NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Amplop

Ba'da Magrib, Keluarga Bopo kembali berkumpul di rumah Arjuna untuk makan malam bersama dengan tumpeng yang sudah di siapkan.

Ada dua buah tumpeng dan dua buah degan yang airnya akan di minum oleh Aka dan Bima nanti.

Arsha memimpin doa bersama malam itu. Tak ada acara mewah atau tasyakuran besar, hanya doa bersama keluarga yang akan mereka lakukan.

Setelah selesai doa bersama, mereka mulai menikmati makanan yang tersedia. Tumpeng itu sengaja tidak di potong, melainkan dimakan bersama mulai dari bawah.

Mereka membagi diri menjadi dua kelompok dan mulai makan di tampah bersama - sama. Makan bersama seperti itu sangatlah asyik.

Tujuannya untuk menarik nafsu makan anak yang baru di khitan supaya lebih lahap makan. Setelah makan, anak yang di khitan kemudian di berikan air degan sebagai minuman, agar kondisinya lekas pulih.

"Kok gak ada yang kasih Bima sama Mamas hadiah?" Celetuk Bima.

"Oalah, udah ada yang nungguin hadiah, ternayta." Kekeh Arsha.

"Iyalah! Kan Bima sama Mamas udah di sunat." Jawab Bima.

"Iya - iya. Tenang aja, semua udah nyiapin hadiah untuk Bima sama Mamas." Jawab Aksa.

"Eh! Udah adzan. Kita sholat dulu, lah." Ujar Arjuna yang sengaja meledek putranya.

"Yaah! Kan Bima udah nungguin." Kata Bima dengam bibir mengerucut.

"Ya sabar to, Le. Sholat isya dulu to, ya." Kata Aksa.

"Mamas gak ke Masjid, Mo?" Tanya Aka.

"Mamas sholat di rumah dulu ya. Nanti di anter Mbun Wudhu." Ujar Arjuna.

"Adek, ikut wudhu Mamas yuk." Ajak Meshwa.

"Adek gak mau jalan nanti burungnya sakit kalau jalan." Kata Bima.

"Kan jalannya pake kaki, Bim. Bukan burungnya yang buat jalan." Sahut Shima yang memecah tawa mereka.

"Nanti kalau gak berdoa, lama sembuhnya loh!" Timpal Ara.

"Mamas gak sakit tuh, buat jalan." Ujar Aka yang berjalan pelan di depan Bima.

"Gak mau! Nanti sakit. Tadi di gendong Romo aja, sakit." Kukuh Bima yang enggan beranjak dari tempatnya.

"Yaudah, tayamum aja, ya. Uti ajarin." Kata Raina.

"Tayamum itu apa, Ti?" Tanya Bima.

"Tayamum itu pengganti wudhu dengan air, kalau gak bisa berwudhu dengan air atau gak ada air di sekitar kita." Jawab Raina.

Ia kemudian menjelaskan mengenai tayamum dan mengajarkan cara tayamum pada cucunya dengan telaten. Setelah itu, Raina juga mengajarkan Bima untuk sholat dengan posisi duduk.

"Adek udah sholat?" Tanya Aka yang baru selesai sholat.

"Udah, Mas. Tadi di ajarin sama Uti sholat sambil duduk." Jawab Bima.

"Pinter adeknya Mamas." Ujar Aka yang tersenyum sambil mengusap kepala Bima.

Tak lama, terdengar suara para bapak yang mengucapkan salam. Wajah Bima pun langsung sumringah saat mendengar salam tersebut.

Tak hanya keluarganya, namun ada rombongan jamaah Masjid yang sengaja datang untuk menjenguk Aka dan Bima yang baru di khitan.

Tentu saja tak hanya sekedar menjenguk, mereka juga memberika amplop berisi uang sebagai hadiah untuk dua anak Pak Sekdes itu. Meski isi amplop itu tak banyak, namun hadiah kecil itu tentu membuat Aka dan Bima sangat senang.

...****************...

"Waaah banyak banget amplopnya!" Girang Bima saat mengangkat bantalnya. Dibawah bantalnya ada banyak sekali amplop berisi uang pemberian dari jamaah dan keluarganya.

"Iya ya, Dek. Banyak banget ini." Timpal Aka yang tak kalah antusias.

Kedua bocah yang baru sunat itu tampak sangat bahagia melihat amplop - amplop di hadapan mereka masing - masing.

"Kita buka yuk, Dek." Ajak Aka.

"Eh, nanti dulu, Mas!" Kata Bima.

"Romo sama Mbun belum kasih kita hadiah. Kan katanya Romo mau kasih amplop juga." Ujar Bima.

"Romo.... Mbuuun..." Panggil Bima dari tempatnya.

Bima dan Aka sengaja di letakkan di ruang keluarga. Keduanya tidur di atas kasur yang di letakkan di lantai agar lebih mudah mengawasi dan jika ada yang hendak menengok, tak perlu masuk ke dalam kamar.

"Dalem, Le." Jawab Arjuna yang segera menghampiri putranya.

"Wih! Panen amplop, nih." Kata Arjuna saat melihat Aka dan Bima sudah duduk di depan tumpukan amplop masing - masing.

"Romo sama Mbun belum kasih kita hadiah." Kata Aka.

"Mama sama Papa juga belum." Timpal Bima.

"Bener kan, Mo, apa kata Mbun? Pasti mereka berdua nagih janji." Ujar Meshwa yang keluar dengan membawa Pesawat remot yang sudah lama diimpikan kedua putranya.

"Wah! Pesawat!" Seru Bima.

"Mbun kapan belinya? Kok udah ada pesawat?" Cicit Aka dengan wajah bahagia saat melihat pesawat terbang dengan remot kontrol yang sudah lama ia inginkan.

"Mbun titip Pakde Irfan belikan. Tadi kan Pakde Irfan ke Kabupaten." Jawab Meshwa.

"Ini juga, titipan hadiah dari Mama Nala dan Papa Mifta." Kata Arjuna sambil mengeluarkan mini motor cross permintaan Bima.

"Yeee Asyiiiik!" Seru Bima dengan girang.

"Apa bisa naiknya, Bim? Jalan aja gak bisa." Ledek Arjuna.

"Oh iya, ya. Gimana naiknya? Nanti burungku kejepit." Kata Bima yang membuat Arjuna dan Meshwa langsung menyemburkan tawa.

"Buat jalan tuh gak sakit loh, Dek. Kamu ini lebai banget." Ujar Aka.

"Lagian kan sama Pak Ama di kasih celana khusus. Jadi burungnya gak kena celana, jadi gak sakit." Imbuh Aka.

"Emang iya, Mas?" Tanya Bima.

"Iya lah! Mamas aja udah jalan kesana - kesini kok." Jawab Aka dengan wajah meyakinkan.

"Tapi Mamas jalannya masih pelan - pelan. Berarti masih sakit, kan." Komentar Bima.

"Sama Pak Ama kan emang suruh pelan - pelan aja jalannya. Gak boleh lari - lari." Jawab Aka.

"Besok adek coba jalan. Sekarang gak mau dulu." Kata Bima.

"Kita buka amplop yuk, Mas." Ajak Bima kemudian.

Dengan di bantu Romo dan Mbunnya, kedua bocah laki - laki itu membuka amplop yang mereka dapatkan. Pertama - tama, mereka membuka amplop dari rombongan jamaah Masjid. Meski rata - rata hanya berisi uang sepuluh dan dua puluh ribu, namun mereka semua tampak sangat bahagia mendapatkan uang itu.

Setelah itu, mereka membuka uang dari keluarga mereka. Keduanya tampak lebih sumringah lagi karena uang yang ada di amplop itu memiliki nominal yang cukup banyak.

"Waah.. Ini dari Kung - Kung ada banyak. Ada lima lembar!" Kata Bima.

"Dari Opa juga ada lima lembar. Ini dari Kakek (Bapak Meshwa) juga ada lima lembar." Ujar Aka yang menghitung uang pecahan seratus ribuan.

"Ini dari Pakde Irfan ada lima, dari Pakde Romi juga ada lima." Kata Bima.

"Wooww! Dari Om Dipta ada banyak, Mo!" Seru Aka yang membuat Bima langsung membuka amplop kiriman dari Dipta.

"Iya Mas! Ada banyaaak." Girang Bima.

"Ada berapa emangnya, Mas?" Tanya Arjuna.

"Ada sepuluh, Mo!" Jawab Aka yang sudah menghitung.

"Widih! Banyak sangunya." Kekeh Arjuna.

"Dari Om Mifta juga ada sepuluh, Mo!" Seru Aka lagi.

"Kita kaya, Mas!" Kata Bima dengan girang hingga membuat Meshwa dan Arjuna kembali tertawa.

"Dari Romo, mana?" Tanya Bima yang menagih janji.

"Lho, udah banyak gitu, masak masih kurang." Kata Arjuna.

"Kan Romo janji mau kasih juga." Ujar Aka.

"Yaudah nih." Arjuna memberikan satu amplop pada masing - masing putranya.

"Loh! Kok kosong?" Cicit Bima.

"Kan Romo bilang mau kasih amplop. Lha itu amplop." Jawab Arjuna dengan santai hingga membuat Meshwa menyemburkan tawa.

"Yang ada isinya, Mo! Masak ngasih amplop kosong." Protes Aka.

"Yang penting kan, Romo kasih amplop. Romo gak bohong dan gak ingkar janji lho ya." Ujara Arjuna.

"Yaah! Romo curang!" Protes Bima.

"Iya nih, Romo!" Keluh Aka.

1
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
Intan Nurwulan
Ya ampun bim bim adanya tingkahnya yg bkin ketawa🤣
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!