NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: NAMAMU LIAN YUE

Desisan ribuan ular di lantai Kuil Seribu Bayang kian nyaring, menciptakan aura intimidasi yang mampu merontokkan mental manusia biasa. Namun, Shen Rui tetap berdiri tegap di ambang pintu, cengkeramannya pada gagang Pedang Zhaoyang tak berkurang sedikit pun. Ular hijau raksasa yang melilit tubuh sang perempuan menegakkan kepala tinggi-tinggi, rahangnya terbuka lebar dengan taring panjang yang meneteskan bisa berbahaya, siap meluncur menerkam jika Shen Rui mengambil satu langkah salah.

"Mundurlah, Pemburu Paviliun Tianjian!"

sebuah suara wanita yang tajam dan dingin mendadak bergema dari kegelapan di atas pilar batu kuil.

Sesosok bayangan melompat turun dari ketinggian, mendarat anggun di depan perempuan bersisik perak itu. Ia adalah seorang wanita bergaun hijau lumut yang ketat, dengan manik mata berwarna hijau zamrud berkilat berbahaya. Di sekeliling leher dan lengannya, terukir tato sisik ular hijau yang hidup dan bergerak perlahan di atas kulitnya.

Ia adalah Qing Luo, siluman ular hijau tingkat tinggi.

Qing Luo merentangkan tangannya, memasang gestur melindungi perempuan di belakangnya. Matanya menatap pedang perunggu di tangan Shen Rui dengan kebencian dan kewaspadaan yang amat mendalam.

"Qing... Luo?" bisik perempuan bersisik perak itu dari belakang. Kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirnya, refleks alami yang mengejutkan dirinya sendiri.

Wanita bergaun hijau itu menoleh sejenak, tatapan tajamnya mendadak melembut penuh rasa hormat dan kesedihan yang mendalam. "Ya, ini aku. Akhirnya kau terbangun setelah seribu tahun terlelap..."

Qing Luo kembali menoleh pada perempuan itu, menyentuh jemari tangannya yang dingin dengan sangat hati-hati. "Dengarkan aku. Kau tak perlu takut pada bayang-bayangmu sendiri. Kau bukan manusia tanpa arah. Namamu Lian Yue."

"Lian... Yue?" perempuan itu mengulang nama tersebut pelan. Setiap suku kata rasanya seperti kunci tua yang memutar kunci berkarat di dalam dadanya. Rasa hangat sekaligus rasa sakit yang menusuk kembali bergolak di balik pelipisnya.

"Lian Yue..." Shen Rui bergumam rendah. Nama itu terdengar bagai bisikan dari kitab-kitab kuno Paviliun Tianjian—nama yang disebut-sebut dalam catatan sejarah terlarang sebagai ancaman terbesar yang pernah menggetarkan benua seribu tahun silam.

"Jangan sebut namanya dengan mulut motormu itu, Manusia!" bentak Qing Luo murka. Aura qi hijau pekat meledak dari tubuhnya, membuat debu dan dedaunan kering di pelataran kuil terlempar ke udara. Ular hijau raksasa di bahu Lian Yue meraung keras, menghempaskan gelombang angin mistis ke arah pintu kuil.

Shen Rui menggeser posisi kakinya, mengangkat Pedang Zhaoyang untuk menahan gelombang qi tersebut. Cahaya perunggu pedangnya berkilat memotong aura hijau milik Qing Luo.

"Jika dia memang siluman yang dicatat oleh perguruanku," kata Shen Rui dengan suara rendah yang berbahaya, "maka tugas utamaku adalah membawanya atau memusnahkannya di tempat ini."

"Memusnahkan?" Qing Luo tertawa sinis, tawa yang penuh dengan kepahitan. "Kalian orang-orang Paviliun Tianjian selalu mengulang kebohongan yang sama dari generasi ke generasi! Kau tidak tahu apa-apa, Pemuda!"

Qing Luo mendadak menarik tangan Lian Yue. "Kita harus pergi dari sini, Lian Yue. Tempat ini tidak aman. Orang-orang pembawa pedang seperti dia hanya membawa kematian untukmu!"

Lian Yue menatap Shen Rui. Di saat Qing Luo menarik lengannya untuk mundur ke balik kegelapan pilar kuil, mata perak Lian Yue terkunci pada mata Shen Rui. Ada keraguan terpancar jelas di sana. Meski Qing Luo memberinya nama dan mengaku mengenalnya, entah mengapa di dalam dada Lian Yue, kehadiran Shen Rui—pria yang memegang pedang terhunus itu—terasa jauh lebih melekat pada jiwanya.

"Tunggu!" seru Shen Rui seraya melangkah maju.

Namun, Qing Luo menyentakkan tangannya ke udara. Kabut racun berwarna hijau pekat mendadak menyembur dari ubin batu lantai kuil, membumbung tinggi dan menghalangi pandangan. Ribuan ular di lantai kuil bergerak cepat membentak barisan, meluncur liar ke arah pintu untuk menahan pergerakan Shen Rui.

"Jangan kejar kami jika kau masih sayang pada nyawamu!" gema suara Qing Luo menyapu ruangan saat bayangan mereka berdua melompat keluar melalui celah atap kuil yang hancur.

Shen Rui mengayunkan Pedang Zhaoyang, tebasan angin pedangnya membelah kabut hijau dan menyapu bersih barisan ular yang menghalanginya. Namun begitu kabut menipis, pelataran pusat Kuil Seribu Bayang telah kosong melompong.

Hanya menyisakan sehelai kelopak bunga plum merah yang jatuh perlahan di atas lantai batu tempat Lian Yue tadi berdiri—serta nama yang kini mengutak-atik seluruh keyakinan Shen Rui: Lian Yue.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!