NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menikmati kekayaan ternyata bisa melelahkan

Olyvia keluar dari butik dengan perasaan ringan. Gila. Ini beneran kayak mimpi. Tapi nyata. Saldo gue masih lima koma delapan miliar lebih. Belanja tadi cuma ngurangin seratus ribu doang. Kayak nyomot kerupuk dari toples.

Ia melanjutkan perjalanannya ke lantai dua. Di sana ada department store besar yang menjual pakaian. Olyvia masuk dan langsung menuju rak pakaian wanita. Ia mengambil beberapa blus sutra, celana bahan, rok span, dan blazer tanpa banyak melihat harga. Seorang pramuniaga lain menghampiri.

“Mbak, ada yang bisa dibantu? Mungkin mau tanya ukuran atau warna?”

Olyvia menggeleng. “Nggak usah, Mbak. Saya langsung ambil aja. Ini semua saya beli.”

Pramuniaga itu terbelalak. “Se-sekalian? Ini ada delapan potong, Mbak.”

“Iya, delapan. Ada yang salah?”

“Ti-tidak, Mbak. Silakan. Saya bantu bawa ke kasir.”

Total belanjaan pakaian hanya sebesar empat puluh ribu rupiah. Olyvia membayar tanpa ekspresi. Ia bahkan menambahkan dua potong kemeja untuk ibunya yang ia lihat di rak pria, karena potongannya simpel dan bahannya adem.

Sambil menunggu pramuniaga membungkus belanjaannya, ponsel Olyvia kembali bergetar. Kali ini bukan chat. Tapi panggilan telepon dari nomor yang berbeda lagi.

+62 815-********

Olyvia menghela napas panjang. Ia angkat ponsel itu, tapi langsung menekan tombol merah. Panggilan ditolak. Beberapa detik kemudian, nomor itu mengirim pesan.

+62 815-********: Jangan gini, Vy. Aku cuma mau denger suara kamu. Aku gak bisa tidur semalaman. Kamu di mana?

Olyvia menatap layar ponsel dengan tatapan datar. Lalu ia mengetik balasan singkat.

Olyvia: Di neraka. Jangan diganggu.

Ia langsung memblokir nomor itu. Tapi belum sempat ia memasukkan ponsel ke saku, getaran lain muncul dari nomor keempat.

+62 822-********: Oly, aku tau kamu baca ini. Aku gak akan nyerah. Aku cinta kamu. Aku bakal buktiin.

Sialan. Lo kira gue cewek lima belas tahun yang gampang melting dikatain cinta?

Olyvia memblokir lagi. Kali ini ia sengaja tidak membalas. Ia sadar bahwa memberi respons, meskipun sinis, hanya akan memberi Arjuna harapan. Dan harapan adalah bahan bakar bagi orang sepertinya.

Setelah semua belanjaan selesai dibungkus, Olyvia mendapati dirinya membawa empat paper bag besar. Dua dari butik, dua dari department store. Ia berjalan menuju food court untuk istirahat sejenak.

Di food court, ia memesan seporsi steak ayam dengan kentang goreng dan segelas es teh manis. Harga totalnya? Tujuh ribu rupiah. Olyvia duduk di salah satu meja dan menikmati makanannya sambil memandangi lautan manusia di bawah sana.

Ini rasanya jadi orang kaya. Makan steak ayam tujuh ribu perak. Belanja tas branded tiga ribu perak. Beli baju kantor empat puluh ribu dapet delapan potong. Dunia ini udah jungkir balik. Tapi gue suka.

Ponselnya kembali bergetar. Kali ini bukan nomor baru, melainkan pesan dari Karina di grup WhatsApp.

Karina: Vy, lo di mana? Tadi gue liat Arjuna mondar-mandir di depan gerbang kampus kayak kuntilanak kehilangan pohon. Mukanya kusut banget. Lo ngapain dia sampe segitunya?

Sela: Jangan-jangan lo ngutangin dia duit terus lo nagih?

Olyvia nyengir membaca chat itu. Ia mengetik balasan.

Olyvia: Gue di mall. Lagi belanja. Sama sekali gak mikirin dia. Dia yang susah move on sendiri.

Karina: Wih, belanja? Tumben. Biasanya lo ke mall cuma buat nemenin si Arjuna. Sekarang sendiri malah belanja. Lo dapet warisan?

Olyvia: Bisa dibilang gitu. Ntar gue ceritain.

Sela: Beliin gue es krim. Rasa cokelat.

Olyvia: Mimpi.

Olyvia menutup obrolan grup dengan senyum lebar. Dua sahabatnya itu memang selalu bisa menghibur tanpa sengaja. Ia menghabiskan makanannya dan memutuskan untuk berkeliling mall sekali lagi sebelum pulang.

Saat melewati toko elektronik, matanya tertuju pada etalase yang memajang laptop gaming dengan spesifikasi tinggi. Di kehidupan sebelumnya, laptop seperti itu adalah barang mewah yang hanya bisa ia impikan. Sekarang, label harganya menunjukkan angka yang menggelikan.

Rp4.200,-

Empat ribu dua ratus rupiah. Harga sebungkus gorengan.

Olyvia masuk ke toko. Seorang pramuniaga pria menyambut. “Selamat siang, Mbak. Mau lihat laptop? Ini ada seri terbaru dengan prosesor Intel Core i9 dan RAM tiga puluh dua gigabyte. Cocok untuk gaming atau editing video.”

“Saya ambil. Satu.”

Pramuniaga itu terdiam. “Eh, Mbak mau ambil? Tanpa lihat spesifikasi lebih detail?”

“Nggak perlu. Saya percaya. Itu yang di etalase. Bungkusin aja.”

Transaksi kelima dalam satu hari. Olyvia menggesek kartunya tanpa rasa bersalah. Ia keluar toko elektronik dengan tambahan satu kardus laptop di tangan. Sekarang total paper bag dan barang yang ia bawa sudah terlalu banyak untuk diangkut sendiri.

Ia memesan taksi online lagi. Kali ini ia memilih mobil yang lebih besar agar muat semua barang. Sambil menunggu, ia duduk di bangku dekat pintu keluar. Ponselnya masih terus bergetar. Arjuna belum menyerah.

+62 831-********: Vy, aku di apartemen kamu. Aku tunggu di depan lobi. Tolong ketemu bentar aja.

Olyvia membaca pesan itu dengan alis terangkat. Dia ke apartemen gue? Gila. Udah kayak stalker aja.

Ia membalas singkat.

Olyvia: Jangan ganggu satpam. Pulang.

Lalu blokir.

Taksi yang dipesan akhirnya datang. Seorang sopir wanita dengan mobil MPV silver membantu Olyvia memasukkan semua barang bawaannya ke bagasi. Olyvia naik ke kursi tengah dan menyandarkan kepala.

“Tujuan Apartemen Green Park ya, Mbak?” tanya sopir.

“Iya, Bu. Terima kasih.”

Sepanjang perjalanan pulang, Olyvia menatap kantong-kantong belanjaan yang memenuhi kursi di sebelahnya. Ada tas branded, sepatu, baju, laptop. Semuanya ia beli tanpa pikir panjang. Tanpa rasa bersalah. Tanpa rasa takut boncos di akhir bulan.

Di kehidupannya yang dulu, setiap kali ia membeli sesuatu untuk dirinya sendiri, selalu ada suara di kepalanya yang berkata, "Ini kebanyakan. Mending duitnya ditabung buat masa depan sama Arjuna." Sekarang suara itu lenyap. Digantikan oleh suara lain yang lebih tegas.

"Lo udah kerja keras empat puluh tahun. Lo pantes dapet ini semua. Bahkan lebih."

Mobil berhenti di depan lobi Apartemen Green Park. Olyvia membayar ongkos yang hanya sebesar tiga ribu rupiah dan menambahkan tip sepuluh ribu karena sopirnya membantu mengangkat barang. Ia masuk ke lobi dengan membawa banyak kantong. Satpam yang biasa berjaga langsung membantu membawakan sebagian.

“Wah, Mbak Olyvia belanja banyak sekali. Ada acara khusus?”

Olyvia tersenyum. “Nggak, Pak. Cuma lagi pengen aja.”

Di depan pintu apartemennya, ia melihat sesuatu yang membuat matanya berputar malas. Sebuah amplop putih terselip di bawah pintu. Olyvia membungkuk dan mengambilnya. Tulisan tangan di amplop itu sangat ia kenali.

"Untuk Olyvia, cintaku. Dari Arjuna."

Olyvia membuka amplop itu tanpa antusias. Isinya selembar surat pendek yang ditulis dengan tinta biru.

"Vy, aku tahu aku salah. Aku akan perbaiki semuanya. Aku janji tidak akan biarkan Mama menghinamu lagi. Aku akan pilih kamu. Hanya kamu. Tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi. Aku menunggumu di bawah. Selalu."

Olyvia mendesah panjang. Ia melipat surat itu dan memasukkannya kembali ke amplop. Lalu ia berjalan ke jendela koridor yang menghadap ke taman apartemen. Dari sana, ia bisa melihat sosok Arjuna duduk sendirian di bangku taman, menatap lantai dengan wajah lesu.

Kasihan. Tapi gak kasihan.

Olyvia menutup tirai jendela. Ia masuk ke apartemen, menaruh semua barang belanjaannya di lantai, dan duduk di kasur. Ponselnya kembali bergetar. Kali ini dari nomor Arjuna yang asli, yang belum ia blokir.

Arjuna 💗: Aku lihat kamu tadi di jendela. Kamu selalu cantik. Aku kangen.

Olyvia menatap layar dengan ekspresi datar. Ia mengetik balasan terakhir untuk malam itu.

Olyvia: Cari cewek lain. Gue udah gak tertarik.

Setelah mengirim pesan itu, ia langsung mengganti nama kontak "Arjuna 💗" menjadi sesuatu yang lebih pantas.

Monyet 🐒

Lalu ia memblokir nomor itu.

Olyvia merebahkan diri di kasur. Matanya menatap langit-langit apartemen. Hari ini ia sudah menikmati sedikit dari kekayaannya. Tapi ini baru permulaan. Besok ia akan mulai mengeksekusi rencana utamanya. Membeli properti untuk ibunya. Membantu karier adiknya. Dan perlahan-lahan, menghancurkan reputasi Arjuna yang selama ini dicuri darinya.

Rasanya dendamku masih ada. Tapi aku akan simpan baik-baik. Sampai saat yang tepat tiba.

Ia memejamkan mata. Di luar, Arjuna masih duduk di bangku taman, menunggu sesuatu yang tidak akan pernah datang.

1
Fauziah Daud
terharu sangat... trusemangattt
nana
bagus banget
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
sakura: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
sakura: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!