NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda / Tamat
Popularitas:850.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Melihat raut wajah Zaky yang begitu tersiksa oleh beban masa lalu, pertahanan es di hati Arumi perlahan retak. Ia menarik napas panjang, menahan denyut pusing di kepalanya, lalu melepaskan genggaman tangan Zaky perlahan.

"Katakan, Zaky. Katakan apa yang kamu sebut sebagai kebenaran itu," ujar Arumi akhirnya, memberikan kesempatan yang sudah dua belas tahun ini tertunda.

Meski suaranya terdengar tenang, dada Arumi sebenarnya bergemuruh hebat. Rasa sakit itu kembali mencuat. Bagaimana mungkin ia lupa betapa hancurnya ia saat itu, ketika Citra, sahabat masa kecilnya sendiri datang dengan berurai air mata dan mengaku telah hamil dua bulan, dan anak di kandungannya adalah darah dagingnya Zaky. Itu adalah pengkhianatan paling keji yang membuat dunia Arumi runtuh berkeping-keping.

Zaky menatap Arumi lekat-lekat, mencoba menata emosinya. "Rum, apakah kau masih ingat malam setelah kita menonton layar tancap di kampung sebelah?"

"Iya, aku masih ingat," jawab Arumi datar tanpa ekspresi.

"Setelah aku mengantarmu pulang malam itu, di jalan menuju rumah paman, aku tidak sengaja bertemu dengan Citra. Dia terlihat rapi, tapi wajahnya sembab seperti habis menangis hebat. Karena dia adalah sahabat dekatmu, aku berniat menolongnya dan mengantarnya pulang. Singkat cerita, setibanya di rumahnya, ternyata suasananya begitu sepi. Aku pun sempat mengobrol sejenak di ruang tamu tentang apa yang terjadi padanya. Citra bercerita kalau dia baru saja diputuskan oleh kekasihnya yang katanya adalah orang kota," tutur Zaky.

Mendengar penjelasan itu, Arumi seketika mengernyitkan keningnya. Pikirannya berputar. Setahunya, Citra tidak pernah memiliki seorang kekasih dari kota selama mereka tinggal di kampung.

Zaky kembali melanjutkan ceritanya, suaranya mulai bergetar. "Citra kemudian membuatkan minuman untukku berupa teh manis hangat. Awalnya aku menolak karena sudah larut, tapi demi menghargai usahanya, akhirnya aku meminumnya beberapa teguk tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Dan... hanya dalam beberapa detik, kepalaku mendadak terasa sangat pusing. Pandanganku kabur, dan saat aku melihat Citra, aku mulai berhalusinasi bahwa wanita di hadapannya saat itu adalah kamu, Rum."

Napas Zaky memburu, urat-urat di lehernya menegang menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya.

"Dan malam terkutuk itu akhirnya terjadi... Citra dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam minumanku dan membuat aku menodainya di luar kesadaranku, Rum!"

Arumi tertegun. Ia menatap Zaky tepat di bola matanya, melihat kilatan amarah dan rasa jijik yang amat dalam dari pria itu. Di dalam bola mata Arumi sendiri, tersimpan genangan luka yang mendalam.

"Setelah kejadian malam itu, Citra diam-diam selalu menemui ku dan mengejar ku untuk bertanggung jawab," lanjut Zaky, air matanya mulai menggenang. "Aku pada saat itu berpikir buntu. Aku menawarkan sejumlah uang yang sangat besar padanya agar dia tidak mengejar ku lagi. Namun, wanita itu memang memiliki niat terselubung. Dia terobsesi menjadi Nyonya Tanuwijaya. Sampai akhirnya, dua bulan kemudian dia nekat pergi ke Jakarta, menemui kedua orang tuaku, dan menceritakan sebuah kebohongan besar bahwa aku telah memperkosanya hingga dia hamil!"

Deg!

Arumi spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, menatap Zaky dengan pandangan tak percaya.

"Dan kau tahu, Rum? Di saat hari pernikahan kita sudah sangat dekat, Ayahku menemui ku di rumah paman. Ayahku yang terkenal tegas dan angkuh itu memaksaku untuk menikahi Citra. Beliau mengancam ku... jika sampai aku menolak dan masih berhubungan denganmu, maka keluarga Tanuwijaya akan menghancurkan hidupmu dan keluargamu di kampung sampai tak tersisa! Aku... aku hanya ingin melindungi wanita yang aku cintai agar tidak disakiti oleh kekuasaan keluargaku, Rum... Aku tidak mau kau terluka!"

Pertahanan Zaky runtuh total. Air mata yang belasan tahun ini ia bendung akhirnya lolos membasahi pipinya.

"Tapi kamu sudah melukaiku juga, Zaky!" potong Arumi, air matanya kini ikut tumpah tak terbendung lagi. Suaranya melengking perih di dalam kamar yang sempit itu. "Kepergianmu yang tiba-tiba tanpa penjelasan, tepat setelah Citra mengatakan dia hamil darah dagingmu... aku hancur! Rasanya aku ingin mati saat itu, Zaky!"

"Maafkan aku, Rum... Maafkan aku," isak Zaky, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Aku pergi karena tak sanggup melihatmu terluka lebih dalam jika tahu kenyataan ini dari mulutku saat itu. Aku terpaksa menikahi Citra hanya demi sebuah status hukum di atas kertas, tapi demi Tuhan, aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya lagi sejak malam terkutuk itu. Namun, entah kenapa kedua orang tuaku begitu menyayangi Citra dan malah membencimu, Rum. Karena muak dengan sandiwara itu, aku memutuskan untuk melanjutkan kuliahku di luar negeri, tanpa memperdulikan Citra dan juga bayi kembar yang dikandungnya. Bagiku, dia dan bayi itu adalah sebuah malapetaka yang menghancurkan hidupku."

Mendengar kalimat terakhir Zaky, sekelebat kilasan wajah Azzam dan Azzura melintas di benak Arumi. Akhirnya, ia menemukan jawaban atas sikap nakal, pemberontak, dan arogan si kembar selama ini di sekolah. Rupanya, sejak bayi mereka tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang tulus dari kedua orang tuanya. Zaky menganggap mereka malapetaka, dan Citra menjadikannya alat pemuas obsesi.

"Sampai akhirnya, delapan bulan kemudian aku mendapat kabar bahwa Citra sekarat setelah melahirkan si kembar secara normal," Zaky mengusap wajahnya yang basah, mencoba menenangkan diri. "Aku akhirnya pulang ke tanah air dan menemukan dia sudah terbaring lemah. Kau tahu, Rum? Di detik-detik terakhir hidupnya, Citra selalu menyebut namamu dan meminta maaf. Di hari terakhirnya, dia mengaku bahwa dia sudah memfitnah mu dengan kejam kepada kedua orang tuaku, hingga mereka begitu membencimu dan keluargamu. Tapi... aku juga tidak tahu fitnah seperti apa yang sudah Citra katakan, karena dia keburu diambil oleh Sang Pencipta, Rum."

Zaky menghentikan ceritanya. Napasnya berangsur teratur, merasa seluruh beban yang menghimpit dadanya selama dua belas tahun ini luruh sudah.

"Dan sekarang, semua keputusan ada di tanganmu, Rum. Aku selama ini selalu menantimu. Aku ingin mencari mu sejak dulu, tapi aku tahu kau pasti sangat membenciku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terus menduda dan tidak akan pernah menikah lagi, karena di hatiku hanya ada kamu, Rum. Rasa sayang dan cintaku padamu justru semakin besar seiring berjalannya waktu, dan aku sudah tidak bisa membendungnya lagi. Aku hanya ingin kita bisa bersama kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi kita yang sempat terputus dulu. Aku harap kau bisa mempertimbangkannya lagi... dan berharap kau tidak membenciku," pungkas Zaky, menatap dalam-dalam ke matanya Arumi.

Di balik selimutnya, dada Arumi berdesir hebat. Entah kenapa, setelah mendengar seluruh kebenaran itu, hati dan perasaannya mendadak merasa sangat lega. Rasa sesak yang menghimpitnya belasan tahun ini menguap begitu saja. Rupanya, Zaky tidak pernah mengkhianati cintanya. Semua kehancuran hubungan mereka adalah ulah licik dari Citra, sahabat masa kecilnya yang begitu tega menusuknya dari belakang.

Namun, ego dan sisa rasa sakit di hatinya tidak bisa sembuh dalam semalam.

Arumi menghapus air matanya, lalu menatap Zaky dengan pandangan sayu. "Aku... aku butuh waktu untuk bisa menerima semua kenyataan ini, Zaky. Kurasa kamu bisa mengerti keadaanku. Tidak mudah bagiku untuk menyembuhkan luka sedalam ini dan menata kembali hatiku."

Zaky menghembuskan napas panjang, sebuah senyuman lega terukir di wajah tampannya. Setidaknya, Arumi tidak mengusirnya dan bersedia mempertimbangkannya.

"Ya sudah, aku akan selalu menunggumu, Rum. Bahkan sampai rambutku memutih sekali pun, aku akan tetap menunggumu kembali," ujar Zaky dengan nada penuh kesungguhan.

Deg!

Pernyataan sungguh-sungguh yang keluar dari bibirnya Zaky benar-benar telah memporak-porandakan sisa pertahanan di hati Arumi. Logikanya menyuruhnya untuk tetap diam dan berhati-hati, namun lubuk hatinya yang terdalam berteriak ingin sekali memeluk pria di hadapannya itu untuk menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat.

Mengingat luka dan proses panjang yang telah ia lalui, Arumi memilih memejamkan matanya sejenak. Ia benar-benar membutuhkan waktu untuk menimbang kembali keputusan terbesarnya. Kembali membuka hati untuk Zaky, atau tetap melangkah di jalurnya sendiri sebagai seorang guru.

Bersambung...

1
Tamirah
punya calon mertua kayak Mak Lampir mending gak usah balik sama mantan cinta pertama, dari pada pernikahan nanti gak dapat Restu.
Dysha♡💕
lah elu lagian sih zaky dah tau dah malam bukanya langsung pulang malah mampir dulu dah
fii 🤩
☺️
Novi Novi
bagus banget kak karya nya 🙏🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih, kak 🙏☺️
total 1 replies
fii 🤩
☺️☺️
Ika Yanti Unyil
ceritanya keren thor lain dari yang lain.dengan para tokoh cerita serta figurannya dapat kebahagiaan di akhir.
setiap bab panjang dengan bahasa yg enak dibaca juga.selamat berbahagia arumi dan p zaky....
terus semangat berkarya thor 🥰❤️🥰❤️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih banyak kak 😊
total 1 replies
echa purin
👍👍
fii 🤩
👍
Iskhurizah
oke
Fatikhul Alim
oalah zaki kamu yg senyum q yg malu🤭
fii 🤩
💪💪
Ray
Aku suka CFD apalagi yg jauh naik sepeda seru 💪
liyute_281
baru lamaran ud cium2
liyute_281
kok penghapus kapur tulis.. jaman sekarang .. disekolah elit?
fii 🤩
😂😂
Lala lala
ih ayu norak..org ga prnh ke cfd mah biasa aja..
aku aja males klo gak trpaksa janjian sm kawan
Lala lala
boleh kah guru ASN mengundurkan diri jd wali kls.. mau murid nakah badung hadapi saja biasanya gt..klo guru swasta mgkjn saja nolak
fii 🤩
😂😂
Chu Shoyanie
pinisirin izi SM masa lalu arumi-Zaki...🤔👍
Nana Mudiana
y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!