Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Puncak Turnamen dan Gelar Terkuat
Pukul dua siang, matahari berdiri tepat di atas panggung granit Arena Agung. Sorak-sorai puluhan ribu penonton tidak berkurang sedikit pun, malah makin bergemuruh tatapan jutaan pasang mata terpusat pada dua sosok yang berdiri di atas panggung utama.
Pertarungan final Turnamen Antar-Klan (Tian Mo Bi-Wu) resmi digelar.
Di sudut timur panggung, berdiri Ma Jin-Gwang—putra mahkota sekaligus murid terkuat nomor satu di seluruh Akademi Kultus Iblis. Berbeda dari Ma Gwang yang mengandalkan otot kasar, Ma Jin-Gwang adalah sosok jenius sejati yang telah menginjak puncak Ranah Master (Ki Projection). Mengenakan zirah tempaan besi hitam berukir naga dan memegang pedang pusaka keluarga, aura membunuh yang dipancarkannya begitu tebal hingga membuat udara di sekitarnya tampak membiaskan gelombang panas.
Sementara di sudut barat, berdiri Cheon Ryeon. Jubah hitam sederhananya berkibar perlahan ditiup angin lembah. Di tangannya, hanya ada sebilah pedang kustom mikro-karbon yang tampak ramping dan polos tanpa hiasan pusaka apa pun.
"Aku tidak menyangka anak dari klan bangkrut sepertimu bisa bertahan sampai ke babak ini," suara Ma Jin-Gwang terdengar begitu berat, bergema dipenuhi dorongan Ki yang menekan. "Tapi perjalanan konyolmu dan Ordo Roda Bintang berakhir di sini, Cheon Ryeon. Di hadapan kekuatan mutlak puncak Ranah Master, semua trik dan analisis murahmu itu tak ada artinya!"
BAM!
Ma Jin-Gwang menghentakkan kakinya. Gelombang Ki berwarna merah kehitaman meledak melingkupi seluruh tubuhnya, membentuk wujud samar Naga Api Iblis setinggi lima meter di belakang punggungnya. Suhu di atas panggung granit melonjak drastis, membakar lantai batu hingga merekah dan memerah bagaikan lahar.
Di tribun kehormatan, para Tetua Tinggi Kultus Iblis menahan napas.
"Jurus Rahasia Klan Ma: Transformasi Naga Api!" bisik Instruktur Dokgo kaget. "Dia menggabungkan seluruh Dantiannya untuk menciptakan aura pelindung dan daya serang tanpa celah!"
Di tribun penonton khusus, Jaegal So-yeon berdiri rapat di tepi pembatas kayu. Jarinya menggenggam erat kipas sutranya. Aura pelindung itu menyelimuti seluruh titik meridian luarnya. Tidak ada celah totokan saraf yang bisa dituju dari luar! Bagaimanakah kau mengatasi pertahanan tanpa celah ini, Ryeon?
Namun, di tengah gelombang hawa panas yang membakar kulit, Cheon Ryeon justru memejamkan matanya sejenak.
Di dalam kesadarannya, ilmu biomekanika dan mekanika fusi Bumi berputar kilat.
Penumpukan Ki di tubuh luar: 98%. Suhu permukaan: 800 derajat Celsius. Titik lemah: Tidak ada di luar, tapi berada di pusat tekanan Dantiannya sendiri yang dipaksa bekerja melebihi kapasitas molekuler.
Ryeon membuka matanya. Pupil hitamnya berkilat dingin.
"Kekuatan mutlak?" bisik Ryeon datar, menarik napas dengan Sirkulasi Bintang terkompresi. "Kau cuma balon tekanan tinggi yang siap meledak kalau katup udaramu disumbat."
DANGGG!
Suara gong raksasa bergetar membelah udara!
"Mati kau!"
Ma Jin-Gwang melesat bagaikan meteor merah! Pedang pusakanya meluncur menebas dengan kecepatan yang sanggup membelah benteng batu, membawa gelombang kobaran api raksasa yang menyapu seluruh permukaan panggung!
[Jurus Puncak: Tebasan Naga Api Pembalas Dendam!]
Seluruh permukaan panggung granit hancur meleleh diterjang lahar Ki merah!
Para penonton menjerit histeris. Daya hancur serangan ini terlalu mengerikan untuk ukuran pertarungan generasi muda!
Namun, di tengah gulungan api membara yang membumbung tinggi, Ryeon tidak melompat mundur. Dia melesat lurus menembus pusaran hawa panas tersebut!
"Dia gila?!" jerit para murid di tribun.
Ryeon memanfaatkan Zirah Komposit di balik jubah hitamnya untuk menyerap radiasi panas seketika. Menggunakan hukum aerodinamika, Ryeon memiringkan badannya sejajar dengan garis dorongan angin serangan Ma Jin-Gwang.
SWOOSH!
Pedang besar membara milik Jin-Gwang melewatinya hanya dengan selisih satu milimeter!
Di saat paling krusial itu—ketika Ma Jin-Gwang sedang mengerahkan 100% tenaga terdorong ke depan—Ryeon melepaskan teknik puncak biomekanikanya: Sistem Kompresi Kinetik Kuantum.
Ryeon tidak menotok kulit luar Ma Jin-Gwang. Dia menancapkan ujung pedang mikro-karbonnya tepat di poros benturan pedang pusaka Ma Jin-Gwang, lalu mengalirkan getaran frekuensi balik yang menghantam jalur energi senjata tersebut!
BZZZZZZT!
Prinsip Resonansi Kinetik Pembalik Mekanis!
Getaran kinetik berfrekuensi tinggi itu tidak merusak zirah Ma Jin-Gwang, melainkan merambat menembus bilah pedang besi dan meluncur masuk lurus ke dalam reaktor Dantian Ma Jin-Gwang sendiri!
"A-APA?!" Ma Jin-Gwang terbelalak kaget setengah mati.
Ia merasakan seluruh aliran Ki raksasa yang sedang dikumpulkannya... mendadak berbalik arah (Backfire) secara liar di dalam perutnya sendiri!
BOOOM!
Sebuah dentuman udara tertekan meledak dari dalam tubuh Ma Jin-Gwang!
"GUAAGAHAHH!"
Naga api merah yang membumbung di belakang punggung Ma Jin-Gwang pecah berantakan menjadi percikan api tak berguna. Ma Jin-Gwang menyemburkan darah segar dalam jumlah besar, matanya mendelik lebar saat seluruh sirkulasi meridian internalnya runtuh total dari dalam!
BRUK!
Tubuh murid terkuat Akademi Kultus Iblis itu tersungkur keras menghantam lantai panggung yang hangus, tak bergerak lagi dalam keadaan pingsan total.
Seluruh Arena Agung Pegunungan Shiwan mendadak berubah menjadi padang keheningan yang luar biasa mencekam.
Angin lembah bertiup pelan, menyapu sisa-sisa asap dan debu di atas panggung.
Di tengah panggung yang hancur berantakan, Cheon Ryeon berdiri tegap sendirian. Jubah hitamnya berkibar pelan, dan pedang tipisnya kembali disarungkan dengan bunyi KLIK yang jernih.
Tidak ada luka. Tidak ada napas terengah-engah. Ryeon menundukkan jenius nomor satu Kultus Iblis... hanya dalam satu kali serangan balasan yang presisi.
Di tribun penonton khusus, Jaegal So-yeon menarik napas panjang, lalu tersenyum sangat lebar hingga matanya berbinar indah. "Kalkulasiku sama sekali tidak salah... Kau beneran monster, Cheon Ryeon."
Di tribun kehormatan, Tetua Utama Akademi berdiri tegak dari kursi ukirannya. Matanya memancarkan rasa hormat dan takjub yang amat sangat.
"Dengarkan seluruh warga Pegunungan Shiwan!" suara Tetua Utama bergema menggelegar ke seluruh penjuru lembah lewat dorongan Ki. "JUARA PERTAMA TURNAMEN ANTAAR-KLAN... DAN JUARA TERKUAT AKADEMI KULTUS IBLIS TAHUN INI... ADALAH CHEON RYEON DARI KELUARGA CHEON!"
BOOOOMMM!
Seketika itu juga, sorak-sorai dari puluhan ribu penonton meledak bagaikan badai guntur!
"CHEON RYEON! CHEON RYEON! ORDO RODA BINTANG!"
Ratusan anggota Ordo Roda Bintang di tribun bawah bersorak histeris sambil mengibarkan bendera hitam berlambang Roda Bintang tinggi-tinggi. Tang Jin-Bao melompat-lompat gembira sambil memeluk Gong Son-mi yang tertawa lebar memegangi palu besinya.
Ibu Ryeon dan Tetua Boma di tribun klan menangis terharu. Nama Keluarga Cheon—yang selama puluhan tahun diinjak-injak dan dianggap sampah—hari ini resmi bangkit kembali berdiri di puncak tertinggi Turnamen Kultus Iblis!
Ryeon berdiri di tengah panggung yang membara, menatap langit biru di atas Pegunungan Shiwan dengan tenang.
Ini baru langkah awal. Akademi telah ditundukkan, nama Keluarga Cheon telah dipulihkan, dan Ordo Roda Bintang telah berdiri kokoh. Dan kini, dengan ancaman konspirasi Ordo Mata Dantian dan rahasia teknologi Bumi yang menanti di luar sana... sang Jenderal Sains siap melangkah keluar untuk menundukkan seluruh benua Murim!