NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:798
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05

Maudy kini turun di depan sebuah gapura kampung bertuliskan Cilandak barat yang berada di Jakarta Selatan. Ia kemudian masuk ke dalam kampung itu tanpa memakai alas kakinya. Wajahnya membeku, saat ia baru sampai. Sebuah bendera kuning terpampang di depan rumahnya. Ia pun dengan cepat masuk ke dalam rumah sambil kebingungan.

"Siapa gadis itu, aku tak pernah melihatnya"

"Benar dia tampak asing di sini"

"Mungkin dia teman atau kerabat Maudy" Kedatangannya, membuat semua orang bertanya-tanya.

"Ada apa ini?" Tanya Maudy yang di dalam tubuh Aurora, kepada tetangganya, yang bernama mba Kumi.

"Apa kamu tidak tahu, bahwa Maudy putri Bu Mayang telah tiada?" Sontak Maudy pun langsung terjatuh ke lantai mendengar hal itu.

"Ini tidak mungkin, tapi aku di sini. Aku Maudy, bagaimana bisa kalian memakamkanku saat aku masih hidup? apa kalian semua gila?" Bu Mayang pun datang, dengan tangisannya, ia pun menghampiri wanita itu.

"Apa maksudmu, siapa kau. Jangan mengacau di pemakaman putriku! Aku bahkan tak pernah melihatmu. Pergi dari sini, atau ku panggilkan beberapa orang untuk menyeretmu keluar. PERGI!"

"Jadi sekarang, ibu bahkan membuangku?" Maudy kemudian menatap jendela di sampingnya.

"Apa karena tubuhku yang berubah? aku ini Maudy. Aku anak ibu"

"Bicara apa wanita gila ini" Ayahnya, kini juga turut keluar rumah, melihat istrinya yang benar-benar tengah rapuh. Malah harus berhadapan dengan wanita yang menurutnya tak waras.

"Pak, tolong bawa wanita gila ini pergi dari sini, dia hanya jadi pengacau di sini" Ucap Bu Mayang mengajak Pak Toha untuk menarik gadis itu pergi.

Mereka pun menyeret Maudy pergi dari sana. Saat itu ia pun melihat seseorang yang ia kenal, mereka sempat berpapasan. Itu adalah Jordan, pria itu datang dengan membawakan karangan bunga untuk Maudy, sekaligus melihat wajahnya untuk yang terakhir kali.

"Pak Jordan ini saya Maudy, tolong saya pak!" Maudy kini di seret pergi oleh beberapa orang. Tak ada satu pun yang mengenalinya, bahkan Jordan sekalipun.

"Pak Jordan"

Jordan tak mendengar ucapan itu, ia masuk dan memberi sapaan kepada adik Maudy.

Setelah sampai di depan gang kampung, Maudy di dorong keluar dari sana. "Jangan kembali atau aku tak segan untuk melaporkanmu kepada polisi!" Ancaman itu tak membuat Maudy jera. Ia berjongkok dan memeluk kaki ibunya sambil menangis.

"Ibu ini aku Maudy, dan aku belum mati"

"Apa kamu bahkan mengejek putriku sekarang, pergi dari sini! karena aku tak main-main dengan ucapanku" Setelahnya Bu Mayang menepis tangan Maudy dari kakinya dan pergi dengan Pak Toha kembali ke rumah untuk mendampingi putrinya, untuk terkahir kalinya.

"Ayah, apa bahkan ayah lupa pada putrinya sendiri? Ini aku Ayah, ini aku putrimu?!"

Pak Toha sempat berhenti, ia bahkan menoleh. Namun bagaimana mungkin jika putrinya itu dia, karena wajah dan tubuhnya pun berbeda. bahkan sekarang putrinya ada di rumahnya dan sudah meninggal.

Maudy tak kuasa menahan tangis, ia tersedu-sedu meratapi nasipnya yang begitu aneh.

Setelah itu pemakaman Maudy berlangsung dengan lancar, Maudy masih di sana. Ia menatap dari balik pohon besar yang berada tak jauh dari pemakaman.

Bahkan setelah para pelayat itu pulang, dirinya tetap di sana. Menunggu untuk semuanya benar-benar pulang dan kosong. Di tempat itu masih ada Ibu, adik dan ayahnya yang membuatnya semakin menangis pilu.

"Maudy, bagaimana kamu bisa berakhir seperti ini?"

"Maudy" Bu mayang benar-benar meratapi nasip putrinya, yang begitu tragis. Meninggal di usia semuda itu, pasti membuatnya benar-benar hancur.

Setelah 30 menit lebih bu Mayang bersama suami dan anaknya pun pergi. Di rasa Bu Mayang tak akan kembali lagi, Maudy pun menghampiri makam itu. "Apa ini aku? Bagaimana bisa aku berakhir seperti ini? Seharunya aku meninggal 3 tahun lagi, tapi kenapa jadi 3 tahun sebelumnya?"

"Ini benar-benar aneh, ada yang tak beres dari ini semua. Jika pria tadi menyebutku Aurora, itu pasti nama dari gadis pemilik tubuh ini."

Setelah dari pemakaman, Maudy melintasi trotoar sepanjang jalan dengan sempoyongan lantaran pikirannya yang kacau, serta kalut.

Tak jauh dari mobil yang ia kendarai tadi, rupanya beberapa orang menarik Maudy, menariknya dengan paksa. Lalu memasukkannya ke dalam sebuah mobil, yang kemudian pergi dari sana.

"Kalian siapa, mengapa kalian membawaku pergi?" Tanya Maudy pada beberapa orang berbadan tegap besar, dengan kaca mata hitam dan semuanya berpakaian jas rapi layaknya seorang bodyguard.

"Nona, mengapa Anda pergi dari rumah tanpa alas kaki? Tuan mencari Anda ke seluruh penjuru rumah dan tak menemukan Anda ada di sana."

"Siapa, maksudmu? aku?" Tanyanya dengan raut wajah kebingungan.

"Iya Nona, Tuan mencari Anda ke seluruh kota. Dia cemas, Anda kenapa-napa".

"Maksudmu siapa? aku bahkan tak tahu maksudmu?"

"Tuan Federic, beliau mencari Anda setelah mendapatkan laporan dari Nyonya Grace, bahwa anda pergi dari rumah".

"Siapa tuan Federic? lalu siapa itu Grace?" Ujar Maudy dalam hati dan terus bertanya-tanya pada pikirannya sendiri.

"Entahlah, lagian mengapa aku harus di sini? Bukannya sekarang aku seharusnya ada di surga. Apakah amalanku selama ini masih kurang sampai mati pun harus menjadi orang lain seperti ini?" Maudy terus berbicara dalam hati dan itu juga membuatnya begitu kesal tentang semua hal yang tak masuk akal ini.

*****

Rumah Kediaman Darren, kini beberapa mobil sedan hitam berhenti di pekarangan rumah besar itu.

"Lepasin, saya bisa jalan sendiri!"

"Tidak Nona, jika saya lepaskan Anda pasti akan kembali kabur". Pengawal itu tak percaya, sampai akhirnya Tuan Federic datang dan menyuruhnya untuk melepaskan tangan putrinya.

"Lepaskan tangan putriku! dia bisa kesakitan dengan itu". Ucap Tuan Federic yang baru saja keluar, dari dalam rumah.

"Aurora, bukankah papa sudah bilang. Jangan keluar sendirian, kamu itu anak papa. Kalau ada yang culik kamu bagaimana?" Tuan Federic memeluk putrinya cemas, ia bahkan mengelus rambut wanita itu dan membuatnya hanya bisa terdiam kikuk.

"Perasaan ini apa, padahal aku Maudy, tapi kenapa reflek tubuh ini tak sejalan denganku? Mengapa rasanya seperti pelukan ayah di rumah?" Ujar Maudy dalam hati.

"Ayo masuk, Papa sudah bawakan kamu oleh-oleh. Pokoknya Papa yakin, kalau Aurora pasti akan suka". Maudy hanya dapat mengangguk, ia kemudian masuk dan mendapati wanita yang sempat ia temui sebelumnya turun dari lantai dua dan langsung memeluknya.

"Anak mama. Kemarilah nak! kenapa kamu harus kabur seperti tadi? Apa kamu sakit? biar mama yang merawat kamu ok!" Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Grace pun langsung membuat Maudy bingung.

"Ini yakin suami istri, kalau bapaknya si aku percaya. Kalau ini serius emaknya? kenapa jadi mirip kakaknya. Terus kalau di lihat-lihat perbandingan wajahnya si mama ini malah kaya anaknya bapak ini dan bukan istrinya" Ujar Maudy dalam hati.

"Ayo sini, kita naik yuk! Papa kamu sudah bawakan banyak oleh-oleh untuk kamu, sama adik kamu".

"Jadi, si Aurora ini punya adik?" Batin Maudy lagi dan lagi.

Namun wanita itu hanya bisa mengangguk dan menuruti mereka berdua. Maudy benar-benar mendapatkan semua hadiah itu, mulai dari tas Dior, sepatu bermerek nike hingga baju semuanya merek calvin.

"Aurora, kau pasti bahagia hidup bagai putri di sini. Namun, kenapa harus aku. Dan pergi kemana jiwamu?" Hal itu terus terbersit di kepala Maudy, bagaimana tidak? hidup sebagai Aurora benar-benar impian bagi kebanyakan orang.

Kamar yang mewah, baju yang bagus, bahkan Sosok seorang ayah yang nyata.

"Ya, ini adalah kehidupanmu Aurora, dan bukanlah kehidupanku". Batin Maudy sekali lagi. Ia melihat kaca di depannya dan memakai bando bunga yang di belikan oleh sang papa.

***

Malamnya Maudy tidur lebih cepat, tak ada yang aneh dari itu, Waktu terus berjalan dan Maudy tertidur dengan pulas. Jam terus berdetak, hingga tepat di jam tengah malam. Detak jam itu berhenti tepat di angka 12.

Maudy tiba-tiba terbangun, benar-benar hening yang ia rasakan, tak ada satupun suara. Namun ada yang aneh, jam yang seharusnya berdetak pun kini diam.

"Apa jamnya mati?" Tanya Maudy kepada dirinya sendiri.

"Maudy"

"Siapa yang memanggilku?"

"Maudy"

"Siapa?"

"Maudy"

Ucapan itu terus terdengar, Maudy yang ketakutan pun mengambil lampu tidur yang berada di sampingnya dan mengangkatnya dengan kedua tangan.

"Maudy"

"Siapa kau, keluar sekarang. Aku tidak takut"

"Hai, aku di belakangmu"

Rupanya itu adalah sebuah cermin, namun Maudy benar-benar tampak sangat terkejut dengan itu.

"AAAAAAAAA" Ia bahkan menjerit kaget saat ia melihat bayangan Aurora yang memantul di cermin itu, dapat bergerak dengan sendirinya. Hingga membuatnya terjatuh ke lantai lantaran terlaku syok.

"Hai, kau baik-baik saja?" Suara itu, kali ini benar-benar terdengar sangat nyata. Maudy benar-benar dapat merasakannya.

"Tenanglah jangan takut. Aku tak jahat" Ucapan itu rupanya benar-benar berasal dari pantulan cermin tubuh Aurora.

"Siapa kau, kenapa kau ada di dalam cermin?"

"Ayo kita berkenalan, Aku Aurora. Wanita pemilik tubuh ini" Ucap Aurora dengan nada yang terdengar lembut.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!