NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Pipin

Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Memperistri Saya tidak?

Sepasang mata Shella mengerjap tak berkedip menatap kemegahan lobi utama kantor pusat Aliansyah Group. Pilar-pilar marmer yang menjulang tinggi, dinding kaca antipeluru, dan deretan teknologi canggih di sekelilingnya membuat tempat ini terasa seperti markas pahlawan super di film Hollywood.

"Jadi... ini kantornya? Gila, keren banget," gumam Shella takjub, menengadah menatap langit-langit lobi yang mewah.

'Dulu aku cuma bisa melihat gedung ini di majalah bisnis papan atas. Kalau dibandingkan dengan gedung ini... perusahaan bentukan aku dan Mas Bram dulu benar-benar tidak ada apa-apanya! Bak semut diculik gajah!' batin Shella, rasa kagum sekaligus miris berbaur di dadanya.

Setelah dituntun oleh staf resepsionis menuju lantai teratas menggunakan lift khusus, Shella langsung diarahkan menuju ruangan kerja sang CEO. Namun, baru saja tangannya hendak mengetuk pintu jati yang besar itu, pintu tersebut rupanya sedikit renggang, memperdengarkan suara perdebatan yang cukup nyaring dari dalam.

Di dalam ruangannya, Reygan sedang memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Di layar tablet besarnya yang menyala, tampak wajah seorang wanita paruh baya berpenampilan super elegan dengan sanggul rapi—Mama Reygan.

"Ma... bisa tidak sih, stop membahas soal calon mantu lagi? Lagian Mama kan tahu sendiri, aku sedang tidak butuh itu sekarang," protes Reygan, mencoba meredam suaranya agar tetap tenang.

"Tidak butuh bagaimana?! Kamu itu sudah tua, Reygan!" sembur sang Mama dari seberang panggilan video, tidak terima anak nya selalu lupa pasangan demi bekerja.

"Tua bagaimana, Ma? Aku baru tiga puluh tahun! Di dunia bisnis, usia tiga puluh itu baru memasuki masa keemasan!" bela Reygan tidak terima.

"Tetap saja di mata Mama kamu itu telat! Lihat adik laki-lakimu, Jonathan, dia sudah menikah. Kakak perempuanmu, Sakira, juga sudah. Nanti malam di acara makan malam keluarga, Sakira dan Jonathan akan datang membawa cucu-cucu Mama yang lucu. Sementara kamu? Kamu mau bawa apa? Selalu saja membawa berkas kerja dan laporan audit!"

Reygan mengembus napas tajam, dadanya naik turun menahan dongkol. "Tapi bukankah ini yang dari dulu Mama mau? Menjadikan aku sebagai pion utama Mama agar perusahaan Aliansyah Group ini maju pesat? Dan aku sudah melakukannya, Ma! Perusahaan kita sukses besar! Tapi lihat kelakuan dua anak kesayangan Mama itu, jangankan memikirkan bisnis, membantu di kantor saja mereka tidak pernah!"

"Mereka itu memang tidak seahli kamu dalam bekerja, Reygan. Makanya, tugasmu sekarang adalah memikirkan masa depanmu sendiri," tegas sang Mama, mengabaikan protes anaknya. "Mama tidak mau tahu, Mama akan carikan kamu pasangan. Kalau dalam waktu enam bulan ini kamu belum menikah... ingat ya, enam bulan lagi tepat hari ulang tahun Mama. Itu batas akhirnya!"

KLIK.

Sambungan video call itu diputus sepihak dari seberang sana.

Reygan melempar tabletnya ke atas meja kerja dengan pasrah. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran, lalu menarik napas dalam-dalam.

Sebagai pria gila kerja yang menghabiskan seluruh usia dua puluhannya di dalam ruang rapat, ia akhirnya terpojok di titik ini. Adiknya sudah punya dua anak, kakaknya punya satu anak. Sementara dirinya? Masih sibuk dengan dunia bisnis yang selalu ia yakini jauh lebih menarik dan menguntungkan daripada menghadapi drama wanita mana pun.

"Enam bulan ya... Ya ampun," gumam Reygan frustrasi pada dirinya sendiri. "Dikira mencari istri itu semudah membalikkan telapak tangan apa? Lagian... aku kan tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun selama ini. Bagaimana caranya?!"

"Ehem!"

Sebuah dehaman renyah mendadak memecah keheningan ruangan mewah tersebut. Reygan tersentak, langsung menegakkan punggungnya dan menoleh ke arah pintu.

Di sana, Shella sedang berdiri bersandar di daun pintu dengan kedua tangan melipat di dada. Seulas senyum seringai jail terukir jelas di wajah cantiknya, sementara matanya bergerak naik-turun menatap bos besarnya yang baru saja kena omel Ibu Negara.

"Siapa suruh kamu berdiri di sana dan menguping pembicaraan saya, hah?!" tanya Reygan galak, wajah tampannya mendadak memerah karena malu.

Melihat wajah bosnya yang salah tingkah, jiwa oportunis dan hobi menggoda Shella langsung meroket ke tingkat maksimal. Ia melangkah maju dengan gaya anggun yang sengaja dibuat-buat, mendekati meja kerja Reygan.

"Duh, Pak Reygan... tidak usah galak-galak begitu, nanti asmanya kumat lagi loh," goda Shella sambil tertawa ketiwi kecil.

"Lagian, saya tidak sengaja menguping ya. Pintu Bapak saja yang kurang rapat, merona sekali mendengar jeritan hati Bapak yang kebingungan mencari jodoh. Enam bulan ya, Pak? Waktu yang sangat sempit untuk seorang amatir dalam dunia percintaan seperti Bapak," ledek Shella, menaik-turunkan alisnya.

Reygan mendengus sinis, membuang muka. "Bukan urusanmu."

"Eits, tunggu dulu, Baginda CEO!" tahan Shella, menahan tawa. "Daripada Bapak pusing tujuh keliling mencari wanita fresh graduate yang belum tentu tahan dengan mulut cabe Bapak, kenapa Bapak tidak melirik ke depan sedikit? Di depan mata Bapak ini, ada berlian nganggur berkualitas internasional yang siap pakai, loh."

Reygan mengernyitkan dahi, menatap Shella curiga. "Maksudmu apa?"

"Gini, Pak... status saya sebentar lagi sah jadi janda kaya tanpa harta. Bapak butuh istri dalam waktu enam bulan demi menyelamatkan harga diri di depan Mama Bapak, sedangkan saya... butuh tiket balas dendam instan untuk membuat mantan suami saya jantungan!" seru Shella dengan mata berbinar penuh rencana licik.

Shella memajukan tubuhnya sedikit, berbisik dengan nada super menggoda. "Bagaimana kalau saya menawarkan diri jadi calon menantu kontrak Mama Bapak? Kurang baik apa saya? Cantik iya, pintar adu argumen iya, dan yang paling penting... saya sudah berpengalaman menghadapi pria berwajah patung seperti Bapak. Tertarik tidak, Tuan Reygan Aliansyah?"

1
Lili Inggrid
lanjut..
Pipin: mksih udh mmpir kk, siap ☺
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
semoga shella dpt yg lebih² segalanya dari reygan
Pipin: Kedepan kita liat alur nya kak 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
shella shella bucin emang bikin orang bego sih
Pipin: Dmana aja sama kk 😂
total 1 replies
Adinda
semoga shella didekatin CEO ganteng biar Reagan cemburu
Pipin: kwkwkwk, apa msukin tokoh lain ya 😍
total 1 replies
Firmahadi
halo bos ku izin mampir
Pipin: hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!