NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ben mundur selangkah, tubuh raksasanya bergoyang seperti pohon tua yang baru saja diterjang badai. Napasnya memburu, keluar masuk dengan suara berat yang menyerupai mesin tua yang telah kehabisan bahan bakar. Kedua tangannya yang tadi terlihat seperti dua palu godam kini menggantung lemas di sisi tubuhnya, buku-buku jarinya pecah-pecah, berlumuran darah bercampur serpihan beton yang menempel di kulitnya yang robek.

'Sekarang,' batin Juna, mengatur napas sambil mengamati setiap goyangan kecil di tubuh lawannya. 'Tenaganya sudah nyaris habis. Ini kesempatan terakhirku.'

Ben mencoba mengangkat kepalan tangannya sekali lagi, namun gerakannya jauh lebih lambat dari sebelumnya, seperti mesin yang berjalan dengan oli yang sudah mengering. Ia mengayunkan pukulan ke arah Juna, tapi kali ini tidak ada lagi kecepatan mengerikan yang tadi membuat Juna kewalahan.

Juna menghindar dengan mudah, tubuhnya bergeser ke samping, membiarkan pukulan itu lewat begitu saja tanpa menyentuh apa pun selain udara kosong.

WUSSHH!!

Ben terhuyung ke depan akibat ayunannya sendiri, keseimbangannya goyah, kedua lututnya sedikit menekuk menahan berat tubuhnya yang raksasa. Ia mencoba menegakkan diri, namun bahkan sekadar berdiri tegak saja tampak seperti perjuangan berat baginya sekarang.

"Kenapa, Ben?" Juna berseru, suaranya sengaja dibuat menggema di seluruh arena, cukup keras agar semua penonton di tribun bisa mendengarnya. "Katanya nggak ada yang pernah bertahan lebih dari satu menit lawan kamu. Sekarang siapa yang lagi bertahan hidup, sendiri, di sini?"

Beberapa penonton yang tadi bersorak lantang kini terdiam, saling bertukar pandang dengan raut wajah yang tidak lagi seyakin sebelumnya.

'Ini dia,' batin Juna, mengambil ancang-ancang.

Juna melompat rendah, memutar pinggangnya untuk menambah tenaga, lalu melepaskan tendangan telak ke arah lutut kanan Ben yang sudah gemetar menahan beban tubuhnya sendiri.

BRUKKK!!

Suara benturan keras menggema di seluruh arena, disusul erangan panjang yang keluar dari mulut Ben. Lututnya ambruk ke lantai berpasir, tubuh raksasanya yang tadi berdiri gagah kini terhuyung jatuh berlutut, kedua tangannya menahan diri di lantai agar tidak roboh sepenuhnya.

Tribun yang tadinya riuh mendadak senyap total, ratusan pasang mata menatap tidak percaya melihat jenderal kebanggaan mereka tersungkur di hadapan siswa baru yang beberapa menit lalu mereka anggap bahan tertawaan.

"I-itu... itu nggak mungkin," salah satu penonton bergumam pelan, suaranya nyaris hilang ditelan keheningan yang tiba-tiba menyelimuti seluruh ruangan.

"Diem, palingan cuma kebetulan," yang lain mencoba menyangkal, meski suaranya sendiri terdengar goyah, tidak seyakin ucapannya.

Ben mencoba bangkit, lengannya gemetar hebat menahan berat tubuhnya sendiri, namun setiap kali ia hampir berdiri, kakinya kembali melemas, membuatnya jatuh lagi ke posisi semula. Napasnya semakin berat, matanya yang tadi berkilat penuh amarah kini hanya menyisakan keletihan yang tidak bisa ia sembunyikan lagi.

'Satu serangan lagi,' batin Juna, melangkah mendekat perlahan, matanya tidak berkedip menatap tubuh raksasa yang kini benar-benar kehabisan tenaga. 'Cuma butuh satu lagi, dan ini semua akan selesai.'

Ia mengangkat kepalan tangannya, mengumpulkan seluruh sisa kekuatan yang masih tersisa di tubuhnya yang sudah babak belur, lalu melepaskan pukulan telak tepat ke rahang Ben yang masih berusaha bangkit.

DUAGH!!

Kepala Ben tersentak ke samping, tubuh raksasa itu ambruk sepenuhnya ke lantai arena dengan suara benturan berat yang menggetarkan lantai kayu tribun di sekelilingnya. Debu beterbangan dari lantai berpasir, dan untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai, Ben tidak lagi bergerak sama sekali.

Keheningan menyelimuti seluruh ruangan bawah tanah itu selama beberapa detik yang terasa jauh lebih panjang dari sebenarnya, sebelum akhirnya sistem berkedip di sudut pandangan Juna.

[Misi Selesai: Kalahkan Ben "Si Gorila Gunung"]

[Hadiah Diterima: Bonus Status + Rp2.000.000 + 3 Ramuan Penyembuh]

[STR: 8 → 15] [SPD: 9 → 14]

Juna berdiri di tengah arena, dada naik turun cepat, darah menetes dari sudut bibirnya yang pecah, namun ada sesuatu yang hangat menjalar di dadanya, jauh lebih hangat dari rasa sakit yang mendera seluruh tubuhnya.

'Menang,' batinnya, menatap tubuh Ben yang tergeletak tak berdaya di hadapannya. 'Aku benar-benar menang. Melawan sesuatu yang tadinya terasa mustahil.'

Ia menoleh ke arah tribun, mencari sosok pria berbandana merah yang sedari tadi duduk santai di kursi tertinggi, menyaksikan seluruh pertarungan itu dengan mata yang kini tidak lagi menyisakan senyum santai seperti sebelumnya, melainkan sesuatu yang jauh lebih dingin dan penuh perhitungan.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!