NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:130.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 | TERJEBAK

Malam itu Elara tiba di Vance Mansion. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, baginya terasa seperti sangkar emas yang menyesakkan. Begitu pintu kayu jati besar itu terbuka, ia langsung disambut oleh Serena, istri dari kakaknya, Julian.

​Serena sedang duduk di ruang tengah bersama putrinya yang masih balita, Lyra. Suasana tampak hangat, namun bagi Elara, pemandangan itu hanyalah pengingat akan hidup "normal" yang tidak akan pernah bisa ia miliki.

​"Elara? Kau baru pulang?" suara Serena lembut, namun bagi telinga Elara, itu terdengar seperti suara desis ular.

​Elara tidak berhenti. Ia terus berjalan dengan langkah berat, tidak berniat sedikit pun untuk menoleh.

​"Tunggu, Elara!" Serena bangkit, langkahnya tergesa-gesa menghampiri Elara di kaki tangga. "Aku hanya ingin bicara Julian bilang kau terlihat sangat tertekan belakangan ini. Aku hanya... aku hanya khawatir."

​Elara berhenti tepat di anak tangga kelima. Ia tidak berbalik, namun bahunya menegang. "Kekhawatiranmu tidak membantuku, Serena. Simpan saja untuk dirimu sendiri."

​Serena terdiam sejenak, lalu suaranya merendah, nyaris berbisik namun tajam.

"Aku tahu kau bukan sekadar agen lapangan biasa, Elara. Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Jangan biarkan duniamu menghancurkan orang-orang yang ada di rumah ini."

​Elara berbalik perlahan, matanya yang dingin menatap Serena dengan tatapan yang mampu membekukan darah. "Kau tidak tahu apa-apa tentang duniaku. Jadi, berhenti berpura-pura menjadi kakak ipar yang peduli. Aku membencimu bukan karena siapa kau, tapi karena kau adalah satu-satunya orang di rumah ini yang melihat sisi gelapku, dan kau tidak cukup berani untuk menjauh."

​Serena memucat. Ia memeluk Lyra lebih erat ke dadanya. "Aku hanya berharap kau bisa menemukan seseorang yang mencintaimu sebelum kegelapan itu menelanmu sepenuhnya."

​Elara tertawa dingin. "Cinta? Cinta di duniaku hanyalah peluru yang belum diledakkan."

​Elara kembali memutar tubuhnya dan menaiki tangga tanpa menoleh lagi. Di bawah, Serena berdiri mematung dengan perasaan ngeri yang menjalar. Ia tahu, Elara sedang berjalan menuju kehancurannya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya.

​Begitu sampai di dalam kamarnya yang luas, Elara mengunci pintu dengan tiga lapis kunci. Ia bersandar pada pintu kayu itu, napasnya tidak beraturan. Ia merogoh saku jaketnya, mengeluarkan benda kecil yang ia temukan di apartemennya tadi sebuah chip transmisi yang ia temukan terpasang di salah satu anting-antingnya.

​Dante Moretti tidak hanya melacaknya melalui tracker GPS. Pria itu menyadap setiap percakapannya di dalam rumahnya sendiri.

​Elara melempar chip itu ke lantai dan menginjaknya hingga hancur. Ia tidak sedang berada di rumah; ia berada di dalam jebakan yang sudah disiapkan oleh Dante. Dan yang paling mengerikan adalah, ia mulai menyadari bahwa Serena mungkin benar ia tidak akan bisa keluar dari sini tanpa terluka.

Keheningan malam di Vance Mansion pecah saat bel pintu berbunyi nyaring. Elara, yang baru saja berhasil membuat Kimberly tenang setelah sesi menyusui yang melelahkan, menghela napas panjang. Bayi mungil itu tertidur pulas dalam Pelukannya, jemarinya masih mencengkeram erat kerah kemeja Elara.

​" Maria, siapa yang datang malam-malam begini?" tanya Elara dengan suara rendah, melangkah menuju pintu utama dengan penuh kewaspadaan.

​"Saya tidak tahu, Nona. Tapi pria itu memaksa ingin masuk," bisik Maria ketakutan.

​Elara membuka pintu dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap mendekap Kimberly. Begitu pintu terbuka, napasnya tercekat. Di ambang pintu, berdiri Dante Moretti. Pria itu tampak kontras dengan latar belakang malam yang kelam; setelan hitamnya sempurna, namun sorot matanya liar dan tidak terduga.

​"Dante?" Elara hampir tidak bisa bersuara. "Apa yang kau lakukan di rumahku? Kau sudah gila?"

​Dante tidak langsung menjawab. Matanya menyapu sosok Elara, lalu tertuju pada bayi yang digendongnya. Ada kilatan aneh di mata Dante sesuatu yang sulit diartikan, antara keterkejutan yang tajam dan kemarahan yang dipendam.

​"Jadi, ini alasanmu selalu lari?" suara Dante rendah, penuh dengan nada sarkasme yang mematikan. "Aku mencarimu ke seluruh kota, dan ternyata kau sedang sibuk bermain menjadi seorang ibu."

​Elara menatap Dante dengan tatapan tajam, rasa kesalnya memuncak karena kesalahpahaman pria itu. "Kau salah paham, dan itu bukan urusanmu."

​Dante melangkah masuk tanpa diundang, memaksa Elara mundur beberapa langkah. Aroma cigar dan parfum mahalnya memenuhi ruang tamu.

" Salah paham? Aku melihatnya dengan mataku sendiri, Elara. Kau tampak sangat 'keibuan' saat menenangkan bayi itu. Katakan padaku, berapa banyak lagi rahasia yang kau sembunyikan di balik topeng agenmu itu?"

​"Dia bukan anakku!" desis Elara, suaranya tertahan agar tidak membangunkan Kimberly. " Dan ini rumahku, kau tidak punya hak untuk masuk dan melontarkan tuduhan!"

​Dante berhenti tepat di depan Elara. Ia menunduk, menatap Kimberly yang tertidur lelap, lalu beralih menatap wajah Elara yang memerah karena marah. Tangan Dante terangkat, jemarinya yang dingin menyentuh helai rambut Elara, menyelipkannya ke belakang telinga dengan gerakan yang sangat posesif.

​"Kau tahu, Elara? Melihatmu dengan bayi ini membuatku ingin menghancurkan segala sesuatu yang pernah menyentuhmu," bisik Dante di dekat telinga Elara, napasnya yang hangat membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.

" Jangan pernah berpikir kau bisa hidup normal. Tidak setelah apa yang kau lakukan semalam. Tidak setelah kau menjadi milikku."

​Elara merasakan tubuhnya gemetar, bukan karena takut, tapi karena intensitas aura pria itu. " Kau tidak memiliki hak atas diriku, Dante Moretti. Pergi dari sini sebelum aku memanggil keamanan!"

​Dante tertawa pelan, tawa yang penuh dengan dominasi. "Keamanan? Kau pikir Penjaga-penjagamu itu bisa menghentikanku jika aku benar-benar ingin membawamu pergi?"

​Dante mendekat lagi, menekan jarak hingga Elara merasa terpojok di antara pintu dan dada bidang pria itu. "Nikmati malam ini dengan 'peran' ibu yang kau mainkan, Elara. Tapi jangan lupa, aku selalu mengawasimu. Dan lain kali, aku tidak akan datang hanya untuk berkunjung."

​Dante berbalik, meninggalkan Elara yang mematung dengan jantung berdegup kencang. Ia baru saja menyadari bahwa ancaman Dante bukan sekadar gertakan; pria itu benar-benar menganggap Elara sebagai bagian dari dunianya, dan ia tidak akan membiarkan siapapun bahkan bayi yang tidak bersalah ini menghalangi obsesinya.

●●●●

1
Anonim
cieeee nyaman😍😍😍
Anonim
😍😍😍
Anonim
pokoknya harus😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Adalah
😍😍😍
Adalah
next😍😍😍
Adalah
lanjut😍😍😍
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍 pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
lama-lama jadi cinta😍😍
Biruku: terima kasih atas komentar😍😍
total 1 replies
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya harus lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
cieee😍😍😍
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Biruku: terimakasih👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!