NovelToon NovelToon
As Long As I Met You

As Long As I Met You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sin Cera

Hope memutuskan untuk tinggal di rumah kakeknya di desa Bibury—Inggris Selatan, setelah ia dipecat dari pekerjaannya. Di sana, Hope bertemu dengan Blue Hawkins. Pria muda, kaya dan bertalenta yang memilih untuk mengurung diri di rumah almarhum kakeknya.

Pertemuan pertama mereka tidak berjalan dengan baik. Blue tidak suka diganggu oleh orang asing dan Hope berusaha masuk ke dalam hidup Blue.

Saat Blue Hawkins bertemu dengan Hope Miller, di situlah ia sadar bahwa beberapa rencana dalam hidup tidak akan berjalan sesuai rencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sin Cera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6: Pelukkan Kakek Sam

[Menangislah dan biarkan orang tua ini menanggung sebagian rasa sakitmu. —Samuel Miller]

Samuel baru saja pulang dari toko roti terdekat, saat ia mendengar suara derap langkah seseseorang yang menuruni tangga. Nampak Hope yang sudah berpakaian rapi dan menyampirkan tote bag di pundaknya. Ia terlihat sibuk memakai cardigan untuk membalut tubuh bagian atasnya.

“Kau mau pergi kemana, Hope?” tanya Samuel saat melihat Hope berlari-lari kecil menuju pintu keluar rumah.

Hope berjalan kembali menghampiri kakeknya. “Aku akan ke kota untuk membeli beberapa barang.”

“Cincester?” tanya Samuel memastikan.

“Mm-mm,” gumam Hope sambil mencium pipi kakeknya, “aku pergi dulu, Kek. Dah.” Hope segera belari menuju mobilnya. Hope tersennyum cerah. Ia akan membeli beberapa barang penting untuk menganggu hidup Blue.

Blue berbaring di atas kasurnya. Seperti hari-hari sebeumnya, ia tidak berniat melakukan kegiatan apapun hari ini. Hope sudah pergi sejak tadi. Ia tak yakin jika gadis itu akan kembali mendekatinya setelah mengetahui bahwa ia mengidap penyakit HIV. Blue yakin semua orang sama. Apalagi mereka baru bertemu kemarin. Mereka hanyalah orang asing tidak lebih dari itu. Orang-orang terdekatnya saja meninggalkannya, apalagi orang asing yang baru bertemu kemarin. Seandainya saja kakeknya masih hidup, ia pasti tidak akan merasa kesepian seperti ini.

Terkadang Blue bertanya-tanya, apakah kakeknya meninggal karena tertular virus dari penyakit yang dideritanya? Dalam catatan medis kakeknya memang meninggal karena serangan jantung. Tapi, siapa yang tau? Mengingat virus di tubuhnya sudah cukup lama tinggal. Pikiran tentang kemungkinan kematian kakeknya disebabkan olehnya, terkadang kerap kali mengganggunya.

Sekitar tahun lalu atau lebih, ia memang beberapa kali sakit, seperti terkena flu. Namun, ia tak pernah menanggapinya secara serius sehingga ia tidak pernah pergi memeriksakan dirinya ke dokter. Akan tetapi, bulan lalu, setelah kakenya meninggal, ia mengalami demam dan peradangan yang cukup parah sehingga Sarah membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, bagai disiram air es di tengah musim dingin… ia harus mendapatkan fakta bahwa ia sudah mengidap HIV. Bukan lagi HIV tahap satu namun sudah memasuki tahap dua. Kata dokter yang memeriksanya, ia tidak bisa bertahan hidup lama jika tidak melakukan pengobatan. Karena apabila ia sudah memasuki tahap AIDS maka tubuhnya akan lebih renta lagi terhadap virus-virus. Akan tetapi, jika ia melakukan pengobatan maka akan dapat memperlambat perkembangan virus di tubuhnya dan memperpanjang masa hidupnya.

Blue memilih untuk tidak menjalani pengobatan. Karena toh pengobatan hanya dapat mencegah virus di tubuhnya untuk tidak berkembang biak. Tidak dapat menyembuhkannya. Dengan kata lain ia hanya dapat memperpanjang masa hidupnya yang menyedihkan ini. Hingga akhirnya terlintas ide untuk mati di hari ulang tahunya yang ke dua puluh lima. Setidaknya jika ia meninggal, ia ingin meninggal di hari dimana ia dilahirkan.

Bukan tanpa alasan ia memilih hari tersebut. Hari kelahirannya adalah hari yang menurut Blue adalah hari paling buruk untuk orang tuanya. Orang tuanya tak mau mengurusnya, tentu saja hal itu membuktikan bahwa mereka tidak mengharapkan Blue ada di dunia. Ia pikir kematiannya merupakan kado terindah yang akan Blue berikan kepada orang tuanya. Ayah dan ibunya akan terlepas dari tanggung jawab yang tidak mereka inginkan tersebut.

Tiba-tiba suara bel membuyarkan lamunan Blue. Blue menutup matanya rapat-rapat. “Apa lagi yang ia inginkan?” ia menggeram kesal.

Sebenarnya apalagi yang diinginkan oleh Hope? Apa penyakit yang ia derita tidak cukup untuk menakutinya? Blue benar-benar tak habis pikir dengan gadis tersebut. Apa ia bukan manusia? Hingga tidak terpengaruh dengan prilaku kasar yang Blue berikan.

Blue segera bangkit dari kasurnya, dan menderapkan kakinya dengan langkah yang besar-besar karena merasa sangat kesal. Gadis itu sudah menganggunya sejak pagi dan masih belum puas juga. Blue membuka pintu rumahnya lebar-lebar sambil melotot. “Apa lagi yang kau inginkan, sih?” bentak Blue bersamaan dengan dibukanya pintu.

Namun, alangkah terkejutnya Blue. Karena yang berdiri di hadapannya bukanlah Hope. Akan tetapi, Samuel. Blue melebarkan matanya. “Kakek Sam,” ujar Blue yang merasa tak enak hati karena sudah membentak Samuel.

Samuel nampak memeluk sekarton penuh roti. Matanya terlihat sayu seperti habis menangis. Ia tersenyum sedih menatap ke arah Blue. Tubuh tuanya menunduk sedikit dan meletakkan karton berisi roti ke lantai. Ia lalu melangkah mendekat ke arah Blue dan memeluknya erat… sangat erat.

Blue yang merasa terkejut tak dapat memberi respon apapun. Kakek Sam bahkan sudah mengusap punggung Blue pelan. Persis seperti yang Hope lakukan tadi pagi kepadanya.

“Pasti berat untukmu. Maafkan aku karena tidak mengetahuinya lebih awal,” Samuel terus mengusap punggung Blue sambil sedikit terisak, “maafkan aku… maafkan aku…,” katanya berulang-ulang.

Hati Blue menghangat. Air mata perlahan mengalir dari sudut bibirnya. Ia ingin menikmati pelukan Samuel sejenak. Rasanya ia seperti dipeluk oleh kakeknya sendiri. Hal itulah yang membuat air mata semakin deras mengalir di pipinya. Ia mulai terisak. Dipeluknya erat tubuh renta Samuel. Ia bahkan sudah sudah meremas baju bagian belakang Samuel.

“Tidak apa-apa. Kau sudah melakukan yang terbaik, Anak Baik. Kakek yang salah karena tidak mengetahui rasa sakitmu.”

Perkataan Samuel malah membuat hati Blue semakin hancur. Cairan bening yang dihasilkan matanya keluar semakin tak terkendali. Perasaan yang ia pendam selama ini seakan tumpah bersaan dengan air mata yang terus mengalir deras. Ia memeluk Samuel semakin erat untuk menahan dirinya yang serasa akan hancur berkeping keping jika ia tidak bersandar pada siapapun. Pelukkan hangat Samuel menyebarkan berbagai macam perasaan yang tak dapat Blue gambarkan dengan kata-kata.

“Tidak apa-apa… tidak apa-apa… menangislah… kau pasti sudah menahannya sejak lama,” lirih Samuel yang masih berusaha menenangkan Blue. Baginya, Blue sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri. Rasa cintanya kepada Blue sama besarnya seperti ia mencintai Hope.

Melihat Blue sakit dan berusaha menahannya sendiri, membuat hati Samuel terkoyak. Jika ia mengetahui lebih awal, ia tidak akan membiarkan Blue menanggung rasa sakitnya sendiri. Anak di pelukkannya ini adalah anak baik. Hanya saja, dunia terlalu kejam kepadanya. Ia merupakan anak yang tumbuh besar di tengah-tengah kesalahan orang dewasa.

Samuel tak pernah salah menilai orang. Begitu pula penilaiannya terhadap Blue. Saat satu bulan lalu Blue mulai bersikap sinis kepadanya, ia sudah menduga bahwasannya Blue punya alasan. Akan tetapi, ia tak pernah menduga bahwa rasa sakit Blue sebesar ini.

Samuel merasa ia sudah melangar janjinya kepada sahabatnya untuk menjaga baik-baik Blue. Samuel terus mengusap punggung Blue. Sementara kepala Blue tenggelam di pundaknya. Air mata Blue sudah membasahi baju Samuel. Tapi, bajunya yang basah tidaklah sebanding dengan rasa sakit yang di alami anak muda ini.

“Tidak apa-apa… tidak apa-apa… tidak apa-apa… menagislah,” lirih Samuel secara terus-menerus layaknya kaset rusak.

1
Ira arif
sedih sih, tapi realistis juga
buat author nya, terimakasih untuk karya cantiknya
Ira arif
ya ampun, mulutnya William.... Lakban, mana lakban....
Ira arif
katanya gak ada orang yang benar-benar sibuk, yang ada cuma prioritas. Kalo lama gak menghubungi ya berarti memang bukan prioritasnya
Ira arif
baru ngeh, ternyata cerita ini sudah lama ya. Bagus kok 👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
cerita paling sedih yang pernah kubaca
huwaaa hu-hu-hu 😭😭😭😭😭🤧😤
Sin Cera 😉: Halo kak ^^ maaf baru bisa balas komen kakak. Makasih yaa kak udah baca novelku sampai selesai dan memberikan komentar² positif. Jujur komentar² kakak naikkin mood-ku banget. Big hug from me 🤗 and have a nice day 😊
total 1 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
merinding aku ka
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
hiks hiks hiks hiks hiks
😭😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
sediiih... 😭😭😭😭😭🤧🤧🤧
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
blue benar banget hope, memainkan peran sebagai kekasihmu.
masa' iya datang ke pernikahan mantan cuman ajak teman atau ngaku bw tetangga, hi-hi-hi. nggak lucu atuh Hope, ketahuan jomblo nya, wkwkwk 😂🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
lanjut thor, seruu
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
baguslah...
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
i hope you'll be together with love
💕💕💕

can't we wish them together with love
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
suka karakter nya Hope, nice 👍👍😘🥰
semangat ya ka💪💪👍
Sin Cera 😉: Huaaa 😭 iyaa dia karakter fav aku juga sejauh ini selama nulis novel online 😅
total 1 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
ha-ha-ha, 🤣🤣🤣
baperrr kok marah-marah neng....
🤪🤪🤪
auto ngakuin perasaannya sama Blue ☺️🙈🙈🙈
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
Hope : "woah... kau penangkap yang hebat."
Blue : "tentu Hope... jika aku masih punya waktu dan harapan, tentu aku akan menangkap hatimu." 💕💕💕🥰
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
may be yes Hope
i hope so
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
aQ kok sedih bacanya ya
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
jiahahaa... yang mutusin sapa... yang disalahin sapa... Hope... Hope...🤪🤪🤦🤦🤦
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
sudah kuduga.
Will punya kekasih baru dan sekarang pasti memutuskan hubungan dengan Hope
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
iya hope, belum tentu kau yang akan dilamar William, secara terlihat dari komunikasi yang jarang dan hubungan LDR-an pula.
jangan-jangan dia sudah punya pacar yang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!