Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
Udara di pelataran Aula Bintang Jatuh terbelah menjadi dua dunia yang ekstrem. Di sisi kanan, Ye Chen berdiri dengan Pedang Bintang Merah terhunus. Api keemasan berkobar dari tubuhnya, melelehkan es tipis di tanah. Di sisi kiri, Su Yue'er menatap dingin dengan mata biru kristalnya, menciptakan badai salju kecil yang membekukan uap air di sekitarnya.
"Kau memanggilku pelayan?" Ye Chen menggertakkan gigi. Kebanggaannya sebagai pemuda yang baru saja membantai musuh-musuhnya kembali terusik.
Su Yue'er mengangkat dagunya, memancarkan aura arogansi Permaisuri yang alami. "Kultivasi hanya di tahap awal Pembangunan Yayasan, namun berani berteriak di depanku. Jika kau bukan murid Guru, aku sudah mengubahmu menjadi patung es abadi."
«Bocah, tahan amarahmu!» Suara Tetua Yan tiba-tiba melengking panik di dalam cincin Ye Chen. «Gadis kecil ini... dia berada di Puncak Pembangunan Yayasan! Dan energi esnya... Tuhanku, itu adalah Fisik Dewa Es! Garis keturunan tingkat suci! Jika kalian bertarung, kau akan mati dalam satu gerakan!»
Mendengar peringatan Gurunya, mata Ye Chen sedikit melebar. Puncak Pembangunan Yayasan? Gadis sekecil ini?!
Namun, panah telah ditarik dari busurnya. Pantang bagi Ye Chen untuk mundur tanpa perlawanan. Ia menyalurkan Seni Api Penyucian Sembilan Matahari hingga batas maksimal.
"Matahari Pertama: Tebasan Bara Kiamat!" raung Ye Chen, mengayunkan pedangnya. Gelombang api berbentuk bulan sabit melesat menebas udara, mengarah ke Su Yue'er.
Gadis berambut perak itu bahkan tidak berkedip. Ia hanya mengangkat satu jari telunjuknya yang mungil.
"Membeku."
KRAK! KRAK!
Gelombang api yang sangat merusak itu tiba-tiba berhenti di udara, tertutup oleh lapisan es biru transparan, lalu hancur menjadi serpihan debu es sebelum bisa menyentuh ujung gaun Su Yue'er.
Ye Chen tersentak mundur, wajahnya pucat. Kekuatan macam apa ini?!
Su Yue'er menyeringai tipis. Ia menggerakkan jarinya, bersiap mengirimkan ratusan jarum es untuk memberi "pelajaran kecil" pada kakak seperguruannya ini. Namun, sebelum jarum es itu terbentuk, sebuah suara yang berat dan dipenuhi keagungan absolut bergema dari dalam Aula Utama.
"Cukup."
Hanya satu kata.
Namun, kata itu membawa paksaan dari Ranah Jiwa Baru Lahir dan Otoritas Mutlak Wilayah Sistem. Ruang di pelataran sekte tiba-tiba membeku sepenuhnya.
Api Ye Chen padam seketika. Jarum es Su Yue'er luluh lantak menjadi air dan menguap. Keduanya merasakan sebuah gunung raksasa tak kasat mata menekan bahu mereka, memaksa Qi di dalam Dantian mereka berhenti berputar.
Pintu utama aula terbuka lebar. Lin Xuan berjalan keluar dengan tangan di belakang punggung, wajahnya tenang namun matanya memancarkan kilat keemasan yang menakutkan. Jubah putihnya berkibar pelan tertiup angin spiritual.
Bruk!
Ye Chen dan Su Yue'er secara naluriah berlutut di tanah, keringat dingin membasahi punggung mereka.
«Jiwa Baru Lahir... Tidak, tekanan ini bahkan melampaui Jiwa Baru Lahir biasa!» batin Tetua Yan yang bersembunyi di dalam cincin, jiwanya ikut gemetar ketakutan.
Su Yue'er menundukkan kepalanya dalam-dalam, menggigit bibirnya. 'Aku terlalu terbawa emosi! Guru pasti marah besar karena aku menyerang sesama murid. Dia adalah monster kuno, dia bisa saja menghapus eksistensiku sekarang juga!'
Lin Xuan menatap kedua muridnya dengan ekspresi datar, meski di dalam hati ia sedang tersenyum lebar mendengar notifikasi dari sistem.
[Ding! Misi Darurat: Tegakkan Aturan Sekte Berhasil Diselesaikan!]
[Lerai pertikaian internal dan tunjukkan wibawa mutlak Tuan Rumah.]
[Hadiah Diberikan: 500 Poin Sekte!]
"Akhirnya! Pas 5.000 poin!" sorak Lin Xuan dalam hati. Ia kembali memfokuskan pandangannya pada dua pembuat onar di depannya.
"Ye Chen. Su Yue'er," panggil Lin Xuan, suaranya bergema bagai guntur bergulung. "Kalian adalah Murid Inti dari Sekte Bintang Jatuh. Pedang dan sihir kalian diasah untuk menebas musuh di luar sana, bukan untuk diarahkan pada sesama saudara seperguruan. Apakah kalian mengerti?"
"Murid mengerti dan mengakui kesalahan!" ucap Ye Chen cepat, wajahnya memerah karena malu. Ia sadar ia terlalu gegabah.
"Yue'er mengerti, Guru. Mohon ampunan Anda," cicit Su Yue'er, arogansinya benar-benar lenyap di hadapan kekuatan Lin Xuan.
"Bagus," Lin Xuan mengangguk pelan. Ia menjentikkan jarinya, menghilangkan tekanan berat yang menimpa mereka. "Karena kalian berdua telah kembali dan sekte kita kini memiliki dua Murid Inti, hari ini, Guru akan membuka segel sejati dari Gunung Bintang Jatuh."
Ye Chen dan Su Yue'er mendongak serempak, kebingungan tergambar di wajah mereka. Membuka segel sejati?
Lin Xuan mengabaikan kebingungan mereka dan dengan cepat memberikan perintah di dalam benaknya.
"Sistem! Tingkatkan Sekte Bintang Jatuh ke Tingkat 8! Dan gunakan Kartu Peningkatan Vena Spiritual Kelas Surga dari paket sebelumnya!"
[-5,000 Poin Sekte.]
[Syarat terpenuhi. Memulai Peningkatan Sekte ke Tingkat 8!]
[Menggunakan Kartu Vena Spiritual Kelas Surga (Heaven Grade Spiritual Vein)!]
[Peringatan: Modifikasi realitas skala besar sedang berlangsung!]
GEMURUH!! BOOOOOOM!
Tiba-tiba, seluruh Benua Langit Surgawi seolah bergetar. Khususnya di wilayah Gunung Bintang Jatuh, gempa bumi spiritual yang sangat dahsyat terjadi.
Di bawah tatapan ngeri Ye Chen, Su Yue'er, dan Tetua Yan, puncak gunung tempat mereka berpijak mulai terangkat naik! Gunung Bintang Jatuh tumbuh semakin tinggi, menembus lapisan awan biasa, menyentuh lautan awan emas di langit yang lebih tinggi.
Pilar-pilar cahaya sembilan warna meledak dari perut bumi. Vena spiritual (urat bumi) yang dulunya mati dan mengering kini digantikan oleh naga energi raksasa yang terbuat dari esensi murni Kelas Surga!
Kabut spiritual putih yang selama ini menyelimuti pelataran perlahan berubah bentuk. Karena saking pekatnya energi tersebut, udara tidak lagi bisa menampungnya dalam bentuk gas.
Tes... Tes...
Tetesan air mulai turun dari langit gunung.
Ye Chen menengadahkan tangannya, menangkap setetes air bercahaya hijau. Begitu air itu menyentuh kulitnya, ia langsung terserap ke dalam tubuhnya, mencerahkan Dantian-nya dengan energi kultivasi murni.
"Hujan Roh... Ini adalah Hujan Roh Cair?!" Ye Chen berteriak tidak percaya.
Di sebelahnya, Su Yue'er benar-benar kehilangan kata-kata. Hujan yang terbuat murni dari esensi alam? Ini adalah fenomena langka yang hanya terjadi setiap sepuluh ribu tahun sekali di Alam Atas saat seorang Dewa Lahir!
Gunung bobrok ini kini telah benar-benar bertransformasi menjadi Tanah Suci (Holy Land) yang tidak tertandingi di seluruh benua fana!
Di tengah Hujan Roh yang turun membasahi halaman, Lin Xuan berdiri tegak tanpa basah sedikit pun. Sebuah antarmuka sistem baru yang sangat berkilau muncul di matanya.
[Sekte Bintang Jatuh Berhasil Ditingkatkan ke Peringkat 8!]
[Fitur Baru Terbuka: Papan Peringkat Murid (Sect Leaderboard), Toko Sekte Tingkat Menengah, dan Otoritas Penaklukan Faksi.]
[Radius Wilayah Mutlak (Absolute Domain) meningkat menjadi 100 KM!]
[Hadiah Pencapaian: Jubah Ketua Sekte Abadi (Item Permanen), Pedang Pemutus Karma (Item Khusus).]
Lin Xuan tersenyum puas. Wilayahnya kini mencakup radius 100 kilometer, itu berarti Kota Angin Hitam dan sekitarnya kini berada di bawah kendali mutlaknya!
Saat ia sedang menikmati perasaan pencapaian ini, sebuah fenomena aneh terjadi di langit barat.
Cahaya keemasan yang sangat menyilaukan melesat menembus Hujan Roh, membawa paksaan yang berasal dari luar wilayah sekte. Cahaya itu berwujud sebuah burung bangau raksasa yang terbuat dari energi Qi, membawa sebuah gulungan emas raksasa di paruhnya.
Burung bangau Qi itu berhenti di udara, sepuluh meter di atas pelataran Aula Bintang Jatuh. Gulungan emas itu terbuka dengan sendirinya, memancarkan suara magis yang menggema di seluruh gunung.
"Dekrit Aliansi Langit Surgawi! Turnamen Seratus Sekte akan diadakan dalam waktu satu bulan di Puncak Kuali Naga! Semua sekte dari Peringkat 9 hingga Peringkat 7 wajib mengirimkan maksimal tiga murid jenius mereka. Sekte yang gagal hadir atau menempati peringkat terbawah akan dicabut status sektenya dan wilayahnya akan disita oleh Aliansi!"
Setelah membacakan pesannya, burung bangau itu hancur menjadi titik-titik cahaya, meninggalkan gulungan emas yang perlahan melayang turun ke tangan Lin Xuan.
Ye Chen dan Su Yue'er menatap gulungan itu dengan kening berkerut.
"Turnamen Seratus Sekte?" gumam Ye Chen. "Guru, Aliansi Langit Surgawi adalah organisasi raksasa yang mengatur tata kasta di benua ini. Jika kita menolak..."
Lin Xuan menggenggam gulungan emas itu, lalu dengan santai meremasnya hingga hancur menjadi debu emas yang tersapu angin.
"Menyita wilayahku?" Lin Xuan mendengus pelan, sebuah senyum iblis terukir di bibirnya. "Sepertinya dunia di luar sana sudah mulai lupa cara menghormati Gunung Bintang Jatuh."
Lin Xuan berbalik, menatap kedua muridnya yang menatapnya dengan penuh pemujaan.
"Kalian punya waktu satu bulan di Menara Waktu. Jika dalam sebulan kalian tidak bisa membuat sekte-sekte yang menyebut diri mereka jenius itu berlutut memohon ampun di Turnamen... kalian berdua tidak pantas memanggilku Guru."