NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 9

. sebenarnya yang berani menyelundupkan racun Bunga Malam Biru di istana ini."

Raut wajah Selir Mei seketika berubah pucat pasi. Langkah kakinya sempat terhuyung mundur setengah tapak sebelum ia dengan cepat menggenggam erat saputangan sutranya, memaksakan seulas senyum kaku yang memelas di bibirnya yang dipoles gincu merah.

"K-Kakak Permaisuri... apa yang sebenarnya Anda bicarakan?" gagap Selir Mei dengan intonasi lembut yang dibuat-buat, berupaya menyembunyikan getaran kecemasan di tenggorokannya. "Racun Bunga Malam Biru? Bukankah itu adalah tuduhan palsu yang membuat Anda dibuang ke Istana Dingin? Adik sungguh tidak mengerti mengapa Anda tiba-tiba melontarkan tuduhan sekejam ini kepada Adik..."

Anran tidak langsung memotong. Ia perlahan bangkit dari kursi kayu jatinya. Gaun sutra berwarna merah keemasan meluncur anggun membungkus lekuk tubuhnya yang tegap. Langkah kakinya yang tenang di atas lantai marmer tak menimbulkan suara sedikit pun, namun hawa intimidasi yang memancar dari dirinya membuat dua pelayan pribadi Selir Mei di belakang terkesiap ketakutan.

Anran mengikis jarak di antara mereka hingga ia berdiri tepat di hadapan Selir Mei. Bau wewangian melati yang pekat dari tubuh Selir Mei terhirup olehnya, namun Anran hanya memiringkan kepala dengan binar mata yang jernih dan mematikan.

"Kau tidak mengerti?" bisik Anran halus, suaranya yang teratur terasa begitu tajam menghujat keheningan aula. "Atau kau sedang berpura-pura bodoh di hadapanku, Selir Mei?"

Selir Mei meremas saputangan sutranya kencang hingga kukunya yang dicat merah tampak memutih. "Kakak Permaisuri, jika Anda membenci Adik karena kasih sayang Yang Mulia Kaisar, Anda tidak boleh memfitnah Adik sembarangan! Tanpa bukti yang sah, tuduhan ini adalah kejahatan besar!"

"Bukti?" Anran terkekeh dingin. "Akar Salju dari wilayah utara yang dikirim ke Kediaman Barat tiga hari lalu... adalah pemicu reaksi kimia racun Bunga Malam Biru yang mendekam di dalam tubuhku. Tanpa ekstrak Akar Salju yang kau konsumsi setiap hari, racun Bunga Malam Biru tidak akan pernah aktif menembus pembuluh darahku."

Anran menundukkan kepalanya sedikit, menyejajarkan pandangannya dengan mata Selir Mei yang kini diliputi kepanikan murni.

"Dan jangan lupakan dupa Bunga Candu yang baru saja disulut di tungku tembaga istana ini," lanjut Anran seraya menunjuk ke arah pecahan tungku tembaga di lantai marmer yang masih menyisakan serbuk abu yang basah. "Racikan racun saraf dosis rendah untuk membuat otakku kabur dan depresi. Kau merancangnya dengan sangat rapi, Selir Mei. Sayangnya... kau bertaruh dengan orang yang salah."

Dada Selir Mei naik turun tak teratur. Peluh dingin berbilas halus di pelipisnya, mengikis keanggunan riasan wajahnya. Ia tidak pernah menyangka bahwa Permaisuri yang dulunya penakut, ringkih, dan hanya bisa menangis saat difitnah, kini berubah menjadi sosok jenius yang sanggup mengurai seluruh rantai racunnya hingga ke akar-akarnya.

"K-Kau... kau tidak punya bukti tertulis!" desis Selir Mei, suaranya kini kehilangan nada lembutnya, berganti menjadi bisikan tajam penuh kedengkian. "Yang Mulia Kaisar sangat mencintaiku! Beliau tidak akan pernah mempercayai kata-kata seorang wanita yang hampir mati di Istana Dingin!"

Anran tersenyum sangat memikat—sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk Selir Mei berdiri kaku.

"Maka mari kita buktikan di depan Kaisar besok pagi," sahut Anran santai. "Tabib Zhou sudah mengamankan mangkuk obat beracun

1
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!