"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nggak kapok apa?
“Apa liat-liat?”
Gila, tangguh sekali wanita ini. Tidak ada takut-takutnya walaupun Jeff menatapnya dengan sorot mata membunuh. Berbanding terbalik dengan mahasiswa-mahasiswi-nya yang langsung kiceup walau hanya dengan melihatnya. Tak terbayang, bagaimana bandelnya Kayla saat dulu. Benar-benar luar biasa.
“Tadi kamu bilang apa? Bilang aku kuyang?”
“Ya. Kenapa, nggak suka?”
“Nggak!”
“Lalu, kenapa kamu menyebutku setan?” tubuh mereka semakin dekat dan saling menantang. Yang diyakini hanya berjarak sekitar dua puluh senti meter saja.
“Ya. Kenapa? Kamu juga nggak terima?” Kayla mendorong dada bidang Jeff yang tak berpengaruh apa-apa bagi laki-laki itu. Bahkan mereka semakin mendekat.
Dan.
Bruk!
Tubuh mereka malah menempel satu sama lain yang membuat jantung mereka berdetak lebih kencang. Bahkan tatapan mereka saling bertaut tanpa ada yang mau beralih.
Tapi anehnya, Kayla tak melihat tatapan kesal dalam diri Jeff. Dan malah justru binar bahagia yang tergambar di sana. Apa benar dugaannya seperti itu, atau hanya perasaannya saja?
Jeff berucap dengan tegas. “Jangan keras kepala denganku Kayla. Karena itu nggak akan bertahan lama.”
Dan seketika Kayla langsung meredup. Dia memundurkan tubuhnya. Ketika rasa ingin mencintai dan dicintai itu ada dalam benaknya, seketika itu juga ia harus hancur lebur di telan kenyataan bahwa ia bukanlah perempuan sehat lahir maupun batin.
“Pede banget. Dah sana! Jangan deket-deket sama aku. Yang ada malah kamu yang jatuh cinta duluan nanti.” Kayla bersedekap dan memalingkan wajahnya.
“Kamu duluan dong. Bukan aku. Sekarang aja aku bisa dengar kamu deg-degan.”
Kayla langsung berbalik badan.
“Ngawur!”
Setelah berucap seperti itu, Kayla lantas meninggalkan Jeff pergi. Ia merendam tubuhnya dalam bath up selama beberapa puluh menit lamanya. Membuat Jeff geram. Padahal ia sudah sangat lapar. Aneh sekali kelakuan wanita ini. Betah sekali berlama-lama berada di dalam kamar mandi.
“Buka Kay!”
Tok tok tok!
“Apa yang kamu lakukan di dalam? Kenapa lama sekali?”
“Sabar pak Dosen. Satu jam lagi.”
“Aku butuh mandi dan aku lapar.”
“Masak sendiri aja, aku nggak bisa.”
“Harus bisa, cepat keluar!”
Karena kalau Jeff tak memaksanya akan membuat Kayla selalu berlaku seenaknya. Kayla harus belajar bagaimana cara menjadi istri yang baik pikirnya.
Tugas yang berat sebetulnya, tapi ... Jeff mengedikkan bahu. Apa boleh buat. Sudah nasibnya seperti itu.
Seandainya dulu Jeff mendengarkan ibunya agar ia tak menikah di usia sematang ini. Padahal dulu Jeff pernah mempunyai kekasih yang cukup baik menurutnya. Baik dari segi apapun. Tapi karena terlalu percaya jodoh tak akan ke mana, akhirnya wanita itu di ambil orang.
Sekarang ini ia tak tahu berbuat apa selain berpasrah diri. Karena ibunya yang sudah sakit-sakitan. Entah itu hanya alasan agar ia mau menerima, atau bukan? Jeff tak bisa menilai.
Klek. Pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan Kayla yang tubuhnya hanya dililit handuk dari bawah ketiak.
“Kamu dari tadi ngapain disitu Jeff? Ngintipin aku?”
“Pede sekali, aku hanya menunggumu mandi. Kalau kamu di biarkan saja, kapan selesainya?”
“Tapi kamu ‘bisa kan menunggu di tempat lain. Nggak di sini?”
“Ini rumahku. Aku bebas menunggunya di mana saja!”
Dengan santainya Kayla berdiri di depan Jeff tanpa ada rasa apa-apa sedikit pun. Padahal Jeff sudah mati-matian menahan diri terlihat baik-baik saja di depannya. Sialan.
“Ya udah, tunggu apa lagi? Kamar mandi udah kosong.”
Jeff melewati Kayla dan masuk ke dalam kamar mandi. Namun sebelum ia benar-benar menutup pintu, Kayla kembali masuk.
“Tunggu dulu!” ucapnya cukup keras. Beruntung resleting celana belum diturunkan seluruhnya.
“Kamu sengaja ya? Bilang saja kamu yang ingin mengintipku.”
“Hei! Jangan terlalu percaya diri. Dalamanku ketinggalan di sini.”
Dan sesaat sebelum benda keramat itu di ambil. Sraaaaaat! Brug!
Lantai basah yang Kayla injak ternyata membuatnya terpeleset menimpa tubuh Jeff dan jatuh bersamaan dalam posisi yang sangat pas. Yang mampu membangkitkan diri sisi kelelakian dalam diri Jeff. Ini terasa aneh sekaligus memalukan.
Astaga, kenapa harus bangun dalam posisi tidur. Rutuk Jeff dalam hatinya.
“Ihh itu apa yang keras-keras?” tanya Kayla dengan bola mata yang membulat penuh.
“Ssssttt! Jangan sampai kamu teriak-teriak. Ayo cepat bangun,” titah Jeff. "Kalau kamu nggak mau bangun, lalu bagaimana denganku?"
“Tapi handuk aku lepas...,” Kayla sudah hampir menangis. Sakit sekaligus malu. Ia yakin wajahnya begitu merah sekarang.
“Kayla! Kayla!”
Tok tok tok!
“Aduhh siapa sih itu pakai bertamu segala sore-sore begini?” gerutu Jeff.
“Aku gimana Jeff?” tanya Kayla bingung. “Dari suaranya sih, suara Mami ....”
“Ya udah kamu cepat bangun. Lilitkan lagi handukmu.”
“Tapi plis, kamu jangan liat.”
“Siapa yang mau liatin kamu, nggak *****.”
“Bohong!” sertak Kayla. Padahal sudah jelas-jelas dia mampu merasakannya sendiri. Tepat berada di atasnya.
“Kayla! Kayla!”
Tok tok tok!
Kayla bangun dari tidurnya dengan salah satu tangannya yang menutup kedua mata Jeff. Lalu langsung berhambur keluar dari kamar mandi. Meninggalkan Jeff yang sudah kepalang nanggung dan lantas bekerja sendiri.
Beberapa menit kemudian Kayla keluar kamar dengan rambut yang masih basah. Ini akibat dari terburu-buru.
“Kayla, kenapa kamu lama sekali buka pintu kamarnya?” tanya Mami.
“Ya namanya orang lagi mandi, masa di suruh lari-lari keluar.”
“Kan bukan Cuma kamu doang di rumah ini. Memangnya Jeff ke mana?”
“Lagi mandi juga.”
“Lagian ya, kalian itu kalau lagi eena-eena mbok ya pintunya di kunci dulu. Nanti kalau ada orang lain masuk selain Mami gimana?”
“Mami!” sela Kayla meninggi. “Siapa juga yang lagi ***-***?”
“Alah ... Mami juga tau. Namanya juga pengantin baru. Dulu aja Mami waktu masih baru-baru sehari tiga kali.”
“Mami ya ampun! aku baru aja pulang kerja.”
Mami bar-bar sekali. Seperti minum obat saja sampai 3x1 pikirnya.
“Jadi ada apa Mami ke sini?”
“Ini, nganterin opor ayam buatan Misha. Tadi dia ke rumah, kita habis masak sama-sama.”
“Sama Kakak?” tanya Kayla memastikan.
“Iya-lahh, masa sama kang siomay.”
“Izzhhhh ...,” gerutu Kayla.
“Nih, sana bawa ke dapur!” Mami menyodorkan tupperware berisikan makanan santan itu kepada anaknya dan lantas membuat Kayla masuk ke dapur.
Lumayan, untuk sore hari ini, ia tak perlu pusing memasak atas permintaan Jeff. Karena sudah dikirimi makanan oleh Maminya. Untuk sementara aman terkendali.
“Kamu kok dapurnya masih bersih? Ini kulkasnya juga masih kosong,” ternyata Mami mengikuti di belakangnya dan membuka-buka isi lemari es. “Kamu nggak pernah masak ya?”
“Ngg—eh iya!” jawab Kayla berbohong.
“Bohong kamu ya. Jangan bohongin Mami kamu, Mami tau kok kamu orangnya pemalas,”
“Kok malas sih, Mi?” protes Kayla tak terima.
“Kan aku kerja. Kalau masak sama beresin rumah ya pembantu lah.”
“Kan itu gunanya ada mereka di dunia ini.”
“Tapi kamu juga harus bisa, jangan cuma ngandelin orang!” Kayla memutar bola matanya malas. Lagi-lagi ia mendapat cibiran dari Maminya. “Sebisa mungkin suami kamu itu kamu yang melyani. Jadi suami kamu itu nggak kabur-kabur terus. Nggak kapok apa?”
“Mami ...," ucap Kayla pelan. Dan akhirnya ia pun menangis. Tak tahan terus-terusan di salahkan atas kesalahan yang bukan semuanya berasal dari dirinya.
***
Aku harap kalian paham setelah kalian baca ini.
Ini aku ambil dari instagram @noveltoon_ind.
Novel itu sangat panjang dan lama. Novel itu, sudah dibuat oleh author sesuai plot yang sudah mereka susun. Jadi jangan minta di cepet-cepetin ya. Misal, thor suruh bucin dong, thor suruh ini dong, thor suruh itu dong!
Eh yang ada nanti malah keluar dari isi cerita yang sudah mereka susun sebelumnya.
Harap sabar, karena pasti akan di jelaskan secara terperinci. Yang biasa baca novel pasti paham ya.
Oh iya, ana ngajak kalian buat follow IG aku, mari berteman @ana_miauw
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah