NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Lima

"Astaga, sudah di kasih uang lebih aja, masakan tetap saja tahu tempe, apa nggak bisa masak daging kamu, ma." kesal pak Galih menatap malas hidangan di atas meja makan.

"Klau Mas mau makan daging, beli aja sama mas dagingnya, nanti aku masakin." ucap bu Soraya sopan.

Brakkk....

"Apa apaan kamu ini haaa.... Kenapa semakin hari sikap mu semakin membangkang ha.....! " bentak pak Galih sambil menggebrak meja makan, membuat anak anak dan istrinya terlonjak kaget.

"Membangkang gimana maksud mas, aku ngomong apa adanya, mas suruh aku masak daging, uang dapur aja mas kasih lima puluh ribu, sementara harga daging sekilonya seratus tiga puluh ribu, mau dapat apanya, belum minyak gorengnya belum cabe bawang, tomat, beras, mau pakai apa aku belinya, mau uang dapur yang mas kasih semalam untuk satu bulan aku habiskan untuk satu hari? " ucap bu Soraya membeberkan panjang lebar kepada sang suami, agar paham laki laki medusa itu, lama lama diam tanpa melawan itu semakin di injak, kali ini bu Soraya sudah tidak kuat hanya menahan dalam diam, sesekali melawan suami medusa ini nggak masalah, capek menghormati suaminya itu, tapi tak ada artinya.

"Kau.....!" tunjuk pak Galih yang tidak bisa melanjutkan kata katanya, pak Galih syok mendengar istrinya menjawab kata katanya, sepertinya istrinya mulai berubah.

"Ayo anak anak makan yang banyak, biar bisa bertahan hidup sampai siang abaikan saja bapak kalian, kalau dia tidak suka, dia bisa makan di rumah ibunya, atau dia beli sendiri." ucap bu Soraya yang tidak lagi perduli dengan suaminya.

Pak Galih makin syok mendengar setiap kata dari mulut istrinya itu, bukan hanya pak Galih tapi anak anak mereka pun ikut kaget, namun lama kelamaan, ujung bibir mereka tertarik membentuk senyum kepuasan, karena ibu mereka mulai melawan perlakuan tidak adil sang ayah.

Area si anak sulung lansung memberi dia jempol singkatnya, sebelum buru buru menyantap sarapan seolah olah tidak terjadi apa apa.

"Dasar istri tidak tau di untung, kalian masih makan dari uang saya, tapi mulai melawan sama saya! " amuk pak Galih terpancing emosi dengan kelakuan sang istri.

Brakkk....

"Nggak usah pakai ungkit ungkit uang nggak seberapa itu, itu sudah kewajiban mas untuk memberi nafkah, bahkan nafkah yang mas berikan, tidak cukup, banyak kurangnya, malu mas malu, laki-laki kok nggak punya urat malu, sombong amat mentang mentang ngasih uang segitu, nih aku balikin uang mas, ( uang di hamburkan oleh bu Soraya, hingga uang itu berserakan di depan meja makan) mulai sekarang nggak usah lagi ngasih kami uang, silahkan berikan kepada ibu sama keponakan mu, kami tidak butuh." ucap bu Soraya berkacak pinggang dan dagu terangkat ke atas.

Pak Galih melotot tidak percaya dengan tingkah istrinya itu, tangannya terkepal kuat sungguh dia merasa terhina dengan sikap istrinya itu, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, pak Galih membalikan badannya, lalu pergi meninggalkan rumah dengan perasaan marah, dan juga rasa penasaran di hatinya.

"Maafin mama ya sayang, sudah membuat keributan di depan kalian, kalian pasti takut atau meresa mama adalah istri yang durhaka terhadap suami." ucap bu Soraya merasa bersalah.

"Tidak, mama tidak salah, mama hebat bisa melawan papa, selama ini mama hanya diam di saat papa marah, atau menghina kita, jadi papa menjadi jadi, seolah olah mama terlalu bergantung sama dia, dan terlalu kecintaan sama papa, makannya papa jadi semena mena sama mama, seharusnya dari dulu mama melakukan hal seperti ini, biar otak papa itu cepat mencair." kekeh Ares yang tidak ingin mamanya merasa bersalah.

"Mama keren, aku suka mama yang kaya gini, dari pada diam aja saat di hina." ujar Laras mengacungkan jempolnya dan tersenyum lebar.

"Biarkan saja papa itu pergi, sepertinya rumah ini Damai tanpa papa, kita bisa jadi diri kita sendiri, klau ada papa di rumah, kita mau apa apa selalu bisik bisik dan ngumpet ngumpet takut di marahin, adek nggak suka." ucap si bungsu melipat tangan di dada dan bibir maju tiga senti.

Bu Soraya terkekeh melihat tingkah anak anaknya, bukannya mereka takut justru mereka malah suka melihat dia melawan ayahnya.

"Klau papa kalian nggak di rumah, jajan kalian nggak bisa jajan dong? " ucap bu Soraya menguji anak anaknya.

"Alah.... Ngasih uang cuma lima ribu, tapi ucapanya menusuk hati tiap ngasih uang, mending nggak jajan lah, nggak dapat uang dari papa juga nggak apa apa." acuh Gibran menaikan bahunya acuh.

"Tenang dek, mulai hari ini abang sudah kerja, abang akan cari uang untuk kita, kalian nggak usah takut nggak jajan." ucap Ares dengan lembut.

"Asiiikkkk.... Abang yang terbaik." ke dua adiknya lansung memeluk Ares dan Ares membalas pelukan adik adiknya itu, bu Soraya menatap dengan tatap berkaca kaca.

"Kamu mama izinkan bekerja ya bang, tapi klau merasa tidak sanggup nggak usah kerja ya." ucap bu Soraya lembut, sungguh sakit rasanya hati bu Soraya, anak yang seharusnya bermain bersama teman temannya, dan belum waktunya memikirkan bekerja, tapi tidak untuk Ares, malang sekali anaknya itu.

"Mama tenang saja, kerjaannya nggak berat kok, udah gitu nggak jauh dari rumah dan sekolah." ucap Ares.

"Mmm.... Baiklah, kalian berangkat sekolah, nanti terlambat loh." ucap bu Soraya.

"Siap komandan, kita berangkat dulu, mama jaga diri di rumah ya." ucap Ares memeluk tubuh sang ibu bergantian dengan ke dua adiknya.

Setelah anak anaknya berangkat sekolah, bu Soraya menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya dengan kasar.

"Hah.... Ternyata tidak semenakutkan itu melawan laki medusa, rasanya plong banget dada ku." gumam bu Soraya memegang dadanya.

"Ehhh.... Tapi klau benar nggak ngasih uang lagi gimana? " bu Soraya mengetuk ngetuk dahinya dengan telunjuk.

"Hah.... Emang aku pikirin, Bismillah aja, toh selama ini juga aku yang lebih banyak menopang keluarga ini, lebih baik saya mengandalkan kemampuan diri sendiri, dari pada berharap dari suami medusa itu, yang ada makan hati." gumam bu Soraya lagi.

Bu Soraya berjalan ke arah ruang tamu yang masih berantakan bekas sarapan, dan juga uang yang berserakan dimana mana, karena ulahnya tadi.

"Kenapa uangnya nggak di ambil, gengsi kali ya." kekeh bu Soraya.

"Wahhh.... ada apa nih, kok uang di buang buang." ucap bu Rini yang tiba tiba sudah ada di ruang makan itu.

"Astaga, kamu ini mengangetkan saja." omel bi Soraya mengelus dadanya.

"Hehehe..... Maaf, lagian di panggil panggil nggak di sahutin mana pintu depan ke buka lebar, jadi aja aku masuk." ucap bu Rini.

Bersambung.....

Haii.... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘

1
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!