NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: MALAM PERTAMA DI PENTHOUSE RP 50 MILIAR

Lamborghini hitam itu melaju seperti monster di jalan tol Jakarta malam hari. Aku duduk di kursi penumpang, tubuhku masih gemetar, tas kuliahku yang butut berada di pangkuanku.

Di sampingku, Arga Wijaya menyetir dengan satu tangan, wajahnya dingin seperti patung es. Sejak aku menandatangani kontrak terkutuk itu, dia tidak mengucapkan satu kata pun padaku.

"Kemana... kita akan pergi?" Akhirnya aku memberanikan diri bertanya dengan suara parau.

Arga tidak menoleh. Matanya tetap fokus ke jalan.

"Rumah saya. Mulai malam ini kamu tinggal di sana. Lupakan rumah kumuh ayahmu itu."

Rumah? Aku melihat keluar jendela. Mobil ini masuk ke kawasan SCBD, kawasan paling mahal di Jakarta. Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi. Mobil berhenti di depan gedung yang sangat tinggi, The Wijaya Tower, gedung miliknya sendiri.

Seorang satpam membukakan pintu mobilku. Aku turun dengan kaki lemas.

"Selamat malam Tuan Arga, Nyonya," sapa satpam itu sambil membungkuk dalam.

Nyonya. Kata itu membuat perutku mual.

Arga menarik pergelangan tanganku, lagi-lagi kasar, menyeretku masuk ke dalam lift pribadi. Lift itu langsung naik ke lantai paling atas. Lantai 65.

Pintu lift terbuka.

Dan aku lupa cara bernapas.

Aku belum pernah melihat tempat seindah dan semewah ini seumur hidupku. Ini bukan rumah, ini adalah istana di atas langit.

Seluruh dindingnya terbuat dari kaca, sehingga aku bisa melihat seluruh lampu Jakarta dari atas. Lantainya marmer putih mengkilap, ada kolam renang pribadi di dalam rumah, dan perabotannya semua berwarna hitam dan putih minimalis yang harganya pasti ratusan juta per satu kursi.

"Ini penthouse saya. Luasnya 1000 meter persegi. Mulai sekarang ini juga penjara kamu," kata Arga sambil melepas jasnya dan melemparkannya ke sofa.

Penjara yang indah.

"Aturannya," Arga berjalan mendekatiku, dan aku mundur sampai punggungku menempel di dinding kaca yang dingin. "Dengarkan baik-baik, Sinta Maharani."

Aku mengangguk ketakutan.

"Pertama, di luar penthouse ini, di depan media, keluarga, dan kakek saya, kamu harus berperan sebagai istri yang sangat mencintai saya. Tersenyum, bergandengan tangan, bersandar. Kamu harus akting dengan sempurna. Jika aktingmu jelek dan kakek saya curiga, kontrak kita batal dan ayahmu akan saya penjarakan hari itu juga."

"Ke-dua, di dalam penthouse ini, jangan pernah menganggap kamu adalah istri saya. Kamu hanya tahanan. Kamu tidur di kamar tamu paling ujung. Jangan pernah masuk ke kamar utama saya tanpa izin."

"Ke-tiga, jangan pernah menyentuh barang-barang saya. Jangan pernah bertanya tentang masa lalu saya. Dan yang paling penting, jangan pernah jatuh cinta pada saya. Karena saya tidak akan pernah mencintai anak dari seorang pembunuh."

Kata terakhir itu dia ucapkan dengan penuh kebencian tepat di depan wajahku. Aroma Alpha dominannya yang kuat membuat lututku lemas.

Aku menangis lagi. Air mataku mengalir tanpa bisa kutahan.

"Kenapa... kenapa harus saya? Di luar sana banyak wanita cantik, kaya, yang mau menikah dengan Bapak... kenapa harus saya yang anak orang miskin?"

Arga tersenyum miring, senyum yang kejam.

"Karena kamu murah, Sinta. Ayahmu menjualmu hanya dengan 500 juta. Wanita lain butuh miliaran. Dan yang kedua, karena saya ingin melihat keluarga Maharani berlutut di kaki saya. Setiap hari saya melihat wajahmu, saya akan ingat bagaimana rasanya membalas dendam. Itu menyenangkan bagi saya."

Jahat. Pria ini benar-benar iblis berwajah malaikat.

Tiba-tiba ponsel Arga berdering. Nama di layar tertulis KAKEK.

Wajah Arga yang tadinya kejam langsung berubah. Dia memberi isyarat agar aku diam.

"Halo Kek, ya..."

Suara di seberang terdengar tua tapi berwibawa. "Arga! Kamu bilang sudah menikah? Mana istrimu? Kakek mau video call sekarang! Jangan bohongi kakek lagi!"

Arga langsung menatapku tajam dan menarikku dengan paksa ke dalam pelukannya. Tubuhku yang kecil langsung terbenam di dada bidangnya yang keras. Aku bisa mendengar detak jantungnya yang cepat.

"Sayang, sini, Kakek mau lihat kamu," bisiknya di telingaku, tapi suaranya tiba-tiba menjadi sangat lembut dan mesra, sangat berbeda dari sebelumnya. Dia adalah aktor yang hebat.

Aku panik. Aku tidak bisa akting.

Arga mengaktifkan video call. Di layar terlihat seorang kakek tua berusia 80 tahunan dengan selang oksigen, tapi matanya tajam.

"Kakek! Ini Sinta, istri Arga," kata Arga sambil merangkul pinggangku erat.

Aku mencoba tersenyum di tengah air mataku. "Halo... Kek... saya Sinta..."

Kakek itu meneliti wajahku. "Kamu cantik Nak. Kamu cinta sama cucu Kakek yang dingin ini?"

Aku menatap Arga. Arga menatapku dengan ancaman di matanya. Jika aku salah jawab, ayahku habis.

Aku mengangguk, memaksakan senyum. "Iya Kek... saya... saya sangat mencintai Mas Arga..."

Arga tampak puas. Dia bahkan mengecup keningku di depan kamera. Kecupan itu dingin, tidak ada rasa, tapi membuat tubuhku merinding.

"Bagus! Kalau begitu minggu depan kamu bawa dia pulang ke rumah keluarga di Bandung! Kakek mau umumkan warisan 2 Triliun! Syaratnya kamu harus sudah menikah dan bawa istrimu! Jika tidak, semua warisan Kakek berikan ke panti asuhan!"

Warisan 2 Triliun! Jadi itu alasan dia butuh istri kontrak.

Setelah video call dimatikan, Arga langsung mendorongku menjauh darinya seolah aku adalah penyakit menular.

"Bagus. Aktingmu lumayan untuk anak miskin," katanya dingin. "Sekarang pergi ke kamar tamu. Jangan keluar sebelum saya suruh."

Aku berjalan dengan langkah gontai menuju kamar yang dia tunjuk. Kamar tamu itu saja sudah 5 kali lebih besar dari seluruh rumahku. Ada ranjang king size yang empuk, kamar mandi dengan bathtub, dan lemari besar.

Aku menjatuhkan diri ke atas ranjang dan menangis sekeras-kerasnya. Aku memeluk tas kuliahku yang butut.

Malam pertama ku sebagai Nyonya Wijaya. Bukan malam yang penuh cinta, tapi malam yang penuh air mata, kebencian, dan dendam masa lalu yang bahkan aku tidak tahu apa salahku.

Di luar kamar, aku mendengar Arga membanting sesuatu. Mungkin dia juga sama tersiksanya denganku.

Aku melihat ke luar jendela kaca besar. Jakarta begitu indah dari atas sini, tapi kenapa aku merasa begitu sendirian dan kedinginan?

Tuhan, apa yang harus aku lakukan selama satu tahun ke depan di neraka berlapis emas ini?

(Bersambung...)

"""Bantu koreksi ya kawan" kalo ada yg salah baru belajar soalnya hehe""

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!