NovelToon NovelToon
Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuji Lisa

Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Jessica terus memperhatikan lelaki yang terus mondar mandir dihadapannya. Sebenarnya sedang apa sih Abangnya ini? Dari tadi mondar-mandir terus kaya itrikaan.

"Abangku yang paling ganteng di dunia! Lo ngapa dah? Dari tadi mondar-mandir mulu kaya setrikaan?" Tanya Jessica sambil merebahkan tubuhnya kesofa.

"Lo mau nikah kan ya seminggu lagi?" Tanya Rio.

Mata Jessica menyipit. Terus kalau dia yang mau nikah kenapa Abangnya ini yang lebay.

"Iya, terus kenapa sih Bang?"

"Gua bingung, Lo mau nikah seminggu lagi, lah gua belom punya pasangan. Ya malu tau gua!! Masa adek gua udah duduk anteng dipelaminan, lah gua masih sendiri ke kondangan." Rio mendudukkan bokongnya ke sofa disamping adiknya dengan wajah frustasi.

Oh jadi Abangnya itu dari tadi mondar-mandir terus karena itu, maklum lah jomblo sekarat. Jadi agak alay.

"Tumben? Biasanya juga biasa-biasa aja kalau sendiri," Jawab Jessica santai dengan tangan yang sibuk memasukan keripik singkong kemulutnya.

"Yee geblek. Biasanya kan gua kalau ke kondangan selalu ngajakin Lo, lah ini Lo mau nikah njir, terus gua gimana? Ngenes amat ya hidup gua."

"Makannya jangan pacaran mulu sama kertas-kertas, ribet kan jomblo. Untung gua mau nikah, meski pun dengan lewat perjodohan sih. Yang penting gua punya nanti setelah nikah punya suami ganteng sama sultan."

"Giliran tau aja yang dijodohin sama yang ganteng, Lo langsung anteng. Lah pas belum tau bentukkannya, udah kaya kucing kebelet kawin," celetuk Rio.

"Sembarang Lo kalau ngomong, Bang," Ujar Jessica dengan gaya tidak anggunnya, melesatkan bantal sofa ke wajah tampan Abangnya.

Rio mengumpat, sungguh kurang ajar sekali adiknya ini. Ingin sekali Rio menggerprek adiknya ini. Tapi jangan! Meski pun agak gesrek dan kelakuannya kaya setan, adiknya ini tetap adik kesayangannya.

"Kasih solusi kek! Gua sama siapa entar."

"Emm, Abang tau Anggun gak, temannya Jessica?" Tanya Jessica.

Mata Rio berputar berusaha mengingat siapa yang disebutkan adiknya barusan.

"Ohh.. temen Lo yang kalem itu kan, dek?" Sahut Rio sambil menepuk pundak Jessica.

Spontan Jessica langsung tersedak. Apa Rio ini ingin membunuh adiknya yang cantik jelita ini?

"Sorry-sorry dek, replek Abang. Suer deh" Ucap Rio merasa kasihan sama adiknya itu.

"Bilang aja Lo iri, gua lebih duluan nikah dari pada Lo. Jadi mau bunuh gua kan? Biar gak jadi nikah adik Lo ini?" Jessica melotot kearah Rio.

"Serem bener kalau adek gua udah ngamuk, udah kaya Lucintaluna aja," Batin Rio.

"Kagak elah, fitnah mulu Lo, dek. Meskipun Lo agak koslet kaya tiang listri, tapi Lo tetap adik kesayangan gua," Ucap Rio tulus.

Mata Jessica menyipit. Menatap mata Abangnya, mencari apakah ada kebohongan, tapi jika dilihat memang abangnya itu sedang jujur.

"Serah deh, jadi lo mau gak sama Anggun? Biar entar gua yang chat langsung tuh anak."

"Mau deh. Kan lumayan dia manis. Yang penting jangan sama yang lemot itu, siapa namanya?" Rio berusaha mengingat-ingat nama teman adiknya yang lumayan Lola itu.

"Viola. Lemot-lemot gitu dia banyak yang ngejar-ngejar sama cowok, lah Lo sih emang ganteng, tapi Lo gak laku."

Apa katanya? Gak laku? Itu adalah kesalahan terbesar. Padahal kalau Rio mau. Rio tinggal berkedip sebelah mata, pasti cewek-cewek langsung ngeces liatnya. Lisa Blackpink aja kalau dia melambaikan tangan langsung nempel.

"Enak aja tuh mulut, gini-gini Lisa Blackpink pernah suka sama gua."

"Bang, Lo kayaknya harus berhenti deh ngemilin micin. Halu mulu Lo perasaan."

"Lo gak nyadar? Lo itu lebih parah dari gua agus." Jessica cengegesan.

"Oke deh, entar gua chat Anggun. Tapi kalau dia mau ya, kayanya dia mau deh. Soalnya gua sering perhatiin dia selalu senyum-senyum liat poto lo, Bang."

Rio terkesiap, benar bukan pesonanya tidak kalah dengan Songkang."Beneran?" Tanyanya antusias.

"Iya, tapi awas aja Lo. Cuman baperin dia, tapi Lo gak tanggung Jawab. Gua pites Lo bang! Gak perduli Lo Abang gua," hardik Jessica.

"Oke siap adikku sayang, sebenarnya gua juga suka sama dia. Eh, tapi gua minta no watshaf dia aja deh, biar gua yang chat dia. Biar kentel."

"Oke, entar gua kirim kontaknya. Princes Jessica mau tidur, Bye."

Rio langsung melempar bantal sofa kearah adiknya. Tapi dengan cepat Jessica mengelak sambil cengengesan, anak siapa sih dia? Centilnya itu loh! Kepedeannya tinggi amat.

***

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, yaitu hari pernikahan Jessica dan Rey. Semua persiapan pernikahan sudah seratus persen dan hanya tinggal menunggu ijab qabul saja.

Pernikahan Jessica dan Rey diadakan di sebuah gedeng secara besar-besaran dan sangat mewah. Acara ini dihadiri oleh keluarga dekat dan rekan bisnis keluarga Jessica dan Rey, keluarga Rey pun tidak memperbolehkan ada yang tau para wartawan ia akan menikah. Tapi ketiga sahabatnya Jessica tetap diundang, sedangkan yang lain. Biarkan ini menjadi sebuah rahasia.

Saat ini Jessica sedang didandani di ruang make up. Tidak butuh waktu lama untuk mendandaninya karena ia mau make up yang natural. Dan aslinya juga ia sudah cantik. Setelah selesai didandani, Jessica segera memakai gaun pernikahannya.

Setelah Jessica selesai, Rey pun sudah bersiap untuk mengucapkan ijab qabul didepan Ayah Jessica.

"Sayang, ingat pesan Bunda ya, sekarang kan kamu akan jadi seorang istri. Kamu harus jadi istri yang baik untuk suami kamu, layani suami kamu dengan baik dan jangan membantah suami kamu. Karena surga seorang istri ada pada suaminya, mau mengerti, nak." Nasehat Sarah.

"Iya Bun, Jessica bakal berusaha jadi istri yang baik." Jessica mulai sedih tak terasa air matanya jatuh.

"Maafin Bunda sama Ayah juga, karena kamu menikah sebab perjodohan. Tapi kami melakukan ini demi kebaikan kamu juga," Ucap Sarah tersenyum lembut pada putrinya.

Jessica memeluk Bundanya sambil menangis. Tentu saja hal ini membuatnya terharu apalagi ia harus berpisah dari keluarganya dan tinggal bersama Rey. Tak lama kemudian Rio datang menghampiri Bunda dan adik kesayangannya.

"Kok adek bang yang jelek dan ngeselin ini nangis sih?" Ucap Rio sambil mencubit pipi adiknya.

"Abang mah," rengeknya.

"Hehe becanda. Adek abang ini memang cantik. Nggak terasa ya, kamu itu udah nikah. Padahal kayaknya batu kemarin kamu itu dek masih main-main sama Abang, manja sama Abang, berantem terus sama Abang, lucu dan gemesin deh pokonya," Ucap Rio yang membuat Jessica merasa sedih.

"Tuh kan, gara-gara Abang Jessica jadi sedih," Ucap Jessica sambil mengerucutkan bibirnya.

"Ututu, sini abang peluk." Jessica langsung memeluk abangnya. Walaupun sering berantem kaya Tom and Jerry, tapi abangnya selalu perhatian dan sayang padanya.

"Abang sayang banget sama kamu, jadi istri yang baik ya," Ucap Rio dan Jessica hanya mengangguk sambil menghapus air matanya.

Sementara Rey, sekarang ia sedang menjabat tangan dengan Ayah Jessica, untuk mengucapkan ijab qabul.

"Saudara Reyhan Dhaval Anderson, saya nikahkan engkau dengan putri saya Jessica Margaret binti Wiliam Mahendra dengan mahar uang 590, 9 miliar, emas 1.538. 000 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."

"Saya terima nikahnya Jessica Margaret binti Wiliam Mahendra dengan mahar tersebut dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sahhh!!"

"Alhamdulilah..."

Jessica yang mendengar kata 'sah' tersebut memejamkan matanya dan menangis. Sekarang statusnya adalah seorang istri dari Reyhan Dhaval Anderson. Entah apa yang ia rasakan saat ini, jujur saja ia bingung. Alangkah ia harus merasa bahagia atau bersedih.

Sedangkan para tamu melongo dan syok saat mendengar mahar Jessica yang sangat pantasis.

"Gila si Jesi, beruntung banget punya suami konglomerat," celetuk Amel kagum.

"Anjir, merinding gua denger maharnya," timpal Anggun.

"Nanti anak Jessica sama pak Rey udah gak perlu mikirin buat beli pempers atau lainnya, udah pasti langsung tring tinggal beli," tambah Viola.

"Ayo sayang kita susul suami kamu," ajak Sarah.

Jessica berjalan didampingi Bundanya menuju ke arah Rey, suaminya. Semua orang tertuju pada Jessica, sedangkan ia hanya menunduk malu. Sampai ia duduk disebelah Rey pun, Jessica masih saja menunduk. Ada perasaan deg degan juga yang ia rasakan sekarang saat duduk disebelah Rey yang berstatus sebagai suaminya sekarang.

"Ayo sayang, salam suami kamu," ucap Wiliam.

Jessica menyalami tangan suaminya dengan perasaan ragu-ragu dan malu yang menjadi satu. Lalu Rey mencium kening istrinya. Mungkin sekarang pipi Jessica sudah merah karena ia merasa malu. Setelah itu Rey memasangkan cincin berlian dijari manis Jessica, begitu pula sebaliknya dengan Jessica.

Setelah selesai ijab kabul, Jessica dan Rey melakukan sungkeman dan bersiap untuk acara resepsi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!