NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maya Hampir Kehilangan Nyawanya Namun Menemukan Bukti Besar

Bab 11

Beberapa hari setelah kejadian di gudang dapur aku beristirahat di kamarku namun tidak pernah berhenti mengamati dan tidak pernah berhenti waspada sedikit pun. Luka di kepalaku perlahan mulai mengering dan sembuh namun rasa waspada di dalam hatiku justru semakin tajam setiap harinya. Aku tahu bahwa Vanessa tidak akan menunggu lama untuk mencoba lagi karena ia sedang terburu buru oleh perintah dari orang orang yang bekerja sama dengannya. Setiap kali aku menutup pintu kamarku aku selalu memastikan pintu itu terkunci rapat dan setiap kali aku berjalan di lorong rumah aku selalu melihat ke sekeliling dengan teliti memastikan tidak ada orang yang mengikutiku atau menungguku di tempat yang sepi.

Suatu hari hujan turun sangat deras sejak pagi membuat seluruh halaman belakang rumah menjadi basah dan berlumpur serta suara air yang jatuh ke atap terdengar sangat keras menutupi suara suara langkah kaki dan percakapan yang pelan. Vanessa datang ke depan pintu kamarku dan mengetuk dengan sikap yang tampak sangat sopan seolah olah ia merasa bersalah atas apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Ia berkata dengan suara yang lembut dan penuh perhatian yang sangat dipalsukan Maya aku membawa obat yang baik untuk lukamu dan juga ada pesan dari Ayah bahwa ia memintamu datang ke ruang kerjanya sebentar ada hal penting yang ingin dibicarakan bersama seluruh keluarga. Ia memandangku dengan senyum yang tampak tulus namun matanya tidak pernah tersenyum bersamanya tetap dingin dan penuh perhitungan seperti biasa.

Aku berdiri diam di balik pintu yang masih tertutup rapat dan tidak membukanya sedikit pun. Aku bertanya dengan suara yang tenang namun tegas mengapa kau yang menyampaikan pesan itu dan bukan salah satu pelayan seperti biasanya? Dan mengapa Ayah tidak memanggilku lewat Bibi Rina? Vanessa tampak terkejut sesaat karena aku tidak langsung mempercayainya lalu ia segera menjawab dengan wajah yang tetap tenang dan tersenyum semua pelayan sedang sibuk sekali hari ini karena ada tamu penting yang akan datang. Ayah menyuruhku menyampaikan pesan ini karena aku satu satunya orang yang sedang tidak sibuk. Cepatlah pergi mereka semua sudah menunggumu di ruang kerja Ayah. Tempat itu berada di lantai paling atas di bagian paling ujung rumah yang jarang dilewati orang terutama saat hujan deras seperti hari ini. Aku tahu betul bahwa tidak mungkin Ayah memanggilku ke ruang kerjanya setelah selama berbulan bulan ia bahkan tidak mau melihat wajahku apalagi mengajakku berbicara hal penting bersama seluruh keluarga. Namun aku juga berpikir bahwa mungkin saja ini adalah satu satunya kesempatan untuk mengetahui rencana yang sebenarnya ia siapkan untukku. Aku memutuskan untuk pergi namun tidak sendirian dan tidak tanpa persiapan.

Aku menunggu sampai Vanessa pergi menjauh dari depan pintuku lalu aku segera menulis pesan singkat yang berisi ke mana aku pergi dan mengapa aku pergi serta curigaanku bahwa ini adalah jebakan yang disiapkan oleh Vanessa. Aku melipat kertas itu dan menyelipkannya di bawah bantal tempat tidurku di tempat yang selalu diketahui oleh Bibi Rina dan Alena sebagai tempat aku menyimpan pesan penting. Jika aku tidak kembali dengan selamat pesan ini akan menjadi petunjuk pertama bagi mereka untuk mencari tahu apa yang terjadi padaku. Setelah itu aku berjalan menuju ke arah ruang kerja Ayah namun tidak lewat jalan utama yang biasa dilewati orang aku mengambil jalan memutar yang lebih panjang namun lebih aman dan memiliki banyak tempat persembunyian jika ada bahaya yang mengancam di sepanjang jalan.

Sesampainya di depan pintu ruang kerja Ayah aku melihat pintu itu sedikit terbuka dan tidak ada suara percakapan yang terdengar dari dalam sana padahal jika seluruh keluarga sedang berkumpul di sana pasti akan ada suara suara yang terdengar jelas. Hatiku berdegup kencang namun aku tetap melangkah maju perlahan dan berhati hati. Saat aku membuka pintu itu lebih lebar ternyata ruangan itu kosong melompong tidak ada satu orang pun di dalam sana tidak ada Ayah tidak ada Ibu tidak ada ketiga kakakku dan tidak ada tanda tanda bahwa mereka baru saja berkumpul di sana. Seketika itu juga aku menyadari bahwa ini memang jebakan yang sudah disiapkan khusus untukku sendirian. Sebelum aku sempat berbalik dan lari keluar pintu aku mendengar suara pintu tertutup rapat dengan bunyi yang keras dan kunci diputar dari luar. Aku terperangkap di dalam ruangan yang tertutup rapat dari dalam dan terkunci dari luar tidak ada jalan keluar lain selain pintu yang kini sudah dikunci rapat oleh orang yang berdiri di seberang sana.

Aku mendengar suara tawa yang dingin dan tajam dari balik pintu kayu yang tebal itu suara itu adalah suara Vanessa. Ia berkata dari luar dengan suara yang penuh kemenangan yang tidak lagi disembunyikan di balik kesopanan palsumu tidak ada yang akan datang membantumu Maya. Tidak ada Ayah tidak ada Ibu tidak ada kakak kakakmu yang dulu melindungimu. Mereka semua sedang sibuk menyambut tamu penting di ruang utama rumah yang jauh dari sini dan tidak ada satu orang pun yang akan mendengarmu berteriak sekeras apa pun kau berteriak. Ruangan ini kedap suara dan hujan di luar menutupi setiap suara yang mungkin bisa sampai ke telinga orang lain. Hari ini adalah hari terakhirmu di dunia ini dan tidak ada satu orang pun yang akan tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini.

Aku berjalan memeriksa setiap sudut ruangan mencari jalan keluar atau sesuatu yang bisa aku gunakan untuk membela diri jika ia masuk ke dalam sana. Di sudut ruangan di belakang lemari besar yang tinggi aku melihat sesuatu yang mencolok di lantai yang tertutup sebagian oleh karpet tebal yang tergulung. Ada sebuah lantai papan yang terlihat sedikit berbeda warnanya dari papan lantai yang lain di sekelilingnya. Dengan cepat aku berlutut dan memeriksanya ternyata itu adalah tutup sebuah ruangan bawah tanah kecil yang tersembunyi di bawah lantai ruang kerja Ayah. Tutup itu terbuat dari papan kayu yang tebal dan kuat namun ada celah kecil yang bisa aku gunakan untuk membukanya dengan bantuan sebuah penggaris besi yang aku temukan di atas meja kerja Ayah. Setelah berusaha dengan sekuat tenaga akhirnya tutup itu terbuka dan menampakkan tangga kayu yang turun ke bawah tempat yang gelap dan sempit namun kering dan aman dari luar.

Aku turun ke bawah dengan cepat dan menutup tutup papan itu kembali di atas kepalaku dengan hati hati agar tidak terlihat dari atas. Ruangan bawah tanah itu berisi tumpukan tumpukan dokumen lama dan kotak kotak penyimpanan yang berdebu namun di salah satu sudut ruangan yang paling dalam dan paling gelap aku menemukan sesuatu yang membuat jantungku berhenti berdetak sejenak karena terkejut. Di sana tersusun rapi berkas berkas dokumen asli milik Ayah yang selama ini sering hilang dan kemudian muncul kembali secara misterius di tempat yang berbeda beda. Ada juga dokumen pengadopsian Vanessa yang ternyata salinannya saja yang diserahkan kepada Ayah dan Ibu sedangkan dokumen asli yang sebenarnya menunjukkan bahwa nama Vanessa bukanlah nama aslinya dan bahwa ia dikirim oleh sebuah kelompok orang yang sudah lama berniat menguasai harta dan kekayaan milik keluarga kami. Di tumpukan dokumen yang lain ada daftar nama nama orang yang bekerja di perusahaan Ayah yang sudah disuap dan dijadikan mata mata di dalam lingkaran terdekatnya serta rencana rencana merusak reputasi dan bisnis Ayah satu per satu secara perlahan lahan sampai keluargaku tidak memiliki kekuatan apa pun untuk melawan mereka.

Di antara tumpukan dokumen itu juga ada sebuah kotak kecil berwarna gelap yang persis sama dengan kotak yang pernah dilihat oleh Bibi Rina diserahkan kepada Vanessa oleh pria misterius itu. Ternyata ini adalah tempat persembunyian segala sesuatu yang dicuri dan disimpan oleh Vanessa sebelum diserahkan kepada orang orang yang membayarnya. Semua bukti yang selama ini aku cari dengan susah payah selama berbulan bulan semuanya ada di sini tersusun rapi seolah olah sudah menunggu untuk ditemukan oleh seseorang yang berani melihat kebenaran meskipun tempatnya tersembunyi di bawah tanah. Aku segera mengeluarkan buku catatanku dan menyalin setiap nama setiap tanggal setiap rencana dan setiap hal yang tertulis di atas dokumen dokumen itu dengan tangan yang sedikit gemetar karena kegembiraan sekaligus ketakutan akan besarnya kejahatan yang sedang direncanakan di dalam rumah kami sendiri.

Sementara aku masih sibuk menyalin bukti bukti itu di bawah tanah aku mendengar suara kunci pintu ruang kerja dibuka dari atas. Vanessa masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang berat dan membawa sesuatu yang berat di tangannya. Ia berjalan mondar mandir di atas kepalaku sambil berbicara sendiri dengan suara yang terdengar cemas dan marah di mana kau bersembunyi? Kau tidak mungkin menghilang begitu saja di dalam ruangan yang terkunci rapat ini. Ia mulai memeriksa setiap sudut ruangan membuka lemari mengintip ke bawah meja dan menendang setiap benda yang menghalangi jalannya. Aku menahan napas dan berdoa agar ia tidak melihat celah kecil di tepi papan lantai yang menutupi tempat persembunyianku. Beberapa kali ia berjalan tepat di atas kepalaku dan setiap kali langkah kakinya jatuh ke lantai aku merasa seolah olah jantungku ikut berhenti berdetak bersama suara itu.

Setelah mencari ke mana mana dan tidak menemukan aku di mana pun Vanessa akhirnya berteriak dengan suara yang penuh kemarahan yang tertahan kau beruntung kali ini Maya tapi kau tidak akan bisa bersembunyi selamanya. Aku tahu kau ada di dalam ruangan ini dan suatu hari nanti aku akan menemukanmu dan saat itu tiba tidak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu. Setelah itu terdengar suara pintu ditutup kembali dan dikunci dari luar namun aku tidak berani keluar dari tempat persembunyianku sampai berjam jam kemudian hingga suasana di atas benar benar sunyi dan gelap sepenuhnya oleh kedatangan malam hari.

Saat aku akhirnya keluar dari ruang kerja Ayah dengan membawa salinan bukti bukti yang sangat besar itu aku berjalan perlahan kembali ke kamarku dengan hati yang berdebu namun penuh dengan harapan yang baru. Aku tidak hanya selamat dari jebakan maut yang disiapkan untukku hari ini aku juga menemukan segala sesuatu yang selama ini kami butuhkan untuk membuktikan kepada seluruh keluarga bahwa aku selalu berkata benar dan bahwa Vanessa adalah musuh yang sebenarnya yang sudah lama berdiri di tengah tengah mereka. Namun aku juga tahu bahwa dengan ditemukannya bukti bukti ini bahaya yang mengancam nyawaku kini menjadi dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya karena jika mereka menyadari bahwa rahasia besar mereka sudah terbongkar mereka tidak akan ragu ragu untuk melakukan hal apa pun termasuk menghabisi nyawaku dengan cara yang jauh lebih berani dan jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

Malam itu aku menulis di halaman paling tebal dari buku catatanku tentang jebakan yang disiapkan untukku tentang ruangan bawah tanah yang tersembunyi di lantai ruang kerja Ayah tentang segala dokumen asli yang tersimpan di sana dan tentang identitas asli Vanessa yang ternyata bukan nama yang sesungguhnya ia miliki. Aku menuliskan bahwa aku sudah memegang kunci untuk membongkar semuanya namun juga menyadari bahwa perang yang sesungguhnya baru saja dimulai. Aku tidak lagi hanya melawan satu gadis yang pandai berpura pura aku sedang melawan sekelompok orang yang berkuasa dan tidak segan melakukan kejahatan. Namun aku tidak takut karena di tanganku kini ada kebenaran yang cukup kuat untuk meruntuhkan seluruh menara kebohongan yang telah mereka bangun dengan susah payah selama bertahun tahun.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!