NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Malam Pembalasan dan Runtuhnya Keluarga Wang

​Malam itu, di dalam kabin BMW putih yang melaju membelah jalanan sunyi Kota Jiangcheng, suasana terasa begitu hening.

​Su Yuhan duduk di kursi penumpang, mencengkeram erat jaket yang diselimutkan Ye Chen di bahunya. Aroma maskulin yang menenangkan dari jaket itu perlahan meredakan sisa-sisa gemetar di tubuhnya.

​Di kursi kemudi, Ye Chen menyetir dengan satu tangan. Ekspresinya tenang, seolah pria yang baru saja menumbangkan belasan preman bersenjata dan membuat bos dunia bawah bersujud darah itu bukanlah dirinya.

​"Ye Chen..." Su Yuhan akhirnya memecah keheningan, suaranya masih sedikit serak. "Kartu hitam tanpa batas pagi tadi... Presiden Bank yang berlutut... dan sekarang, token giok yang membuat preman itu bersujud. Siapa kau sebenarnya? Tolong, jangan bohongi aku lagi."

​Ye Chen menoleh sekilas dan tersenyum lembut. Ia mengulurkan tangan kanannya, menggenggam tangan Yuhan yang sedingin es.

​"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu, Yuhan. Aku adalah pewaris Keluarga Ye di Ibu Kota," ucap Ye Chen pelan. "Tiga tahun lalu aku dijebak dan diusir, dan Penatua Lin datang malam itu untuk memintaku kembali. Kartu hitam itu adalah kompensasi dari kakekku."

​Mata Yuhan membulat. Ia mengingat kejadian malam saat Penatua Lin datang, namun otaknya saat itu terlalu syok untuk mencerna semuanya.

​"Lalu... bagaimana dengan token giok itu? Dan bela dirimu? Kau bergerak sangat cepat tadi, kau... kau seperti pahlawan di film." Yuhan menunduk, rona merah tipis menjalar di pipinya yang pucat saat menyadari ia baru saja memuji suaminya.

​Ye Chen tertawa kecil. "Token itu kudapatkan kebetulan siang tadi. Aku menolong nyawa seorang pria tua yang terkena serangan jantung di jalan antik. Ternyata dia adalah Master Tang Zhenhai. Dia memberiku token itu sebagai balas budi. Soal bela diri... selama tiga tahun di rumah, selain memasak, aku sering berlatih qigong dan tinju tradisional dari buku tua yang kubeli di pasar loak. Ternyata cukup berguna untuk melawan preman jalanan."

​Ye Chen terpaksa menyembunyikan kebenaran tentang Warisan Tabib Naga. Dunia bela diri dan dunia kultivasi terlalu kejam dan berbahaya. Ia tidak ingin istrinya yang hidup di dunia bisnis modern merasa ketakutan atau terseret terlalu dalam.

​Yuhan menghela napas panjang, setengah percaya dan setengah skeptis. Namun, merasakan kehangatan dari genggaman tangan Ye Chen, hati wanita es itu akhirnya meleleh. Selama tiga tahun ia menganggap pria ini sebagai beban, namun nyatanya, pria inilah satu-satunya tempat berlindung yang paling kokoh untuknya.

​"Terima kasih... Suamiku," bisik Yuhan pelan, sangat pelan hingga nyaris tenggelam oleh suara mesin mobil.

​Namun pendengaran Ye Chen kini setajam kelelawar. Mendengar kata "Suamiku" yang keluar dari bibir Yuhan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, senyum Ye Chen melebar hingga ke telinga.

​Di saat yang sama, di Kediaman Mewah Keluarga Wang.

​Wang Tianhai sedang duduk di sofa ruang kerjanya sambil mengisap cerutu mahal. Di hadapannya, Wang Hao duduk di kursi roda dengan perban membalut dadanya. Ayah dan anak itu sedang menuangkan sampanye, merayakan kemenangan yang belum terjadi.

​"Ayah, kenapa Serigala Hitam belum mengirimkan videonya?" Wang Hao melihat jam tangannya dengan tidak sabar. "Sudah lewat tengah malam. Aku tidak sabar melihat wajah jalang Su Yuhan itu menangis di bawah tubuh preman-preman kotor!"

​Wang Tianhai tertawa sinis. "Sabar, Anakku. Serigala Hitam tahu cara menikmati pekerjaannya. Begitu video itu sampai di tangan kita, kita akan memeras Keluarga Su. Kita akan ambil alih Grup Kosmetik Su tanpa mengeluarkan satu sen pun. Dan soal anjing bernama Ye Chen itu, besok pagi mayatnya pasti sudah mengambang di Sungai Jiangcheng."

​Tepat saat mereka mendentingkan gelas sampanye...

​BOOOM!!!

​Pintu kayu jati berukir di depan kediaman Wang hancur berkeping-keping karena ditendang dari luar.

​Belasan pria berbaju hitam dengan parang berlumuran darah merangsek masuk. Para pengawal Keluarga Wang yang mencoba menghalangi langsung ditebas dan dipukuli hingga pingsan.

​"Siapa kalian?! Beraninya kalian masuk ke rumah Keluarga Wang!" teriak Wang Tianhai kaget, menjatuhkan cerutunya.

​Dari balik kerumunan pria berbaju hitam, sosok Serigala Hitam melangkah maju. Wajah bos preman itu dipenuhi memar, dahinya diperban asal-asalan dan masih merembeskan darah akibat bersujud terlalu keras kepada Ye Chen. Matanya merah menyala penuh niat membunuh yang gila.

​"S-Serigala Hitam?" Wang Hao terbelalak. "Kenapa kau kemari? Di mana videonya? Dan siapa yang memukulmu?!"

​Mendengar pertanyaan itu, kemarahan Serigala Hitam meledak tak tertahankan.

​"Video? Vido bapakmu!" raung Serigala Hitam. Ia melesat ke depan dan menendang kursi roda Wang Hao hingga terguling.

​"Aaaargh! Tulang rusukku!" Wang Hao menjerit kesakitan saat menghantam lantai marmer.

​"Berhenti! Apa yang kau lakukan, Serigala Hitam?!" Wang Tianhai mencoba menolong putranya, namun dua preman langsung memelintir tangannya ke belakang.

​Serigala Hitam menjambak rambut Wang Tianhai, memaksa pria paruh baya itu menatap wajahnya yang berlumuran darah.

​"Kalian keluarga babi benar-benar buta! Kalian menyewaku untuk mencari masalah dengan Dewa?! Tuan Ye memiliki Plakat Macan Putih milik Master Tang! Kalian nyaris membuat seluruh gengku dimusnahkan malam ini!" ludah Serigala Hitam tepat di wajah Wang Tianhai.

​"A-apa?! Plakat Macan Putih?!" Tubuh Wang Tianhai seketika mendingin seperti mayat. "T-tidak mungkin! Ye Chen hanya menantu sampah!"

​"Persetan dengan ketidaktahuanmu! Tuan Ye memberiku perintah malam ini: Patahkan semua anggota gerak kalian berdua, dan bakar rumah ini sampai rata dengan tanah!"

​"T-Tunggu! Serigala Hitam, aku bisa membayarmu sepuluh kali lipat! Jangan!" Wang Tianhai meronta histeris.

​"Uangmu tidak bisa membeli nyawaku!" Serigala Hitam memberi isyarat tangan. "Patahkan kaki dan tangan mereka berdua! Jangan sampai mereka mati!"

​Jeritan mengerikan segera menggema di kediaman mewah itu.

​Krek! Krek! Krek!

​Tulang paha dan lengan Wang Tianhai dihancurkan dengan tongkat besi. Nasib Wang Hao lebih tragis; Serigala Hitam sendiri yang menginjak kedua tempurung lutut pemuda arogan itu hingga remuk tak bersisa. Ayah dan anak itu meratap sejadi-jadinya sebelum akhirnya pingsan karena rasa sakit yang melampaui batas manusia.

​"Siram bensin. Bakar tempat ini."

​Malam itu, api berkobar menyala merah membakar langit Distrik Timur. Dinasti kecil Keluarga Wang yang selalu bertindak arogan di Jiangcheng, musnah hanya dalam satu malam karena menyinggung orang yang salah.

​Keesokan paginya.

​Sinar matahari pagi menyinari gedung pencakar langit Grup Kosmetik Su. Seperti biasa, para karyawan mulai berdatangan untuk masuk kerja. Namun pagi ini, lobi utama gedung dihebohkan oleh kerumunan orang yang menunjuk-nunjuk ke arah pintu putar kaca.

​Di sudut lobi, berdiri Su Jian dan Su Ming. Ayah dan anak dari keluarga cabang Su itu datang lebih awal dengan niat mencari masalah. Mereka dengar selentingan bahwa investasi Wang Hao batal, dan mereka ingin melihat Yuhan jatuh.

​"Ada keramaian apa di luar sana?" tanya Su Jian sambil mengernyitkan dahi.

​"Biar aku periksa, Ayah. Mungkin ada demonstran utang lagi," kekeh Su Ming.

​Namun, ketika Su Ming menyibak kerumunan, tawanya membeku di tenggorokan. Matanya melotot horor.

​Di atas aspal di depan pintu masuk, tergeletak dua sosok manusia yang mengerikan. Pakaian mereka compang-camping dan dipenuhi noda darah serta jelaga hitam. Keempat anggota gerak mereka bengkok dengan sudut yang tidak alami, layaknya boneka rusak yang dibuang.

​Di dada kedua pria itu, terdapat sebuah papan kardus yang digantung dengan tulisan spidol merah tebal:

​[KAMI KELUARGA WANG ADALAH BINATANG. KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA TUAN YE DAN NONA SU.]

​"I-itu... Presiden Wang Tianhai?! Dan Tuan Muda Wang Hao?!" teriak salah seorang manajer pemasaran yang mengenali wajah mereka yang babak belur.

​"Apa?! Keluarga Wang yang punya aset ratusan juta itu?! Siapa yang berani membuat mereka seperti ini?!"

​Su Ming mundur dua langkah, kakinya lemas hingga menabrak tiang lobi. Ia ingat betul bagaimana Keluarga Wang sangat membenci Ye Chen. Dan kini, mereka berdua dibuang di depan gedung seperti sampah mati, memohon ampun pada 'Tuan Ye'?

​Apakah Ye Chen yang melakukannya? T-tidak, tidak mungkin! Pembantu sampah itu tidak mungkin punya kekuatan mengerikan ini! pikiran Su Ming berkecamuk dalam teror.

​Tepat pada saat itu, sebuah BMW putih melaju pelan dan berhenti di lobi VVIP.

​Pintu mobil terbuka. Ye Chen turun dengan mengenakan kemeja kasual yang rapi, lalu memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Su Yuhan. Yuhan melangkah keluar, mengenakan setelan jas kerja wanita yang membuatnya tampak kembali seperti Ratu Es yang tak tersentuh.

​Melihat kedatangan pasangan itu, kerumunan langsung terbelah.

​Su Yuhan terkejut melihat dua tubuh yang mengerang di aspal. Ketika ia membaca tulisan di kardus itu, ia menutupi mulutnya, lalu menatap Ye Chen dengan mata membelalak.

​Ye Chen hanya mengendikkan bahunya dengan wajah polos. "Sepertinya hukum karma bekerja dengan sangat cepat di kota ini."

​Wang Hao, yang masih memiliki sedikit kesadaran, perlahan membuka matanya yang bengkak. Saat ia melihat ujung sepatu Ye Chen berdiri di depannya, pemuda yang dulu selalu memanggil Ye Chen anjing itu mulai menangis histeris. Ia berusaha merangkak dengan dagunya, membenturkan kepalanya ke sepatu Ye Chen.

​"T-Tuan Ye... T-Tuan Ye... kami salah... kami pantas mati... tolong ampuni nyawa anjing kami... kami tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi..." ratap Wang Hao tersendat-sendat.

​Keheningan mutlak melanda lobi Grup Su.

​Semua karyawan, termasuk Su Jian dan Su Ming yang menonton dari jauh, menelan ludah dengan susah payah. Tuan Muda Wang Hao... pangeran sombong dari Distrik Timur... baru saja bersujud dan mencium sepatu suami CEO mereka yang selama ini dijuluki si Menantu Benalu!

​Ye Chen menatap Wang Hao dengan tatapan dingin, lalu beralih menatap Su Ming di kejauhan. Tatapan mata Ye Chen menembus kerumunan, seolah memperingatkan siapa saja: Inilah akhir bagi mereka yang berani mengganggu istriku.

​"Satpam," panggil Ye Chen dengan nada datar. "Panggil ambulans dan singkirkan sampah ini. Mereka menghalangi jalan istriku."

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!