Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 05.
Waktu terus berjalan, bukan hanya beberapa hari, bukan hanya beberapa minggu, tapi bulan demi bulan berlalu.
Goblin yang dulu hanya mampu bertahan hidup di pinggiran hutan dalam kini ia sudah berubah, ia tidak lagi menjadi pendatang di tempat itu, ia telah menjadi bagian dari hutan ini.
Di dalam wilayah rawa yang luas itu, hampir tidak ada tempat yang belum pernah ia datangi, ia tahu tempat dimana bagian monster-monster besar biasanya tidur, ia tahu bagian rawa yang memiliki lumpur paling dalam, ia tahu tanaman yang beracun dan mana yang tidak, ia bahkan tahu kapan kabut akan turun dan dari arah mana monster biasanya datang.
Goblin berjalan di atas batang pohon yang tumbang, langkahnya ringan tidak ada suara cipratan air, tidak ada suara ranting patah.
Ia berhenti di atas pohon sebuah batang pohon, kemudian melihat kebawah ada seekor monster besar sedang meminum air dari rawa, tubuhnya bersisik tebal dan keras seperti besi, monster itu dulunya pernah membuat goblin hampir mati beberapa kali, tapi sekarang berbeda.
Goblin menatapnya beberapa saat dari atas, tangannya bergerak perlahan ke belakang tubuhnya, bukan lagi pedang berkarat yang selalu ia bawa, pedang itu sudah lama rusak.
Senjata barunya ini terbuat dari sebuah taring monster besar yang sudan diasah hingga membentuk ujung yang sangat tajam dan dipasang potongan tulang lain sebagai gagang.
Senjata sederhana namun jauh lebih kuat dari pedang lamanya.
Swoosh!
Tubuhnya langsung menghilang dari atas pohon, lalu monster itu tiba-tiba mengangkat kepalanya "Grrr!" tapi monster itu terlambat.
Sraakh!
Pedang taringnya menembus bagian leher monster itu, cairan merah menyembur, monsternya mengaum dan berusaha berbalik namun goblin sudah berada di belakangnya.
Sraakh!
Sraakh!
Dua serangan beruntun membuat monster itu akhirnya jatuh ke dalam lumpur, goblin berdiri di atas bangkainya tanpa luka, tidak lelah, tidak ada nafas terengah-engah.
Monster barusan adalah monster terkuat di hutan rawa ini dan sekarang sudah tidak ada apa-apanya lagi.
...
Di tempat lain...
Jauh dari dalam hutan.
Rumor tentang goblin itu semakin besar, awalnya hanya cerita dari seorang petualang yang hampir mati kemudian para pemburu mulai membicarakannya, para pedagang, para petualang desa lain.
Semakin ceritanya tersebar, semakin banyak pula cerita yang mereka tambah-tambahkan.
"Katanya goblin itu bisa membunuh puluhan serigala?"
"Aku dengar dia pernah membuh monster besar dengan satu serangan!"
"Mustahil!..."
"Aku bahkan dengar dia bisa menggunakan sihir"
"Seekor goblin menggunakan sihir??"
Tidak ada yang benar-benar tahu mana yang benar. Namun satu hal yang jelas, banyak manusia mulai tertarik untuk menemukannya, sebagian ingin memastikannya, sebagian ingin membunuhnya, sebagian hanya ingin mendapatkan hadiah.
Akhirnya sekelompok manusia memasuki hutan dalam, mereka bukan petualang biasa, mereka datang dengan persiapan lengkap.
Seorang pria besar berjalan paling depan sambil membawa perisai besar, tubuhnya tinggi dan penuh otot, di belakangnya terdapat seorang pemanah perempuan, seorang pria lain membawa dua pedang pendek dan gerakannya ringan, matanya terus mengamati sekeliling, di belakang mereka terdapat seorang wanita yang membawa tongkat, dan dia adalah seorang penyembuh.
Masih ada lagi, mereka juga membawa seorang penyihir dengan jubah gelap dan sebuah tongkat panjang berada di tangannya, ujung tongkat itu terdapat batu merah yang terus memancarkan panas.
"Menurut informasi, wilayah goblin itu seharusnya berada di sekitar sini kan?" pemanah melihat sekeliling.
"Hutan ini terlalu tenang" tanker yang berada di depan mengangkat perisai besarnya.
"Justru itu yang membuatku tidak tenang" penyihir tersenyum tipis.
"Kalau rumor itu benar, berarti semua monster di wilayah ini sudah diusir oleh goblin tersebut" pria dengan dua pedang mendengus.
"Seekor goblin mengusai wilayah sebesar ini?" ia tertawa kecil.
"Kita lihat saja"
Namun salah satu dari mereka tidak tertawa, pria yang berjalan paling belakang, ia memegang pedang yang terlihat tua, wajahnya serius.
Dia adalah manusia yang pernah bertemu goblin itu sebelumnya, bekas luka di bahunya masih terlihat jelas "...Jangan meremehkannya" semua orang menoleh.
"Kau sudah mengatakan itu ratusan kali.."
Pria itu menggeleng "Karena kalian belum pernah melihat dan bertarung dengannya!" ia menatap jauh ke dalam hutan.
"Kalau kita bertemu dengannya, jangan pernah bertarung sendiri.." tangannya mengepal.
Beberapa saat kemudian.
Mereka akhirnya menemukan sesuatu jejak kaki yang kecil namun dalam, tanker itu berjongkok dan menyentuh tanah "Ini jejak goblin" pemanah langsung memasang anak panah "Berarti kita sudah dekat!" mereka terus berjalan semakin dalam.
Kabut mulai muncul, air rawa mulai menutupi jalan, tidak lama kemudian 'Krrssk...' sebuah suara terdengar dari balik pepohonan dan semua orang langsung berhenti.
Pria dengan dua pedang langsung mencabut senjatanya "Di sana!" semuanya mengarahkan pandangan, di antara pepohonan terlihat seseorang berdiri.
Tubuhnya kecil, kulitnya hijau, telinga panjang, satu tangan memegang senjata terbuat dari taring monster, tubuhnya dipenuhi bekas luka lama, namun tidak ada rasa takut di wajahnya, goblin hanya berdiri dan menatap mereka semua.
Suasan menjadi hening seketika.
Pria yang pernah bertarung dengannya langsung mengenali wajah itu, matanya membesar "..Dia!" goblin juga mengenalinya sambil menatap bekal luka di bahunya "...Kau lagi"
Pria itu langsung mengangkat pedangnya "Kali ini aku tidak akan melarikan diri!"
Goblin memiringkan kepalanya, kemudian melihat manusia lainnya, ia mengamati mereka satu persatu, perisai besar, busur, dua pedang, dua wanita memegang tongkat dan membuatnya mengerti kalau mereka datang untuk membunuhnya.
Tangannya menggenggam pedang taring lebih erat "...Baiklah" goblin tersenyum tipis.
Fwoosh!
Pemanah langsung menembakkan anak panah, goblin menghindar, anak panah menancap di pohon "Serang!" tanker maju paling depan "Buk!" perisai besar menghantam tanah, goblin melompat ke belakang.
Pada saat yang sama, pria dengan dua pedang bergerak cepat dari samping sisi kanan.
Sraakh!
Goblin menahan serangannya menggunakan pedang taringnya 'Klang' pedang mereka bertabrakan dan membuat pria itu terkejut "Berat!.. Berat sekali!" lalu goblin mendorongnya.
Buk!
Tubuh pria itu terpental beberapa meter "Ti-tidak mungkin!..."
Goblin bergerak mengincar pemanah dan dalam sekejap ia sudah berada di depan si pemanah itu dan membuatnya membeku "Terlalu cepat!"
Pedang taring goblin akan menebas si pemanah itu namun perisai besar muncul tepat waktu yang membuat serangannya tertahan "Jangan biarkan dia mendekati pemanah!" tanker terus menekan dengan perisai besarnya.
Buk!
Buk!
Buk!
Goblin menghindari setiap serangan namun tanker itu terus mengejarnya, sementara itu "Siapkan sihir!" penyihir mengangkat tongkatnya, api mulai berkumpul.
Fwoosh!
Api besar muncul di udara, goblin merasakan panasnya, matanya menyipit "...Api" bola api ditembakkan.
BOOOM!
Ledakan terjadi, asap memenuhi sekitar "Berhasil!" pemanah melihat ke depan.
Swoosh!
Sesuatu keluar dari asap dan itu adalah goblin yang berhasil menghindar sangat cepat tanpa terluka sedikitpun.
"Apa?!" penyihir membelalakkan mata.
Goblin menerjangnya namun sebelum mencapai penyihir "Buk!" tanker kembali menghalanginya, goblin melompat menggunakan perisai sebagai pijakan, kemudian melayang di atas kepala tanker.
Swoosh!
Goblin kembali menuju penyihir "Tidak!" penyihir mencoba mundur tapi terlambat "Buk!" goblin menghantam perut penyihir dengan lututnya dan melemparkannya ke lumpur.
Penyembuh langsung berlari "Kau baik-bak saja?!" tapi ternyata goblin sudah ada di belakangnya "Ah-!" tubuhnya langsung dilempar ke tanah dengan mudahnya.
Pemanah menembakkan beberapa anak panah sekligus untuk mengalihkan perhatian dan untuk menggagalkan goblin yang akan menebas si penyembuh "Sret! Sret! Sret!" goblin menghindar bergerak di antara pepohonan.
Tidak ada yang mengenai tubuhnya, dengan cepat si goblin berlari ke depan pemanah sambil mengayunkan pedang taringnya 'Klang' pemanah menjatuhkan busurnya dan mundur, tapi goblin tidak memberinya waktu untuk itu.
Bugh!
Satu pukulan mengenai perutnya dan langsung jatuh memberikan luka lebam yang cukup parah.
Sekarang hanya tersisa dua orang, yaitu si tanker dan pria yang pernah dikalahkan goblin.
Keduanya berdiri berdampingan, nafas mereka terlihat berat takut, pria itu melihat teman-temannya yang sudah jatuh "...M-mustahil!" goblin berjalan perlahan ke arah mereka berdua.
"M-monster!" wajahnya ketakutan.
Goblin mulai berlari mendekati mereka, tiba-tiba tanker mengangkat perisainya "SEKARANG!" pria itu menyerang dari arah lain
Klang!
Pedangnya mengenai tubuh goblin namun goblin tidak bergerak dan membuat pria itu membeku "...Ap-apa??!" goblin menoleh lalu tangannya menangkap pergelangan tangannya.
Kreekh!
"AARGH!!"
Goblin meremukkan pergelangan tangannya lalu melemparnya, tanker mencoba menyerang lagi, goblin menunduk tenang, perisai besar itu melewati kepalanya, kemudian goblin menghantam bagian samping tubuh tanker.
Bruugh!
Tubuh besar itu terlempar dan jatuh ke dalam lumpur, semua manusia itu telah di kalahkan, goblin berdiri di tengah mereka dan melihat satu persatu.
Ia mengingat dulu manusia seperti mereka adalah alasan ia harus lari bersembunyi, manusia seperti mereka yang membunuh kaumnya, namun sekarang ia jauh lebih kuat.
Kali ini goblin benar-benar akan menghabisi mereka semua, pedang taringnya sudah siap mengakhiri mereka, namun tiba-tiba.
DUARRR!
Tanah di sampingnya meledak seperti ada benda keras yang menghantam itu, goblin langsung melompat mundur "Siapa?!.." goblin menatap ke depan dan melihat sesosok manusia lain.
Manusia dengan baju zirah berat dan pedang besar, tidak terlihat wajahnya atau apapun bagian tubuhnya, semuanya tertutup oleh zirah baja keras dan mengkilap.
Goblin merasakan kalau manusia itu berbeda, tubuhnya memberikan peringatan bahaya, sangat bahaya tapi ia sangat ingin melawannya.
Mereka berdua saling berhadapan dari jauh dan terlihat akan bertarung.