Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.
Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.
Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.
#anakrahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Kemajuan Pesat
Cynara akhirnya kembali ke kantornya setelah pertemuan di JM Corporation yang cukup menegangkan. Bukan karena bertemu dengan pemimpin perusahaannya, tetapi karena pertemuannya dengan mantan suami yang sudah ketakutanp duluan.
Begitu memasuki ruangannya, ia meletakkan tas di atas meja dan duduk di kursi kerja yang selama beberapa tahun terakhir menjadi saksi perjuangannya.
Dulu, ia bahkan tidak pernah membayangkan akan memiliki ruangan sendiri seperti ini.
Sekarang siapa sangka, yang dulunya hanya wanita desa diremehkan oleh keluarga suami, kini malah memiliki perusahaan sendiri.
Meskipun bukan sebesar perusahaan JM Corporation. Tetapi Narendra Group berkembang jauh lebih cepat daripada yang pernah ia bayangkan.
Tok.
Tok.
Tok.
Pintu diketuk dari luar.
“Masuk.”
Seorang perempuan membawa beberapa berkas masuk ke ruangan. “Sudah selesai pertemuannya?”
Cynara mengangguk. “Sudah.”
Perempuan itu duduk tepat di hadapan Cynara. “Bagaimana?”
“Lancar.”
“Dengan CEO JM Corporation langsung?”
“Iya.”
Rania mengangkat alis tak percaya. “Alvin Mahendra?” Ia memastikan kembali.
“Iya.”
“Bagaimana orangnya?”
Cynara terdiam sebentar. “Ya, seperti yang sudah kita gambarkan sebelumnya. Semua orang mengatakan dia dingin. Dan itu tak bisa dipungkiri.”
Tiba-tiba, Cynara teringat kembali pada beberapa pertemuan sebelumnya, tanpa mengetahui identitas Alvin sebagai CEO JM Corporation. Dan, memang membuat Cynara cukup takut padanya.
Rania terkekeh. “Kata orang-orang dia memang begitu.” Ia pun membuka berkas yang dibawanya. “Kalau begitu, kita kembali ke urusan kita.”
Cynara mengangguk.
Rania mulai membuka laporan. “Pertumbuhan Narendra Group selama kuartal terakhir meningkat cukup signifikan.”
Ia menggeser beberapa lembar laporan ke hadapan Cynara. “Omzet naik hampir tiga puluh persen.”
Cynara membaca laporan tersebut dengan teliti. “Bagaimana dengan jaringan pemasok?”
“Bertambah.”
“Berapa?”
“Dua belas pemasok baru.”
Cynara mengangguk puas. “Bagus.”
“Dan jumlah klien kita juga meningkat.” Rania tersenyum.
“Kalau dibandingkan saat kita masih bekerja dari rumah dulu, ini sudah seperti mimpi.” Cynara ikut tersenyum kecil.
Ia masih mengingat masa-masa itu. Saat bekerja hanya menggunakan satu laptop, masa kuliahnya. Satu meja untuk berdua dengan Rania. Beberapa dokumen yang berdampingan dengan seorang bayi yang tertidur di saat ia sedang bekerja.
Naren.
Anaknya adalah alasan mengapa ia tidak pernah menyerah.
Rania melanjutkan, “Namun, kita masih belum bisa dibandingkan dengan JM Corporation.”
Cynara mengangguk. “Itu wajar.”
“Skala perusahaan mereka jauh lebih besar. Bukan berarti kita tidak bisa mengejar.”
Rania tersenyum. “Itu yang aku suka darimu.”
Cynara menatapnya. “Apa?”
“Lima tahun lalu, kamu masih perempuan yang baru saja keluar dari rumah mertuamu.”
Rania menunjuk laporan di hadapannya. “Sekarang kamu duduk di sini dan membicarakan bagaimana cara mengejar salah satu perusahaan terbesar.”
Cynara tertawa kecil. “Aku hanya tidak ingin Naren mengalami hidup yang pernah aku jalani.”
Rania diam dan mendengar.
Cynara menatap layar laptopnya. “Dulu aku tidak memiliki pilihan.”
“Sekarang? Aku akan memastikan suatu saat nanti anakku memiliki banyak pilihan.”
Rania tersenyum. “Kau berhasil.”
Cynara menggeleng. “Belum.”
Ia menutup laporan. “Masih banyak yang harus dibangun.”
Rania mengangguk. “Kalau begitu, ada satu kabar lagi.”
“Apa?”
“Kerja sama dengan JM Corporation berpotensi menjadi kontrak terbesar Narendra Group sejauh ini.”
Cynara menatapnya. “Kalau berhasil?”
“Perusahaan kita akan langsung naik satu tingkat lagi.”
Cynara tersenyum. “Kalau begitu, kita akan memastikan semuanya berhasil.”
Namun, di balik semua itu, Cynara sangat sadar bahwa pertemuannya dengan JM Corporation akan menjadi awal permulaan yang besar bagi perusahaan kecil ini.
Meski kemungkinan lain perusahaan itu juga akan membawanya kembali kepada orang-orang dari masa lalunya.
*bersambung*
terimakasih sudah update mskipun kondisi tidak fit