NovelToon NovelToon
Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Penikahan Kontrak / Pengasuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Reveca Díaz

Carter Bruce pernah kehilangan segalanya dalam satu malam—istri yang ia cintai pergi demi pria kaya, meninggalkannya sendirian bersama tiga anak kecil dan hati yang hancur. Kini ia bangkit sebagai pengacara paling ditakuti di dunia hitam, tangan kanan seorang bos mafia, seorang pria berdarah dingin yang dijuluki "Sang Algojo". Kekayaan, kuasa, dan ketakutan tunduk di kakinya. Hanya satu hal yang tak bisa ia beli: sebuah keluarga yang utuh.

Meghan Pirs hanyalah seorang guru TK muda, yatim, dan berhati lembut—sampai takdir mempertemukannya dengan si sulung Carter yang manis, lalu dengan sang ayah yang dingin dan berbahaya. Ketika hidup Meghan runtuh dan ia terdesak tanpa pilihan, Carter menawarkan sebuah kesepakatan yang mustahil ditolak: menikah dengannya, berpura-pura menjadi pasangan penuh cinta selama satu tahun. Tak lebih.

Tapi tak ada yang memberi tahu mereka betapa berbahayanya berpura-pura mencintai seseorang—karena kadang, kepura-puraan itu berubah menjadi sungguhan.

Di antara pelukan hangat anak-anak yang memanggilnya "Mami", ancaman dari musuh-musuh yang mengintai dari kegelapan, dan rahasia masa lalu yang tak sanggup mereka lupakan, Meghan dan Carter mulai menemukan sesuatu yang tak pernah mereka duga. Namun dunia mafia tak pernah tidur, dan setiap orang yang berani menyentuh keluarga Sang Algojo akan belajar satu hal dengan cara yang paling mengerikan: tak ada yang boleh menyentuh apa yang menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Reveca Díaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Kembar Pulang ke Rumah

Perawat itu meninggalkan kamar, membiarkan keluarga itu berkumpul. Sepasang kembar yang lebih tua memandang si kembar bayi dengan penasaran, dan ekspresi wajah mereka sungguh menggemaskan.

"Bagaimana kau tahu mana Jaiden dan mana Jordan?" tanya Yulisa.

Carmen tersenyum pada cucunya. Si kembar itu identik; membedakan mereka akan jadi persoalan tersendiri.

Meghan mengamati kedua bayinya. "Kau benar, Yulisa. Karena itu, selagi mereka masih kecil, mereka akan mengenakan pakaian yang membedakan mereka sampai kita bisa menemukan perbedaannya dengan jelas, karena pasti ada."

"Mami, kapan kita pulang?" tanya Yulisa.

"Besok kita pulang ke rumah," jawab Meghan.

"Nenek, kita harus menyiapkan kejutan untuk Mami," kata Donovan.

"Iya, sayang, nanti setelah sampai di rumah," sahut Carmen.

"Jadi bukan kejutan lagi, dasar bodoh," celetuk Alejo.

Para orang dewasa tertawa mendengar celoteh anak-anak. Setelah beberapa saat, Carmen membawa anak-anak pulang, sehingga tinggal Meghan dan Carter berdua bersama si kembar.

"Kau tahu, sayang, kalau kuperhatikan mereka, aku setuju dengan Yulisa. Mereka bagai pinang dibelah dua," kata Carter.

Meghan mendekati boks bayi dan mengamati keduanya dengan teliti, hingga ia menemukan tahi lalat kecil di telinga Jaiden. Meski begitu, membedakan si kembar memang akan sulit.

"Kau benar, sayang. Lihat telinga kanan Jaiden," ujar Meghan.

Carter memperhatikan dengan saksama lalu tertawa. "Kuharap kepribadian mereka berbeda, karena kita akan repot kalau hanya itu yang membedakan mereka."

Meghan pun ikut tertawa. Semua orang benar; membedakan si kembar akan jadi persoalan tersendiri.

Keesokan harinya, setelah dokter anak memeriksa si kembar, mereka diizinkan pulang dari rumah sakit. Setibanya di rumah besar itu, sebuah acara kecil menyambut mereka lengkap dengan spanduk ucapan selamat datang. Dimitri dan istrinya, Jelena, hadir di sana, karena mereka akan menjadi wali baptis si kembar.

Acara penyambutan itu berubah menjadi obrolan bisnis, hal yang sudah menjadi kebiasaan setiap kali Carter dan Dimitri berkumpul.

Jelena memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang dengan Meghan. Ia menjelaskan setiap detail tentang organisasi, sesuatu yang penting bagi Meghan karena ia adalah istri dari bos tertinggi kelompok itu. Jika terjadi perang antargeng mafia, ia harus siap dan tahu cara melindungi diri sendiri dan anak-anaknya.

Meghan mendengarkan dengan saksama semua yang diceritakan Jelena, dan ia berniat melanjutkan latihan bela diri dan menembaknya, agar bisa melindungi dirinya sendiri dan anak-anaknya bila diperlukan.

Meghan juga memikirkan soal polisi dan perlunya jalan keluar seandainya mereka punya bukti untuk menjerat Carter. Maka ia mulai berencana melakukan beberapa investasi atas namanya sendiri untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat. Jelena mengatakan itu keputusan terbaik; ia sendiri melakukan hal yang sama dan punya investasi pribadi.

Keesokan harinya, setelah mengurus anak-anak, Meghan mulai mencari tahu apa yang bisa ia jadikan investasi. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk membuka sekolahnya sendiri.

Carter pulang kerja dan mendapati Meghan tampak antusias di depan komputer. Ketika mendekat dan melihat apa yang sedang dikerjakannya, ia jadi penasaran.

"Sedang apa, sayang?" tanya Carter.

"Aku sedang melihat perizinan yang kubutuhkan untuk membuka sekolah," jawab Meghan.

"Kenapa tiba-tiba?" tanya Carter.

"Aku ingin mulai punya bisnis sendiri," ujar Meghan.

Carter memperhatikannya, tetapi tak berkata apa-apa. Ia hanya mendukung istrinya untuk melanjutkan rencananya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!