NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.5 Sosok di balik bayangan

Sudah dua hari ini Luna tidak juga menghubungi Leon untuk sekedar mengabarkan keadaan Emily yang dia titipkan padanya, dengan perasaan penuh curiga Leon mulai berprasangka buruk terhadap Luna "Jangan-jangan Luna salah satu dari komplotan penjahat yang memburu emily, bodohnya aku kenapa bisa begitu saja menitipkan Emily padanya," Tiba-tiba wajah Leon berubah menjadi aura pembunuh yang sangat pekat dia tidak akan melepaskan Luna kalau sampai terjadi sesuatu pada Emily putri kecilnya itu.

Dengan wajah garang dan sedingin es itu Leon memanggil anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk segera mencari tahu keberadaan Luna dan Emily saat ini "Cepat kamu cari perempuan yang bernama Luna yang pergi bersama Emily dua hari yang lalu itu, temukan mereka secepatnya!!" bentak Leon dengan tatapan mata pembunuh menatap anak buahnya itu.

"Baik boss, kami akan cari mereka sampai dapat," ucap anak buah Leon dengan gemetar saking takutnya melihat wajah Leon yang berubah menjadi penuh amarah karena mereka juga tahu sang pria dingin boss mereka itu tidak akan segan-segan membunuh mereka kalau perintahnya tidak membuahkan hasil seperti yang di inginkan Leon.

...----------------...

Luna baru saja selesai mengobati goresan di lengan Emily dan menyuapinya bubur hangat. Emily yang kelelahan akhirnya tertidur lelap di kasur tipis Luna sambil memeluk erat ujung baju Luna. Di luar, hujan deras mengguyur kota, menyamarkan suara langkah kaki yang mendekati kontrakan sempit itu.

Tiba-tiba, lampu di kontrakan Luna padam. Suasana menjadi gelap gulita. Luna yang berfirasat buruk perlahan berdiri untuk mengambil lilin. Namun, sebelum jemarinya menyentuh korek api, gagang pintu belakang mendadak didobrak pelan. Sebuah bayangan tinggi besar menerobos masuk dengan gerakan cepat tanpa suara.

Luna tersentak dan hendak berteriak, tetapi sebuah tangan kekar bersarung kulit hitam langsung membekap mulutnya dari belakang. Sensasi dingin dari moncong logam sebuah pistol menempel tepat di pelipis Luna. Suara berat, dalam, dan sangat dingin berbisik tepat di telinganya, "Satu suara saja, dan ini akan menjadi malam terakhirmu."

Kilatan petir dari luar jendela menyinari ruangan sekejap. Luna mendongak dan menatap sosok di hadapannya, Leon. Pria itu tampak sangat berkarisma sekaligus menakutkan, mengenakan setelan jas hitam yang basah oleh air hujan, dengan rahang tegas dan tatapan mata sehitam malam yang dipenuhi kecurigaan tebal. Leon menilai penampilan Luna yang lusuh dan gemetar, mencari tanda-tanda apakah wanita ini musuh yang menyandera putrinya.

Leon menuntut jawaban dengan suara rendah namun mematikan, menuduh Luna bekerja sama dengan kelompok musuh yang mencoba menculik anaknya. Luna gelagapan dan bersumpah dengan suara bergetar bahwa ia hanya seorang kurir yang menolong Emily dari kejaran penjahat di gang. Tepat saat situasi makin tegang, Emily terbangun karena mendengar kegaduhan. Anak kecil itu melompat dari kasur dan langsung berdiri di depan Luna, menghalangi Leon sambil berteriak pelan, "Papa, jangan! Tante Luna orang baik!"

Melihat putrinya yang biasanya tidak mau disentuh orang asing kini justru melindungi Luna, genggaman pistol Leon perlahan menurun. Tatapan curiganya berubah menjadi tatapan penuh analisis. Leon menyadari bahwa wanita di depannya tidak memiliki niat jahat, melainkan hanya korban takdir yang secara tak sengaja masuk ke dalam dunianya yang kelam dan berbahaya.

"Maafkan aku," ucap Leon pelan sambil menatap Luna, Luna yang sangat ketakutan sedikit demi sedikit mulai bisa bernafas dengan lega karena sikap Leon yang sudah melunak padanya.

"Papa, jangan sakiti Tante Luna, Tante Luna baik banget sama aku, Tante Luna bukan orang jahat," Emily menghambur ke arah Luna yang sedang berdiri di hadapan Leon.

"Iya sayang," ucap Leon pada putri kecilnya itu.

"Maaf kalau aku sudah curiga dan salah sangka sama kamu," ucap Leon pada Luna.

"Tidak apa-apa aku bisa mengerti, orang seperti kamu memang pantas curiga pada siapapun," ucap Luna pada Leon.

"Terimakasih kalau kamu mengerti aku dan terimakasih juga kamu sudah membantu aku menyelamatkan Emily dari penjahat-penjahat itu, aku berhutang budi sama kamu."

"Tidak, kamu tidak berhutang budi sama aku karena kamu juga sama-sama sudah menyelamatkan aku dari tembakan penjahat itu kemaren."

"Papa, ajak Tante Luna pulang ke rumah kita ya? Aku mau Tante Luna, papa...," rengek Emily pada Leon.

Leon menatap Luna "Emily tidak pernah dekat dengan siapapun, tapi kali ini dia begitu akrab sama kamu, maukah kamu menuruti permintaan Emily?" tanya Leon pada Luna.

"T_tapi...aku harus bekerja," ucap Luna pada Leon.

"Tante Luna...aku mau sama Tante Luna terus, aku gak punya teman...," rengek Emily pada Luna sambil mengayun-ayunkan lengan Luna, Luna yang memang sangat penyayang terhadap anak kecil menjadi tidak tega melihat Emily yang merengek padanya.

Luna menipiskan bibirnya menatap Emily, dia mengusap rambut Emily "Iya sayang Tante Luna mau ikut pulang ke rumah Emily," ucap Luna sambil mengulas senyumnya pada gadis cilik itu.

"Hore...!! terimakasih Tante Luna," Emily memeluk Luna saking girangnya.

Leon hampir tidak percaya melihat Emily yang begitu dekatnya dengan Luna seperti sudah bertahun-tahun mengenal Luna "Kalau begitu ayo kita pulang," ajak Leon pada putrinya itu.

"Ayok Tante Luna," Emily mengandeng lengan Luna sambil melangkah menuju ke mobil Leon, Luna mengiringi langkah Emily di sampingnya dan dia jadi tersenyum geli melihat tingkah Emily yang kegirangan mengajak dirinya masuk ke mobil sementara itu Leon berjalan di belakang Emily dan Luna.

Selama di dalam mobil Emily tidak mau jauh-jauh dari Luna dia menyandarkan kepalanya ke lengan Luna yang merangkul pundaknya.

Leon yang duduk di depan sempat keheranan melihat Emily yang begitu manjanya dengan Luna, karena selama ini Leon tahunya Emily tidak pernah mau dekat dengan siapapun selain dirinya.

Sopir Leon yang sedang fokus menyetir juga merasa heran melihat Emily yang begitu dekat dengan Luna padahal sebelumnya banyak pembantu yang berusaha mendekati Emily tapi Emily menolaknya.

Tak lama setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah mewah kediaman Leon.

Luna turun dari mobil dan menggandeng tangan kecil Emily mengikuti langkah Leon memasuki rumah yang sangat besar dan mewah itu.

Luna tertegun menatap kemegahan interior di hadapannya. Lampu kristal raksasa membiaskan cahaya hangat yang memantul di atas lantai marmer berkilau, sementara deretan pilar megah berdiri kokoh menyambut kedatangan mereka. Namun, di balik keindahan yang menyilaukan itu, Luna dapat meresapi keheningan yang teramat dingin dan mencekam.

Emily makin mempererat genggaman jemari mungilnya pada tangan Luna, seolah menegaskan bahwa di dalam istana megah yang asing ini, hanya wanita di sisinya itulah satu-satunya tempat ia berlabuh.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!