk-beluk gosip kota, atau mungkin karena penyamaran Xiao Bai memang cukup meyakinkan untuk mengaburkan identitas aslinya.

"Aku akan membeli ketiga pil ini," katanya, mengeluarkan kantung uang. "Sepuluh keping perak untuk ketiganya. Adil?"

Xiao Bai menahan diri untuk tidak menunjukkan keterkejutan berlebihan. Sepuluh keping perak—jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan tiga keping yang ia terima dulu untuk liontin ibunya, dan jauh lebih dari cukup untuk membeli makanan layak selama beberapa hari ke depan.

"Itu sangat adil," jawabnya, menerima uang itu dengan tangan yang sedikit gemetar menahan rasa lega yang membuncah.

"Kalau kau punya pil lagi di masa depan, jangan ragu untuk kembali ke sini," lanjut Xu Mei, tersenyum ramah. "Toko ini masih baru, dan aku sedang mencari pemasok kepercayaan untuk membangun reputasi yang baik di kota ini."

---

Xiao Bai keluar dari toko itu dengan langkah yang jauh lebih ringan dibandingkan hari-hari sebelumnya, sepuluh keping perak tersimpan aman di sakunya. Untuk pertama kalinya sejak diusir dari sekte, ia berhasil menjual hasil kerja kerasnya dengan harga yang pantas, tanpa dibayangi oleh nama buruk yang selama ini terus menghantuinya.

Namun di tengah kelegaan itu, sesuatu yang lebih penting mulai terbentuk di benaknya—sebuah kesadaran bahwa penyamaran ini, meski efektif untuk sementara, hanyalah solusi jangka pendek. Cepat atau lambat, jika ia ingin benar-benar membangun sesuatu yang besar di kota ini, ia harus memutuskan: terus bersembunyi di balik identitas Ah Chen selamanya, atau suatu hari kembali sebagai Xiao Bai, dengan kekuatan yang cukup untuk membuat nama itu dihormati, bukan dihina.

> **[Host, sebuah pertimbangan penting: penyamaran ini memungkinkan Host membangun modal dan pengalaman tanpa gangguan reputasi buruk. Namun jika suatu hari identitas aslimu terungkap saat kau sudah membangun nama "Ah Chen" yang dihormati, ada risiko kecurigaan berlipat ganda—orang-orang mungkin menuduhmu melakukan penipuan sejak awal.]**

"Aku tahu risikonya," gumam Xiao Bai, menatap ke arah gerbang Sekte Awan Sembilan yang masih berdiri megah di kejauhan, tempat yang telah membuangnya beberapa minggu lalu. "Tapi untuk sekarang, aku butuh waktu dan modal untuk menjadi cukup kuat. Ketika saatnya tiba untuk mengungkap siapa aku sebenarnya, aku ingin melakukannya dari posisi kekuatan, bukan dari posisi memohon pengakuan."

Ia menggenggam erat sepuluh keping perak di sakunya, langkahnya kini mengarah ke pasar untuk membeli bahan makanan layak untuk pertama kalinya dalam berminggu-minggu—namun pikirannya sudah jauh melampaui sekadar makan malam hari ini, mulai merencanakan bagaimana identitas ganda ini bisa ia manfaatkan untuk membangun kekuatan yang akan mengejutkan semua orang yang pernah meremehkannya, ketika saatnya tiba untuk mengungkap kebenaran di balik topeng Ah Chen.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!