NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal

Rumah mewah dua lantai itu terlihat ramai dengan iring-iringan orang berpakaian batik. Beberapa motor sudah terparkir di depan rumah. Tak lupa dengan sebuah mobil bak terbuka juga ada di sana. Isi di dalam mobil bak terbuka itu adalah sayuran dan buah-buahan. Mereka akan melamar seorang gadis yang tinggal di rumah mewah itu. Rumah salah satu putri dari seorang manager di sebuah perusahaan. Seorang laki-laki turun dari mobil bak terbuka dengan memakai setelan pakaian batik didampingi oleh orangtuanya.

"Ini nanti oleh-oleh buat Salsa dan keluarganya diturun..."

"Selamat siang, Pak Kio dan keluarga. Silahkan masuk, kami sudah menunggu sedari tadi di dalam." ucap seorang laki-laki paruh baya yang merupakan pemilik dari rumah itu. Dia adalah Ayah Riko Fathurrahman.

"Selamat siang, Pak Riko. Mohon maaf kalau kami sudah membuat Bapak dan keluarga menunggu," ucap laki-laki yang merupakan calon besan dari Papa Riko. Dia adalah Papa Kio Arkana Pramudya.

"Saya sedang memerintahkan keluarga untuk menurunkan oleh-oleh buat Salsa dan keluarganya," lanjutnya dengan nada dinginnya.

Ayah Riko yang niatnya menyindir itu pun sedikit terkejut mendengar nada bicara dari calon besannya. Apalagi tatapan tajamnya membuat dia sedikit gemetar. Namun Ayah Riko langsung mengalihkan pandangannya ke arah seorang laki-laki dewasa berusia 32 tahun yang hanya berdiri di samping wanita paruh baya. Dia adalah calon menantu dari Ayah Riko, Bian Gavriel Pramudya. Ayah Riko menatap aneh pada Bian yang terlihat begitu rapi tapi membawa oleh-oleh buah dan sayuran. Tidak ada tas dan perhiasan mewah sebagai bawaan untuk melamar anaknya.

"Mari silahkan masuk," ucap Ayah Riko pada semua keluarga Bian yang datang. Tidak enak juga kalau berbicara di depan rumah. Apalagi tetangga sangat kepo dengan acara lamaran itu.

"Mukanya nggak enak banget waktu melihat oleh-oleh yang kita bawa," bisik seorang wanita paruh baya yang ada di samping Bian. Dia adalah Mama Mila Karisya.

"Mungkin dia tidak menyangka kalau akan dibawakan sayur dan buah," ucap Bian dengan santai.

Bian sengaja ingin membawa buah dan sayuran hasil panen kebun miliknya. Menurutnya ini sangat unik dan beda dari lainnya. Namun dia juga sudah menyiapkan perhiasan di dalam tas milik Mamanya. Bian sudah berpacaran dengan anak bungsu dari Ayah Riko yang bernama Salsa Tariana selama 4 tahun. Bian berencana untuk melamar Salsa karena perempuan itu baik dan menerima statusnya sebagai duda dua anak. Walaupun selama pacaran, Salsa sama sekali belum pernah bertemu dengan kedua anaknya. Baru lah nanti setelah lamaran, dia akan mengenalkan Salsa pada kedua anaknya.

Bian mengenal Salsa saat dirinya mengirimkan bibit tanaman sayuran dan buah untuk penelitian ke kampus. Kebetulan Salsa saat itu sedang istirahat saat OSPEK. Salsa yang suka dengan tanaman pun tanya-tanya pada Bian. Akhirnya Salsa dan Bian semakin dekat kemudian pacaran. Apalagi wajah Bian yang tampan, sama sekali tidak terlihat seperti duda beranak dua. Salsa hanya tahu bahwa Bian ini mempunyai toko sayuran dan buah, serta menjual bibit tanaman. Bahkan selama pacaran, Bian juga yang mengeluarkan biaya kuliah untuk Salsa. Setelah Salsa lulus kuliah, Bian berniat melamarnya.

"Kamu bawa oleh-oleh lamaran dalam bentuk sayur dan buah? Yang benar saja. Walaupun kamu punya toko sayuran dan buah, tapi bawaannya nggak gini juga dong." seru Ayah Riko tiba-tiba setelah Bian dan orangtuanya masuk ke dalam rumah.

"Apa? Bawaan lamarannya sayuran dan buah?" seru dua orang perempuan yang baru saja datang. Mereka adalah Mama Maya Andewi dan Salsa. Keduanya terkejut mendengar ucapan Ayah Riko.

"Percuma dong aku bikin dekorasi cantik begini kalau lamarannya cuma dibawakan sayuran dan buah. Harusnya bawa perhiasan atau barang branded," seru Salsa tak terima. Ruang tamu memang dipasang dekorasi yang cantik, walaupun baru acara lamaran saja.

"Kalau nggak ada duit, tokonya jual aja buat bel..."

"Kamu juga bodoh banget sih, Salsa. Kenapa mau sama orang yang punya toko kecil begitu? Seharusnya kamu tuh cari calon suami yang seorang pengusaha. Mana calon mertuamu itu pakai tas KW lagi? Aduh... Malu Mama tuh," omel Mama Maya menyela ucapan Salsa.

Cukup...

Sentakan dari Bian begitu menggelegar di ruang tamu. Dia tak terima jika sampai orangtuanya dihina. Tas yang dipakai oleh Mama Mila memang sedikit lusuh karena barang lama. Namun jika orang tahu fashion, pasti akan paham kalau ini bukan tas KW. Dia tak menyangka kalau Salsa akan menghinanya ketika melihat barang bawaan saat lamaran. Padahal itu hanya oleh-oleh saja, bukan barang utama. Namun justru ini keberuntungan untuk Bian karena bisa mengetahui sifat asli dari Salsa dan orangtuanya. Mungkin selama ini mereka baik karena Bian bisa dimanfaatkan untuk membayar kuliah.

"Jika memang kamu tidak mau menjadi istriku, tak masalah. Tapi jangan pernah menghina orangtuaku," ucap Bian dengan nada datarnya. Sebenarnya perasaan Bian sudah tidak enak saat bertemu dengan Ayah Riko di halaman rumah tadi.

"Ya sudah, pulang aja sana. Kita juga putus ya, nggak usah jadi kita lamaran. Aku pikir kamu yang udah bisa membiayai kuliahku ini, masih ada duit banyak buat kasih lamaran atau pernikahan mewah. Nyatanya malah bawa sayuran dan buah-buahan dari toko kecilmu itu," ucap Salsa dengan hinaannya.

"Astaga... Jadi ini hasil dari kasih uang kuliah setiap semesternya, Bian? Kok kelihatan tidak berpendidikan. Kamu salah pacaran sama ini orang, Bian." ucap Mama Mila sambil menggelengkan kepalanya.

"Enak saja. Saya berpendidikan ya, Tante. Nyatanya saya lulus kuliah tepat waktu," ucap Salsa membanggakan dirinya sendiri.

"Lulus kuliah dari biaya anak saya saja bangga. Lulus kuliah dari hasil kerja keras orangtuamu atau dirimu sendiri gitu baru bangga. Kamu tuh pintarnya cuma merayu laki-laki agar terperangkap dalam jebakanmu," ucap Mama Mila dengan tatapan tajamnya.

"Lho... Kan sebagai perempuan emang harus begitu. Bisa merayu laki-laki, tapi anakku salah. Dia malah merayu laki-laki miskin," ceplos Mama Maya dengan ucapan pedasnya.

Papa Kio yang mendengar segala hinaan untuk anak dan istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia bukannya tak mau membela, hanya saja ini yang berbicara adalah seorang perempuan. Sedangkan Ayah Riko terlihat tersenyum penuh arti setelah melihat apa yang terjadi pada lamaran Salsa. Dia seperti mempunyai rencana lain setelah Salsa tidak jadi menerima lamaran dari Bian.

"Hentikan perdebatan ini. Lamaran ini akan tetap lanjut," ucap Ayah Riko dengan yakin.

"Ayah..." seru Salsa dan Mama Maya tak terima dengan keputusan Ayah Riko. Namun Ayah Riko tak peduli dengan ocehan dari anak dan istrinya.

"Tapi bukan melamar Salsa. Melainkan anak saya yang lain, namanya Aluna." ucap Ayah Riko membuat Salsa dan Mama Maya membulatkan matanya.

Apa?

1
E F
lg gpp bgtt thor🤭😄💪😍
Sani Srimulyani
udah mending pindah sekola aja. biar tau rasa tuh si Dayat.
Sani Srimulyani
kamu emang ga cocok temenan sama mereka Reyhan. bener kata loba mereka itu bisa bawa pengaruh buruk buat kamu.
Novita Sari
Alhamdulillah lova n rayhan udah membela aluna..
Novita Sari
ayo lova mana suaranya jawab pak dayat biar kena mental anak kecil......😄😄😄
Sani Srimulyani
sombong banget nih orang, ga pantes dia dijadiin guru. bukannya ngasih motivasi ke anak malah jatuhin mental anak 😡
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ya ampun, kok ada ya guru ngomongnya begitu, emang setiap siswa harus bisa semua pelajaran?!

coba klau anaknya Pak Dayat digituin, emang mau nerima? yang ada Pak Dayat juga bakalan emosi sama seperti Bian.


klau ngomong tuh disaring dulu Pak, jangan asal ceplos aja, emang semua orang bisa nerima apa yang bapak ucapkan?! /Panic//Drowsy/
Sani Srimulyani
tenang aja bentar lagi juga Aluna bisa lihat lagi.
Novita Sari
feeling lova top gak bisa ragukan
..
Ita Xiaomi
Meriah klo ada Lova😁
Ita Xiaomi
Banyak triknya nih batita🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
gelut mulu nih lopa sama papanya....🤭
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣dikira naga apa.
E F
lg thor🤭😄💪💪🙏😍
Nisa Via
ada aja akalnya si Lobak nich😂😂😂
E F
🤭🤭😄😄
🙏😍💪
Novita Sari
lova gak ada yang bisa ngelawan cerewetnya lopa..
Sani Srimulyani
bijak banget sih Luna padahal dia juga baru pertama berhadapan dengan anak kecil.
Novita Sari
lova lucu n gemes.....lanjut lova jadi penengah untuk orang yang jadi macan Hhhh
Sani Srimulyani
jangan harap kamu bisa balik sama bian lagi salsa. ga akan diterima kamu sama keluarga mereka, palagi sama 2 bocil.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!