NovelToon NovelToon
Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Harsie Alive

Luna Christina seorang gadis mandiri, ceria dan baik hati namun sedikit bar-bar, rambut birunya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya. Dia terikat skandal dengan seorang pria lumpuh yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Ia terpaksa harus menikah dengan Gamaliel Park seorang pria dingin yang diselamatkannya. Tanpa Luna ketahui pria itu adalah CEO dari perusahaan terbesar di negeri ini.

Misteri dan masa lalu apakah yang akan terungkap melalui pernikahan mereka?

Akankah Luna mampu bertahan dengan Gama yang terpuruk? apa yang akan Gama lakukan untuk menguak misteri kematian keluarganya? silahkan dibaca!!!

Season 2

Bima si pria dingin yang sudah menginjak usia 34 tahun belum juga menemukan tambatannya hatinya, dia hanya pasrah dan tidak memikirkan hal itu, baginya menjalin hubungan dengan seseorang akan sama beratnya dengan membangun bisnis dengan perusahaan besar.

Suatu hari dia bertemu seorang gadis sedingin Es yang ternyata sama sama dikhianati oleh kekasih mereka masing-masing.

Cinta pertama Bima menikah dengan cinta pertama gadis itu, saat mantan mereka muncul dihadapan mereka masing-masing, meminta untuk kembali membangun hubungan, saat itulah keduanya menghancurkan kedua masa lalu mereka dengan cara menjalin pernikahan kontrak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Di dalam kamar Gama tampak menatap langit-langit ruangan itu, lampu tidur yang memproyeksikan bentuk bintang dan bulan di langit-langit kamar itu menambah kesan nyaman dan tenang disana.

Nuansa biru yang dominan serta tatanan ruangan yang meskipun kecil tetapi apik membuat siapa saja nyaman di dalam kamar kecil itu.

Gama melihat sekeliling ruangan itu, ingin rasanya ia bangkit dari kasur dan mengitari kamar itu, sebab banyak benda-benda unik terpasang di dalamnya. Tapi apa daya kakinya kaku tak bisa digerakkan.

Gama termenung, rasa kantuknya sudah hilang. Ia kembali mengingat bagaimana perjalanannya dari Jakarta dengan mobil listriknya padahal kondisi kaki lumpuh tak bisa digerakkan.

Ia kembali mengingat kejadian tadi sore, andai tidak ada Luna maka hidupnya sudah berakhir hari ini dihanyutkan oleh aliran sungai yang deras itu. Ingatannya tentang semua kejadian yang dilaluinya selama setahun terakhir berputar bagaikan film yang menyakitkan.

Air mata Gama mengalir kala mengingat senyuman kedua orangtuanya dan juga adik kecilnya. Potongan memori ketika mereka bermain di pantai, Mommy yang selalu menyuapinya meski umurnya sudah dewasa, Daddy-nya yang selalu menggodanya dan mengajaknya bermain catur di pinggir pantai bahkan adik kecilnya yang selalu meminta digendong olehnya.

"Gama rindu kalian," lirih Gama.

"Gama janji akan membalaskan kematian kalian, Gama akan cari tahu siapa otak di balik kecelakaan yang menimpa keluarga kita," gumam Gama sambil menatap langit-langit kamar itu.

"Tunggu pembalasanku Tiara, Alex! akan kubuat kalian menyesal telah melakukan semua ini pada keluargaku!" geram Gama.

Dendamnya harus terbalaskan, penghianatan yang dilakukan dua orang kepercayaannya menjadikannya pribadi yang datar dan kejam. Hari semakin larut, Gama tertidur dengan membawa pikirannya ke alam mimpi.

Lain halnya dengan Luna yang masih sibuk dengan barang jualannya. Sudah jam 11 malam namun gadis itu masih tampak aktif dan tidak lelah menyusun semua barang-barang jualannya.

Saat ia menatap keluar, dilihatnya mobil Gama yang terparkir.

"Astaga aku hampir lupa mobilnya harus disembunyikan, jika tidak warga akan curiga!" seru Luna.

Luna mengambil kunci mobil lalu memasukkan mobil itu ke dalam garasi rumah itu, meski sederhana, rumah itu mempunyai fasilitas yang lengkap sebab pasangan kakek nenek yang dulu tinggal disana mempunyai mobil, namun untuk memenuhi kebutuhan hidup akhirnya mobil mereka dijual.

Setelah memasukkan mobil ke garasi, Luna mengunci garasi dan kembali ke dalam rumah.

Luna masuk ke dalam kamarnya, rasa kantuk mulai menyerang dirinya sampai ia tidak sadar masuk ke dalam kamarnya sendiri dimana Gama tertidur.

Luna tidur di samping Gama, baru merebahkan tubuhnya, gadis itu langsung terlelap karena sudah sangat mengantuk, apalagi cuaca cukup dingin membuat rasa kantuknya semakin berat.

Luna menarik selimut yang dipakai oleh Gama lalu mendekatkan dirinya ke tubuh Gama tanpa sadar kini mereka tidur satu ranjang di bawah selimut yang sama.

Hari berganti menjadi pagi, sinar mentari dengan nakalnya menggelitik wajah tampan seorang pria yang tengah terlelap di dalam kamar.

Namun ada yang aneh dengan pria itu, tubuhnya berkeringat, bahkan pakaiannya sampai basah, wajahnya pucat dan keningnya berkerut menandakan pria itu tengah bermimpi.

"Mom, Dad, Anna arghh jangan! jangan! tolong kami arghh," racau pria itu sambil mengangkat tangannya seperti meminta pertolongan.

Seorang gadis berambut biru yang tengah terlelap akhirnya bangun ketika mendengar suara seseorang berteriak di sampingnya.

"Waduh dasar otak dodol kau Luna! kenapa malah tidur disini?" ucap Luna menepuk jidatnya saat menyadari ia tidur di samping Gama semalaman.

"Aduh dia kenapa lagi? Gamaliel bangun! hey bangun!" ujar Luna sambil menggoyangkan tubuh Gama berharap pria itu terbangun dari tidurnya.

"El bangun! astaga kau ini kenapa?" ucap Luna mulai panik saat menyadari tubuh Gama demam dan seluruh pakaiannya basah karena keringat.

"Bangun Gamaliel!" teriak Luna hingga akhirnya pria itu terbangun dan langsung terduduk, ia memegang kepalanya yang sakit sambil menunduk menetralkan perasaannya.

"Hah...hah, arghh kepalaku sakit," rintih Gama sambil memegangi kepalanya yang terasa berat dan pusing.

Luna memegang kening pria itu, ia melihat bahwa ada yang tidak beres dengan Gama sebab ada bercak-bercak merah di kulit wajahnya.

"Kau demam! hey apa kau alergi dengan kerang?" tanya Luna tiba-tiba.

Gama mengangguk pelan, tubuhnya terasa lemah dan tidak berdaya, kepalanya sakit dan tenggorokannya kering.

"Aduh dasar pria bodoh! kenapa kau tak bilang semalam, nasi goreng itu kucampur dengan kerang, aduh jadi begini kan! buka bajumu!" ketus Luna sambil mengambil handuk bersih dari dalam lemarinya.

Gama menatap heran gadis itu," untuk apa?" tanya Gama polos.

"Kau basah kuyup, nanti akan semakin parah," jawab Luna sambil mengelap keringat pria itu.

"Apa kau bawa baju ganti?" tanya Luna dengan wajah khawatir, ia masih mengelap keringat Gama dengan lembut.

"Tidak, aku tidak bawa," balas Gama sambil membuka kaos tipisnya yang sudah lembab karena keringat yang cukup banyak. Luna memalingkan wajahnya malu karena Gama membuka pakaiannya dihadapannya secara langsung.

"Haishh kenapa buka di depanku sih! ini lap sendiri, tunggu aku sebentar ambil pakaian yang muat untukmu!" ucap Luna sambil memberikan handuk yang dipegangnya tanpa menoleh ke arah Gama.

Gama menerima handuk itu sedangkan Luna sudah hilang entah kemana. Gama menatap handuk itu sambil tersenyum samar entah apa yang dipikirkan pria yang rambutnya agak panjang dan tidak terurus itu.

Luna kembali dari luar kamar dengan membawa satu set pakaian yang dirasanya pas untuk pria itu.

"Ini aku ada baju kebesaran sepertinya cocok untukmu, masih baru pakailah! itu hadiah dari turis yang berkunjung ke pasar, untuk celananya bahan katun dan kurasa akan muat untukmu," jelas Luna sambil menyerahkan pakaian itu dengan mata tertutup.

"Baiklah, terimakasih!" balas Gama dengan suara lemah.

Luna langsung keluar dari kamar, ia menarik napasnya perlahan untuk menetralkan perasaannya.

"Astaga mengapa tiba-tiba panas disini, hufftt," ucap Luna sambil mengipasi dirinya, ia berlalu menuju dapur untuk memasak makanan untuk Gama.

Dengan cepat dan tepat Luna menyelamatkan buburnya, ia meletakkan buburnya di atas nampan di tambah teh jahe untuk diberikan pada Gama.

Ia membawa makanan itu ke dalam kamar, lalu kembali lagi mengambil bakul berisi air dan juga handuk untuk kompres.

Luna duduk di atas tempat tidur, ia melihat Gama yang sudah berganti pakaian, perkiraannya benar pakaian itu sangat cocok dipakai oleh Gama.

"Berbaringlah!" ucap Luna sambil mengambil handuk basah dan memerasnya. Gama berbaring di atas tempat tidur, kepalanya terasa berat dan wajahnya terasa sedikit gatal.

"Kau menginaplah lagi hari ini, setelah benar-benar pulih baru kau pulang, alergi parah sekali, lihat ini semuanya berbercak butuh tiga hari agar ini pulih total," ucap Luna sambil mengompres tubuh Gama dengan lembut.

"Darimana kau tahu tentang itu semua?" tanya Gama penasaran.

"Adikku juga alergi kerang tapi dia lebih parah, kulitnya akan bentol bentol jika memakan kerang dan kacang tanah," jelas Luna.

"Ah begitu," ucap Gama dengan suara parau karena tenggorokannya terasa kering.

Setelah mengompres Gama, Luna membuat sandaran bantal untuk pria itu agar posisinya nyaman lalu mengambil bubur yang sudah tidak terlalu panas.

"Makanlah agar kau cepat pulih,"ucap Luna sambil menyendokkan bubur dan mengarahkannya ke mulut Gama.

"Aku bisa makan sendiri," ucap Gama pelan.

"Kau yakin? baiklah silahkan!" ucap Luna sambil menyerahkan mangkuk buburnya ke tangan Gama, lalu ia bangkit berdiri dan membawa bakul berisi air yang dia pakai mengompres tadi.

"Terimakasih dan maaf sudah merepotkan dirimu," ucap Gama sebelum gadis itu benar-benar keluar dari kamar itu.

"Jika kau sadar dirimu merepotkan, maka cepatlah sembuh dan jadilah berguna!" balas Luna.

"Pedas sekali omongannya," gumam Gama.

.

.

.

Like vote dan komen 😊

1
peri_cinta
kak q kembali lagi😂😂dulu sllu nungguin update sekrang malah maraton Mulu
markunah
cerita,x bagus AQ suka bngat.
Ilham Bay
Luar biasa
Ayujuli
ah keren author sempat sempat menyematkan ayat Alkitab 🥰
ahyuun.e
lebay bnget si luna bikin orang lain montang manting sana sini repot mkirin dia, dia enak"an ngumpet sante" nontonin di balik layar, dasar hati batu
Prih Wati: sensi amat buk tinggal baca dan nikmati aja,
total 1 replies
Dyah Oktina
ooo jd begitu ceritanya... para balita d libatkan.... keren thor ceritamu.... seru... sedih... ketawa.. tegang..
Dyah Oktina
lah cristo itu bukannya balita ya... kok d ajak masuk gedung penyekapan...
Dyah Oktina
edi ya thor... 🤭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
hahahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂 biasa aeeee author...
Dyah Oktina
seru ceritamu thor..... semangat...💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
wah..... kla beneran ada... pembullyan parah.. dan pihak pendidik diam.... terlalu.... 😭😭😭😭😭😡😡😡😡
Dyah Oktina
eh... mikha.. masa laki2 minta pertanggung jawaban
Dyah Oktina
d lipat2... buang k laut aja thor... biar d makan ikan hiu
Dyah Oktina
Ooo ooo ya Allah. ...aiden... kenapa jatuh mulu... ceroboh banget jd orang ya... benjol deh yuh jidat.. ngak ada kapok2 nya ya... jatuh kok sering... 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😂😂😂😂
Dyah Oktina
kagum ya mah..... 😂😂😂😂😂😂😂 sama mah... aku yg baca juga syok lihat kelakuan 2 geksrek... anak mama itu..
Dyah Oktina
aiden... 😆😆😆😆😁😁😁😂😂😂😂
Dyah Oktina
visualnya gama.... keren... juga luna.. ❤️
Sarah Alkansa
Yaa Alloh thor aq sampe ikutan nyesek 😭😭😭
Sarah Alkansa
gama jahat bngt iiih,, aq yg bacany aja ikut nyesek😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!