Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Seumur-umur tidak pernah merasakan cemburu melihat pacar bersama sahabat sendiri atau karyawannya, dulu selalu merasa santai dan berfikir positif orang-orang yang dikenalnya tidak akan bisa terlalu dekat sama Mila karena habis anterin Mila langsung kembali ke kantor.
Rasa penasaran akhirnya membuat Farhan langsung telefon Erik dan bahas soal tadi siang alasan Erik bisa ketemu sama Mila dan ajak Mila melaksanakan vidio call makan siang bersama secara online.
"Kok saya tidak percaya kalian ketemu secara tidak sengaja apa kalian janjian untuk ketemu dan sengaja telefon saya tujuannya apa?" tanya Farhan to the poin saat saluran telefon terhubung.
"Iya sengaja kenapa cemburu, kalo kamu kasih kabar ke Mila tentunya istri kamu tidak akan kirim chat untuk minta tolong saya untuk telefon kamu dan ternyata diangkat telefon nya, kamu tahu istri kamu cemas karena selama dua hari tidak ada kabar sama sekali bahkan kamu tidak ada waktu untuk merespon panggilannya bahkan chatnya kamu abaikan." ucap Erik terus terang tidak ingin dianggap aneh-aneh sama Farhan, karena sadar jika Farhan bisa sewaktu-waktu merasa cemburu melihat dirinya bersama Mila.
"Kamu tahu kan saya paling malas buka handphone apa lagi kalo lagi sibuk dan sudah tidur, seharusnya Mila faham kebiasaan saya bukannya minta tolong segala seperti tadi bikin kesal saja." lanjut Farhan tidak merasa bersalah sama sekali, menganggap kebiasaannya hal yang wajar.
"Jangan terlalu egois bro, ingat wanita itu ingin dimengerti, ingin dianggap ada, dan menjalankan pernikahan yang penuh komunikasi, dan ingin dimanja bukannya diabaikan dengan alasan seperti itu, ah satu lagi jangan menyesal jika kamu tidak bisa merubah kebiasaan kamu." lanjut Erik terus terang kasih saran resiko jika Farhan masih saja cuek sama Mila.
"Ah jangan berlebihan deh, istri tidak akan marah jika sudah dimanjakan dan segala kebutuhannya sudah dipenuhi dan Mila masih belum paham juga sama kebiasaan saya yang mageran, iya sudah bagus deh kalo kalian ternyata sengaja ketemuan dan ajak saya makan bersama secara online, saya harap kamu tidak merebut istri sahabat sendiri bro karena kita kenal dari kecil saya harap tidak mengecewakan saya bro apa lagi saya jauh dari Mila karena banyak pekerjaan disini " lanjut Farhan tidak percaya ucapan Erik yang bilang dirinya akan menyesal, yakin jika Mila tidak akan meninggalkan dirinya karena yang lebih jarang buka handphone dan lebih banyak tidur dari pada duduk santai bersama Mila setelah pulang kerja dan menahan ngantuk.
"Iya terserah kamu saja lah Farhan, saya tidak akan tega merebut istri sahabat sendiri walaupun hatinya terluka dan hidupnya hampa lebih baik saya cari perempuan lain dan membiarkan istri sahabat sendiri merana sendiri tanpa ada solusi sama sekali dan tidak akan saya rebut untuk saya berikan kebahagiaan." lanjut Erik tegas, walaupun sejujurnya ingin sekali meluangkan waktu untuk Mila tidak merasakan hidup sendirian, tapi masih tidak tega merebut Mila dari hidupnya Farhan, biarlah Mila menjalankan rumah tangganya dan dirinya cuman menjadi pendengar yang baik dan siap memberikan solusi jika diminta saran jika Mila minta secara langsung.
Kesal mendengar ucapan Farhan bukannya instrospeksi diri justru berfikir negatif, lebih baik matikan telepon dan akhiri obrolan dari pada dilanjut bisa kemana-mana yang akhirnya fitnah dan berantem karena fikiran negatifnya Farhan.
**
Bi Sumini melihat majikannya melamun seorang diri dihalaman belakang rumah membuat Bi Sumini langsung menghampiri Mila yang duduk sendirian di taman kecil yang ada dihalaman belakang rumah.
"Tumben Nyonya ada disini." ucap Bik Sumini pelan.
"Lagi pengen saja Bik, mereka bertiga belum pulang iya Bik?" tanya Mila melihat ART nya berdiri disampingnya.
"Iya belum Nyonya dan Nyonya Gendis bilang saya tidak usah masak soalnya Nyonya Gendis, Tuan Ihsan, dan Tuan Raka makan malam diluar Nyonya dan jika Nyonya mau makan disuruh beli sendiri jangan pakai uang Tuan Farhan katanya." lanjut Bik Sumini sampaikan amanah yang dikasih tahu Gendis tadi.
"Mereka masih seperti itu Bik, saya jadi bingung harus bagaimana Bik jujur. Di sisi lain ketiga Kakaknya Farhan larang saya pakai pemberian Farhan oke saya turuti mau mereka tidak pakai sama sekali akhirnya saya ngalah dan memilih jualan sesuai tabungan yang saya punya dan tidak pakai uang Farhan sama sekali, tapi mereka juga marah karena saya jualan keliling dan jalan kaki dianggap bikin malu dan Farhan jadi dianggap suami pelit yang tidak mampu nafkahi istrinya, padahal kenyataannya kan tidak seperti itu saya jualan keliling menghargai keinginan mereka dan saya pun belum mampu untuk sewa ruko karena tabungan saya sedikit sedangkan saya dilarang keras untuk pakai uang itu, Bik saya harus bagaimana sekarang dan disisi lain Farhan pun sampai sekarang tidak ada perubahan Bik masih jadi suami cuek Bik rasanya saya tidak kuat Bik terus sabar dan mengerti mereka Bik ingin rasanya menyerah Bik menjalankan pernikahan tidak bahagia merasa hidup tidak punya suami dan punya saudara yang selalu menghina, merendahkan,tidak ingin saya disini, dan selalu larang saya menikmati hak sebagai istri Bik. Jadi saya harus bagaimana sekarang?" tanya Mila terus terang akhirnya meluapkan isi hati yang selama ini dipendamnya, sudah tidak kuat menahan semuanya sendiri butuh teman ngobrol dan solusi dari masalah yang ada.
"Kata sabar memang sudah tidak berguna Nyonya karena anda sudah sabar semaksimal mungkin dan saya lihat sendiri, walaupun anda kesal tapi anda masih bisa menjaga ucapan anda dan tidak merendahkan ketiga Kakaknya Tuan Farhan dan soal Tuan memang keterlaluan sih Nyonya sifat mageran tidak dirubah sama sekali bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, apa sebaiknya Nyonya menikmati pemberian Tuan dan abaikan ucapan negatif Kakak -Kaka Tuan yang pasti anggap anda perempuan matre dan tidak tahu diri, supaya anda tidak setres dengan sikap Tuan seperti ini dan tidak dianggap bikin malu lebih baik anda mulai belanja beli baju baru, perhiasan, dan make-up supaya terlihat lebih cantik menikmati pemberian suami, biarin deh cuek yang penting bisa bergaya apa lagi anda kan seorang istri bos besar bagaimana Nyonya." saran Bik Sumini, jujur bingung harus memberikan saran seperti apa untuk majikannya supaya tidak sedih terus dan dihina karena jualan keliling setiap hari.
"Bibi benar juga ngapain pusing punya suami cuek, nikmati saja pemberian nya dan nikmati hidup sebagai istri bos terkenal dan sudah tidak peduli lagi sama ketiga Kakaknya Farhan toh mereka juga disini numpang tinggal dan kerja juga di perusahaan Farhan ngapain harus takut sama mereka, selama Farhan masih mau anggap saya istri tidak peduli dan saya juga akan menikmati isi ATM yang selama lima bulan tidak pernah saya pakai sama sekali." lanjut Mila setuju sama idenya Sumini, menikmati hidup dan menikmati haknya sebagai seorang istri, tidak peduli apapun tanggapan Kakak-kakaknya Farhan yang melihat penampilan barunya, sejujurnya tidak tahu harus sampai kapan bertahan dalam pernikahan hambar seperti sekarang yang penting bisa menikmati hidup dan merubah fashionnya supaya terlihat lebih cantik.
Bahagia rasanya melihat majikannya yang tadi murung sekarang menjadi bahagia setelah mendengar sarannya, saran terbaik yang bisa diberikan untuk Mila, tidak tega juga membiarkan majikannya kehilangan istrinya walaupun tahu Farhan yang salah terlalu cuek sama istrinya.