NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang setara

"Deekkkk," ujar Dipta lebih terdengar seperti merengek pada ibunya, padahal usianya sudah 36 tahun.

Pria itu baru saja keluar dari dapur, memeluk istrinya yang tengah memotongan sayuran di ruang tamu sambil menonton tv.

Bahkan sampai mengendus aroma khas tubuh istrinya di bagian leher. Manja sekali rupanya bayi 36 tahun Alya.

"Ingat lagi di rumah ibu mas," balas Alya tetapi membiarkan suaminya seperti itu.

"Nggak ada orang Dek, lagian sudah lama banget tuh kita nggak mesra-mesraan gini, apalagi pagi-pagi."

"Deekkkk?"

"Mas geli." Alya tertawa ketika lehernya diendus oleh Dipta.

"Ibuk sama bapak lagi ke pasar, Aryan main sama teman barunya."

"Terus?"

"Kok tiba-tiba masmu ini penge ya?"

"Pengen makan sayur?" Alya mengulum senyum.

"Bukan dek, tapi itu loh."

"Masih pagi mas."

"Ya biar sekalian olahraga, boleh ya-ya?" Dipta tersenyum lebar sembari mengerjapkan matanya berulang kali.

Di Bandung mereka terlalu sibuk sama pekerjaan masing-masing. Kadang memiliki waktu berdua sulit didapatkan.

Dipta selalu berusaha pulang cepat, tetapi di rumah pun tidak bisa berduaan secara bebas karena ada Aryan yang selalu menempel padanya.

Dan dia ingin memanfaatkan kunjung ke rumah orang tuanya dengan baik. Apalagi istrinya baru selesai datang bulang.

"Gemes banget sih mas." Alya meletakkan kacang panjang di tangannya, menguyel-uyel pipi Dipta seperti Aryan jika sedang membujuk. "Masku yang tampan ini kalau ada maunya ada aja tingkahnya."

"Boleh berarti?"

Dan senyuman Dipta semakin lebar melihat istrinya mengangguk. Dia segera berdiri dan mengendongnya. Sesekali mendaratkan kecupan di bibir yang membuat tawa Alya terdengar.

"Ayaaahhhh!"

Senyuman Dipta hilang mendengar suara nyaring putranya. Dia berbalik masih mengendong sang istri, menatap putra satu-satunya yang tengah berkacak pinggang di ambang pintu.

Wajah anak berusia 6 tahun itu ditekuk, penampilannya berantakan dan ada banyak noda di baju putihnya, padahal sebelum pergi sangat rapi dan wangi.

"Masku sayang, itu putranya manggil loh," bisik Alya.

"Kok gendong-gendong ibu? Kakak juga mau."

Dan pecelah tawa Alya, apalagi saat Dipta berlutut dan membiarkan Aryan naik ke punggungnya.

"Ayah kuat bisa gendong kakak sama ibu!" seru Aryan yang wajahnya kembali ceria. Padahal dia pulang hendak mengadu bahwa ada anak kecil yang sangat menyebalkan di tempat bermainnya tadi.

"Harus kuat dong, soalnya ayah punya dua kesayangan yang selalu bikin semangat."

Layaknya anak kecil, Dipta berlari keliling rumah masih dua orang digendongannya. Tertawa bersama sebelum akhirnya menurunkan Alya di kamar.

"Sebentar ya ibu, ayah mau mandi dulu sama kakak." Dipta mengecup kening Alya.

"Kakak juga pengen cium ibu," ujar Aryan yang masih berada di punggung Dipta.

Lantas Dipta sedikit bergeser membiarkan Aryan mencium kening ibunya sebelum membawa ke kamar mandi.

"Manis banget sih kalian tuh," guman Alya ketika suami dan putranya pergi.

Dia segera keluar kamar mendengar suara mobil. Ternyata mertuanya sudah pulang dari pasar dan membawa beberapa barang.

"Belanjaanya banyak banget Bu," ujar Alya, membantu menurunkan beberapa barang

"Soalnya ibu senang menantu dan cucu ibu pulang," jawab ibu Dipta. Wanita paruh baya itu menepis pelan tangan Alya ketika akan membawa barang belanjaan memasuki rumah sederhana yang tidak ingin dia tinggalkan meski sudah diberikan rumah mewah oleh putranya.

"Jangan angkat apapun, tugas masmu sama bapak ini."

Alih-alih membawa barang, ibu Dipta malah mengamit lengan menantunya memasuki rumah. Duduk di ruang tamu.

"Dipta!"

"Iya Bu?" Dipta keluar hanya mengenakan handuk sebab baru saja selesai mandi.

"Ambilkan belanjaan ibu di jok tengah."

"Biar aku saya Bu," ujar Alya tidak enak, apalagi suaminya belum pakai baju.

"Mas aja Dek."

Dengan sigap Dipta kembali ke kamar, menyambar baju kaos putih dan keluar rumah demi mengambil belanjaan ibunya.

"Ini apa Bu?" tanya Dipta.

"Kamu ini kepo banget urusan perempuan."

Alya mengulum senyum melihat suaminya kicep di depan Ibu. Benar-benar Dipta diperlakukan seperti menantu yang tidak diinginkan.

"Nenek beli mainan untuk kakak?"

"Beli dong sayang. Masa sih nenek lupa sama cucu satu-satunya. Coba tanya kakek di luar, kakek yang simpan soalnya."

"Terimakasih nenek. Kakak sayang nenek." Alih-alih menemui sang kakek, Aryan malah memanjat sofa demi bisa mencium ibu ayahnya.

Dan seperkian menit, Aryan sudah fokus bermain bersama nenek dan kakeknya.

"Ibuuuuu, kakak mau jalan-jalan sama nenek." Aryan menyembulkan kepalanya di balik pintu, membuat Alya yang sedang memanjakan suaminya tersenyum malu.

Turun dari ranjang meski dibalik selimut Dipta enggang memindahkan lengannya di pinggang.

"Boleh, tapi dengarkan apa yang nenek dan kakek katakan ya?"

"Iya ibu." Aryan mengangguk.

Alya segera mengambil jaket di dalam koper, tidak lupa memasangkan topi dan merapikan penampilan putranya.

"Anak siapa sih tampan banget."

"Anak Ayah!" jawab Aryan lantang, membuat Dipta yang memperhatikan di ranjang memberikan dua jempol dengan senyuman bangga.

Pintu tertutup dan tidak lama suara mobil di depan rumah mulai menjauh, menyisakan Alya dan Pradipta saja di rumah.

Sayuran yang Alya potong-potonh tadi, tidak jadi dimasak karena ibu mertuanya melarang. Katanya tidak ada yang akan makan siang ini. Ternyata karena ada rencana mengajak cucunya jalan-jalan.

"Tadi dibeliin apa sama ibu?" Dipta kembali menempel pada istrinya.

"Ada deh."

"Apa Dek?"

"Ada deh mas, urusan perempuan itu."

"Mas penasaran loh dek." Dipta menumpu dagunya di pundak sang istri.

"Nggak bakal kuat mas liatnya."

"Apa sih deh?"

"Kata ibu, jimat penyemangat suami," bisik Alya.

"Ya udah dek dipakai saja sekarang jimatnya, mumpung nggak ada orang."

"Ish mas mah sejak tadi mesum mulu. Kenapa sih?"

"Nggak tau, pengen aja tuh manja-manjaan sama istri."

"Aku ke ...."

Terlamat, Alya sudah terjerambah tepat di dada Dipta yang menariknya secara tiba-tiba.

"Siang ini nggak usah pakai jimat, soalnya mas masih semangat," bisik Dipta.

"Kok bisa sih mas nggak berubah sedikitpun?" tanya Alya, kepalanya sudah bersandar rapi di dada bidang suaminya. Dan tangannya memainkan jakun Dipta yang naik turun.

Sedangkan Dipta? Jantungnya berdetak sangat cepat, tubuhnya panas dingin karena jari telunjuk Alya bermain di area sensitifnya.

"Mas nggak pernah kepikiran kesal atau capek gitu?"

"Capek kenapa?"

"Kerja keras tapi membiayai anakku ...."

"Anak kita dek. Putra mas, Aryan Nugraha putra mas. Jadi masa depan dan masa kininya putra kita harus tertata."

"Aku kira orang yang benar-benar tulus itu nggak ada. Tapi sejak mengenal mas, aku percaya bahwa masih ada orang tulus di dunia ini."

"Jadi melo gini Dek, padahal kan mas pengen ...."

Kelopak mata Dipta melebar, kali ini jantungnya benar-benar akan melompat karena Alya langsung membungkam mulutnya dengan balutan yang begitu memabukkan.

.

.

.

Oke, bahagianya sampai di sini ya, siap-siap menghadapi badai🥰. Jangan lupa like, komen, subscribe. Dukungan kalian semangat author.

1
Yuni Ngsih
Authooor ceritra baru nongol ko ku ngenes banget sm kelakuan si Adrian ,dah punya istri sholehah masih nyeleweng ,kasian Aliya⁰..tp buat Aliya badai pasti berlalu & akan muncul Pelangi & buat si Adrian akan muncul karma kehidupan bersama si Safira ,lanjut Thor
ken darsihk
Seperti nya buku ini hiatus yak 🙏
ken darsihk: Ok author , kangen 🩵
total 2 replies
sutiasih kasih
itu pilihanmu mnukar berlian dgn krikil jalalanan....😅😅
sutiasih kasih
ngaca fir.... km jga punya suami hsil merebut milik org lain...🙄🙄
sutiasih kasih
emang di mana" yg nmanya pelakor ya tak tau diri🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gila aja pelakor di ksih semangat😅😅
sutiasih kasih
omong kosong....
klo cinta... tak akn km mnduakn alya
Betik Kurnia
aku bosen dengan cerita itu itu aja. lihat cerita ini kok aku suka banget. ikut baper hiks ... hiks... lop yu autor 😍😍
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Areta Cantik
ini uda selesai ta ceritanya koq gantung?🤔
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: setelah pesta aku lanjut heheh
total 1 replies
arniya
jawaban yang harus di ingat
Supri Yanti
suka alya bagus, 👍👍
ken darsihk
koq belum up date yak 🤭🤭
ken darsihk: Semangat author 👍👍
total 2 replies
ken darsihk
Safira derita lo di usir dari rumah itu , dan papa mertua mu yng menyuruh lo pergi kasihan bngt siiih 😂😂😂
Rahma Inayah
tu lah bodoh nya km pelakor beda dgn Alya. .yh punya tabungan walau punya uang dr Adrian tnp batas. tp gajinya dia tabung .
Maria Magdalena: namanya jg pelakor bisa2nya cm ngerongrong dan hambur2 uang saja,itulah cewek jalang.
total 1 replies
merry
maruk jdi laki dikira ank kyk bkin donat x ya tgl jdi
ken darsihk
Ooh Sena dan Arkana beda keyakinan kasihan
Maria Kibtiyah
cinta beda agama si sena ma arkana
Maria Magdalena: udah bubar aja jgn minggalkan keyakinan nggak bsik
total 2 replies
ken darsihk
Karma Safira karma mangka nya jadi perempuan tuh jangan jahat , akhir nya karma kan yng menghampiri lo 😂😂😂
ken darsihk
Yesss lah Adrian 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!