NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Setelah berdebat cukup panjang, Noah duduk manis sambil memegang sendok dan garpu bak seorang raja yang menanti persembahan.

Elena meletakkan dua piring seng di atas meja. Asap mengepul hangat dari tumpukan nasi itu.

"Sarapan ala cjef Elena sudah siap! Nasi goreng spesial akhir bulan!" seru Elena dengan bangga, meletakkan piring pertama di depan Noah dan piring kedua di depan Leon yang sedari tadi duduk bersedekap dengan wajah ditekuk.

Leon menatap piring di hadapannya dengan alis bertaut tajam, seolah benda itu adalah bom waktu. Matanya memindai makanan itu dari atas ke bawah.

"Apa ini? Kenapa nasinya berwarna cokelat dan berminyak begini?" tanya Leon dengan nada jijik, telunjuknya menunjuk piring itu dari jauh.

"Lalu, tolong jelaskan padaku, kenapa telur mata sapi ini bentuknya hanya setengah melingkar? Dimana setengahnya lagi? Apa kamu memungut sisa gigitan orang lain?!"

Elena berkacak pinggang, menatap bos mafia itu dengan tatapan membunuh.

"Dengar ya, Tuan. Ini namanya nasi goreng kecap! Dan telurnya dibagi dua karena kita harus berhemat sampai gajian minggu depan! Kalau kamu tidak mau, tidak usah makan!" omel Elena panjang lebar.

Leon mendengus lalu menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gaya angkuh.

"Tentu saja aku tidak akan memakannya. Itu bom karbohidrat yang dipenuhi radikal bebas dan kolesterol jahat!" tolak Leon angkuh.

"Minyaknya pasti minyak curah bekas menggoreng kan? Lagipula, standar nutrisi sarapanku adalah fillet salmon Norwegia panggang dan quinoa dengan siraman truffle oil. Makanan kelas pekerja ini hanya akan merusak sistem pencernaanku yang higienis."

Noah, yang sedari tadi sudah siap menyantap makanannya, tiba-tiba tersenyum miring. Ia tahu persis kelemahan pria dewasa di depannya ini.

Pria itu belum makan apa pun sejak semalam, belum lagi masuk angin akibat tidur beralaskan kasur lipat tipis.

"Oh, baguslah kalau Paman tidak mau," sahut Noah santai. Ia mengambil kerupuk kampung berwarna oranye dari toples plastik, lalu menaruhnya di pinggir piring.

"Nasi goreng ini justru sangat lezat. Bumbunya meresap sempurna. Belum lagi pinggiran telurnya yang digoreng garing."

Padahal, jauh dalam hatinya, Noah juga malas memakan makanan seperti ini.

Tapi demi gengsi, ia harus terlihat sederhana di depan Leon.

Noah mulai memasukkan sesendok penuh nasi ke dalam mulutnya. Ia sengaja tidak menutup bibirnya rapat-rapat saat mengunyah.

"Wah, Mama! Nasi goreng ini rasanya seperti masterpiece turun dari surga! Gurih manisnya pas sekali di lidah!" puji Noah dengan suara sengaja dilebih-lebihkan sembari melirik Leon dari sudut matanya.

"Sayang sekali perut higienis paman sebelahku tidak bisa merasakan kenikmatan duniawi ini," ejeknya.

Leon menelan ludah. Jakunnya naik turun. Sejujurnya, aroma bawang putih dan kecap karamel dari nasi goreng itu terus-menerus menampar rongga hidungnya sejak tadi.

Ditambah lagi, suara kunyahan Noah yang begitu renyah membuat produksi air liurnya meningkat drastis.

"Tidak, Leon. Jaga gengsimu. Kamu adalah bos klan mafia terbesar. Masa kau tunduk pada nasi goreng kampung?" batin Leon menguatkan diri, memalingkan wajahnya ke arah tembok.

Namun, tubuh manusia punya batasnya. Alam bawah sadar dan lambung Leon ternyata menolak untuk diajak berkompromi.

Tiba-tiba, di tengah keheningan ruang makan kecil itu, terdengar sebuah suara.

Ya, lebih tepatnya suara perut Leon.

Gerakan tangan Noah yang sedang memegang sendok terhenti. Bocah itu mendongak, menatap Leon dengan tatapan polos yang sangat mematikan. Elena yang sedang mencuci wajan di bak cuci piring pun sampai menoleh.

Wajah Leon seketika memerah hingga ke telinga. Panik karena gengsinya baru saja terjun bebas, Leon langsung mencari alibi yang masuk akal. Ia berdehem pelan, berusaha mempertahankan wajah datarnya, lalu menatap keluar jendela.

"Cih, motor knalpot racing di gang rumah oni berisik sekali ya kalau pagi. Getarannya sampai terasa ke dalam ruangan," ucap Leon dengan nada sedatar mungkin, benar-benar tanpa dosa.

Noah meletakkan sendoknya. Bocah enam tahun itu menatap Leon dengan tatapan meremehkan yang luar biasa menusuk.

"Knalpot racing sejak kapan letaknya bergeser ke usus dua belas jari?" sahut Noah tanpa ampun, telak mengenai ulu hati Leon. "Kalau lapar bilang saja lapar. Gengsi kok dipelihara, mending pelihara lele di ember, bisa digoreng buat lauk."

"A–aku tidak lapar! Itu memang suara motor!" elak Leon ngotot, urat lehernya sampai menonjol menahan malu.

Noah hanya mencibir, lalu menoleh ke belakang. "Mama! Tolong ambilkan aku air minum!"

"Tunggu sebentar, Mama tuangkan," sahut Elena dari arah dapur.

Saat Noah menolehkan kepalanya ke arah Elena itulah, pertahanan Leon benar-benar runtuh. Matanya langsung tertuju pada satu buah kerupuk kampung berwarna oranye yang tergeletak menggoda di pinggir piring Noah.

Tanpa berpikir panjang, tangan besar bos mafia itu bergerak secepat kilat bak ninja.

Hap!

Leon mencomot kerupuk itu dan langsung memasukkannya ke dalam mulut, berniat mengunyahnya tanpa suara.

Namun sayangnya, kerupuk itu terlalu renyah. Suara kunyahan yang sangat nyaring terdengar.

Noah langsung menoleh kembali ke piringnya. Matanya membelalak lebar melihat kerupuknya lenyap, dan remah-remah oranye tertinggal di sudut bibir Leon.

"Hei Paman!" teriak Noah histeris, menunjuk wajah Leon dengan jari telunjuk mungilnya. "Mama! Paman mencuri kerupuk milikku!"

Leon kelabakan. Ia menelan sisa kerupuk itu dengan susah payah, nyaris tersedak.

"Aku tidak mencuri, bocah. Jangan sembarangan menuduh!"

"Lalu kenapa mulutmu mengunyah dan ada sisa kerupuk di bibirmu, hah?!" sembur Noah kesal, naik ke atas kursi bersiap menerkam.

"Aku hanya menyingkirkan benda ber-msg jahat ini dari piringmu! Ya, benar! Aku sedang menyelamatkan sel otakmu agar kau tidak tumbuh jadi anak bodoh!" balas Leon dengan alasan paling tidak masuk akal abad ini.

"Kalau mau menyingkirkan, kenapa malah kamu telan ke perutmu, Paman?! Kembalikan kerupukku sekarang! Muntahkan!" Noah benar-benar menarik kerah kaus Leon, mengguncang-guncang pria berotot itu dengan tenaganya.

"Lepaskan, Bocah! Aku bilang aku sedang mengamankan nutrisimu! Kamu berani menyerang bos besar sepertiku?!"

"Bos besar apanya?! Beli kerupuk saja kamu tak mampu sampai harus mencuri milik anak kecil! Maling!"

Elena yang baru saja datang membawa segelas air putih hanya bisa berdiri mematung.

Wanita itu menepuk jidatnya dengan keras, membiarkan sakit kepalanya merajalela melihat mereka kini saling tarik-menarik baju hanya karena sekeping kerupuk kampung seharga lima ratus perak.

"Aku harus cepat-cepat mengusirnya supaya tetap waras!" gumam Elena.

1
Ima Kristina
Wah Leon main sosor saja 🤭
Ima Kristina
Apes banget Jojo sabar nanti minta ganti rugi sama boz Leon
Ima Kristina
Penasaran dengan respon Leon thor
Ima Kristina
Leon yang perfeksionis dan sombong dan elena yang bar bar matre menjadikan Noah yang genius dan menyebalkan
Ima Kristina
aloh bukannya kakek Xander sudah menjelaskan kenapa nenek Naomi shock begitu
Ima Kristina
Makin seru bacanya Thorr lanjut kakaaa
Ima Kristina
Hahaha lucu banget bikin ketawa ngakak
Ima Kristina
Gak kebayang hebohnya tiap hari jika Leon tinggal serumah dengan Elena juga Noah
Ima Kristina
Noah adalah cerminan dirimu Leon kenapa masih gak terima
Ima Kristina
Leon dan Noah....bener bener 11 12 .... sama sama menyebalkan 🤭
Ima Kristina
Astagaaa Leon bukannya selama ini mencari keberadaan wanita malam itu sekar8sudah ketemu malah jual mahal dasar sombong 🤭
Ima Kristina
Padahal rencana kakek Xander dan nenek Naomi belum terealisasi tapi Leon sudah bertemu Noah
Ima Kristina
Terima kasih Kakaa ceritanya bagus menghibur banget bikin ketawa ngakak hehehe
Ima Kristina
Kasihan banget si Jojo sabar ya
Ima Kristina
Loh bukannya malam itu Leon bisa melihat jelas wajah Elana kok lupa sih
Ima Kristina
Emang ada ya alergi model Leon....
Ima Kristina
hahaha apes banget nasib mas jojo
Ima Kristina
Kakek Xander sendiri mengakui kalau keturunannya mempunyai sifat menyebalkan
Ima Kristina
Sabar ya mas Jojo
Ima Kristina
Noah.... definisi bibit unggul yang mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!