NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Cahaya matahari pagi bersinar cerah menembus jendela kaca ruangan direktur utama di gedung bekas PT Medika Raya.

Rizky duduk bersandar di kursi kulit kebesaran yang dulunya menjadi singgasana Hendra Kusuma.

Indah Sari berdiri di depan meja sambil memegang setumpuk map berisi dokumen legalitas yang baru saja disahkan semalam.

"Rizky, kau benar-benar yakin mau meninggalkan semua urusan peleburan perusahaan ini padaku sendirian?" tanya Indah dengan raut wajah sedikit cemas.

"Aku belum pernah mengelola pabrik sebesar ini, apalagi ribuan karyawan yang sekarang menjadi tanggung jawab kita."

Rizky memutar kursinya menghadap Indah dan tersenyum memberikan tatapan penuh keyakinan pada rekan bisnisnya itu.

"Nona Indah, kau adalah satu-satunya orang di dunia ini yang paling kupercaya untuk memegang kendali kerajaanku."

"Kau sudah membuktikan kecerdasanmu saat mengurus izin edar dan memancing Hendra masuk ke dalam jebakan kita tempo hari."

Indah menghela napas panjang dan meletakkan tumpukan map itu ke atas meja kerja yang sangat luas tersebut.

"Baiklah kalau kau memang sangat memaksa, aku akan mengubah semua lini produksi pabrik ini untuk membuat Pil Pemulih Vitalitas secara eksklusif."

"Aku juga akan menyeleksi ulang semua karyawan lama Medika Raya dan memecat siapa saja yang pernah terlibat praktik kotor Hendra," tegas Indah mulai menunjukkan aura seorang CEO wanita sungguhan.

"Sempurna sekali, itulah persisnya alasan kenapa aku memilihmu untuk memimpin di garis depan bisnis kita," puji Rizky bertepuk tangan pelan.

"Lalu berapa lama kau akan pergi mendaki gunung aneh itu Rizky? Apa kau akan membawa perlengkapan senjata api untuk berjaga-jaga?"

Rizky berdiri dari kursi nyamannya dan merapikan kemeja kasual yang dipakainya hari ini.

"Aku tidak tahu pasti berapa lama, mungkin satu atau dua minggu tergantung seberapa cepat aku menemukan barang kuno yang kucari."

"Dan untuk urusan senjata pertahanan, aku rasa obat-obatan di kebunku jauh lebih mematikan daripada peluru timah mana pun."

"Tetap saja kau harus berhati-hati saat di hutan Rizky, aku tidak mau kehilangan rekan bisnis terbaikku tepat setelah kita berdua menjadi miliarder," keluh Indah menyilangkan tangannya di dada.

"Tenang saja, aku akan pulang hidup-hidup dengan membawa oleh-oleh tanaman herbal yang belum pernah dilihat oleh dunia modern," janji Rizky sambil tersenyum lebar.

Rizky kemudian berjalan meninggalkan ruangan direktur itu dan melangkah menuju lift untuk turun ke lobi utama.

Tugasnya di kota ini sudah sepenuhnya selesai dan fondasi kerajaannya sudah kokoh berdiri tanpa ancaman yang berarti lagi.

Satu jam kemudian, mobil taksi yang ditumpangi Rizky berhenti di depan gerbang kayu lahan perbukitan barat.

Bang Jali dan kelima anak buahnya sedang sibuk menyirami ratusan pot bibit herbal yang kini tumbuh semakin subur di area depan kebun.

"Selamat pagi Bos Rizky, tumben sekali Bos datang pagi-pagi begini tanpa memberi kabar dulu semalam," sapa Bang Jali segera meletakkan selang airnya.

"Kumpulkan semua adik-adikmu sekarang juga Bang Jali, kita akan mengadakan rapat penting mendadak di pos jaga," perintah Rizky dengan suara tegas.

Hanya butuh waktu kurang dari tiga menit bagi keenam mantan preman itu untuk berkumpul dan berbaris rapi di depan Rizky.

Mereka sekarang terlihat jauh lebih sehat dan terawat sejak mendapatkan gaji besar serta makanan bergizi setiap hari dari bos baru mereka.

"Kalian semua sudah melihat dengan mata kepala kalian sendiri bagaimana kemampuanku menaklukkan seratus preman Sindikat Naga Hitam kan?" buka Rizky menatap satu per satu wajah bawahannya.

"Tentu saja Bos, kami semua bahkan masih sering bermimpi buruk kalau mengingat patung-patung es mengerikan di depan gerbang itu," jawab preman berbadan kurus sambil bergidik ngeri.

"Baguslah kalau kalian mengingatnya, karena mulai hari ini, tugas kalian bukan lagi sekadar menjaga kebun sayur di atas bukit yang sepi ini."

Rizky mengeluarkan sebuah peta gulung kusam dari dalam saku jaketnya dan membentangkannya lebar-lebar di atas meja kayu pos jaga.

"Besok pagi, kalian berenam akan ikut denganku melakukan ekspedisi masuk ke dalam Hutan Larangan di Pegunungan Selatan."

Mendengar nama tempat tersebut disebutkan dengan jelas, wajah Bang Jali langsung berubah sepucat kertas dan kakinya refleks mundur selangkah.

"Bos Rizky tidak sedang bercanda kan? Pegunungan Selatan itu bukan tempat wisata untuk orang kota berkemah," sergah Bang Jali dengan suara yang sedikit bergetar.

"Apa yang sebenarnya kau ketahui tentang tempat itu Bang Jali? Kenapa kau langsung terlihat sangat ketakutan begitu?" tanya Rizky menaikkan sebelah alisnya penasaran.

Bang Jali menelan ludahnya dengan susah payah sebelum memberanikan diri menatap wajah bosnya kembali.

"Hutan Larangan itu dikuasai oleh Kartel Taring Beruang, sebuah sindikat penyelundup kayu dan tanaman langka berskala internasional Bos."

"Mereka bukan preman jalanan kampung yang bersenjata parang seperti Naga Hitam, mereka itu tentara bayaran elit yang menggunakan senapan serbu militer."

Kelima anak buah Bang Jali langsung saling pandang dengan tatapan panik dan cemas mendengar penjelasan rinci dari bos lama mereka.

"Bahkan kepolisian daerah saja tidak berani masuk terlalu dalam ke wilayah itu karena hutan tersebut sudah menjadi negara merdeka milik para penyelundup."

Rizky mendengarkan penjelasan peringatan dari Bang Jali dengan sangat tenang, sama sekali tidak ada perubahan ekspresi ketakutan di wajah tampannya.

Di dalam kepalanya, otak super jeniusnya mulai bekerja keras menyusun seribu satu strategi baru untuk menghadapi ancaman senjata api militer di alam liar.

"Senapan serbu peluru tajam memang sedikit merepotkan, tapi mereka semua tetaplah manusia biasa yang bernapas menggunakan paru-paru," gumam Rizky menyeringai tipis.

"Bos baru saja bilang apa barusan? Bos tetap nekat mau masuk ke sarang penjahat gila bersenjata itu?" tanya Bang Jali semakin tidak percaya dengan pendengarannya.

"Kartel Taring Beruang atau apa pun nama konyol mereka itu tidak akan bisa menghentikanku mengambil barang berharga milikku di gunung tersebut."

Rizky menepuk bahu lebar Bang Jali dengan cukup keras untuk menyadarkan pria berotot itu dari ketakutan masa lalunya.

"Aku akan menyiapkan racikan penawar racun dan bius asap khusus untuk kalian bawa sebagai senjata cadangan di sana."

"Tugas kalian besok hanyalah membantuku membawakan barang-barang logistik dan membuka jalur jalan setapak di tengah hutan lebat."

"Jika kita berhadapan langsung dengan pasukan penyelundup itu nanti, aku sendiri yang akan maju mengirim mereka semua ke neraka."

Melihat keyakinan mutlak yang terpancar di mata bosnya, nyali Bang Jali perlahan mulai kembali berkobar hangat di dalam dadanya.

Ia ingat betul bagaimana pemuda ini bisa membekukan seratus orang dalam hitungan detik tanpa perlu menyentuh mereka sama sekali.

"Kalau Bos Rizky sudah bertekad bulat, maka nyawa kami berenam siap dikorbankan untuk menemani Bos sampai puncak," ucap Bang Jali menepuk dada kirinya dengan mantap.

"Kami akan segera pergi ke pasar untuk memborong semua perlengkapan mendaki gunung, tenda tebal, dan parang pembuka jalan siang ini juga."

"Kerja bagus, gunakan uang kas kebun berapapun yang kalian butuhkan, belilah peralatan yang paling mahal dan paling kuat," perintah Rizky.

Keenam mantan preman itu langsung membungkuk hormat dan berlari menuju mobil pikap mereka untuk bersiap-siap menuju pasar perlengkapan.

Setelah mereka pergi, Rizky berjalan masuk ke area kebun utama dan berdiri diam di depan gundukan tanah spiritual miliknya.

Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa helai daun dari Bunga Kecubung Gunung yang sempat ia pakai di atap gedung kemarin.

"Sistem, tampilkan analisis modifikasi racun untuk tanaman ini jika ditanam di atas tanah spiritual sekarang juga."

TING.

Kotak teks holografis seketika muncul melayang di udara merespons perintah langsung dari sang pengguna liontin.

[Analisis Modifikasi Kecubung Gunung selesai diproses secara menyeluruh.]

[Saran Sistem: Campurkan dengan getah jarak pagar dan tanam di Tanah Spiritual selama lima menit untuk menciptakan Serbuk Halusinasi Massal.]

[Efek: Menyebabkan kebutaan sementara dan halusinasi monster mengerikan selama dua puluh empat jam bagi siapa saja yang menghirupnya dalam radius sepuluh meter.]

Rizky tersenyum sangat puas membaca deskripsi senjata biologis barunya yang jauh lebih mematikan dari sekadar obat tidur biasa.

"Kartel tentara bayaran itu tidak akan bisa menembak lurus ke arahku jika mereka melihat teman mereka sendiri sebagai monster mengerikan."

Ia segera menanam daun-daun kecubung beracun itu ke dalam tanah hitam dan memfokuskan aliran energi hangat dari dadanya.

WUSH.

Cahaya hijau zamrud mengalir mulus ke dalam tanah, mempercepat proses pertumbuhan hingga daun-daun itu berubah menjadi tanaman merambat berduri dalam sekejap mata.

Hari ini adalah hari terakhirnya bersantai di perbukitan kota yang aman dan nyaman ini sebelum memulai petualangan brutal.

Perjalanan menuju Pegunungan Selatan besok pagi akan menjadi batu loncatan yang sangat besar bagi kebangkitan kekuatan sejati Liontin Dewi.

Rizky menatap langit biru yang cerah di atas bukit dengan kedua tangan mengepal erat di samping badannya.

"Tunggu aku pecahan liontin kedua, aku akan segera menjemputmu dan menyatukan kembali kekuatan suci yang terpisah ini."

Langkah kaki sang Raja Obat akan segera menginjak medan pertempuran alam liar yang jauh lebih kejam dan berdarah dari sekadar persaingan dunia bisnis.

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!