NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: GADIS MISTERIUS DI LEMBAH KEMATIAN

​Angin dingin menderu di celah-celah batu cadas yang tajam. Lembah Kematian bukanlah sekadar nama; tempat ini adalah bekas medan perang kuno yang konon pernah menjadi saksi jatuhnya ribuan dewa. Kabut abu-abu tebal menyelimuti tanah, membawa aroma karat besi dan kematian yang pekat. Qi spiritual di sini begitu liar, seolah-olah setiap partikel udara ingin mencabik-cabik meridian siapa pun yang berani masuk.

​Ye Xuan berjalan di depan, langkahnya tenang meski tanah yang ia pijak dipenuhi tulang-belulang yang telah memfosil. Di belakangnya, Ye Tian berjalan dengan gagah. Transformasi Ye Tian setelah segelnya mulai retak sangat terasa; aura emas tipis menyelimuti tubuhnya, membuat kabut kematian itu menjauh secara alami. Sementara itu, Ye Ling'er menggandeng lengan ayahnya, matanya yang besar menatap sekeliling dengan waspada.

​"Hati-hati, Xuan'er," bisik Ye Tian, suaranya berat. "Garis keturunan Dewa Perang memiliki resonansi khusus dengan tempat ini. Senjata kuno itu... ia tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya tanpa ujian darah."

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Mendeteksi Keberadaan Makhluk Hidup di Radius 500 Meter.]

[Analisis: Bukan musuh, tapi memiliki fluktuasi energi yang sangat mirip dengan Ibunda Inang.]

[Catatan Sistem: Disarankan Inang bersikap keren, jangan terlihat seperti sedang mencari alamat di Google Maps.]

​Ye Xuan hampir memutar matanya mendengar komentar sistem. Ia berhenti mendadak dan menatap ke arah gumpalan kabut tebal di depan mereka.

​"Siapa di sana? Keluar!" bentak Ye Xuan. Suaranya mengandung getaran energi Kekacauan yang membuat kabut itu tersibak paksa.

​Dari balik kabut, muncullah seorang gadis remaja. Ia mengenakan pakaian pelayan berwarna hijau lumut yang tampak kuno namun bersih. Wajahnya mungil dan manis, namun ada aura melankolis yang mendalam di matanya. Yang mengejutkan, di pergelangan tangannya terdapat tanda lahir berbentuk bunga teratai ungu—lambang pribadi Su Qingxue.

​Gadis itu gemetar saat melihat Ye Xuan, bukan karena takut, melainkan karena keterkejutan yang luar biasa. Ia langsung berlutut di tanah yang keras.

​"Hamba... Qing'er, menyembah Tuan Muda!" suaranya bergetar hebat. "Hamba telah menunggu di lembah terkutuk ini selama sepuluh tahun... demi janji kepada Permaisuri Su!"

​Ye Tian terkesiap. "Qing'er? Kau... kau pelayan kecil yang hilang saat penyerangan sepuluh tahun lalu?"

​Gadis itu mengangguk sambil terisak. "Benar, Tuan Ye. Sebelum Permaisuri dibawa pergi secara paksa ke Alam Surgawi, beliau menyegel hamba di dalam dimensi kecil di lembah ini untuk menjaga Pedang Penghancur Surga milik Suku Dewa Perang. Beliau berkata, suatu hari nanti, seorang pemuda dengan mata ungu akan datang menagih warisannya."

​Ye Xuan mendekat, membantu Qing'er berdiri. Mata Ilahi Kekacauannya bisa melihat bahwa gadis ini bukanlah manusia biasa; ia adalah Roh Penjaga yang tubuhnya telah menyatu dengan energi lembah ini agar bisa bertahan hidup selama satu dekade.

​"Di mana pedang itu, Qing'er?" tanya Ye Xuan langsung.

​"Pedang itu berada di jantung formasi Sembilan Neraka Petir, Tuan Muda. Namun..." Qing'er ragu-sebentar. "Klan Su telah menempatkan 'Anjing Langit' di sana. Mereka adalah monster buatan dari Alam Surgawi yang bertugas memakan siapa pun yang mencoba mendekati warisan itu."

​[Ding! Misi Utama Diperbarui: Merebut Pedang Penghancur Surga!]

[Tingkat Kesulitan: SSS (Sangat Sulit Sekali bagi orang normal, tapi bagi Inang... ya begitu deh).]

[Hadiah: Pembukaan Slot Skill ke-3 & Evolusi Qing'er menjadi 'Roh Pedang Kekacauan'.]

​Tiba-tiba, bumi berguncang hebat. Dari arah jantung lembah, terdengar raungan yang memecahkan gendang telinga. Sesosok monster raksasa dengan tiga kepala anjing dan tubuh yang terbungkus api hitam melompat keluar dari dalam tanah, mendarat tepat di depan mereka.

​"Grrrrr... Darah Kekacauan... Enak..." salah satu kepala monster itu berbicara dengan suara manusia yang parau.

​Ye Xuan melangkah maju, memutar lehernya hingga berbunyi krak. Ia menarik nafas dalam, merasakan energi Tubuh Kaisar Kekacauan yang mendidih di dalam pembuluh darahnya.

​"Qing'er, Ayah, jaga Ling'er di belakang," perintah Ye Xuan.

​Ia menatap Anjing Langit itu dengan pandangan meremehkan. "Seekor anjing penjaga berani bicara soal darahku? Hari ini, aku tidak hanya akan mengambil pedang ibuku, tapi aku akan menjadikan kulitmu sebagai keset di depan pintu gubuk baruku nanti."

​[Ding! Gaya bicara Inang: 10/10. Mari kita mulai pembantaian ini!]

​Ye Xuan menghilang dari tempatnya berdiri, meninggalkan jejak tanah yang retak. Detik berikutnya, ia sudah berada di atas kepala tengah monster tersebut dengan kepalan tangan yang dibalut api ungu raksasa.

​"MATI!"

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!