Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kecurigaan Adel
Keesokan pagi nya seperti biasa, pasangan suami istri itu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Tak lupa Adel bertanya pada suami nya tentang hal yang ia pikirkan semalaman.
"Oh iya mas...kamu sudah dapat rumah sewaan nya? Kalau belum dapat, kamu tanya dulu teman mu yang dinas disana" ucap Adel.
"Belum dapat sayang, nanti coba mas tanya sama Pak Sule" sahut Bram menjawab pertanyaan istrinya.
"Nanti kalau pak Sule tidak ada, kita cari saja di internet mas, biar simple" tambah Adel
"Iya sayang..." sahut Bram singkat.
Pembicaraan mereka di tutup setelah sampai di kantor nya Adel. Seperti biasa mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Pukul dua belas siang waktu istirahat kantor, Adel meraih ponselnya, berniat akan menghubungi suami nya itu.
"Bagaimana mas, sudah ada kabar dari pak Sule?" tanya Adel on point.
"Kamu ini bukan nya di tanya dulu suami nya sudah makan apa belum? Malah langsung tanya masalah rumah hehehe" balas Bram dengan cepat.
"Oh iya lupa :)" ketik Adel.
"Nanti kita bicarakan di rumah ya, ini mas juga sambil tanya ke teman-teman yang lain, siapa tau mereka punya info, atau ada saudara mereka yang punya rumah mau di sewakan" terang Bram.
"Baik Mas..." sahut Adel menutup pembicaraan di chat.
Pukul tujuh malam, mereka berdua sudah sampai di rumah.
"Bagaimana mas? Sudah ada info rumah?" tanya Adel penasaran.
"Belum ada sayang, Pak Sule juga bilang nanti akan di Carikan kalau ada di info nanti" terang Bram memecah rasa penasaran istri nya yang bawel itu.
Hari berlalu demi hari, tak terasa waktu keberangkatan semakin dekat. Tersisa waktu tiga hari, tapi mereka belum juga mendapat info rumah sewa an.
"Mas seperti nya kita harus bergerak cepat, barang-barang sudah selesai aku packing, sisanya kita titip di rumah Mama saja, kita bawa yang di perlukan saja ya" ucap Adel memecah keheningan.
"Iya sayang, aku coba deh cari di internet" sahut Bram sembari meraih laptop yang ia taruh di atas meja.
Terdengar suara ketikan dari keyboard, dengan serius Bram melakukan pencarian di internet.
"Sayang aku sudah dapat rumah nya, satu rumah dengan empat kamar, kalau kamar nya banyak kan Mama papa jenguk kamu bisa menginap" ungkap Bram keesokan paginya.
"Hua....yang benar mas? Harga nya mahal?" tanya Adel penasaran.
"Kalau sewa bulanan mahal sayang, perbulan Satu juta lima ratus sudah include semua, tapi kalau di bayar tahunan lebih murah cuma enam juta rupiah hehehe" ucap Bram menjelaskan.
"Ih kok aneh sih, beda harga nya jauh banget, jangan-jangan rumah nya rusak, rumah nya pada bocor atau apalah, kok murah..." sahut Adel mulai merasakan feeling yang tidak enak.
"Aneh apanya? Kan dimana-mana juga kalau bayar sewa tahunan lebih murah, lokasi nya dekat dengan kantor, cuma sepuluh menit sayang" ungkap Bram dengan kegirangan.
"Oke, Alhamdulillah sudah dapat rumah nya jadi lusa kita tinggal berangkat" sahut Adel yang merasa lega.
"Kamu kabarin dulu teman mu, bilang saja rumah nya sudah dapat, kasian nanti mereka kira, kita belum dapat tempat tinggal" ucap Adel lagi menyuruh suaminya itu supaya menghubungi teman nya.
"Iya sayang.." sahut Bram bersemangat.
Terlihat Bram keluar kamar sembari membawa ponsel nya, mungkin ia akan menelepon teman nya, mengabarkan bahwa mereka sudah mendapat kan rumah sewaan.