NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:102
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Akhirnya mereka berhasil membunuh makhluk Kutukan.

Yua berkata, "Setelah semua yang kita lalui, akhirnya menang juga."

"Lega sekali rasanya" jawab Ryujin.

"Ini semua berkat kerja keras kita, akhirnya mereka tidak akan ketakutan lagi" sahut Haru.

"Mari kita kembali untuk memberikan informasi" jawab Ryujin.

Mereka bertiga meninggalkan goa dan menuju desa untuk memberi kabar. Di perjalanan, mereka melewati pasar, kemunculan orang-orang disana membuat mereka teringat akan dunia mereka yang dulu.

Yua berkata, "Aku merindukan kehidupanku yang dulu."

"Sama aku juga" jawab Ryujin.

"Apa boleh buat, kemungkinan aku mendapat peringkat 1 di semester ini jika sekolah" sahut Haru.

Yua berkata, "Jadi kasihan dengan Narumi dia pasti mencari kita."

Di kerumunan pasar, salah satu anak kecil perempuan melihat para pemburu dan menghampiri mereka.

Anak kecil itu berkata, "Kaukan.. kakak yang menyelamatkanku."

Yua melihat anak kecil itu dan teringat bahwa dia adalah anak kecil yang dia selamatkan dari makhluk kutukan di malam yang lalu. Dia terharu lalu memeluknya.

Yua berkata, "Kau.. bagaimana kabarmu?"

"Aku sangat senang bisa melihat kakak lagi, jika waktu itu tidak ada kakak, pasti aku sudah.."

"Jangan bicara seperti itu, aku akan melindungi semua orang di sini."

"Terimakasih ya kak..".

Dengan senyum manis Yua menganggukkan kepalanya.

Ryujin berkata, "Kau tahu desa ini sudah aman sekarang.. makhluk itu sudah tidak ada."

"Benarkah.. horee.. aku akan memberitahu ibuku" jawab anak kecil.

Anak kecil itu berlari menuju ibunya dan memberitahu  bahwa makhluk kutukannya sudah mati.

Ibu berkata, "Benarkah? siapa yang memberitahumu?"

"Itu bu.. kakak yang menyelamatkanku kemarin."

Ibunya menoleh ke para pemburu sambil berkata, "Para pemburu.. jadi makhluk itu sudah lenyap."

Ibu itu segera menghampiri para pemburu dengan mata berkaca-kaca. Dengan penuh rasa syukur, dia mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah menyelamatkan desa dari teror makhluk kutukan.

Tak lama kemudian, ibu itu memberitahukan kabar tersebut kepada warga di sekitarnya bahwa makhluk kutukan yang selama ini meneror mereka akhirnya telah dibasmi oleh para pemburu.

Mendengar berita itu, warga langsung bersorak gembira. Tangis haru dan senyum bahagia memenuhi suasana desa. Mereka berulang kali mengucapkan terima kasih kepada para pemburu yang telah mempertaruhkan nyawa demi melindungi mereka.

Melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah para warga membuat hati para pemburu terasa hangat dan terharu. Semua rasa lelah dan luka yang mereka rasakan seakan terbayar lunas karena berhasil membebaskan warga dari penderitaan dan ketakutan.

Para pemburu tiba di kediaman Kepala Daerah menyampaikan bahwa mereka sudah membunuh makhluk kutukan dan mereka mengatakan pasokan bahan pangan selama ini tersimpan di dalam goa.

Kepala Daerah berkata, "Baiklah kami akan mengambilnya dan membagikan kembali hak mereka. Informasi ini akan kami konfirmasikan di istana. Dari kami semua, terimakasih atas bantuan kalian dan Kaisar."

Para pemburu telah menyelesaikan tugasnya dan kembali menuju istana.

Setibanya di istana, para pemburu langsung disambut hangat oleh para pelayan dan prajurit kerajaan. Kabar kemenangan mereka rupanya telah lebih dulu menyebar ke seluruh penjuru istana.

Tak lama kemudian, mereka diutus untuk menghadap Kaisar.

Dengan langkah tegap, para pemburu memasuki aula kerajaan yang megah. Sesampainya di hadapan singgasana, mereka segera menundukkan kepala dan memberikan hormat kepada Kaisar dengan penuh rasa takzim.

Kaisar memandang para pemburu dengan wajah penuh kebanggaan.

“Kalian telah menyelesaikan tugas ini dengan sangat baik. Aku berterima kasih atas kerja keras dan keberanian kalian. Kini rakyatku dapat hidup damai kembali membuatku sangat senang. Selama ini mereka hidup dalam ketakutan dan penderitaan akibat makhluk kutukan itu.”

Haru melangkah maju lalu menundukkan kepala hormat.

“Hamba juga sangat bersyukur karena berhasil mengalahkan makhluk kutukan tersebut. Melihat rakyat akhirnya terbebas dari kesengsaraan membuat semua perjuangan kami terasa berarti. Hamba merasa bahagia melihat senyum mereka kembali terpancar tanpa dihantui rasa takut.”

Kaisar tersenyum tipis mendengar jawaban itu.

“Atas kerja keras dan pengorbanan yang telah kalian lakukan hingga mempertaruhkan nyawa, istana akan memberikan royalti sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih.”

Para pemburu kembali menundukkan kepala dengan penuh hormat.

“Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar.”

Tuan Yamato menatap para pemburu dengan tatapan sinis. Sorot matanya dipenuhi rasa tidak suka seolah meremehkan keberhasilan mereka.

 

Saat Jinsei mendengar kabar bahwa para pemburu telah berhasil mengalahkan makhluk kutukan dan Yua telah kembali ke istana dengan selamat, dia segera bergegas pergi untuk menemuinya.

Namun di tengah perjalanan, langkah Jinsei tiba-tiba terhenti ketika seseorang memanggil namanya dari arah paviliun istana.

“Jinsei.”

Jinsei menoleh ke arah suara itu. Di sana berdiri seorang wanita cantik berbalut gaun mewah dengan aura anggun dan berwibawa. Dia adalah Tuan Putri Hikari, putri Kaisar yang kelak akan mewarisi takhta dan menjadi Ratu istana ini.

Melihat bahwa yang memanggil adalah Tuan Putri, Jinsei dengan berat hati menghampirinya.

Jinsei berkatan"Ada apa kau memanggilku, Tuan Putri?"

"Tega sekali kau kepadaku.."

"Apa maksud Tuan Putri? aku tidak mengerti, bisakah Tuan Putri menjelaskannya."

"Mengapa kau tidak menyapaku di saat kau sudah kembali ke istana, aku menunggumu.."

"Jadi begitu.. maafkan aku Tuan Putri aku tidak sempat menyapamu karena aku sangat sibuk."

"Hmm kalau begitu kau harus di hukum!."

"Hukuman? mengapa aku harus dihukum?."

"Kau tidak peduli kepadaku ya."

"Huff baiklah apa hukuman itu?."

"Temani aku minum teh malam nanti."

Jinsei berkata di dalam hatinya "Jadi ini yang namanya hukuman."

"Baiklah kalau itu keinginan Tuan Putri."

"Kutunggu kedatanganmu nanti malam ya.."

"Baik Tuan Putri kalau begitu aku harus pergi karena masih ada beberapa urusan."

Jinsei pergi meninggalkan Paviliun.

Jinsei berkata "Jika tidak karena perintah ayah, aku tidak akan sudi."

Apa kalian tahu siapakah orang yang pertama kali Jinsei temui saat kembali ke istana? hayo tebak siapa.. dan mengapa Jinsei menemui orang itu terlebih dahulu? yang pasti orang itu sangat spesial bagi Jinsei bukan..

Jika kalian tahu, tuliskan jawaban kalian pada kolom komentar atau kalian bisa menjawabnya didalam hati.

Ryujin membawa Yua ke paviliun. Dia memegang telapak tangan kanan Yua lalu berkata "Lihat, ini yang katamu baik-baik saja?."

Yua hanya tersenyum tipis. Ryujin segera mengobati luka Yua. Yua melihat sikap Ryujin yang sangat peduli membuat hatinya tersentuh akan kebaikannya. Dia memperhatikan Ryujin yang sedang mengobatinya.

"Jika bisa sebaiknya kau tidak usah menjadi pemburu. Menjadi putri saja itu lebih baik, aku tidak ingin dirimu terluka."

Yua tersentuh mendengarnya. Dia bingung mau menjawab apa.

"Bagaimana bisa, lagi pula aku tidak selemah itu, apa kau meremehkanku?" jawab Yua.

Dengan senyum tipis Ryujin berkata, "Selesai, ganti perbannya secara teratur supaya lukanya cepat kering."

"Oh terimakasih."

Tak lama, Jinsei datang lalu menghampiri Yua.

"Yua kau sudah kembali."

"Oh hai.. Jinsei."

"Aku menunggumu, sangat lega melihatmu kembali, kau baik-baik saja? tidak ada yang terluka kan?."

Ryujin menaikan alis lalu berkata, "Tunggu.. kau ini siapa?."

Mereka berdua pun berdebat.

"Apa maksudmu?."

"Aku bertanya padamu, siapa dirimu??."

"Apa maksud mu.. apa kau bercanda denganku?."

Yua segera mengalihkan perhatian Jinsei dengan menunjuk pundaknya.

“Ada serangga di pundakmu,” ucap Yua cepat.

Jinsei sontak menoleh dan menepuk pundaknya untuk memastikan. Melihat kesempatan itu, Yua diam-diam memberi kode kepada Ryujin bahwa Jinsei adalah putra Tuan Yamato, Menteri Keuangan istana.

Seketika Ryujin teringat akan siapa yang dimaksud. Tatapannya sedikit berubah sebelum akhirnya dia mengurungkan niat untuk terus melempar pertanyaan kepada Jinsei.

"Tidak ada apa-apa disini" jawab Jinsei setelah melihat pundaknya.

Yua langsung mengalihkan pembicaraan.

Yua berkata, "Terimakasih Jinsei, ada keperluan apa kau menemuiku?."

"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu tapi mungkin lain kali saja" jawab Jinsei sambil melirik sinis Ryujin.

Jinsei melihat perban ditangan Yua. "Kau baik-baik saja?."

"Oh ini hanya luka kecil, tenang saja" jawab Yua.

Ryujin perlahan beranjak dari tempatnya lalu menatap Yua dan Jinsei bergantian.

“Kalau begitu, lanjutkan saja percakapan kalian. Aku masih memiliki urusan dengan Master Seijun,” ujar Ryujin tenang.

Setelah mengatakan itu, Ryujin pun pergi meninggalkan paviliun. Yua menatap Ryujin sejenak sebelum akhirnya tersenyum kecil.

“Terima kasih Ryujin,” ucap Yua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!