Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
Kania mengangkat dagu, tidak gentar. "Telepon saja, kak Wiliam sangat mencintaiku," jawabnya dengan nada mengejek, seolah ancaman itu tak berarti apa-apa.
Tubuhnya tegap, mata penuh tantangan, menunggu reaksi satpam yang mulai ragu.
Namun, di balik keberaniannya, jantungnya berdetak kencang—tidak hanya karena risiko yang dihadapi, tapi juga ketidakpastian apa yang akan terjadi setelah ini.
Satpam pun langsung menghubungi Wiliam.
Tak berselang lama, Wiliam datang dan melangkah mendekat dengan wajah yang keras dan mata tajam menusuk Kania.
Aura kekuasaan dan kemarahan terpancar jelas dari setiap gerakannya.
Kania, yang semula merasa lega melihat kedatangannya, kini berubah gugup dan gemetar. "Kania, apakah kamu nggak tahu bahasa manusia?" ucap Wiliam dingin, nadanya menusuk hingga membuat bulu kuduk Kania meremang.
"Kampus ini milikku. Aku memang yang menyuruh satpam berjaga. Aku nggak nyangka, selain berniat menjual teknologi inti Biome milik Gymora, kamu juga mencuri beberapa chip milik mahasiswa lain."
Kania menunduk, bibirnya bergetar saat mencoba membela diri. "Wiliam, aku nggak... aku hanya berniat mengambil milikku ..." suaranya serak, panik dan penuh ketakutan.
Tangannya gemetar menahan air mata yang hampir jatuh.
Namun tatapan Wiliam tak bergeming, dingin dan tanpa belas kasihan.
Ia menunggu jawaban, seolah ingin menembus setiap kebohongan yang tersembunyi di balik kalimat Kania.
Suasana menjadi sunyi, hanya terdengar desahan napas Kania yang semakin cepat, menandakan kepanikan dan ketidakberdayaannya di hadapan Wiliam yang kini bukan lagi sekadar penyelamat, melainkan hakim yang mengadili.
"Kenapa Wiliam tiba-tiba berubah seperti ini?" Kania merasa bingung.
Bahkan Wiliam tidak peduli saat ia menunjukkan tangisannya.
Wiliam tertawa, "milikmu hah?"
"Kamu saja tidak bisa menciptakan teknologi apapun selain mencuri karya milik orang," imbuh Wiliam, tatapan penuh kasih yang biasanya ditunjukkan olehnya sekarang malah berubah jijik.
Kania merasa tidak nyaman dengan tatapan Wiliam yang seperti itu, bagaimana pun juga.
Bukankah selama ini Wiliam sangat mencintainya? Bahkan bersedia mengambil teknologi inti milik Gymora hanya untuknya.
Agar ia bisa berkembang dan masuk kedalam keluarga Oliver.
Bahkan Wiliam dengan kejam juga menjebak dan merusak nama baik Gymora.
"Tapi kenapa? Sekarang keadaannya malah berbalik seperti ini? Kenapa Wiliam tiba-tiba berniat menyelamatkan nama baik Gymora?" Beberapa pertanyaan sekarang ini mengganjal dalam diri Kania.
Tapi apa yang dipikirkan Kania, tentu berbeda dengan fakta yang ada.
Wiliam melakukan semua itu demi bisa segera menikahi Gymora, ia sangat terobsesi untuk memiliki Gymora seutuhnya.
Terobsesi untuk menyentuh tubuhnya, tapi sayang Gymora sulit dipaksa. Dan Wiliam sangat menghargai Gymora, ia takut jika semakin memaksa gadis itu.
Gadis itu malah memberontak dan malah membencinya.
Ia melakukan konspirasi, agar Alan melepas putrinya untuk segera dinikahi.
Tapi sayang, semua rencananya menjadi gagal dan kacau.
Kania ingin memegang tangan Wiliam, tapi Wiliam malah menepisnya dengan kasar.
"Wiliam, kenapa kamu berubah seperti ini? Bukankah kamu sangat mencintaiku?" Tanya Kania dengan ekspresi sedih.
Wiliam malah tertawa, "nona Kania sepertinya terlalu percaya diri. Aku nggak pernah bilang begitu."
"Aku hanya pernah mengatakan, jika aku menyukaimu. Dan itu dulu, saat kita masih umur belasan tahun, sejak kamu memilih uang dari nenekku dan memilih pergi, saat itulah aku menyadari jika cintaku tak berharga bahkan cintaku juga ikut pergi bersama dengan kepergian mu."
Kania menggeleng, "nggak Wiliam. Kamu sangat mencintaiku, buktinya waktu di klub ... " Ucapan Kania terhenti.
Wiliam langsung menyela ucapannya, "waktu itu aku melihat Gymora mengikuti ku. Aku memang sengaja melakukannya, karena aku ingin membuatmu cemburu."
Kania terkejut. "Apa? Jadi semua ini .. "
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
cerita nya seruuu👍