Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex³
Serena menatap kosong sebuah pigura kecil yang menempel didinding kamarnya.
Foto nya dengan Dirgantara yang tersenyum lebar disebuah taman dekat danau tempat biasa mereka beristirahat.
Air matanya jatuh perlahan membasahi kedua pipinya, ia kembali mengenang kembali kebersamaan nya dengan Dirga saat masa-masa ia masih duduk di bangku SMA dan Dirga sudah dibangku kuliah.
Dirga selalu melindunginya dengan cara apapun.
Setiap kali ada siswa lain yang berbuat jahat padanya maka Dirga akan menjadi garda terdepan untuknya.
Dirga juga yang membantunya untuk membayar semua biaya sekolah.
Membayar buku dan juga seragamnya saat kedua orang tuanya tak mampu membayar sekolahnya.
"sebagai ucapan terimakasih ku, seharusnya aku tidak melakukan ini semua padamu, maafkan aku..."
Serena merupakan putri dari seorang buruh pabrik yang hidupnya hanya pas-pasan.
Dari kecil ia selalu diasingkan oleh teman-temannya karena ia hidup miskin.
ayah dan ibunya sudah menasihatinya untuk berhenti sekolah dan menyuruhnya mencari pekerjaan dan membantu penghasilan keluarga.
Akan tetapi Serena tetap bersikeras untuk bersekolah hingga tamat SMA.
Serena memiliki mata bulat dengan pupil mata berwarna coklat terang yang begitu tipis hingga warna matanya terlihat begitu jelas.
Rambutnya berwarna hitam panjang yang selalu ia ikat dengan gaya kuncir kuda.
Tubuhnya pendek karena mewarisi gen ibu. Ia juga memiliki hidung mancung namun kecil dan bibir yang mungil berwarna merah muda alami.
ibunya keturunan bangsa Asia sementara ayahnya penduduk asli Barat. Serena putri satu-satunya didalam keluarga.
tok
tok
tok
"Serena, mau sampai kapan kau mengunci diri? ini sudah 2 hari kau belum makan"
"nanti saja ibu, aku tidak lapar"
"terserah padamu, ibu sudah lelah menasihati mu. Apakah kau sudah menjauhi putra konglomerat itu?"
Serena diam tak menjawab pertanyaan ibunya diluar kamar.
Ia meraih pigura yang menempel didinding itu lalu menyimpannya didalam lemari pakaian.
"sudah"
Setelah menjawab pertanyaan ibunya, tidak ada suara lagi dari luar kamar. Sepertinya ibu Serena sudah pergi dari sana.
Nafas Serena terasa begitu sesak dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ia meraih ponsel yang diberikan oleh Dirga.
Tidak ada pesan yang biasanya selalu memenuhi layar ponselnya.
"apakah kau benar-benar bisa hidup tanpa aku? seandainya aku punya kekuatan, mungkin aku akan melawan semua orang yang berusaha menghancurkan hubungan kita"
Malam semakin larut.
Malam itu terasa begitu tenang. Langit hitam pekat membentang luas seperti lautan tanpa ujung, dipenuhi ribuan bintang yang berkilauan lembut di atas sana.
Cahaya bulan menyinari dunia dengan samar, menciptakan bayangan tipis di antara pepohonan dan jalanan yang sunyi.
Angin malam berhembus perlahan, membawa udara dingin yang menenangkan, sementara suara belalang terdengar samar mengisi keheningan.
Bintang-bintang terlihat begitu jelas malam ini, seakan menggantung rendah di langit gelap.
Beberapa bersinar redup, sementara yang lain tampak terang seperti berlian kecil yang tersebar acak.
Sesekali, cahaya bintang jatuh melintas cepat, meninggalkan garis tipis yang memudar di angkasa.
Suasana malam terasa damai, indah, namun juga menyimpan sedikit kesepian yang sulit dijelaskan.
Serena menatap keindahan itu dari jendela kamarnya yang berhadapan langsung dengan danau yang luas.
Pikirannya masih dipenuhi oleh Dirga.
"aku berharap kamu adalah orang yang akan hidup bersamaku selamanya, tapi dunia kita berbeda..."
"Dirga, aku begitu mencintaimu"
Serena tersenyum saat teringat ia dengan Dirga duduk pinggir danau menatap indahnya bintang dimalam hari.
Saat itu Dirga berjanji bahwa ketika ia berhasil menggapai mimpinya, ia akan menikahi Serena.
Seketika air mata Serena jatuh lagi membasahi wajah cantiknya ketika teringat dirinya sendiri yang meninggalkan Dirga tanpa menjelaskan semuanya hingga terjadi salah paham.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃